My Secret Love

My Secret Love
44


__ADS_3

“Hah? Istri bos? Maksud nya nona Husna?”


“Iya, emang siapa lagi? Apa bos kalian punya istri lain selain saya?” tanya Husna tersenyum lalu menatap suami nya itu.


“Sayang!” panggil Azzam dengan nada rendah yang hanya di timpali oleh Husna dengan senyum.


“Eh bukan seperti itu nona. Bukan itu maksud saya. Hanya saja saya kaget dan terkejut karena nona mau bicara dengan saya yang hanya seorang asisten dari suami anda.” Ucap Abrar takut salah bicara.


Husna yang mendengar itu pun terkekeh, “Saya juga bercanda dengan apa yang baru saja saya katakan. Mana mungkin suami saya itu memiliki istri lain. Ohiya kamu juga santai saja bicara dengan saya. Saya tidak akan memakanmu dan tidak ada yang salah juga dengan profesimu. Saya hanya ingin mengatakan sesuatu saja padamu.” Ucap Husna.


“Apa itu nona?” Abrar bertanya dengan nada takut nya.


“Hum, santai. Ini hanya permintaan kecil saja. Apa kamu bersedia menuruti nya jika saya mengatakan apa itu permintaan saya?” tanya Husna yang masih saja suka berbicara misterius.


“Katakan saja nona. Saya janji akan menuruti apapun permintaan nona selagi saya bisa melakukan nya.” jawab Abrar tanpa berpikir lagi karena takut jika istri bos nya itu masih tersinggung dengan apa yang dia katakan tadi.

__ADS_1


“Baiklah karena kau sudah menyetujui nya dengan percaya diri seperti itu. Maka kamu ikut makan siang dengan kami. Untuk tempat nya nanti akan di kirimkan kepadamu. Jangan sampai telat apalagi tidak datang. Ingat kamu sudah berjanji.” Ucap Husna tersenyum.


Azzam yang mendengar ucapan istri nya itu pun hanya tersenyum. Istri nya itu bisa menjebak asisten nya dengan mudah hingga tidak bisa menolak apapun dan terpaksa harus menerima nya.


Andita dan Betty juga yang ikut mendengar ucapan Husna ikut terkagum-kagum dengan otak licik yang di miliki oleh Husna. Baru kali ini mereka melihat Husna itu menggunakan otak licik nya. Selama ini Husna yang mereka kenal adalah Husna yang kalem dan menerima apapun perkataan yang datang pada nya tanpa membalas sedikit pun.


Husna tersenyum melihat dua jempol yang di berikan oleh kedua teman nya itu untuk nya.


“Bagaimana? Kamu setuju bukan?” tanya Husna karena tidak mendengar jawaban dari seberang.


“Apa saya punya hak untuk menolak nona?” tanya Abrar balik.


“Tidak. Kamu harus menerima nya. Saya tidak menerima penolakan.” Balas Husna.


“Baiklah. Saya pasti akan datang sesuai permintaan anda nona.” Ucap Abrar pasrah.

__ADS_1


“Okay … nanti alamat tempat nya akan di kirimkan padamu. Jangan terlambat. Ohiya nomor ponselmu akan saya berikan kepada teman saya untuk pengiriman alamat tempat nya. Silahkan kamu kembali bekerja. Maaf sudah menganggu waktumu.” Ucap Husna.


“Tidak masalah nona.” Balas Abrar.


“Saya harap itu kau ucapkan dengan tulus tanpa paksaan apapun.” Ucap Husna.


Lalu setelah itu sambungan telepon pun segera berakhir di antara mereka.


“Wah, aku baru tahu bahwa kau itu ternyata sangat licik Na.” ucap Betty.


Husna pun hanya menimpali nya dengan senyum.


“Nomor ponsel nya sudah di kirimkan padamu. Silahkan kirim saja alamat nya pada nya.” ucap Husna.


“Baik nyonya.” Ucap kedua nya lalu mereka pun segera pamit dari sana.

__ADS_1


Sepeninggal kedua teman nya Husna pun menatap suami nya lalu tersenyum, “Kamu hebat menjebak nya sayang. Dia tidak bisa menolak sedikit pun.” Ucap Azzam lalu menarik Husna ke pelukan nya dan mengecup bibir istri nya itu lembut.


__ADS_2