My Secret Love

My Secret Love
151


__ADS_3

"Maka untuk itu tidak bisakah kita memperbaiki semua nya dari awal?" ucap mami Ajeng di angguki oleh papi Basuki.


Gilang bukan nya mengangguk menyetujui, dia justru meneteskan air mata nya.


"Kenapa mami dan papi baru mengatakan kalimat itu sekarang? Aku sudah menunggu tawaran itu sejak aku bisa memahami keberadaan kalian itu aku butuhkan. Sudah bertahun-tahun aku menunggu tawaran seperti itu tapi kenapa baru sekarang? Saat aku sudah terbiasa tanpa kehadiran kalian. Tapi sungguh aku akan tetap saja senang mendengar tawaran ini. Aku harap masih belum terlambat untuk memulai nya dari awal. Aku juga butuh kalian di sisiku." ucap Gilang menatap kedua orang tua nya dengan linangan air mata di pipi nya.


"Terima kasih nak sudah memberikan kesempatan untuk kami memperbaiki semua nya. Kami janji akan memperbaiki semua nya. Sekali lagi maafkan kami yang selama ini tidak punya waktu untukmu." ucap mami Ajeng.


Sungguh dia merasa gagal sebagai ibu. Jika waktu bisa di putar kembali maka dia akan memilih menjadi ibu yang bertanggung jawab untuk putra nya itu. Tapi sekali itu hanya bisa menjadi andai saja dan tinggal lah penyesalan saja yang tersisa. Mami Ajeng berharap agar semua nya bisa kembali normal dan mereka bisa membangun keluarga yang harmonis ke depan nya.


Andita sendiri dia hanya diam saja dan memilih memberikan tisu kepada Gilang.


"Gilang harap kita bisa menjadi keluarga yang saling menyayangi satu sama lain. Gilang akan mencoba memahami kalian." ucap Gilang setelah mengusap air mata nya.

__ADS_1


Mami Ajeng dan Papi Basuki pun mengangguk atas ucapan putra mereka itu. Kedatangan mereka kali ini memang untuk memperbaiki hubungan bersama sang putra yang sudah semakin jauh dari kasih sayang mereka.


"Nak Dita maaf sudah melihat drama ini. Kami harap kau tidak trauma bergabung menjadi bagian keluarga ini." ucap papi Basuki.


Andita yang mendengar itu tersenyum saja karena dia masih belum bisa memastikan apa dia di terima di keluarga ini atau tidak walaupun sinyal penerimaan itu sudah bisa dia lihat. Tapi tetap saja dia butuh kejelasan.


"Ada apa dengan ekspresimu itu nak? Apa kau masih ragu terkait statusmu di sini? Kau di terima di keluarga ini dengan tangan terbuka. Kami akan menemui ibumu segera. Meminta putri nya menjadi menantu kami. Kami merestui kalian nak." ucap mami Ajeng.


"Papi! Panggil kami seperti Gilang memanggil kami. Mami dan papi!" ucap papi Basuki.


Andita pun mengangguk, "Baik, pih!" ucap Andita canggung.


Mami Ajeng dan papi Basuki pun tersenyum mendengar nya. Mereka seperti memiliki anak lagi. Gilang pun ikut tersenyum mendengar Andita yang bicara.

__ADS_1


Gilang tidak menyangka akan mendapatkan respon seperti ini dari kedua orang tua nya. Dia pikir jalan nya untuk bersatu dengan Andita akan menemouh jalan yang berliku tapi tidak tahu nya kehadiran Andita dalam hidup nya seperti sebuah berkah untuk nya. Dia berjanji akan memperlakukan Andita dengan baik.


"Nak, kapan kami bisa datang menemui ibumu?" tanya mami Ajeng.


"Itu--"


"Aku akan membicarakan ini berdua dengan nya dulu mih, pih. Kami akan mengabari nya nanti." potong Gilang.


Kedua orang tua Gilang pun mengangguk setuju.


"Baiklah, jika memang begitu. Tidak ada lagi yang perlu kita bahas. Kita makan siang dulu bersama berhubung sudah jam makan siang." ucap mami Ajeng.


Mereka pun mengangguk menyetujui dan segera menuju meja makan di mana di sana sudah tersedia menu makan siang.

__ADS_1


__ADS_2