Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Plan


__ADS_3

Diperusahaan Adomson Crop's Remigio sedang sibuk melihat layar tabletnya yang cukup besar dengan menampilkan tempat-tempat yang indah untuk melamar seorang wanita bahkan Remigio sudah memesan sebuah cincin berlian dengan edisi terbatas yang bertahta berlian indah untuk calon istrinya, tentu saja Leo dan James ikut andil dalam menyiapkan acara lamaran yang sangat romantis di atas kapal pesiar nanti


Remigio tersenyum kala melihat gaun berwarna merah menyala yang sangat cantik dan elegan untuk Valera gunakan bahkan ia sudah membayangkan betapa cantiknya Valera saat memakai gaun ini


ponsel Remigio berdering dengan nada yang sangat khusus dengan senyum lebar di wajahnya Remigio segera mengangkat panggilan itu


" Hallo sweatheart " ucap remigio lembut


" Remi persiapkan Leo untuk keberangkatannya ke Hongkong bersama ku " jelas Valera dan seketika Remigio mengerutkan dahinya


" mendadak ? " ucap remigio merasa kesal


" tidak Remi " singkat Valera lagi " apa kau ada waktu jika ada aku akan mampir ke perusahaan mu " ucap Valera lagi


" apapun untuk mu ! " ucap remigio lagi dan mereka mengakhirinya dengan perkataan manis


Remigio hanya tersenyum manis tapi detik kemudian senyumannya memudar kala mengingat perkataan calon istrinya yang segera menyiapkan keberangkatan Leo untuk pergi ke Hongkong


Valera sedang bersiap menuju perusahaan Remigio, raut wajahnya kali ini sangat berbeda entah apa yang terjadi tidak ada senyum manis yang terukir di sudut bibirnya


Valera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan para pengemudi lainnya sikap bar-bar timbul seketika


Lima puluh menit berlalu kini Valera sudah Sampai di perusahan sang kekasih, Valera berjalan dengan anggun bahkan sesekali ia tersenyum tipis jika para karyawan Remigio menyapa ramah dirinya


sedangkan Remigio kini sedang terlibat pembicaraan serius dengan James dan Leo, sesekali Remigio menghembuskan nafas nya secara kasar


" rasanya aku ingin mengurung calon istriku di sangkar emas milik ku " kesal Remigio dan kedua asistennya itu hanya diam dan saling melirik bahkan mereka tidak mengerti kemana jalur pembicaraan tuan nya itu " Leo persiapkan dirimu untuk pergi ke Hongkong bersama dengan calon istriku, aku ingin kau selalu memberi kabar kepadaku mengenai apa saja yang dilakukan oleh nya, " tegas Remigio dan Leo mengangguk setuju " aku merasa cemas saat dia berjauhan dengan ku " gumam Remigio dan mendesah frustasi


" tuan itulah resikonya jika tuan memiliki pasangan yang samanya berkuasa dengan anda " ucap Leo lagi dan Remigio langsung melirik dengan tatapan tajamnya dan Leo hanya menundukkan kepalanya


" ya kau benar Leo, bahkan saat aku mengenal tentang dirinya bahkan aku tak percaya jika dia pun seorang pemimpin bahkan bergelar lady.. Huhh.. itulah takdir hidupku, mengesankan bukan " ucap remigio dengan senyum tipisnya


James dan Leo hanya menganggukkan kepalanya saja, tanpa mau berbicara bahkan bertanya hal lain lagi


CEKLEK


ketiga pria itu terkejut akan suara pintu yang terbuka dan menampilkan sosok wanita yang sangat di kenalnya, senyum Remigio mengembang seketika dan Valera membalas dengan senyuman yang sangat manis


" ku lihat kalian sedang terlibat sebuah pembicaraan yang serius, apa aku mengganggu " tanya Valera yang duduk di samping Remigio hingga kini ia berhadapan dengan Leo dan James


" tidak sweatheart, aku tidak pernah merasa terganggu akan dirimu " ucap Remigio lembut kedua asisten itu hanya memalingkan wajahnya karena tidak ingin melihat adegan romantis yang membuat jiwanya teraduk-aduk


" kebetulan sekali ada kalian disini " ucap Valera dan menatap kedua asisten calon suaminya " Leo pasti kau sudah tau tentang keberangkatan kita ke Hongkong, kau tau aku tidak pernah mau kau ikut ! tapi calon suami ku ini bersikeras jika salah satu diantara kalian harus ikut dengan ku " ujar Valera dan Leo hanya mengangguk sedangkan jelas hanya diam dan mendengarkan penjelasan calon nonanya

__ADS_1


" saya mengerti nona " ucap sopan dan remaja Leo


" baiklah disini aku akan menejelaskan kepada kau Remigio alasan kepergian ku ke Hongkong adalah untuk menyelidiki lebih lanjut jajaran dan mafia yang di pimpin oleh Ben tanaphon serta untuk mencari tau tentang putrinya Yasmin, dan antek-anteknya yang lain" jelas Valera dengan menjeda dan Remigio hanya menatap serius wajah Valera " kemunginan akan memakan waktu yang cukup lama " ucap Valera dan langsung mendapatkan tatapan tajam Remigio


" apa maksud mu dengan waktu cukup lama ? '' ucap remigio dengan memicingkan matanya dan Valera hanya terkekeh kecil dan Remigio semakin kesal akan hal itu


" tenangkan dirimu Remi, ini adalah sebuah misi yang harus cepat aku selesaikan sebelum mereka berkembang biak dengan banyak " ucap Valera dengan nada yang tak biasa


" baiklah, jaga dirimu jika kau butuh bantuan beri tau aku " ucap remigio dan Valera hanya tersenyum, lalu Leo dan James segera mengundurkan dirinya untuk memberi ruang dan waktu pada pasangan kekasih yang sedang di mabuk cinta


Valera tersenyum manis setelah asisten Remigio keluar dari ruangan itu, Remigio segera mendekat ke arah Valera dan mencium pipi serta bibirnya lembut


" sweatheart, berjanjilah padaku setelah kau pulang dari misi mu kau tidak akan pernah pergi kemana pun setelah itu " ucap remigio dengan sorot mata yang sangat tajam dan Valera tentu saja bingung dengan perkataan Remigio


" memangnya kenapa ? '' polos Valera


" ada sesuatu untukmu,dan itu sangat penting untukku " ucap remigio lagi


" kau membuatku penasaran " gerutu Valera dan Remigio hanya terkekeh.


****


kelima wanita tangguh yang tak lain Balck woman kini mereka sedang berdiskusi di ruang yang tertutup setelah mendapat kabar jika Valera membutuhkan dua dari anggotanya untuk ikut misinya kali ini


" jadi siapa yang akan ikut misi kali ini " ucap C menatap keempat wanita yang sedang mengelilinginya


" Aku " ucap K lantang dan mantap " dan B " lanjut nya lagi seketika semua orang menatap B dengan tatapan yang tak bisa di artikan


" dengan senang hati " ucap B tanpa tersenyum tapi dalam hatinya ia sangat gembira karena akan ikut misi kali ini


" baiklah B dan K kalian akan ikut misi bersama dengan Valera kali ini, biar kami yang disini untuk memantau nya, Valera sudah menghubungiku jika besok kalian akan pergi menuju markas utama " jelas C lagi dan keempat wanita itu mengangguk mengerti " dan kalian jangan lupa selalu memberi kabar kepada kami jika terdesak, kami akan siap membantu nya " ucap C lagi B dan K mengangguk dengan sigap


Keesokan harinya Ada sebuah mobil asing memasuki pelataran dan kawasan Lamora para pasukan Phoenix yang berjaga dengan sigap membusungkan senjatanya ke arah target


seorang lelaki yang mereka kenal turun dari mobil itu, ya lelaki adalah P1, seketika pasukan yang lainnya segera menurunkan senjatanya. P2 berjalan dan masuk ke arah mansion ia ditugaskan oleh sang ratu untuk menjemput dua anggota Black woman


" P1 " seru A dari arah kejauhan


" ohh A haii.. long time no see " ramah P1 dan a hanya tersenyum saja " ayo kau pasti diperintahkan oleh Valera untuk menjemput " tebak A lagi


" benar " ucap mantap P1


kelima wanita itu sedang duduk dan minum sembari memakan sesuatu disana, mereka ingin tau sekilas tentang misi nya kali ini, karena perjalan mereka cukup jauh Hongkong !

__ADS_1


P1 yang mengetahui gerak gerik para wanita dihadapannya hanya diam tanpa berbicara sedangkan K menatap tajam P1


" jelaskan apa yang kau ketahui tentang misi ini " ucap K membuka suaranya


" tidak ada yang aku ketahui hanya saja nona Valera akan menyelidiki tentang mafia Hongkong yang di pimpin oleh Ben tanaphon " jelas P2 dan K hanya mengangguk saja


" baiklah bisa kita pergi saat ini juga " ucap P2 dengan tenang


" tunggu sebentar, aku harus menyiapkan senjata andalan ku " ucap B dan P1 hanya mengangguk


ya setelah kelima wanita tangguh itu menadapat kabar jika akan ada misi, malam harinya B dan K sudah menyiapkan alat serta barang-barang andalan mereka


satu jam berlalu kini mereka sudah siap untuk pergi menuju markas utama, B dan K pamit terlebih dahulu kepada ketiga temanya yang lain


" hati-hati dan good luck " ucap L lago B dan K mengangguk pasti


P1 sudah mengklakson mobilnya menandakan agar cepat masuk, sedangkan para wanita hanya berdesis sebal dengan sikap P1 dan akhirnya mereka masuk ke dalam mobil dan P1 segara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


" apa selama kalian disana, selalu menjalankan kan misi " tanya K


" Australia " ucap singkat P1 B dan K hanya saling melirik Australia mereka tahu jika Australia bukanlah kekuasaan Valera, dan apa barusan bilang, Australia ? B dan K tentu saja terkejut " memburu salah satu mafia yang sudah menculik ibu sang ratu " jelas P1 dan sontak kabar itu mengejutkan keduanya, pantas saja jika sudah begitu maka jalurnya sudah berbeda


empat jam berlalu kini mereka sudah sampai di halaman markas utama yang sangat luas, B dan K mengagumi bangunan ini terdapat beberapa anak buah king yang menjaga bangunan itu lengkap dengan senjata terkini nya


mereka berjalan dan memasuki bangunan itu, P1 membawa B dan K untuk duduk di kursi yang tersedia, Daniel yang kebetulan lewat hanya tersenyum dan menunduk sopan kepada para tamu yang berkunjung ke mansion itu B dan K tertegun seketika


" haii " ucap seorang wanita yang suaranya sudah tak siang lagi ! Valera ya siapa lagi B dan K menoleh ke arah sumber suara itu


" Vale " ucap B dan K yang berhamburan dan memeluk Valera dengan erat semua anak buah king tertegun begitupun dengan Dave dan Thomas pasalnya belum ada orang yang bersikap seperti itu kepada sang lady


" aish.. kalian ini ayo duduk " ucap Valera yang kesal dan menggerutu, B dan K pun ikut duduk begitu pun dengan Dave dan Thomas


" ngomong-ngomong rencana apa yang akan kita kerjakan dengan misi mu kali ini Vale " ucap K dengan datar bahkan Dave dan Thomas ikut terkejut dengan sikap wanita yang sedang berbicara itu, Valera tersenyum penuh arti sungguh orang-orang dalam jajarannya tidak mau berbasa-basi dan langsung pada intinya


" Hongkong ! kita akan mencari tahu Selak beluk tentang kepemimpinan yang di pimpin oleh nya begitupun dengan jajaran nya serta aset-aset miliknya " ucap Valera santai lalu ia melihat menatap wajah yang sama terkejutnya " kau tau K Ben tanaphon itu sangat licik dan ternyata ia pun mengenal Aldebaran, bahkan Raymond sempat membuat onar dan menyerang markas ku dengan tingkah nya yang bodoh " ucap Valera kesal


" lalu dimana dia ? " tanya Bidan lagi


" mati ! " singkat Valera B dan K tertegun seketika


" baiklah, jadi misi kita kali ini untuk mencari tau tentang mereka sedetail nya begitu ? boleh aku tebak ? kau pasti memikirkan sesuatu tentang dirinya, dimana kau takut jika antek-antek Ben menyerang orang yang kau sayangi seperti keluargamu " ucap K santai sontak Dave dan Thomas menatap satu sama lain dan Valera hanya menatap datar kepada K


" betul itulah salah satunya, aku tidak ingin permasalahan ku melukai keluarga dan jajaran ku, oleh karena itu aku harus menumpas semua parasit yang akan mengganggu masa depanku " ucap Valera datar K dan B mengangguk paham " aku yakin pasti mereka sudah tau atas hilang nya Ben selama beberapa bulan ini, tidak menutup kemungkinan mereka sudah menjelankan aksinya untuk mencari tua Bangka itu " sinis Valera lagi B dan K hanya diam mendengarkan, Ben tanaphon orang yang sangat rumit dan licik bahkan ia mengkambing hitamkan ayah dari Diego sehingga tangan Valera lah yang harus membunuh nya saat itu membuat Diego marah tanpa alasan yang jelas

__ADS_1


Valera diam dan menatap ke arah lain, ia bertekad untuk bisa menyelesaikan masalah lama yang belum sempat ia rampungi sebelum Masalah lainnya berdatangan silih berganti


__ADS_2