My Secret Love

My Secret Love
132


__ADS_3

"Azzam!"


Azzam yang nama nya di sebut pun segera melihat ke arah sumber suara.


Azzam segera berjalan mendekati ayah mertua nya itu dan menyalami nya penuh takzim.


"Abi ... Kau habis dari mana?" tanya Azzam lalu segera memapah abi Syarif.

__ADS_1


"Kita bicara di ruang kerja abi nak. Abi ingin bicara padamu." ucap abi Syarif saat Azzam hendak memapah nya menuju ruang keluarga.


Azzam pun mengangguk menurut tanpa banyak bertanya karena dia yakin tanpa bertanya pun dia pasti akan mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya itu nanti. Dia yakin pasti sesuatu yang penting yang akan di bicarakan oleh abi istri nya itu pada nya karena sampai mengajak nya bicara empat mata di ruang kerja. Hal itu sudah mengisyaratkan bahwa apa yang akan mereka bicarakan nanti sesuatu yang khusus dan mungkin saja bersifat rahasia.


Azzam dan abi Syarif segera duduk di sofa yang ada di ruang kerja di kediaman utama itu.


"Nak ... Abi ingin membicarakan terkait perusahaan kepadamu. Ini penting karena kau tahu sendiri kami hanya punya satu putri saja yang kini sudah jadi milikmu. Kau juga pasti mengerti bahwa kejayaan yang kami miliki pasti akan jadi milik putri kami itu. Tapi sekali lagi dia hanya seorang putri. Seorang wanita. Fisik nya tidak lebih kuat di banding kita laki-laki. Walaupun dia menunjukkan kesempurnaan atas segala hal yang dia lakukan tapi tetap saja dia seorang wanita yang sudah seharus nya kita lindungi." Ucap abi Syarif menjeda ucapan nya seraya melihat reaksi suami dari putri nya itu.

__ADS_1


"Abi ingin kau yang melanjutkan perusahan kami nak. Kami memang sudah mengumumkan bahwa Husna adalah pewaris kami. Tapi sekali lagi dia perempuan. Abi ingin dia di rumah saja seperti umi nya. Selain itu kau sendiri tahu dia memiliki hobi lain yang dia tekuni. Dia memang kuliah di jurusan yang bisa menjadikan dia pewaris tapi keputusan wanita itu terkadang akan membawa perasaan di dalam nya. Abi tidak menginginkan hal itu. Abi ingin dia hanya mengurus mu saja. Abi tahu ini pasti berat untukmu mengingat kau sendiri pun memiliki perusahaan keluarga sendiri yang saat ini kau kelola. Tapi kami abi dan umi yakin kau pasti bisa melakukan nya dengan Husna yang akan berada di sampingmu. Kalian pasti bisa melakukan nya bahkan mungkin lebih dari pencapaian yang sudah kami para tetua capai. Abi dan umi maupun kedua orang tuamu capai. Kalian hebat." lanjut abi Syarif.


Azzam pun dia mencerna setiap ucapan ayah mertua nya itu, "Azzam mengerti apa maksud abi. Azzam sendiri pun ingin Azarine di rumah saja. Tapi tentu tanpa melarang apa yang ingin dia lakukan. Azzam akan mempertimbangkan keinginan nya. Jika dia tetap ingin mengelola perusahaan maka Azzam tidak akan melarang. Jika dia menginginkan di rumah saja maka Azzam pasti akan membantu mengelola perusahaan abi." jawab Azzam bijak.


Abi Syarif yang mendengar jawaban menantu nya itu pun tersenyum. Dia semakin yakin tidak salah menikahkan putri nya dengan Azzam. Pria di hadapan nya ini sangat dewasa di umur nya saat ini.


"Azzam akan membicarakan ini dengan Azarine dan mendengarkan apa keputusan nya nanti. Bagaimana pun dia memiliki hak menentukan apa yang dia inginkan sendiri walaupun kini dia berstatus istri Azzam." lanjut Azzam.

__ADS_1


"Abi menyukai jawabanmu itu nak. Abi tunggu keputusan kalian." ucap abi Syarif tersenyum lalu menepuk bahu menantu nya itu bangga.


Setelah itu kedua pria itu pun segera keluar dari ruangan kerja.


__ADS_2