My Secret Love

My Secret Love
87


__ADS_3

“Kenapa kalian menatapku begitu? Apa aku salah?”


Abrar bertanya dengan wajah datar nya. Jalal pun yang tahu bahwa Abrar memang suka bicara sembarangan pun segera menyikut tubuh pria itu, “Ahh itu dia itu memang suka bicara sembarangan. Tidak perlu di pikirkan.” ucap Jalal.


Zahra pun tersenyum mendengar ucapan Jalal yang dia tahu hanya ingin menutupi ucapan Abrar dan mengakhiri kecanggungan yang tercipta, “Ahh tidak masalah. Lagi pula kak Abrar lucu.” Balas Zahra.


Abrar yang mendengar ucapan Zahra pun tersenyum, “Tuh dengerin Jal, dia aja gak keberatan. Kenapa kalian menatapku aneh seperti itu.” ucap Abrar.


“Nona Zahra hari ini aku mengajukan diriku sebagai pasanganmu. Aku tidak ingin berpasangan dengan yang lain.” Ucap Abrar menyambung perkataan nya.


“He’eehh.” Respon Zahra bingung.


Tapi Abrar justru segera menggandeng lengan Zahra dan berbisik di telinga Zahra, “Saya hanya ingin membuat laki-laki itu sedikit cemburu nona. Jadi bertingkah lah biasa saja. Bukan kah nona memiliki perasaan pada nya. Maka hal ini bisa kita lakukan untuk menguji apa dia memiliki perasaan yang sama dengan anda.” Ucap Abrar di telinga Zahra. Tapi dari belakang terlihat sangat romantis hingga membuat Gentala mengepalkan tangan nya erat.


“Kak Abrar sok tahu deh.” Ujar Zahra malu.


Abrar pun terkekeh, “Saya ini bisa membaca perasaan orang lain nona. Jangan ragukan indra yang saya miliki ini. Sangat kentara bahwa anda memiliki perasaan pada nya dan seperti nya dia juga sama. Jadi mari kita nikmati drama yang akan tercipta ini.” Balas Abrar.


Zahra pun terkekeh, “Hum, baiklah. Tapi jangan salahkan aku jika nanti abang melihat kak Abrar menjadi pasanganku kali ini.” ucap Zahra.


“Tenang saja. Itu jadi tanggung jawabku.” Timpal Abrar.


Zahra pun mengangguk saja, “Aku baru tahu bahwa abang punya dua asisten. Aku hanya pernah bertemu dengan kak Jalal saja. Itu pun bisa di hitung dengan jari.” Ucap Zahra.


“Aku memang asisten bayangan saja. Sejujur nya aku tidak suka ikut pesta beginian tapi ya begitu lah. Abangmu itu sangat memaksa. Jadi di sini lah aku berada.” Ucap Abrar lesu.


Zahra yang mendengar itu pun terkekeh, “Kenapa tidak menolak?” tanya Zahra.


“Sudah di coba. Tapi bagaimana mau menolak jika dia sudah mengancam.” Balas Abrar.

__ADS_1


“Emang abang mengancam dengan apa? Aku lihat seperti nya kak Abrar bukan orang yang mudah di tindas.” Ujar Zahra.


Abrar pun mengangguk, “Memang tapi jika sudah menyangkut alat game yang ku miliki maka aku memang kalah dan pasti tidak bisa menolak yang dia minta.” Ucap Abrar.


Zahra yang mendengar itu pun tertawa, “Jadi abang mengambil alat game milik kakak?” tanya Zahra.


Abrar kembali mengangguk, “Begitu lah. Tapi sebenar nya alat game itu pun memang dari nya. Jadi demi melindungi alat game itu tetap aman di sini lah aku berada menjadi groomsmen untuk abangmu itu.” ucap Abrar.


Zahra pun kembali tertawa lalu mengelus lengan Abrar hingga membuat Gentala semakin panas saja melihat nya. Pemandangan itu memang terlihat sangat romantis.


“Sabar ya kak. Abang memang kadang-kadang menyebalkan.” Ucap Zahra.


“Yups, itu tidak dapat di pungkiri. Tapi aku tidak menyangka bahwa dia bisa memiliki calon istri secantik kakak ipar Husna.” Ucap Abrar.


“Abang dan kakak ipar memang saling mencintai kak. Mereka bisa di katakan kekasih masa kecil yang saling melupakan tapi takdir mempertemukan mereka kembali dan menyatukan nya dalam ikatan suci pernikahan.” Ujar Zahra. Abrar pun hanya mengangguk.


“Zahra, aku yakin saat ini ada yang sedang kesal. Apa sudah waktu nya kita menoleh untuk melihat nya?” bisik Abrar. Sungguh, dia sengaja melakukan itu karena sejujur nya dia memang orang yang iseng suka sekali mengganggu orang lain.


“Hey, kenapa kalian masih diam saja. Kalian belum bersiap dengan pasangan kalian.” ucap Abrar.


Ke enam orang itu pun saling memandang satu sama lain, “Dek, kau bukan nya dengan Gen--”


“Hari ini aku mau berpasangan dengan kak Abrar saja. Kan sama saja.” ucap Zahra memotong ucapan Andita lalu dia tersenyum menatap Abrar yang juga tersenyum membalas nya.


Mereka yang mendengar ucapan Zahra pun saling memandang satu sama lain, “Hum, Zahra benar. Ayo Dita kau jadi pasanganku.” ujar Gilang langsung menggandeng Andita. Andita pun hanya bisa menurut dan tidak menolak.


“Hai, kak tampan. Kamu denganku saja. Aku Betty.” Ucap Betty.


Jalal pun tersenyum dan mengangguk, “Hum, Jalal.” Balas nya.

__ADS_1


Sementara Gentala masih diam saja di tempat nya dengan tatapan yang menatap dalam ke arah Zahra dan Abrar, “Kamu denganku saja Gen.” ucap Ratna langsung menggandeng lengan Gentala.


Gentala pun melirik Ratna lalu dia menarik nafas panjang nya, “Aku tahu kamu sedang kesal saat ini dengan asisten suami nya Husna itu. Tapi kita bisa apa jika Zahra sendiri setuju mau jadi pasangan nya. Lagi pula aku yakin mereka hanya sedang menguji perasaanmu saja.” ujar Ratna.


“Maksudmu apa?” tanya Gentala.


“Apa kau tidak bisa melihat mereka itu sedang bersandiwara. Mana mungkin mereka bisa sedekat itu jika tidak sedang melakukan sandiwara.” Ucap Ratna.


“Kenapa kau bisa sangat yakin bahwa mereka hanya bersandiwara? Bisa saja mereka memang memiliki hubungan.” Ujar Gentala resah.


“Keep calm brother! Tenang saja. Itu tidak akan mungkin. Zahra itu hanya menyukaimu saja. Lagi pula tadi Zahra itu mengatakan tidak dekat dengan asisten abang nya. Lalu apa menurutmu keakraban itu bisa tercipta sesingkat itu? Jika memang pikiranmu seperti itu maka kau salah. Tidak ada yang bisa tercipta dengan sesingkat itu. Semua butuh proses. Jadi jika hal itu terjadi maka di pastikan 95% sandiwara.” Ucap Ratna.


“5% kemana?” tanya Gentala.


“Tentu saja itu kemungkinan dari hal lain nya yang mungkin bisa saja terjadi. Tapi tentu saja peluang nya sedikit.” Balas Ratna.


Gentala pun mendesis mendengar ucapan Ratna itu, “Ck, aku tetap saja khawatir. Zahra itu adalah sosok yang mudah di cintai. Lalu perasaan nya padaku pun belum bisa di pastikan. Bisa saja dia pun memiliki perasaan pada asisten abang nya itu.” Ujar Gentala.


“Tenang saja Gen. Kekhawatiranmu itu tidak akan terjadi. Percaya lah padaku. Saat ini kau hanya perlu lakukan apa yang ku minta. Jangan tunjukkan bahwa kau kesal. Bersikap lah biasa saja jika kau tidak ingin rencana mereka itu berhasil.” Ujar Ratna. Gentala pun hanya bisa menghela nafas nya.


“Baiklah. Terserah kau saja.” ujar Gentala pasrah.


“Aku tahu dek. Kau sedang menguji Gentala. Kau tenang saja. Kau akan dapatkan apa yang ingin kau lihat dari Gentala. Maaf Gentala aku memang terlihat berada di pihakmu tapi sebenar nya aku mendukung apa yang di lakukan oleh Zahra.” Batin Ratna.


Setelah itu mereka pun segera berbaris untuk menyambut para tamu yang berdatangan. Mereka sibuk dengan urusan mereka sampai nanti pengantin datang.


Gentala selama dia mengerjakan tugas nya itu pandangan dan pengawasan nya tidak luput memandangi Abrar dan Zahra yang menurut nya sangat sweet. Ingin rasa nya dia mendekati mereka dan membawa Zahra dari sana tapi sekali lagi dia hanya bisa menahan nya seperti yang di minta oleh Ratna.


“Ra .. aku tidak bisa menahan ini semua. Aku harus mendekati nya.” ucap Gentala saat melihat Zahra dan Abrar di depan sana saling tertawa bersama.

__ADS_1


“Pergi lah jika memang kau ingin semua nya kacau. Aku tidak menahanmu.” Balas Ratna cuek. Gentala yang mendengar pun hanya bisa menarik nafas panjang.


“Kau sangat resah Gen. Kau memang sudah jatuh cinta pada gadis kecil itu.” Batin Ratna.


__ADS_2