
Bibi Anjani menceritakan tentang kedatangan orang suruhan Addrian yang tadi pagi datang ke rumah. Akira baru ingat tentang siapa Pak Surya, dia memang orang kepercayaan daddynya yang selama ini bisa membuat
ayahnya mendapatkan apa yang diinginkan dengan negosiasi melalui Pak Surya.
“Kenapa daddy tega melakukan hal itu? Dia menawari Nala sebegitu banyaknya agar Nala mau meninggalkan aku?” Akira benar-benar tidak
.
“Iya. Nala dengan tegas tidak mau menerima itu karena dia sangat mencintai kamu dan orang itu pergi dengan wajah marahnya, aku curiga dia ada hubunganya dengan hilangnya Nala.”
“Bibi tenang saja, aku akan segera mencari Nala, kalau begitu bibi nanti terus hubungi aku jika ada perkembanga tentang Nala.”
“Iya, Akira.”
Akira mengakhiri panggilannya dan dia ingin mencari daddynya, tapi dia malah terhenti langkahnya saat melihat daddynya berjalan menuju ke arahnya.
“Daddy, aku mau bicara dengan daddy.” Akira mencoba menghentikan daddynya yang akan masuk ke dalam kamar mommynya.
“Kamu sudah tidak hubungan lagi dengan keluarga Danner, aku mengizinkan kamu ke sini karena aku tidak ingin wanita yang sangat aku cintai yang juga mencintai kamu sebagai putranya mencari dan memanggil nama kamu
terus. Apa kamu tidak kasihan melihat wanita yang sudah membesarkan kamu dengan banyak cinta dan kasih sayang kamu buat berbaring tidak berdaya seperti itu? Mommy kamu memikirkan tentang apa yang sudah kamu lakukan pada keluarga kita.” Sorot mata tajam yang sama dengan milik Akira itu sedang menatap tegas.
“Ini semua bukan salahku, Dad. Andai Daddy bisa menerima diriku dan Nala yang sudah menikah bahkan kami akan memiliki anak.”
“Jangan harap aku mengakui Nala dan anaknya sebagai bagian dari keluarga Danner.”
“Nala tidak pernah ingin diakui dia bagian dari keluarga Danner, aku yang memintanya dan ingin semua tau jika Nala adalah istriku. Dad, tidak mau membahas tentang hal ini, aku hanya ingin bertanya pada Daddy
tentang orang suruhan Daddy yang datang ke rumah Nala dan menawarkan Nala sebuah kesepakatan agar Nala mau meninggalkan aku, tapi karena istriku itu tidak gila harta jadi dia menolak dengan sangat tegas tentang tawaran Daddy.”
“Tentu saja dia menolak, kalau dia menerima dia tidak akan pernah di ketahui oleh orang-orang jika dia adalah istri dari seorang Akira, dan lagi dia tidak akan mendapatkan kekayaan yang lebih besar dari yang aku tawarkan.”
__ADS_1
“Cukup, Dad! Aku hanya ingin bertanya apa karena Nala menolak tawaran itu, makannya Daddy menyuruh orang untuk menculik Nala?”
“Apa maksud kamu?” Rahang pria itu mengeras.
“Nala istriku dari tadi pagi setelah kedatangan Om Surya dia tidak kembali sampai sekarang, apa daddy yang sengaja menculik Nala untuk menjauhan dariku? “
“Aku tidak akan melakukan hal serendah itu. Mungkin saja istri kamu pergi dengan pria lain karena dia sebenarnya hanya menginginkan harta kamu karena tau kamu sudah tidak aku anggap sebagai anak lagi dia memutuskan
meninggalkan kamu.”
Akira seolah menahan amarahnya, dia menarik napasnya panjang, mencoba meredam amarahnya. “Daddy tidak kenal Nala. Dia bukan wanita yang mudah menyukai orang lain. Jangan bicara yang tidak-tidak tentang istriku
atau aku akan lupa jika daddy adalah orang tuaku.”
“Kamu mulai berani melawan daddy kamu? Kamu benar-benar hebat, Nak.”
“Dad, aku bukannya ingin melawan daddy, tapi aku hanya tidak suka Daddy menghina Nala. Sudah cukup penderitaan yang di alami oleh Nala. Dia wanita baik-baik dan dia sedang mengandung anakku, Dad. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan istri dan anakku.”
.
“Aku mohon jangan sakiti Nala dan kedua bayiku, Dad. Aku tidak masalah jika Daddy tidak mau mengakui aku dan Nala sebagai keluarga Danner, biar kan saja kami hidup bersama.”
Rhein yang baru datang dari California kaget melihat pemandangan di depannya. Kakaknya sedang berlutut di depan daddy dengan wajah kacau. “Ada apa ini sebenarnya?” Kedua alis tebal Rhein mengkerut.
Dia berjalan menuju daddy dan kakaknya. Addrian dan Akira seketika menoleh ke arah Rhein yang berdiri di sana. “Rhein, kamu sudah datang?”
“Ini ada apa? Kenapa kamu berlutut di depan daddy, Akira?”
“Aku sedang memohon pada daddy agar tidak menyakiti Nala dan calon bayiku. Aku tidak akan berani jika melawan Daddy dengan otot atau kemarahan.”
“Apa? Menyakiti Nala?” Rhein melihat ke arah daddynya yang masih menunjukkan wajah dinginnya.
__ADS_1
“Aku sudah bilang jika aku tidak akan melakukan hal serendah itu. Lebih baik kamu cari saja istri kamu seperti apa yang aku katakan tadi. Aku tidak ada hubungannya dengan hilangnya gadis miskin itu.”
Addrian masuk ke dalam kamar di mana Kei dirawat. Rhein berjongkok dan mengajak Akira untuk bangkit dari tempatnya. “Memangnya Nala kenapa?”
“Dia tadi pagi sampai sore ini belum pulang dari pasar di tempat tinggalnya yang sekarang.”
“Di perkampungan itu?” Akira mengangguk. “Lalu kenapa kamu malah menuduh daddy yang melakukan hal itu?”
Akira menceritakan semuanya tentang kedatangan Om Surya ke rumah Nala dan tidak lama Nala menghilang dan belum kembali sampai sekarang. “Akira, walaupun daddy tidak menyukai Nala, daddy tidak akan melakukan hal sekejam itu kecuali jika rekan atau saingan bisnisnya melakukan hal kotor padanya, dia akan melakukan hal yang membuat mereka jera.”
“Aku benar-benar tidak bisa berpikir. Di dalam mommy sedang tidak sehat dan sekarang Nala serta calon bayiku menghilang.” Akira duduk dengan frutasi.”
Rhein berpikiran sebentar. “Apa kamu tidak mencurigai siapa pun yang ada di perkampungan itu?”
“Aku curiga dengan Radit mantan bos Nala di cafe itu dan seorang wanita bernama Silvia yang sepertinya di kirim seseorang untuk membuat hubunganku dengan Nala menjadi retak.”
“Radit? Dia ada di sana?”
“Iya, dia ternyata teman SMA Seno dan dia membukan cafe di sana, jadi dia tinggal di sana. Atau jangan-jangan kamu? Kamu juga sangat mencintai Nala? Siapa tau kamu juga diam-diam masih menginginkan Nala.” Akira
melirik melihat pada Rhein.
“Kalau aku ingin merebut Nala dari kamu, aku tidak akan memakai cara licik seperti itu. Aku akan langsung saja terang-terangan secara gentle mengambilnya dari kamu. Namun, aku tau jika Nala hanya mencintai kamu,
dan aku tidak mau bersaing dengan kakakku sendiri.” Rhein berdiri dari tempatnya.
“Kamu mau ke mana?”
“Aku mau menemui, mommy dulu, aku sangat merindukannya dan saranku sebaiknya kamu mengawasi pria bernama Radit itu. Feelingku mengatakan jika dia monster yang sembunyi di dalam wajah culunnya.” Setelah mengatakan hal itu Rhein masuk ke dalam ruangan mommynya.
Di sebuah tempat yang tidak terawat, bahkan terkesan menyeramkan, seorang wanita sedang duduk dengan tubuh terikat di atas kursi kayu, mulut dan matanya di tutup oleh sapu tangan. “Lepaskan! Tolong lepaskan aku,” teriaknya yang sia-sia karena di sana terlihat dia sendirian.
__ADS_1