
"Mih, ini--"
Gilang seketika menghentikan ucapan nya begitu melihat apanya bg di lakukan oleh mami nya yang berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekati Andita.
Gilang semakin mengeratkan genggaman tangan nya kepada Andita. Tapi kemudian lagi-lahi dia kaget melihat apa yang di lakukan oleh mami nya. Dia sampai menutup mulut nya karena saking kaget nya melihat apa yang ada di hadapan nya. Dia tidak menyangka akan melihat ini saat ini dan trjadi tepat di hadapan nya.
Bagaimana dia tidak kaget jika mami nya itu kini tengah memeluk Andita erat.
Andita sendiri juga tidak kalah kaget nya dengan Gilang tapi dia memilih untuk diam dan tidak memberikan reaksi apapun. Jujur saja tubuh nya tegang hingga untuk membalas pelukan saja dia tidak bisa. Tulang nya seolah kaku.
"Akhir nya kamu datang ke rumah ini dengan membawa calon mantu untuk kami nak. Kami tidak menyangka kau akan membawa seorang gadis untuk di perkenalkan kepada kami hari ini. Kami memintamu pulang hari ini hanya karena merindukanmu dan memberikan selamat untuk keberhasilan ujian proposalmu tapi kau justru memberikan kejutan yang sangat membahagiakan untuk kami dengan membawa seorang gadis untuk kau kenalkan." ucap mami Gilang tersenyum setelah melepaskan pelukan nya dari Andita.
__ADS_1
Dia menatap Andita dengan senyum indah nya yang tetap terpancar di usia nya yang tak lagi muda. Andita bisa melihat bahwa maki nya Gilang itu adalah wanita yang sangat cantik di masa muda nya. Dia masih bisa melihat gurat kecantikan itu di tambah lagi mami nya Gilang pandai merawat diri nya dan juga di tunjang oleh finansial yang sangat mendukung.
"Siapa namamu nak?" tanya mami Gilang menatap Andita.
Dia ingin membuat gadis yang di bawa putra nya itu rileks dan tidak tegang lagi.
Andita yang mendengar itu bukan nya menjawab justru diam karena masih dalam fase terkejut nya.
Gilang segera menggeleng, "Aku tidak melakukan nya, Mih. Jika pun iya mungkin hanya sedikit saja." jawab Gilang yang langsung mendapat pukulan dari mami nya.
"Mih, sakit--" keluh Gilang manja. Percaya lah itu kali pertama nya manja pada mami nya itu setelah usia nya sebesar ini.
__ADS_1
Ehem
Papi Gilang berdehem untuk menghentikan istri dan putra nya itu, "Kalian justru membuat nya semakin canggung." ucap papi Gilang. Gilang dan mami nya pun segera diam dan saling memandang satu sama lain.
"Nak, duduk lah!" lanjut papi Gilang mempersilahkan Andita untuk duduk.
Andita pun segera menurut karena ketegangan nya pun sudah lumayan turun dan tubuh nya tidak lagi kaku.
"Perkenalkan dirimu, nak! Jujur saja putra kami itu tidak pernah mengatakan kepada kami sudah memiliki kekasih. Tapi ini bukan salah nya juga. Ini salah kami yang tidak punya waktu untuk nya. Kami memang bukan orang tua yang baik untuk nya. Terima kasih padamu karena kau sudah menemani nya hingga dia tidak lagi merasa kesepian dan sendiri. Jadi apa bisa kami tahu siapa namamu nak!" ucap papi Gilang lagi.
"Pih--"
__ADS_1