
Husna segera menyandarkan kepala nya di bahu suami nya itu. Entah kenapa akhir-akhir ini dia merasa sangat sensitif terhadap sesuatu. Dia mudah merasa baper dengan sesuatu dan mood nya bisa dengan mudah berganti-ganti.
“Mas, maaf ya jika akhir-akhir ini aku membuatmu jengkel atas sikapku. Aku juga gak tahu entah ada apa denganku hingga bisa seperti ini. ucap Husna.
Azzam yang mendengar itu melepas pelukan Husna dan menatap istri nya yang ternyata sudah ada air mata di pipi istri nya itu, “Hey, jangan menangis sayang. Mas gak marah kok. Kamu juga gak pernah membuat mas jengkel. Mas itu menyayangimu mana mungkin mas jengkel denganmu. Kenapa menangis? Ada apa? Apa ada yang sakit?” tanya Azzam dengan khawatir nya.
Husna menggeleng, “Aku juga gak tahu mas. Entah kenapa air mataku ini menetes tiba-tiba. Aku tidak merasa sakit apapun hanya saja entah lah. Aku juga tidak paham apa yang terjadi.” Balas Husna.
Azzam yang mendengar itu pun memilih memeluk istri nya itu erat dan menepuk bahu istri nya itu lembut, “Mas … jangan bosan denganku.” ucap Husna.
__ADS_1
“Gak akan. Itu tidak akan terjadi sayang. Mas tidak akan pernah bosan denganmu.” Balas Azzam.
Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu sampai Husna tenang dan memilih turun dari pangkuan suami nya. Husna segera duduk di kursi di depan meja suami nya.
“Mas, hari ini aku akan serius melakukan bimbingan terakhirku. Aku harap semua nya sudah benar dan jika pun ada kesalahan hanya tinggal sedikit saja.” ucap Husna segera mengambil berkas skripsi nya dan memberikan nya kepada suami nya itu.
Azzam pun segera memberikan tanda-tanda yang harus di ganti oleh istri nya itu. Hanya ada beberapa tanda kecil saja. Husna pun menerima nya dan mendengarkan penjelasan suami nya itu dengan seksama.
“Jadi, bagaimana sudah mau di acc atau masih perlu di perbaiki lagi?” tanya Azzam.
__ADS_1
“Hum, Husna perbaiki dulu deh. Hanya itu saja kan? Gak ada yang lain? Ayo mas periksa lebih teliti lagi. Siapa tahu aja ada yang terlewat. Kita tidak bisa melewatkan nya begitu saja bukan. Lagi pula agar aku hanya mengganti nya sekali mas.” Ucap Husna.
Azzam pun tersenyum mendengra ucapan istri nya lalu kembali memeriksa skripsi istri nya itu dengan teliti, “Hanya itu saja sayang. Kamu sudah mengerjakan skripsi ini dengan baik kok.” ujar Azzam.
Husna yang mendengar itu pun tersenyum lalu mengangguk, “Ya sudah pinjam laptop milik mas.” Pinta Husna.
Azzam pun segera memberikan laptop nya kepada istri nya itu. Husna pun serius mengganti hal yang perlu di perbaiki itu. Hingga Andita dan Betty masuk ke ruangan itu untuk bimbingan juga terkait ujian proposal mereka yang akan di lakukan tiga hari lagi. Mereka ingin melakukan bimbingan terkait pertanyaan yang mungkin akan di ajukan. Azzam juga yang memang meminta mereka untuk datang. Dia tidak ingin anak bimbingan nya itu mengalami masalah nanti. Selain itu juga dia tidak ingin di sebut pilih kasih nanti terhadap Husna dan teman-teman nya.
“Kalian mau bimbingan juga?” tanya Husna sumringah melihat kedua teman nya itu.
__ADS_1