
Abrar segera menahan tangan Ratna, "Lepas!" ucap Ratna.
Abrar menggeleng dan segera membalikkan tubuh Ratna agar menghadap ke arah nya, "Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau mendengar penjelasanku. Kau salah paham, Ra!" ucap Abrar lembut.
Ratna pun menarik nafas panjang nya dan kini memandangi Abrar dengan tajam, "Apa maumu tuan Abrar?" tanya Ratna lelah.
Jujur saja ajakan Abrar itu sangat mengagetkan untuk nya. Bukan kah dia pantas ragu dengan keseriusan Abrar atas ucapan pria itu. Mengingat bagaimana mereka sebelum nya. Mereka tidak dekat dan hanya beberapa kali terlibat dalam pembicaraan dan pembicaraan mereka pun hanya di penuhi dengan perdebatan dan pertengkaran. Lalu tiba-tiba kini pria itu mengajak nya menawarkan sebuah hubungan serius dengan nya.
__ADS_1
"Aku tidak mau banyak Ra. Aku hanya mau kau mendengarkan penjelasan ku agar kau tidak salah paham lagi. Aku tahu kau ragu denganku. Aku pun tidak ingin meyakinkanmu dengan kata-kataku saja. Kau bisa memastikan nya sendiri dan memberikan penilaian mu sendiri. Mungkin selama ini hubungan kita hanya di liputi dengan perdebatan dan aku juga sadar bahwa kau terkejut dengan apa yang aku lakukan hari ini. Tapi percaya lah bahwa semua yang aku ucapkan hari ini serius. Aku tidak suka melakukan sesuatu yang bersifat sandiwara apalagi sesuatu yang tidak ku inginkan. Mungkin cinta itu belum ada di hatiku tapi kita bisa berusaha untuk hal itu, bukan." ucap Abrar panjang.
Ratna diam dan kembali menatap Abrar lekat. Percaya lah Abrar sama tampan nya dengan Gilang. Dan itu baru dia sadari saat melihat posisi mereka yang dekat seperti sekarang.
Percaya lah, Ratna pun memiliki perasaan kepada Abrar saat mereka pertama kali bertemu di pernikahan Lila. Di mana Abrar mengganggu Gentala dengan mengajak Zahra jadi pasangan nya. Tapi saat itu dia mencoba untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Dia tidak ingin menjadi sosok yang jahat lagi.
Lalu kini saat Abrar mengajak nya menjadi kekasih dan berujung istri. Entah kenapa dia ragu dengan keseriusan pria itu.
__ADS_1
"Kata siapa kau bukan wanita yang baik? Semua wanita itu baik." ucap Abrar tidak terima Ratna merendahkan diri nya. Walaupun memang sebelum nya itu lah yang terjadi. Biarkan itu menjadi masalalu yang buruk.
Ratna menggeleng, "Itu benar. Aku tidak akan menyangkal nya. Aku sangat jahat bahkan tega menyakiti wanita lain hanya karena obsesiku. Kita tidak sepadan. Kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku." ucap Ratna.
"Tidak. Aku hanya mau kau saja. Bukan yang lain. Jika aku memang menginginkan yang lain maka aku tidak perlu melakukan semua ini. Aku ingin meyakinkanmu bahwa aku serius dengan ucapan ku. Percaya lah aku tidak menilaimu dari masalalumu. Semua orang punya masalalu. Aku pun tidak ingin menghakimimu karena hal itu. Aku menyayangimu Ra. Entah sejak kapan itu timbul tapi aku akui itu memang ada. Jika kau ragu kau bisa menunda nya memberikan jawaban untukku. Aku bisa menunggu. Tapi jangan terlalu lama juga." ucap Abrar di akhiri dengan candaan.
Ratna yang mendengar itu pu tersenyum tipis, "Dasar konyol! Aku tidak akan menerima lamaran seperti itu." ucap Ratna.
__ADS_1
Abrar tersenyum mendengar ucapan Ratna, "Baiklah .. Kau katakan saja kau ingin lamaran seperti apa." balas Abrar.
"Dasar bodoh!"