
Abu Syarif dan Umi Balqis pun tersenyum dan saling menatap begitu mendengar permintaan yang di ajukan oleh putri tunggal mereka. Memang terkesan bukan sebuah permintaan tapi seperti nya mereka memang harus menceritakan kisah cinta mereka itu kepada sang putri yang sudah menunggu penasaran.
"Ayo abi ... Umi ... Plis lah ceritakan kepada kami. Putri kalian ini sangat penasaran dan sangat ingin tahu cerita nya." Ucap Husna lagi.
"Umi saja yang cerita." ucap abi Syarif.
"Eehh tidak bisa begitu bi. Kamu juga harus menceritakan nya karena ini adalah kisah kita berdua." balas umk Balqis.
"Jadi sebenar nya sekarang siapa yang akan cerita?" tanya Husna saat melihat kedua orang tua nya itu justru berdebat siapa yang harus cerita lebih dulu. Membuat penasaran saja. Seolah-olah kisah mereka itu dulu sangat unik atau aneh hingga tidak ingin di bagikan kepada anak dan cucu.
__ADS_1
"Umi yang akan cerita lebih dulu." ucap abi Syarif.
Umi Balqis pun menarik nafas panjang, "Baiklah umi akan cerita. Tapi sebelum itu umi ingin bertanya dulu apa kalian yakin mau mendengarkan cerita nya?" tanya Umi Balqis.
Semua orang mengangguk dan terlihat antusias menunggu cerita nya.
"Baiklah jika memang kalian sangat ingin tahu cerita nya." ucap umi Balqis.
"Umi mengagumi abi karena dia yang tegas dan sangat agamis saat itu. Dia adalah kakak senior paling favorit dan banyak yang mengidolakan nya saat masa-masa pengenalan kampus saat itu. Abi adalah kakak kelas yang paling banyak menerima surat dan hadiah dari kami. Teman-teman gadis umi banyak yang mengidolakan abi. Hingga mereka juga membuat grup di mana di sana di bahas segala hal mengenai abi dan informasi terbaru tentang abi. Abi seperti seorang aktor saja." sambung umi Balqis.
__ADS_1
"Lalu apa umi juga tergabung dalam grup itu?" tanya Zahra penasaran.
Umi Balqis pun tersenyum, "Umi memang mengidolakan abi tapi umi tidak tergabung di grup itu karena bisa di katakan umi itu adalah sosok yang introvert hingga sulit mendapatkan sirkel yang tepat. Umi hanya jadi pengagum diam-diam abi. Umi tidak begitu suka dengan organisasi hingga umi tidak mengikuti abi yang berada di organisasi jurusan dan kampus. Hanya satu organisasi yang umi ikuti yaitu Rohis Kampus di mana abi adalah ketua nya saat itu." jelas umi Balqis.
"Umi seperti Husna saja. Kini aku mengerti dari mana sifat introvert yang Husna miliki. Ternyata itu di turunkan dari umi." ucap Andita tersenyum.
Husna pun tersenyum mendengar hal itu, "Jadi apa bisa di katakan umi yang lebih dulu menyukai abi?" tanya Husna menatap sang umi.
Umi Balqis pun tersenyum lalu melirik sekilas ke arah sang suami, "Seperti nya bisa di katakan seperti itu. Alasan umi masuk ke organisasi itu selain belajar agama juga ingin melihat abi." ujar umi Balqis tersenyum.
__ADS_1
"Sebenar nya tidak seperti itu, nak. Abi juga menyukai umi." ucap abi Syarif.
"Apa abi juga menyukai umi secara diam-diam?"