
Kini Gilang sudah selesai ujian dan sudah giliran Gentala yang berada di ruangan.
"Ponselku di mana, dear?" tanya Gilang kepada Andita.
Husna, Betty dan Ratna yang mendengar panggilan Gilang untuk Andita itu pun saling menatap satu sama lain lalu tersenyum.
Mereka memang sudah mendengar cerita Andita terkait hubungan yang kedua nya jalani. Hanya saja mereka tidak menyangka bahwa Gilang akan membuat panggilan seperti itu. Mengingat Gilang itu pria yang cool dan terkesan dingin pada orang yang tidak dekat dengan nya. Untuk itu lah dia menjadi keting mereka karena dia tegas dan bisa menyelesaikan masalah yang ada di kelas dengan baik.
Andita sendiri sadar bahwa ketiga teman nya itu menatap nya lekat dan dia tahu apa penyebab nya. Andita memilih cuek dan memberikan apa yang di minta Gilang.
Sementara Gilang yang merasa jadi pusat perhatian ketiga wanita di dekat nya itu, "Kenapa? Apa ada yang salah hingga kalian menatapku seperti itu?" tanya Gilang.
Ketiga nya menggeleng bersamaan, "Tidak ada yang salah hanya saja kau terdengar aneh. Dear!" ucap Betty.
__ADS_1
Gilang yang mendengar itu pun kini paham apa yang membuat nya dan Andita jadi pusat perhatian ketiga nya, "Ah itu. Aku yakin kalian pasti sudah tahu. Jadi aku akan umumkan bahwa aku Gilang Cakra Brawijaya sedang menjalin hubungan dengan Andita Bintari Danurdara. Hubungan serius!" ucap Gilang tegas dan menekan kata di akhir kalimat nya.
Husna yang mendengar itu pun tersenyum, "Aku senang mendengar itu. Semoga semua nya di lancarkan." ucap Husna.
"Terima kasih!" balas Gilang.
"Tunggu ... Apa itu arti nya kalian sudah memiliki janji hari ini? Perayaan ujian?" tanya Betty.
"Ra .. Aku akan menemanimu merayakan ujianmu hari ini." lanjut Betty melirik Ratna.
Ratna hanya tersenyum lalu dia mendekati Andita dan Gilang hingga membuat Husna dan Betty saling memandang dan bertanya apa yang akan di lakukan oleh Ratna.
"Gilang ... Tolong jaga Dita dengan baik. Aku sudah menyiksa nya selama ini. Menjadikan nya pembantuku bahkan lebih dari itu. Aku sudah memperlakukan nya dengan buruk selama ini. Jangan ulangi kesalahan yang sudah aku lakukan terhadap nya. Jangan sakiti dia. Percaya lah aku akan menuntutmu jika kau membuat nya menangis atau melukai fisik maupun mental nya. Ingat itu baik-baik. Semoga apa yang kalian sepakati dan setujui terkait rencana masa depan kalian semoga di beri kelancaran. Aku ikut bahagia untuk kalian berdua. Selamat!" ucap Ratna panjang lebar di sertai senyuman di bibir nya.
__ADS_1
Senyum penuh ketulusan. Tanpa beban sama sekali.
Ratna sendiri merasa plong. Seperti semua beban nya selama ini menghilang dari diri nya berganti dengan kebahagiaan dan ketenangan hati.
Ternyata melepaskan sesuatu yang bukan milik kita itu memang tidak selama nya buruk. Justru menyenangkan batin.
"Aku akan mengingat itu. Aku tidak akan menyakiti nya sama sekali. Aku mencintai nya." Balas Gilang melirik Andita yang kini sudah berkaca-kaca. Dia terharu dengan ucapan Ratna. Tidak pernah menyangka akan mendapatkan perhatian seperti itu.
Andita segera memeluk Ratna erat. Dia menangis dalam pelukan Ratna. Gadis angkuh yang selalu merendahkan nya dan meminta nya melakukan apapun. Majikan yang hanya menganggap nya seperti peliharaan. Tapi kini semua perbuatan Ratna itu seolah terhapus hanya dengan perkataan seperti itu.
Ratna pun membalas pelukan Andita erat. Kedua nya berpelukan erat. Tidak ada sekat antara kedua nya seperti dulu.
"Maaf!"
__ADS_1