My Secret Love

My Secret Love
172


__ADS_3

"Aku tidak keberatan, mas!"


Husna mengatakan itu seperti biasa dengan nada lembut nya. Dia memang hampir tidak pernah berkata keras karena dia sudah terbiasa dengan hidup nya yang selama ini diam saat menurut nya tidak tepat untuk bicara.


Apa bila dia sudah bicara keras maka itu berarti ada sesuatu yang sudah mengusik ketenangan nya


Azzam yang mendengar ucapan sang istri pun segera membawa Husna ke dalam pelukan nya.


"Mas tahu kau tidak akan pernah keberatan karena itu adalah anak kita. Rezeki yang Allah titipkan untuk kita. Mas pun sangat senang mendengar kabar ini. Tapi mas tidak tega kau harus sampai terbaring sakit seperti ini. Mas janji akan menjagamu dan menjaga anak kita. Kau harus mengikuti apa yang mas katakan dan aturkan untukmu. Kau tidak boleh protes." ucap Azzam panjang lebar dengan tetap memeluk istri nya itu.


Husna pun hanya tersenyum dan mengangguk semua ucapan sang suami. Yah, dia akan mengikuti apapun yang di katakan suami nya itu karena dia yakin Azzam pasti hanya akan melakukan yang terbaik untuk keselamatan nya dan juga keselamatan calon buah hati mereka.

__ADS_1


Tidak masalah jika dia harus menerima sikap protektif dan posesif suami nya itu. Bukan kah selama ini dia memang sudah pernah merasakan hal yang sama. Sikap protektif kedua orang tua nya dan dia tidak masalah dengan hal itu.


"Aku akan mengikuti apapun yang sudah kau aturkan untukku mas. Aku janji tidak akan membangkang." ucap Husna menatap kedua bola mata sang suami yang berwarna abu-abu begitu Azzam melepas pelukan nya. Sangat cantik mata suami nya itu hingga dia pun di tengah ingatan nya yang hilang tetap saja warna bola mata suami nya itu teringat oleh nya.


Jujur saja dia ingin anak nya nanti memiliki warna bola mata yang sama dengan sang suami.


"Anak kita harus memiliki warna bola matamu, sayang. Mas sangat menyukai warna bola matamu." ucap Azzam tiba-tiba sambil menatap perut rata sang istri.


"Tapi aku ingin memiliki anak dengan bola mata sama sepertimu, mas." ucap Husna.


Azzam yang mendengar nya pun terkekeh, "Jika kita saling menginginkan hal yang bertolak belakang seperti ini bagaimana Alah akan mengabulkan nya, sayang?" ucap Azzam.

__ADS_1


Husna pun mengangkat bahu nya, "Tidak masalah dia memiliki warna bola mata siapa yang penting dia sehat." ucap Azzam yang di angguki oleh Husna.


Walaupun pasangan suami istri itu memiliki keinginan yang berbeda satu sama lain tapi tentu saja mereka akan menerima apapun yang sudah di takdirkan sang pencipta untuk mereka. Mau seperti apapun rupa anak mereka tentu saja kedua nya akan tetap menyayangi nya.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan perawatan itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Gilang dan Andita yang baru saja melakukan donor. Di belakang mereka juga segera mengikuti dokter Ridwan dan dua orang perawat di belakang nya.


Husna dan Azzam tersenyum menyambut kelima orang itu.


"Bagaimana keadaan anda, nyonya?" tanya dokter Ridwan.


"Saya baik-baik saja. Hanya merasa sedikit lemah." jawab Husna.

__ADS_1


__ADS_2