My Secret Love

My Secret Love
155


__ADS_3

Singkat cerita, kini Jalal dan Betty sudah masuk ke alam studio. Betty dan Jalal duduk di bangku sesuai dengan nomor tiket masuk kedua nya. Bangku Betty dan Jalal tepat berada di tengah hingga layar bioskop terlihat pas dari tempat kedua nya.


Setelah semua orang masuk, akhirnya film pun segera di putar. Betty serius dengan film yang ada di hadapan nya. Dia tak lagi memperhatikan Jalal yang berusaha untuk tetap baik-baik saja.


Di awal film, dia masih bisa menahan rasa trauma nya itu tapi begitu sekitar dua puluh menit penayangan tubuh nya mulai berkeringat dan dia pun mulai merasa tidak nyaman.


Jalal menarik nafas panjang untuk merilekskan tubuh nya agar Betty tidak terganggu dengan apa yang dia rasakan. Selain itu juga dia tidak mungkin memperlihatkan kelemahan nya itu di hadapan Betty. Apalagi rasa trauma nya itu adalah hal memalukan. Terus di tambah dengan jawaban yang dia berikan kepada Betty saat gadis itu bertanya.


Tapi akhirnya di menit ketiga puluh pemutaran film dia tak lagi bisa menahan semua nya. Tubuh nya sudah berkeringat dingin dan akhirnya di sisa kesadaran nya dia memegang lengan Betty.


"Kak!" Teriak Betty hingga ketenangan di dalam studio itu terganggu.

__ADS_1


Bagaimana tidak Betty tidak berteriak jika Jalal sudah pingsan di kursi nya. Betty segera di bantu oleh petugas membawa Jalal keluar di tengah keseruan film yang dia tonton. Betty segera membawa semua barang Jalal.


Jalal di bawa keluar bioskop ke ruang tunggu. Di sana dia segera di berikan aromaterapi. Kurang lebih sepuluh menit akhirnya Jalal pun sadar dari pingsan nya. Dia membuka mata nya dan berusaha tersenyum saat melihat wajah Betty yang hanya berjarak beberapa senti saja dari nya. Betty terlihat sangat cantik di lihat dekat seperti itu. Terus di tambah dengan wajah khawatir yang terlihat di wajah Betty. Seperti nya di balik pingsan nya itu ada hikmah nya. Dia bisa merasakan bagaimana saat di khawatirkan orang lain.


Yah, Jalal sadar bahwa dia sudah pingsan karena trauma nya akan film bergenre horor. Sebentar lagi pasti akan ada pertanyaan yang muncul yang mungkin saja di tanyakan Betty pada nya. Untuk itu dia harus bersiap untuk menjawab pertanyaan itu dengan jujur. Karena dia tak mungkin bisa menyembunyikan rasa trauma nya itu dari Betty lagi untuk waktu lebih lama lagi. Semua sudah terbongkar. Entah bagaimana penilaian Betty pada nya nanti.


"Kak, apa kau sudah baikan?" Tanya Betty dengan wajah khawatir nya.


"Jawab kak. Aku tidak butuh senyumanmu tapi jawaban akan keadaanmu saat ini." Ucap Betty sebal.


"Aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir." Balas Jalal.

__ADS_1


Betty pun menarik nafas panjang nya untuk meredakan kekhawatiran nya. Dia segera berdiri dan mengucapkan terima kasih kepada petugas yang sudah membantu nya membawa Jalal tadi. Jalal pun ikut mengucapkan terima kasih dengan suara lemah nya.


Setelah itu, Betty kembali berbalik dan menatap Jalal.


"Kakak sungguh sudah baikan? Tidak merasakan apapun lagi?" Tanya Betty.


Jalal mengangguk lalu segera meraih tangan Betty. Jalal menggenggam tangan Betty dengan lembut.


"Maaf membuatmu khawatir. Tapi sungguh aku baik-baik saja." Jawab Jalal.


"Tadi sebelum masuk ke dalam studio pun kakak mengatakan baik-baik saja akan pertanyaan yang aku ajukan. Tapi bukti nya kakak pingsan di dalam. Membuatku khawatir saja." Ucap Betty mengeluarkan unek-unek nya.

__ADS_1


"Maaf!"


__ADS_2