My Secret Love

My Secret Love
Mencari Penculik Nala


__ADS_3

Nala terus berteriak minta dilepaskan, tapi sekali lagi teriakannya tidak di pedulikan orang yang ada di balik pintu di ruangan di mana dia disekap.


"Aku mohon lepaskan aku!"


Tidak lama terdengar suara pintu di buka dari luar dan suara langkah kaki mendekat ke arah Nala. "Apa kamu tidak bisa tenang sedikit wanita bodoh?" ucapnya ketus.


Nala memandang wajah orang yang berdiri di depannya dengan tatapan memelas. "Silvia, aku mohon lepaskan aku, aku ingin pulang dan aku tidak akan mengatakan semua ini pada Akira, tapi aku mohon lepaskan aku," mohon Nala.


"Melepaskan kamu? Enak saja! Kalau aku melepaskan kamu sama saja aku mencari masalah karena suami dingin kamu yang aku sebenarnya sangat menyukainya akan mencariku karena aku sudah berani menyakiti istir jelek tercintanya ini."


"Aku akan katakan pada Akira tidak akan mempermasalahkan masalah ini. Aku mohon lepaskan aku? Kamu wanita dan aku juga, apalagi aku sedang hamil, Silvia."


"Maaf, Nala. Aku tidak bisa, lagian aku juga tidak mau di sakiti oleh pria sakit jiwa yang mencintai kamu itu. Aku benar-benar heran kenapa pria itu sangat terobsesi sama kamu padahal kamu tidak lebih baik dari aku atau wanita lainnya," gerutu Silvia.


Tidak lama terlihat seseorang di depan pintu mendengar percakapan mereka. "Silvia, kenapa kamu ada di sini? Aku sudah bilang jangan masuk ke sini dan mana makanan untuk Nala?"


"Wanita kamu ini dari tadi berteriak terus dan aku sangat berisik mendengarnya," ucap Silvia sebal.


"Jangan banyak bicara, ambilkan makanan untuk Nala dan aku akan menyuapi Nala karena dia dan bayinya pasti sedang lapar." Pria itu berjalan mendekat.


Nala dapat melihat wajah berbeda dari wajah tulus yang biasa dia lihat. "Mas Radit, aku mohon lepaskan aku, aku mau pulang dan bertemu dengan Akira serta bibiku."


"Pulang? Kamu akan pulang sebentar lagi Nala, tapi kita akan pulang ke rumah impianku yang aku bangun untuk kamu." Tangan Radit mengusap pipi Nala lembut.


Nala berusaha menangkis tangan Radit, dia melihat marah pada Radit. "Kenapa kamu lakukan ini Radit? Apa karena aku tidak menerima kamu? Kamu tau jika aku tidak mencintai kamu dan aku sudah menikah dengan Akira."


"Aku mencintai kamu dari awal kita bertemu, Nala. Aku seolah menemukan impianku bersama kamu, tapi kenapa harus orang lain yang kamu pilih? Malahan orang itu sudah menyakiti kamu, tapi kamu tetap saja memilih pria itu. Apa kamu tidak bisa melihat kebaikan dan ketulusan cintaku sama kamu, Nala?"


"Mas Radit, cintai itu datang tiba-tiba dan cintaku sudah terikat oleh cinta Akira. Bukan aku yang mengaturnya, tapi hatiku yang memilihnya."

__ADS_1


"Dia hanya pria brengsek yang sudah menyakiti kamu. Kenapa kamu sangat mencintainya?" bentak Radit.


"Akira bukan seburuk yang kamu kira, Mas Radit. Setiap orang punya masa lalu dan kesalahan. Aku bisa memaafkan kesalahan suamiku karena aku yakin dia bisa berubah."


"Terserah kamu bilang apa? Silvia kamu suapi dia makan lalu biarkan dia malam ini di sini karena besok aku akan mengajaknya pergi menjauh dari siapapun yang mengenalnya. Kita hanya akan hidup berdua selamanya, Nala."


Radit berjalan pergi dari sana dan Silvia tersenyum pada Nala. "Pria itu sangat mencintai kamu, Nala dan aku menyukainya karena dengan begitu aku bisa merayu suami kamu itu saat kamu tidak bersamanya."


Silvia juga pergi dari sana untuk mengambilkan makanan untuk Nala.


Akira di perjalanan sangat khawatir memikirkan tentang keadaan Nala. Dia sedang mengemudi sambil menghubungi orang suruhannya yang dia tugaskan untuk mencari Nala.


"Bos, beberapa orangku sudah tiba di sana. Namun, belum ada tanda-tanda keberadaan istri bos."


"Oh Tuhan!" Akira memukul stirnya dengan keras. "Aku tidak mau tau. Kamu harus cari lagi di mana Nala berada dan aku ingin kalian menemukannya dalam keadaan baik-baik saja."


"Baik, Bos."


"Bi, Bagaimana? Apa sudah ada kabar?"


"Belum ada, Seno juga sudah mencari Radit dj cafenya, dia belum kembali. Lalu, bagaimana dengan kamu? Apa kamu sudah menanyakan pada tuan besar Addrian tentang Nala?"


"Bukan daddyku yang melakukannya, Bi."


"Apa kamu yakin?"


"Iya, aku yakin."


Tidak lama Seno datang dan melihat ada Akira di sana. "Radit tadi aku tanya dia tidak tau jika Nala tidak ada di rumah, dia juga akan membantu kita mencari Nala."

__ADS_1


"Apa dia ada di rumahnya?"


"Aku tidak tau, tadi setelah dari cafenya aku langsung pergi ke rumah temanku untuk meminta tolong mencari keberadaan Nala. Dia kenal beberapa preman di sini yang mungkin melihat Nala dan mereka tidak tau jika Nala saudaraku."


"Aku mau menemui Radit. Aku curiga dia yang melakukan ini." Akira beranjak dari tempatnya dan akan pergi ke rumah Radit.


"Akira!" Tangan Seno menahan tangan Akira. "Jangan berbicara jika kamu tidak ada buktinya. Walaupun kamu membenci Radit, jangan bicara yang tidak-tidak." Seno agak geram pada Akira karena menuduh sahabatnya.


"Aku akan mencari buktinya pada Radit." Akira melepaskan tangan Seno dan berjalan keluar dari rumah Seno. Akira pergi ke rumah Radit diikuti oleh Seno dan kedua bibi di sana.


Rumah Radit sepi tidak ada orang. Tentu saja tidak ada orang. Radit kan tidak ada di rumah, tapi di tempat di mana dia menyekap Nala.


"Radit ...!" teriak Akira sambil menggedor pintu rumah Radit.


"Radit mungkin belum pulang, dia pasti masih di luar untuk mencari Nala," jelas Seno.


Akira tidak memperdulikan, dia memutari rumah Radit mencari keberadaan Radit. Akira menemukan pintu belakang Radit yang mudah di buka hanya dengan sekali tendangan.


"Aku akan mencari tau di dalam."


"Akira, kamu benar-benar tidak sopan! Ini rumah sahabatku dan kamu jangan melakukan hal yang tidak sopan begini. Harusnya kamu meminta izin dulu dengan Radit pemilik rumah ini."


"Aku hanya akan mencari bukti dia tidak ada hubungannya dengan Nala dan aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan." Akira masuk ke dalam rumah dan mulai mencari sesuatu.


Akira masuk ke dalam kamar Radit dan mulai mencari sesuatu. Akira menemukan beberapa foto Nala di sana.


"Dia benar-benar tidak bisa di beritahu jika Nala adalah istriku." Akira melihat semua foto-foto Nala.


Bibi Anjani juga melihat-lihat sekeliling rumah Radit. "Kamu benar-benar keterlaluan, Akira!" Seno kesal dan saat aka keluar dia melihat sesuatu di atas laci dekat lemari baju Radit

__ADS_1


"Bukannya ini ponsel Nala?" Seno mengambil ponsel itu dan Akira melihatnya.


__ADS_2