My Secret Love

My Secret Love
161


__ADS_3

Keesokkan hari nya, di kediaman orang tua Husna. Seperti pagi setiap hari nya. Aktivitas pagi itu tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja hari ini umi Balqis sibuk di dapur membuat makanan spesial untuk sang putri yang akan ujian sidang pukul sembilan nanti.


Husna yang tadi selepas sholat subuh turun untuk ikut membantu membuat sarapan hari ini langsung tidak di izinkan oleh umi Balqis. Dia ingin sang putri itu tidak melakukan pekerjaan di hari spesial nya ini. Dia memiliki keyakinan bahwa putri nya itu akan memperoleh nilai yang memuaskan di ujian sidang nya hari ini. Jadi anggap saja sarapan pagi ini sebagai bentuk perayaan. Walaupun nanti nya mereka pasti akan membuta perayaan yang meriah untuk sang putri. Putri tunggal mereka yang kini bahkan sudah memiliki pasangan sendiri. Tapi tetap saja Husna akan selalu jadi kesayangan bagi kedua nya mau sedewasa apapun sang putri.


Sementara Husna yang sudah di usir oleh umi nya itu pun kembali ke kamar nya. Dia pun memilih untuk mempelajari kembali dokumen skripsi nya dengan baik. Tapi di tengah-tengah kegiatan belajar nya itu tiba-tiba dia mengalami mual. Dia pun berlari menuju kamar mandi tapi tidak ada yang dia muntah kan.


Lima belas menit kemudian dia pun keluar dari kamar mandi sambil memijat pelipis nya hingga Azzam yang bertepatan masuk ke kamar mendadak khawatir melihat kondisi sang istri. Apalagi melihat wajah sang istri yang pucat. Azzam segera mendekati istri nya itu dan memapah nya.


"Mas, aku bisa sendiri." ucap Husna mencoba menolak di papah. Tapi Azzam tentu saja tidak akan menuruti nya karena dia sangat khawatir pada istri nya itu.


"Wajahmu pucat sayang. Apa yang kau rasakan?" tanya Azzam setelah Husna duduk di ranjang.


"Aku tadi hanya belajar mas. Tapi tiba-tiba saja aku merasa mual. Jadi aku ke kamar mandi tapi hanya air liur saja yang aku muntah kan." jelas Husna.

__ADS_1


Azzam yang mendengar penjelasan sang istri tiba-tiba saja dia merasa senang walaupun hal itu masih harus di pastikan.


"Sudah sejak kapan kamu mengalami nya sayang?" tanya Azzam lembut.


Husna yang mendengar pertanyaan suami nya itu pun menatap Azzam lalu sambil mengingat, "Seperti nya baru hari ini. Bukan kah kau juga tahu apa yang terjadi padaku, mas." ucap Husna lalu segera menggenggam tangan sang suami.


"Aku tahu apa yang saat ini ada dalam pikiranmu, mas. Aku juga berharap hal yang sama seperti dirimu. Memang benar juga aku sudah tidak mengalami menstruasi hampir dua bulan ini. Tapi menstruasiku juga memang tidak teratur mas. Aku bukan bermaksud membunuh harapanmu itu mas. Aku hanya tidak ingin kau terlalu berharap yang nanti nya akan mengecewakanmu jika tidak sesuai kenyataan." sambung Husna.


Azzam tersenyum mendengar ucapan istri nya itu.


Satu kecupan lembut mendarat di bibir Husna.


"Aku tahu sayang. Tidak masalah. Kita juga masih muda. Jadi masih punya waktu untuk itu." ucap Azzam.

__ADS_1


Husna yang mendengar ucapan sang suami tersenyum lalu merentangkan tangan nya meminta di peluk.


Azzam pun segera memeluk suami nya itu, "Mas, aku mau minta sesuatu." ucap Husna sambil tersenyum misterius.


Azzam pun melepaskan pelukan nya dan menatap sang istri, "Katakan!" ucap Azzam.


"Beri aku asupan pagi, mas. Aku menginginkan nya." ucap Husna.


"Ingin apa?" tanya Azzam tidak mengerti.


Husna pun merajuk, "Mas, apa kau sungguh tidak paham atau pura-pura tidak paham? Aku ingin menyita waktu pagimu hari ini. Bisakah kau sekali saja terlambat ke kampus hari ini. Temani aku! Aku--"


"Baiklah!" jawab Azzam cepat begitu memahami apa yang sang istri inginkan.

__ADS_1


Percaya lah bukan hanya Husna yang menginginkan nya tapi dia juga. Jadi tentu saja permintaan istri nya itu akan dia kabulkan. Tidak masalah terlambat sekali asal istri nya itu tidak ngambek.


Akhirnya terjadi lah percintaan panas antara suami istri itu pada pagi hari. Kedua nya menikmati nya dan saling memberi dan menerima satu sama lain. Mereka melakukan nya atas dasar cinta satu sama lain.


__ADS_2