My Secret Love

My Secret Love
117


__ADS_3

Keesokkan pagi nya, Husna sibuk dengan memperbaiki power point nya dan melakukan latihan sekali saat bangun tidur dan menunggu Azzam yang sedang mandi.


Azzam pun tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh istri nya itu. Azzam memilih tidak mengganggu Husna dan segera mengambil pakaian yang sudah di sediakan istri nya itu dan segera memakai nya.


“Mas … sini, aku bantu memakaikan dasi nya.” ucap Husna.


Azzam pun segera menurut dan mendekati sang istri dengan dasi di tangan nya. Husna pun dengan cepat segala memakaikan dasi suami nya itu, “Okay sudah rapi.” Ucap Husna tersenyum.


“Kamu juga sudah baik melakukan presentasi nya sayang. Semua nya sudah siap kan?” tanya Azzam.


Husna mengangguk, “Hum, aku sudah menyiapkan nya dengan baik. Ayo gugup mas.” Ucap Husna.


“Tenang saja kamu pasti bisa melakukan nya.” ucap Azzam lalu memberikan kecupan lembut di kening istri nya itu.


Husna pun tersenyum mendengar ucapan suami nya itu yang entah kenapa apapun ucapan Azzam selalu menenangkan untuk nya.


Husna segera berdiri lalu dia memberikan kecupan di pipi suami nya itu, “Tunggu aku suamiku. Aku akan cepat nanti siap-siap nya. Kita berangkat bersama ke sana.” Ucap Husna segera berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


Azzam yang melihat itu pun tersenyum. Istri nya itu sungguh menggemaskan dan hal itu lah yang membuat nya terkadang merasa bahwa dia itu bersalah karena sudah menikahi gadis kecil yang usia nya masih sangat muda dan bisa dia gunakan untuk menikmati masa remaja nya. Tapi di usia ini Azarine nya justru sudah bertugas jadi istri nya. Namun bukan kah umi Balqis justru menikah di usia lebih muda dari usia Azarine menikah?


***


Singkat cerita, kini Azzam dan Husna pun sudah berada di kampus. Di sana sudah ada Andita dan Betty yang memang hari ini memiliki jadwal ujian bersama dengan Husna. Jadwal mereka keluar bersamaan dan di hari yang sama juga. Sementara untuk Gilang, Gentala dan Ratna akan ujian pada besok hari.


“Apa semua nya sudah siap?” tanya Husna.


Andita pun mengangguk, “Dosen penguji juga sudah pada datang.” jawab Andita.


“Seperti nya Betty.” Jawab Andita.


Husna dan Andita pun dengan kompak segera memandangi Betty yang serius belajar. Kedua nya saling tersenyum satu sama lain.


“Mas … apa kau akan segera masuk ke dalam ruangan?” tanya Husna kepada sang suami.


Azzam pun mengangguk, “Tidak perlu tegang Betty. Semua akan baik-baik saja.” ucap Azzam kepada anak bimbingan nya itu yang terlihat serius dan tegang mempelajari proposal nya.

__ADS_1


“Pak .. detak jantung saya seperti nya sudah melebihi 100 x/menit.” Ujar Betty.


Husna pun tertawa, “Itu wajar kok. Tapi jika sudah di dalam pasti semua nya akan baik-baik saja.” ucap Husna.


“Na … aku gugup mendengar tawamu itu.” ucap Betty.


Husna segera mendekati Betty dan memeluk teman nya itu, “Kita pasti bisa.” Ucap Husna.


Betty mengangguk lalu mereka pun berpelukan, “Hey kalian tidak mengajakku.” Ucap Andita yang segera ikut berpelukan juga.


“Maaf aku terlambat!” ucap Ratna yang tiba-tiba datang.


“Kamu tidak terlambat kok. Kami belum ada yang masuk ke dalam.” Ucap Betty begitu ketiga nya melepas pelukan mereka.


Husna tersenyum lalu mendekati Ratna dan memeluk nya, “Tenang saja semua nya aman dan tidak perlu tegang.” Ucap Husna.


Tidak lama juga datang lah Gilang dan Gentala yang ikut bergabung. Sekitar 15 menit kemudian akhirnya ujian pun di mulai dengan Betty, Andita dan terakhir Husna karena dia akan ujian Hasil.

__ADS_1


__ADS_2