
Singkat cerita, kini Husna dan Azzam berada di kamar mereka. Husna sudah kembali ke kamar nya itu setelah berbincang dengan adik ipar nya. Dia segera bergabung dengan suami nya yang terlihat sibuk dengan gawai nya.
Husna yang iseng pun segera duduk di pangkuan sang suami yang di sambut oleh Azzam dengan suka cita. Azzam segera meletakkan tablet nya di samping sofa yang dia duduki dan segera memeluk istri nya itu erat dengan menghirup aroma tubuh sang istri yang seperti nya sudah menjadi candu nya.
“Mas, kok gak marah sih? Aku kan nakal menganggumu bekerja. Kenapa justru diam saja.” protes Husna.
Azzam yang mendengar itu pun tersenyum dan memilih mengecup pipi istri nya, “Untuk apa mas marah coba. Mas suka kamu manja pada mas. Mas merasa di butuhkan olehmu, sayang. Lagi pula mas sedang tidak bekerja kok, hanya melihat perkembangan saham saja.” jelas Azzam.
“Kan tetap saja aku ganggu.” Ucap Husna.
__ADS_1
Azzam menggeleng, “Kamu gak ganggu sama sekali sayang. Mas gak merasa terganggu. Mas senang kamu ada di sisi mas. Jadi kamu itu bukan pengganggu tapi penyemangat dan cinta mas.” Ucap Azzam.
Husna yang mendengar itu pun yang tadi nya kesal karena gagal melihat suami nya itu sedikit kesal atau marah pada nya pun menjadi terharu dan memeluk suami nya itu erat, “Kamu juga penyemangat dan cintaku mas.” Balas Husna.
Husna melepas pelukan nya dan menatap manik mata suami nya yang indah menurut nya, “Terima kasih sudah mencintaiku selama ini. Terima kasih sudah menemukanku di tengah ingatanmu yang hilang mas. Terima kasih sudah menepati janjimu untuk menikahiku.” Sambung Husna menatap suami nya itu lekat.
Husna yang mendengar kata bulan madu pun tersenyum, “Hum, bulan madu? Baiklah, Haqia shopia akan kita kunjungi nanti.” Ucap Husna tersenyum lalu memeluk kembali suami nya yang tentu saja di balas oleh Azzam dengan pelukan yang sama erat nya.
“Sayang, dalam beberapa jam lagi kau akan setahun lebih tua lagi. Aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan ulang tahun padamu seperti waktu dulu.” Ucap Azzam.
__ADS_1
Husna yang mendengar itu pun mengangguk, “Tentu saja. Mas harus melakukan itu. 22 tahun.” Ucap Husna.
“Usia hanya angka sayang. Tidak perlu terbebani. Lagi pula 22 tahun itu angka yang cantik bukan. Jika di balik angka 2 nya akan membentuk love seperti cinta kita.” Ucap Azzam.
“Mass, aku bisa jatuh cinta berulang kali padamu mas jika kau selalu mengatakan kalimat gombalan seperti itu kepadaku. Lagi pula aku tidak merasa terbebani dengan usiaku mas. Aku senang kok bisa hidup sampai di usiaku yang sekarang. Apalagi bisa bertemu denganmu dan jadi bagian dari hidupmu. Kita akan merangkai bersama kehidupan kita kelak. Seperti nya ulang tahun yang ku rayakan saat usiaku 17 tahun akan kalah dengan ulang tahun kali ini. Ulang tahun kali ini sangat istimewa karena di rangkaikan dengan resepsi pernikahan kita. Terima kasih sudah memberikan pernikahan mewah untukku. Walaupun aku tidak memiliki mimpi untuk menikah semewah ini. Tapi sekali lagi terima kasih mas.” Ucap Husna penuh ketulusan yang tentu saja di balas oleh Azzam dengan sama tulus nya.
Pasangan suami istri yang saling mencintai dengan sama tulus nya.
“Mas, seperti yang lebih jatuh cinta kepadamu berkali-kali sayang.” bisik Azzam di telinga istri nya itu.
__ADS_1