
“Kalian mau bimbingan juga?” tanya Husna sumringah melihat kedua teman nya itu.
Andita dan Betty pun menatap Husna lalu mengangguk, “Apa di izinkan bu dosen?” tanya Betty menggoda Husna.
Husna pun terkekeh mendengar panggilan nya itu, “Kau ini ada ada saja Bet. Eh .. tapi bukan nya seingatku kalian hanya tinggal maju seminar proposal dulu ya. Kenapa bimbingan lagi?” tanya Husna bingung.
“Itu pak suamimu itu ingin memberikan bocoran pertanyaan dari para dosen penguji agar kami tidak akan kesusahan nanti.” Jawab Betty lagi.
Husna yang mendengar itu pun melirik suami nya, “Emang iya pak dosen? Kok, waktu saya maju seminar gak di bantu tuh. Bahkan hanya di uji dengan berbagai macam pertanyaan.” Ucap Husna.
Azzam pun tertawa mendengar ucapan istri nya itu, “Itu karena saya tahu kamu bisa menjawab nya sayang. Kamu walaupun tanpa bocoran soal kamu sudah tahu mau menjawab apa jadi tidak perlu bimbingan maupun bocoran soal apapun.” Jawab Azzam.
Husna yang mendengar itu pun mendesis, “Wah, pak dosen seperti nya anda sudah naik level dalam tahap menggombal. Saya jadi baper loh ini.” Balas Husna.
__ADS_1
Azzam pun hanya tersenyum mendengar balasan istri nya itu, “Dita, apa kita tidak di anggap di sini? Seperti nya kita salah masuk ruangan deh.” Ucap Betty kemudian.
Husna dan Azzam pun yang mendengar itu hanya tersenyum jengah, “Mungkin. Seharus nya kita tidak datang ke sini.” Timpal Andita.
“Apa kita balik saja.” Ucap Betty.
“He’eh .. jangan dong. Kalian harus cepat lulus juga. Ayo sana bimbingan.” Tahan Husna.
“Emang kamu punya pasangan Bet? Bukan nya kamu jomblo?” ucap Husna.
“Wah, parah kamu Na. Pedas banget mulutmu itu. Sakit hatiku Na. Sakit nya tuh di sini .. di dalam hatiku.” Ucap Betty dramatis sambil menyanyikan lagu dangdut yang sempat viral itu dengan menyentuh dada nya seolah beneran sakit.
“Sangat dramatis sekali ya bun. Kamu seperti nya akan menang deh jika ikut jadi pemeran ftv di chanel ikan terbang.” Balas Husna lagi.
__ADS_1
“Na .. ayolah hentikan. Aku mengaku kalah. Kamu memang bu dosen. Tolong jangan bully saya.” Ucap Betty sambil menangkupkan kedua tangan nya di dada.
Husna dan Andita pun tertawa melihat itu, “Sudah sana ikut bimbingan. Aku juga akan mendengar nya. Siapa tahu saja kan pak dosen kalian itu akan berbaik hati dengan memberi bocoran kepada saya juga terkait pertanyaan yang akan di tanyakan saat saya sidang.” Ucap Husna melirik suami nya yang hanya di tanggapi oleh Azzam dengan senyum dan gelengan kepala nya.
Istri nya itu memang akan memperlihatkan sifat asli nya jika berhadapan dengan orang-orang yang membuat dia nyaman. Istri nya memang seperti memiliki karakter ganda. Tapi itu lah yang dia suka dari istri nya. Itu adalah hal special dari istri nya yang sangat dia sukai.
“Kamu juga tanpa di beri bocoran akan bisa menjawab Na.” ucap Betty.
“Tapi kan beda jika ada bocoran.” Timpal Husna lagi.
“Ya sudah tanya saja sama pak dosenmu itu Na. Minta bimbingan secara privat.” Ucap Betty.
“He’ehh jangan nethink.” Sambung nya. Husna pun hanya bisa melempar bolpoin di tangan nya itu ke arah Betty yang di tangkap oleh Betty langsung.
__ADS_1