My Secret Love

My Secret Love
55


__ADS_3

“Memang nya ada apa sebenar nya?”


Andita kembali terdiam sambil memikirkan apa ini harus di katakan atau tidak kepada Husna, “Ouh ayo lah kau membuatku penasaran. Ada apa sebenar nya yang terjadi di kampus yang membuatmu harus berpikir keras untuk memberitahuku.” Ucap Husna meraih tangan Andita.


Andita pun menarik nafas panjang nya lalu menatap Husna lekat, “Ada apa? Kau membuatku semakin penasaran saja.” ucap Husna.


“Gilang sakit.” Ucap Andita akhir nya.


Husna yang mendengar itu pun seketika mengangkat alis nya bingung, “Sakit? Sejak kapan?” tanya Husna bingung harus bereaksi seperti apa.


“Dia sakit sejak tiga hari yang lalu dan dari cerita yang beredar di kampus. Dia sakit karena kau yang menolak nya bahkan ada video saat kalian bicara saat itu.” ucap Andita setelah mengumpulkan keberanian nya untuk mengatakan berita itu.


Husna pun terdiam kembali dan kini otak nya mulai terkoneksi memikirkan semua nya, “Aku tahu apa yang kau khawatirkan Dita. Tapi tenang lah itu tidak akan jadi masalah untukku karena apa yang terjadi antara aku dan Gilang adalah masalah kami.” ucap Husna.


Andita pun menganguk, “Tapi selain itu juga ada masalah yang terjadi. Banyak yang berspekulasi dan berpendapat bahwa kau adalah wanita yang tidak baik karena memiliki hubungan dengan dua pria sekaligus. Banyak yang mengatakan bahwa kau memiliki hubungan dengan pak Azzam tapi di sisi lain juga memiliki hubungan dengan Gilang.” Ucap Andita menceritakan apa yang dia khawatirkan.


Husna pun tersenyum mendengar hal itu, “Sudah lah biarkan saja mereka mau berpikiran apapun tentangku selama itu belum menyakitiku dan aku belum merasa terganggu. Lagi pula saat aku bicara dengan Gilang saat itu ada mas Azzam di sana. Dia menjadi saksiku atas apa yang aku bicarakan dengan Gilang. Jadi tidak masalah bagiku mereka mau mengatakan apapun. Aku tidak mempermasalahkan nya sama sekali. Kau tidak perlu khawatir.” Ucap Husna.

__ADS_1


Andita pun mengangguk, “Aku harap ini memang tidak akan menyebabkan masalah untukmu.” Ucap Andita.


“Kenapa hal ini harus menyebabkan masalah untukku. Gak akan. Aku akan menjenguk Gilang nanti sebagai teman nya tapi jika mendapat izin dari suamiku. Terima kasih Dita sudah menceritakan ini kepadaku. Aku tahu apa perasaanmu itu.” ucap Husna tersenyum.


Andita seketika terkejut mendengar akhir kalimat Husna itu, “Apa maksudmu perasaanku Na. Kau--”


Husna memegang lengan Andita lalu tersenyum, “Aku tahu perasaanmu. Kau menyukai Gilang kan.” Tebak Husna.


Andita terdiam, “Bukan begitu Na. A-aku--” ucap Andita.


Andita pun terdiam meresapi kata demi kata yang keluar dari bibir Husna. Gadis yang pendiam yang dulu dia ajak berkenalan dan hanya bicara seada nya saja dengan nya yang terus mengajak gadis itu bicara tapi kadang hanya senyuman yang dia dapat sebagai tanggapan. Namun hal itu tidak membuat nya menyerah untuk bicara dengan Husna. Gadis yang dia harapkan akan sekelas dengan nya dan ternyata di kabulkan hingga membawa nya sekelas dengan Husna si gadis dingin nan misterius. Kini dia tidak menyesali apa yang dia lakukan dan insting yang dia punya yang mengatakan bahwa Husna adalah gadis baik. Karena ternyata benar apa yang insting nya katakan. Saat ini gadis itu lah yang membuat nya bebas dari cengkeraman kehidupan yang membuat nya sesak dan kini memberi nya dan ibu nya kehidupan yang layak.


Andita pun memeluk Husna, “Terima kasih Na. Maaf jika aku memiliki perasaan itu. Aku sudah berusaha untuk menyembunyikan nya tapi ternyata kau memiliki pengamatan yang kuat. Kini aku mengakui nya. Aku memang memiliki perasaan kepada nya sejak awal kita masuk kuliah. Dia yang terkenal dan di kagumi oleh banyak mahasiswi baru ternyata membuatku tidak bisa menghentikan perasaan di hatiku itu walaupun aku harus menyembunyikan nya karena tidak berani bersaing dengan mereka yang lebih dariku. Aku sa--” ucap Andita terhenti karena jemari Husna langsung menutup bibir nya.


“Sstt, jangan bicara begitu. Kita semua itu sama. Tidak ada yang berbeda. Kau jangan merendahkan dirimu lagi. Kau bukan hanya teman bagiku tapi juga saudariku. Ingat itu. Aku anak tunggal yang ingin memiliki banyak saudara dan saudari tapi tidak tercapai karena ini takdirku. Maka sekarang aku mengangkat kau sebagai saudariku. Jadi jangan merendahkan dirimu lagi.” Ucap Husna.


Andita pun mengangguk, “Terima kasih Na. Aku janji tidak akan melupakan kebaikanmu ini dan juga kebaikan keluargamu yang menerima aku dan ibu dengan baik. Aku akan jadi asistenmu yang handal yang akan membantumu.” Ucap Andita tulus.

__ADS_1


Husna pun tersenyum lalu mengangguk, “Hum, jika memang begitu. Ayo kita selesaikan skripsi kita bareng-bareng agar bisa wisuda bareng.” Ucap Husna yang di angguki oleh Andita. Pada akhir nya di ruangan santai itu dua gadis itu saling berpelukan satu sama lain hingga kedatangan Azzam ke ruangan itu.


Azzam tersenyum melihat pemandangan itu lalu dia segera ikut mendekati Husna dan Andita. Husna pun segera menoleh mendengar langkah kaki yang mendekat, “Mas!” panggil Husna tersenyum kepada suami nya itu.


Azzam pun tersenyum lalu mengecup puncak kepala istri nya itu, “Sudah selesai bicara? Apa masih belum selesai curhat?” tanya Azzam lembut.


Husna pun menatap Andita sekilas lalu kembali menatap suami nya itu, “Sudah selesai kok. Apa mas mau istirahat?” tanya Husna.


Azzam pun mengangguk, “Dita, aku istirahat dulu ya. Kamu juga istirahat lah.” Ucap Husna berdiri.


Andita pun mengangguk lalu dia pun segera berdiri juga dan akhir nya ketiga orang itu pun berjalan beriringan. Jika Azzam dan Husna menuju kamar Husna berada maka Andita turun ke lantai bawah di mana kamar nya berada.


“Aku senang melihatmu bahagia Na. Aku juga berdoa dan berharap semoga kebahagiaan yang sama datang menghampiriku.” Batin Andita menoleh sekilas kepada pasangan Husna dan Azzam yang hendak masuk ke kamar mereka.


“Sayang!” panggil Azzam begitu mereka sudah masuk ke kamar. Husna pun menoleh dan seketika dia tersenyum gugup memandangi suami nya itu.


“Mau apa mas?” tanya Husna terbata.

__ADS_1


__ADS_2