My Secret Love

My Secret Love
Orang Baru dan Lama


__ADS_3

Setelah dokter mengatakan jika Dean baik-baik saja dan tidak ada luka serius. Nala mengajak Dean untuk mengantarkan dia pulang tentu saja ditemani oleh guru kelas mereka sebagai tanggung jawab beliau sebagai wali kelasnya.


Mobil mewah milik Nala berhenti di depan sebuah rumah yang tidak terlalu besar, tapi terlihat indah.


"Rumah kamu sepi sekali." Nala melihat keadaan rumah Dean dari balik kaca mobilnya.


"Kamu di rumah sama siapa, Dean, kalau kedua orang tua kamu pergi bekerja?" tanya guru cantiknya.


"Aku tinggal dengan nenek di rumah, nenekku pasti ada di dalam. Kedua orang tuaku biasa pulang malam."


"Ya sudah kalau begitu kita turun saja. Tante Nala ingin bertemu dengan nenek kamu."


"Aku tidak apa-apa, Tante. Tante tidak perlu menemui nenekku."


"Tidak bisa Dean, tante harus menemui nenek kamu dan meminta maaf atas yang terjadi sama kamu."


Nala akhirnya memaksa turun dan bersama dengan guru kelas si kembar serta si kembar mereka turun dan mengetuk pintu rumah Dean.


Terlihat pintu di buka dari dalam dan berdiri seorang wanita dengan rambut yang mulai memutih. Namu, wajah wanita itu masih terlihat sangat sehat.


"Kalian siapa?" tanyanya heran.


Guru Kelas mereka menjelaskan siapa Nala dan maksud kedatangan mereka ke sana. Nenek Dean ternyata orang yang baik dan bersikap ramah menerima kedatangan Nala dan lainnya.


Nala meminta maaf atas apa yang terjadi pada cucunya. Nenek itu menyikapinya dengan baik karena memang cucunya yang memulai lebih dulu.


"Kalau kedua orang tua Dean ingin bertemu, saya akan dengan senang hati menerima mereka, Bu."


"Tidak apa-apa, Nak. Masalah ini kita anggap saja selesai secara baik dan kekeluargaan. Dean juga akan saya beritahu agar tidak berbuat hal seperti itu lagi." Tangan wanita paruh baya itu memegang erat tangan Nala.


"Terima kasih atas pengertiannya, Bu. Kalau begitu saya dan yang lainnya permisi dulu."


Nala pergi dari rumah itu. Nala mengantarkan kembali guru kelas si kembar kembali ke sekolah kemudian Nala pulang ke rumah mereka.


Di rumahnya Dean duduk dan di depannya neneknya melihat Dean yang terdiam. "Dean, kenapa kamu melakukan hal itu? Bukannya nenek sudah membawakan kamu bekal?" Pria kecil itu hanya terdiam. "Dean," panggilnya lagi.


"Nenek jangan bercerita pada ayah, aku tidak mau ayah nanti akan memukulku."

__ADS_1


"Nenek tidak akan bercerita pada ayah kamu, bahkan nenek akan berbohong tentang luka itu, asal kamu mau bercerita kenapa kamu berbuat seperti itu?"


"Aku kesal saja sama anak dari tante Nala itu, tiap hari Sita selalu menawarinya bekal miliknya, tapi dia selalu menolaknya, aku kasihan dengan Sita. Lalu aku bilang kalau aku mau bekal makanannya. Lebih baik di berikan padaku saja."


"Lalu? Gadis yang bernama Sita tidak mau memberikan dan malah kamu merebutnya?"


"Iya, Aro yang melihat hal itu marah dan kami bertengkar."


"Hem ...." Wanita paruh baya itu menghela napasnya panjang "Lain kali kamu tidak perlu melakukan hal itu. Biarkan saja, Dean. Nenek tidak mau kamu sampai mendapat masalah dengan ayah kamu. Sekarang kamu makan siang dulu, nenek akan menyiapkan semuanya."


Dean mengangguk perlahan.


Malam itu keluarga Nala makan bersama di meja makan. Nala menceritakan semua tentang kejadian Aro yang bertengkar dengan temannya di sekolah.


"Aku tidak akan bertengkar lagi, Yah. Aku minta maaf."


"Tidak apa-apa, Nak. Ayah sudah senang kamu mau meminta maaf pada teman kamu. Ayah juga harap setelah ini kamu dan teman kamu bisa kembali berteman baik."


"Dean itu sebenarnya juga anak pendiam, tapi kenapa kemarin begitu?" celetuk Ara. "Dia juga pernah memberikan permen padaku saat permen yang aku beli terjatuh dan kotor."


"Oh ya?" tanya Nala terkejut.


Tidak lama ponsel Akira berdering dan Akira tampak mengkerutkan dahinya melihat nomor yang tidak dia kenal.


"Siapa ini?"


"Kenapa, Sayang?" tanya Nala.


"Ada yang menghubungiku, tapi aku tidak menyimpan nomornya."


"Kamu jawab saja, siapa tau ada hal penting."


"Halo."


"Hai, Akira," terdengar suara lembut nan sexy di seberang telepon.


"Siapa ini?" tanya Akira tidak kenal.

__ADS_1


"Kamu jahat sekali sudah melupakan suaraku? Apa karena di sana ada istri kamu?"


"Jangan bercanda! Aku tidak suka di ganggu jika sedang berkumpul dengan keluargaku." Akira melihat ke arah kedua anaknya dan dia beranjak dari tempatnya.


Nala yang melihat hal itu menjadi curiga, siapa yang menghubungi suaminya sehingga suaminya bersikap seperti itu.


"Kalian makan dulu sama Nenek, Ya." Nala berkata pada kedua anaknya dan kemudian dia menyusul Akira yang menerima telepon di ruang tamu.


"Aku Anabella, Akira. Apa begitu cepatnya kamu benar-benar melupakan aku?"


"Aku sudah lupa sama kamu, bahkan aku tidak mengingat suara kamu. Ada apa kamu menghubungiku, Anabella?"


"Anabella?" Nala mendengar Akira menyebut nama si wanita penggoda itu.


"Akira, aku dengar kamu ada masalah dengan adikku Albert, dan karena hal itu sekarang bisnisnya hancur karena kamu."


Akira menyeringai devil. "Itu semua karena kesalahannya yang sudah berani mencari masalah denganku. Aku tidak akan tinggal diam jika ada yang mengganggu hidupku, apalagi bersikap buruk dengan istriku."


"Tapi dia masih sangat muda, dia masih belum benar-benar tau dengan apa yang dia lakukan. Akira, apa kamu tidak bisa memaafkan dia dan jangan menghancurkan bisnis yang baru dia bangun. Aku sudah menjauh dari kamu dan hidup kamu."


"Dia harus merasakan apa yang sudah dia perbuat pada Nala."


"Sayang, apa kamu melakukan ini sengaja untuk memancingku agar mendekati kamu lagi? Apa kamu sebenarnya masih merindukan aku? Jujur saja, aku masih sangat mencintaimu. Andai kamu mau menerimaku kembali dan melupakan istri kamu itu."


"Cukup bicara kamu Anabella! Jangan mengatakan hal yang menjijikan seperti itu lagi. Bagiku Nala adalah segalanya, dan kamu adalah masa lalu yang tidak ingin aku ingat lagi." Akira dengan kasar menutup panggilannya.


Akira terlihat sangat marah. Nala mendekat dan memeluk suaminya dari belakang. Akira tampak terkejut dan membalikkan tubuhnya memeluk istrinya erat.


"Ada apa Anabella menghubungi kamu lagi?"


"Dia ingin agar aku tidak membuat bisnis adiknya hancur, tapi aku tidak akan menuruti apa katanya. Albert harus menerima akibat dari kelancangan mulutnya."


"Apa Anabella merayu kamu lagi?"


Akira tersenyum kecil sambil tetap memeluk istrinya itu. "Menurutmu?"


"Iya, dia pasti merayu kamu lagi. Aku dengar dia sudah berpisah dengan suaminya dan tinggal sendiri di luar negeri."

__ADS_1


"Iya, suaminya sudah tidak mau bersama dengan dia lagi. Aku juga sudah bicara dengan suaminya waktu itu. Kami sudah tidak ada masalah.


__ADS_2