My Secret Love

My Secret Love
90


__ADS_3

“Kalian datang ke sini juga.” Ucap Betty tersenyum menatap Kirana dan Kania.


Kirana pun menatap tajam ke arah Betty saat mendengar ucapan Betty itu, “Apa kami tidak bisa datang ke sini? Apa undangan itu tidak berlaku?” tanya Kirana.


Betty pun terkekeh mendengar pertanyaan Kirana yang di ucapkan dengan nada berapi-api, “Hey, tenang lah. Aku hanya bertanya. Tidak ada yang melarang kalian untuk masuk atau pun datang ke pesta ini karena undangan yang sudah di sebar tentu saja berlaku untuk siapa saja yang di undang. Lagi pula pesta ini memang di buat untuk kalian. Silahkan nikmati pesta nya. Semoga saja penyakit hatimu itu tidak semakin parah nanti.” Ujar Betty lalu dia segera melenggang pergi dan bergabung kembali dengan yang lain yang hanya melihat nya dari jauh saja.


Kirana pun hanya bisa mengepalkan tangan nya tanda dia kesal mendengar ucapan Betty itu. Tapi dia bisa apa untuk melawan jika apa yang di katakan Betty itu nanti benar. Tapi dia masih sedikit mempercayai diri nya yang mengatakan tidak mungkin Husna bisa membuat pesta sebesar ini. Sedikit saja karena kini ketakutan kalah itu sudah memenuhi ruang pikiran nya.


“Kirana, ayo kita masuk.” Ucap Kania menyadarkan Kirana yang tengah larut dalam pikiran nya sendiri.


Kirana pun hanya mengangguk lalu mereka segera menuju meja tamu dan mengisi buku tamu undangan yang biasa mewah dengan segala fasilitas nya.


Kedua gadis itu pun segera masuk melewati para brisdemaid dan groomsmen yang hanya melihat mereka dengan tersenyum. Kirana dan Kania pun segera menuju tempat yang sudah di sediakan untuk mereka. Dalam hati kedua nya sangat mengagumi dan menyukai dekorasi pesta ini. Ini adalah pesta ulang tahun yang sangat mewah dan jika mereka memperkirakan budget untuk membuat pesta semegah ini pun pasti nya kedua orang tua mereka tidak akan sanggup. Walaupun kedua orang tua mereka di katakan sudah tergolong orang berada tapi pesta semegah ini belum bisa mereka lakukan.


“Aku yakin dalam batin Kirana saat ini dia sedang mengagumi pesta ini.” ujar Betty yang di dengar oleh Ratna dan Andita.


“Sudah lah. Jangan di pikirkan. Biarkan saja.” ujar Andita.


“Aku itu kesal sama mereka. Aku ingin mengabadikan nanti momen saat mereka tahu siapa Husna sebenar nya.” ujar Betty masih menggebu-gebu.


Ratna yang mendengar itu pun tersenyum, “Aku saja iri dengan Husna, Bet. Jika aku masih seperti dulu mungkin kalian juga akan membenciku seperti itu. Aku mungkin tidak akan bergabung dengan kalian hari ini sebagai brisdemaid Husna, orang yang ku benci dulu. Takdir memang lucu.” Ujar Ratna.


“Ouh ayo lah jangan katakan itu Ra. Husna saja sudah memaafkanmu dan menganggapmu teman. Jadi jangan pikirkan hal itu lagi.” Ujar Andita yang di angguki oleh Betty.


***


Tidak lama acara pesta resepsi pernikahan itu pun di mulai di saat para tamu undangan sudah hampir datang semua nya. Seorang MC sudah memulai nya.


“Wah, MC nya saja orang terkenal.” Ujar Kania tanpa sadar.


Kirana pun segera menatap Kania, “Maaf, aku keceplosan.” Ujar Kania kemudian.


Di ruangan, Husna dan Azzam pun sudah bersiap dengan para brisdemaid dan groomsmen yang sudah berada di belakang kedua nya.


“Husna sangat cantik.” ujar Ratna tersenyum.


“Yah, dia memang cantik hanya saja kita yang tidak menyadari nya karena gaya nya.” sambung Betty.

__ADS_1


Ratna pun mengangguk menyetujui ucapan Betty itu.


Tidak lama di depan sana di depan Husna dan Azzam yang saling bergandengan tangan datang lah Gauri dengan kereta kencana yang di belakang nya.


Husna yang melihat itu pun segera menatap sang suami, “Mas, apa kita akan menggunakan itu untuk masuk ke dalam ball room hotel?” tanya Husna.


“Tentu saja adikku.” Bukan Azzam yang menjawab tapi Gauri.


Husna pun menatap Gauri asisten nya sekaligus orang yang dia anggap sebagai kakak nya, “Jadi ini alasan kakak gak mau jadi brisdemaid?” tanya Husna.


Gauri pun tersenyum lalu mengangguk, “Hum, begitu lah. Karena aku yang akan jadi pemandu kereta kencana kalian.” ujar Gauri.


“Terima kasih!” ucap Azzam.


Gauri pun hanya mengangguk saja, “Ya sudah. Ayo lah adikku kamu naik lah ke kereta kencana itu karena sebentar lagi kalian akan masuk ke ball room hotel.” Ujar Gauri.


Husna pun menatap Gauri lalu beralih menatap suami nya. Setelah itu baru lah dia melangkah dengan di gandeng Azzam mendekati kereta kencana itu dan kemudian segera di bantu Gauri untuk masuk ke sana. Setelah memastikan gaun Husna sudah aman baru lah Azzam pun segera naik.


Tidak lama kereta kencana itu pun segera berjalan menuju ball room hotel yan berjarak sekitar 50 meter jauh nya dari ruangan di mata Husna dan Azzam berada.


“Ahh, aku juga mau saat menikah nanti naik kereta kencana seperti kakak ipar.” Celetuk Zahra.


“Hum, semoga saja calon suamiku nanti akan mewujudkan nya. Jika tidak maka seperti dalam cerita novel karya Langit Senja pun sudah bisa.” Ujar Zahra lagi.


“Apa kau penggemar penulis Langit Senja?” tanya Abrar.


Zahra pun mengangguk, “Hum, apa kak Abrar juga?” tanya Zahra balik.


Abrar mengangguk, “Yah, aku sangat menyukai tulisan nya. Tapi sayang aku tidak tahu seperti apa wajah dari penulis nya. Penulis nya itu sangat tertutup terkait identitas asli nya. Aku sudah mencari tahu tapi tidak pernah berhasil.” Ujar Abrar.


Zahra yang mendengar itu pun terkekeh, “Tentu saja tidak akan berhasil. Kak Langit Senja itu memang sangat tertutup terkait identitas nya tapi aku tahu siapa dia sebenar nya.” ujat Zahra.


“Sungguh? Kamu tahu?” tanya Abrar dengan wajah kaget nya.


Zahra pun terkekeh melihat ekspresi yang di tunjukkan Abrar itu. Mungkin seperti itu juga ekspresi nya saat itu saat tahu bahwa Husna adalah penulis nya. Kini entah bagaimana Abrar tahu bahwa istri dari atasan nya itu lah penulis kesukaan nya.


“Yes, aku sangat tahu bahkan sangat kenal dengan orang itu. Sangat dekat. Bahkan aku sudah pernah tidur bersama nya. Semua novelku pun sudah dia tanda tangani.” Ujar Zahra menyombongkan diri ingin membuat Abrar semakin iri.

__ADS_1


“Ahh kamu pasti bohong. Mana mungkin kau tahu sedangkan tidak ada satu pun yang tahu seperti apa diri nya. Dia tidak pernah menunjukkan diri nya. Kau pasti hanya mengada-ngada saja.” ujar Abrar saling menggeleng.


“Sudah lah kalau tidak percaya tapi sebenar nya aku memang mengatakan yang sebenar nya.” ujar Zahra lalu tiba-tiba saja Gentala segera mendekati nya dan menggandeng lengan nya.


“Kamu denganku. Tuan Abrar terhormat ini adalah gadisku.” Ujar Gentala kepada Abrar karena dia sudah tidak tahan melihat interaksi antara Abrar dan Zahra.


Abrar pun tersenyum, “Baiklah.” Ujar Abrar lalu dia segera mundur dan berdampingan dengan Ratna.


“Kau tidak cemburu pasanganmu itu sudah meninggalkanmu dan mengandeng gadis lain tepat di hadapanmu? Sungguh tragis. ” ujar Abrar.


Ratna pun mengangkat alis nya mendengar ucapan Abrar, “Bukan kah anda yang lebih tragis. Pasangan anda di ambil oleh orang lain tepat di dekat anda.” Balas Ratna datar.


“Hey, aku bukan pasangan nya. Itu aku lakukan hanya untuk menguji perasaan pria itu kepada adik atasanku.” Ujar Abrar.


“Apa hanya itu alasan nya? Tidak adakah yang lain?” tanya Ratna menoleh sekilas ke arah Abrar.


“Tidak ada. Lagi pula aku hanya menjalankan perintah atasanku sendiri.” Ujar Abrar.


“Sungguh kasihan anda hanya jadi alat saja.” ujar Ratna.


Abrar yang mendengar itu pun mendesis. Baru kali ini dia merasa kalah berdebat dan itu dengan makhluk yang bernama wanita. Seperti nya memang berdebat dengan wanita itu tidak akan pernah menang, “Ck, sudah hentikan. Baiklah kau menang. Jangan ributkan hal itu lagi. Lebih baik kita jadi pasangan saja agar terlihat tidak tragis.” Ujar Abrar.


“Siapa yang mau jadi pasangan anda? Selain itu juga kita tidak sedang berlomba sehingga ada yang kalah maupun menang.” Ujar Ratna.


“Ya yah aku tahu. Jadi terserah mau apa sebutan nya. Yang jelas kau jadi pasanganku untuk hari ini saja. Jangan berpikiran lain. Ini hanya formalitas sebagai bridesmaid dan groomsmen.” Ujar Abrar.


Ratna pun diam saja hingga saat Abrar menggandeng nya, “Jangan menolak. Kita sudah hampir tiba.” Ujar Abrar. Ratna yang mendengar itu pun melihat ke depan yang memang mereka sudah tiba di ball room hotel.


Di depan saja, Azzam segera turun lebih dulu dan segera mengulurkan tangan nya membantu sang istri untuk turun dari kereta yang membawa mereka itu. Husna pun menerima uluran tangan sang suami dengan penuh senyum lalu dia pun turun dengan Gauri yang langsung gercep membantu merapikan gaun nya yang mewah.


Setelah itu Husna pun segera mengalungkan tangan nya di lengan sang suami. Lalu kedua nya segera masuk dan melewati karpet merah dan terowongan yang ada di tengah ball room hotel itu di mana semua mata tamu undangan tertuju pada mereka.


Begitu juga dengan dosen yang di undang dan hadir di sana serta teman seangkatan Husna yang juga turut hadir. Apalagi Kirana dan Kania yang melihat itu.


“Dia sangat cantik.” ujar Kania lagi keceplosan.


Kirana yang mendengar ucapan Kania pun diam saja tidak menanggapi karena sejujur nya dia juga membenarkan apa yang di ucapkan Kania. Walaupun dia masih tidak menyangka dengan semua yang terjadi saat ini.

__ADS_1


Bagaimana mungkin gosip yang beredar itu salah. Ternyata Husna dan dosen yang di gandrungi oleh para mahasiswi itu adalah pasangan suami istri. Bagaimana mungkin Husna yang di kenal sangat misterius dengan pakaian nya yang terkesan kuno itu bisa mendapatkan suami seperti Azzam.


Lalu hal lain juga bagaimana mungkin Husna bisa membuat pesta semewah dan semegah ini untuk resepsi pernikahan nya yang di rangkaikan dengan ulang tahun nya. Semua itu masih jadi pertanyaan dalam benak nya dan dia ingin tahu jawaban nya.


__ADS_2