My Secret Love

My Secret Love
178


__ADS_3

"Apa aku bisa ikut?" Gilang menanyakan pertanyaan itu sambil menatap kedua orang tua dengan tatapan penuh harap layak nya anak kecil.


Mami Ajeng dan papi Basuki yang mendengar permintaan putra mereka itu saling memandang satu sama lain lalu tersenyum.


"Tentu saja kau bisa ikut nak. Bebas kau ikut bersama kami. Tidak perlu meminta persetujuan kami. Tapi apakah itu tidak mengganggu aktivitasmu?" Tanya mami Ajeng menatap sang putra.


Gilang menggeleng, "Aku bisa healing bersama kalian sambil merevisi proposalku." Jawab Gilang.


"Jika begitu ya sudah kau ikut saja nak. Hitung-hitung liburan bersama juga. Liburan yang tidak pernah kita lakukan." Ucap papi Basuki.


"Kau ikut juga Dita. Ajak lah ibumu jika perlu." Lanjut mami Ajeng menatap ke arah Andita.


Andita yang mendengar nama nya di sebut pun mengangguk saja, "Dita akan tanyakan kepada ibu dulu, mih." Jawab nya.

__ADS_1


"Baiklah jika begitu. Kau tanya lah dulu pada ibumu. Nanti kabari kami. Kita akan pergi besok lusa." Ucap mami Ajeng.


Setelah itu mereka pun segera menikmati makanan yangvdi bawa oleh mami Ajeng dan papi Basuki dari rumah utama terus di tambah dengan hasil masakan Gilang. Ke empat orang dewasa itu menikmati makanan mereka dengan suka cita.


Tidak ada lagi kesedihan di sana. Apalagi sendu di mata Gilang. Semua nya hilang dengan permintaan maaf dan janji kedua orang tua nya.


***


Malam hari nya, kini Andita sudah kembali ke kediaman utama milik orang tua Husna di mana ibu nya tinggal di antar oleh Gilang saat tadi sore selepas makan bersama dengan mami Ajeng dan papi Basuki.


"Dita, apa ada yang ingin kau katakan nak?" Tanya abi Syarif saat menyadari bahwa Andita itu sedang memikirkan sesuatu di pikiran nya.


Semua orang menatap ke arah Andita begitu mereka mendengar suara abi Syarif. Andita sendiri pun merasa tedesak dan akhirnya dia mengangguk karena mamang ada yang harus dia bicarakan.

__ADS_1


"Katakan saja nak." Ucap umi Balqis.


"Itu ... Seharus nya pembicaraan antara Dita dan Ibu tapi seperti nya bicara di sini secara langsung pun tidak masalah karena ini pun berhubungan dengan izin abi dan umi." Ucap Andita menjela kalimat nya.


Ibu Diyah menatap putri nya lekat menunggu lanjutan ucapan Andita, "Gilang dan orang tua nya mengajak Dita dan Ibu untuk berlibur sebentar di kota B besok lusa." Lanjut Andita menatap sang ibu yang terlihat kaget dengan ucapan nya itu.


Ibu Diyah tentu saja kaget dengan hal itu. Bagaimana tidak, dia memang tahu sang putri memiliki hubungan dengan Gilang tapi tidak tahu bahwa putri nya itu sudah di kenalkan pada orang tua Gilang yang terkenal memiliki strata sosial hampir sama dengan keluarga Husna.


Andita belum menceritakan bagian ini pada nya. Dia justru khawatir saat tahu putri nya itu menjalin kasih dengan Gilang yang berbeda status sosial dengan mereka tapi ini apa? Berlibur bersama? Dia tidak bisa menerjemahkan liburan bersama ini untuk kebaikan atau tidak.


"Masalah ini yang berhak memutuskan adalah ibumu, nak. Kami pasti mengizinkan kalian pergi jika memang ibumu bersedia." Uval umi Balqis.


Andita yang mendengar ucapan umi Balqis pun segera menatap sang ibu.

__ADS_1


"Ibu--"


__ADS_2