
Robbin mengerjap-ngerjapkan matanya secara perlahan, ia bisa mengenali ini adalah ruangan yang asing badannya terasa sakit dan ngilu bahkan ia bisa merasakan badannya terasa sedikit kaku
" AGHHH sial ! aku benci dengan keadaan seperti ini " umpat Robbin yang berusaha untuk duduk dan menyandarkan punggungnya ke sandaran ranjang yang berukuran sempit
tak lama pintu ruangan itu terbuka dan munculah lah sesosok lelaki dengan membawa nampan berisi makan dan minum Robbin mengkerutkan dahinya dan memicingkan matanya
sial ! mereka melakukan ku seperti pengemis. batin Robin lagi
" makanlah " seru lelaki itu yang tak lain anak buah king ia menatap tajam pada Robbin yang sedang menatap makanannya lekat-lekat " tidak perlu mengeluh nikmati saja waktu mu kau beruntung nona ku masih memberi mu ranjang itu dan makan harian mu selama kau disini " ucap anak buah king dengan tegas
" aku tak Sudi ! " pekik Robbin geram
" cihh.. masih saja angkuh ! " ucap anak buah king lalu berlalu pergi dan mengunci lagi pintu ruangan itu
sedangkan Robbin semakin geram dan mengumpat sumpah serapah untuk Valera dan jajarannya, bahkan ia tak Sudi menyentuh makanan yang menurutnya saperti sampah
Zizi tersenyum miring kala melihat pergerakan Robbin melalui CCTV yang terselip rapi di sudut ruangan yang ditempati Robbin saat ini
bahkan Zizi merasa jengah karena sikap angkuh Robbin itu.
" awasi dia dan pastikan ia makan makanannya dengan benar ! aku tak mau melihat mayat ditempat ini " ucap Zizi tegas dan anak buah king mengangguk pasti lalu Zizi keluar dari ruangan itu dan menghubungi seseorang untuk menanyakan apakah kapal yang akan mengangkut Robbin sudah siap
****
" apa ini benar gold mansion yang anda maksud nona ? " tanya Thomas dengan lugu karena sungguh bangunan yang berada dihadapannya ini sangat luas dan megah bahkan lebih dua kali lipat dari markas utama
" hmm, bagaimana menurutmu ? " tanya Valera
" luar biasa nona " ucap Thomas antusias dan Dave hanya diam sembari memperhatikan bangunan setempat yang persis seperti istana
mereka mulai memasuki area dalam, Dave dan Thomas dibuat tertegun karena mereka disambut oleh kemewahan yang ada disana lampu kristal yang sungguh berukuran fantastis dengan bertingkat tiga dan ukirannya pun sungguh-sungguh unik
para pajangan yang rapi dan entestik sungguh-sungguh memanjakan mata bagi setiap yang melihatnya
" wah nona ini seperti istana " ucap Thomas lagi dan Valera hanya tersenyum lalu ia mendudukkan diri nya di sofa mewah berwana gold
" duduklah " ucap Valera kepada Thomas dan Dave " bagiamana tanggapan kalian tentang gold mansion milik ku ? " ucap Valera
" sempurna ! tapi nona untuk apa anda tinggal terpisah dengan nyonya Sofhia dan tuan ramius " ucap Dave dengan sopan
" aku hanya ingin hidup mandiri saja, sekaligus mencoba untuk berbisnis mengenai proferty, " ucap santai Valera " aku juga akan membawa George dan Daniel untuk tinggal disini Asnee dan tentu saja Riley pun akan diikut sertakan " ucap Valera
Dave dan Thomas hanya mengangguk saja tanpa mau berkomentar
" kalian akan tetap tinggal di markas ! disana para anak buah king butuh kalian aku harap kalian bisa menjaga markas itu dengan baik, anggap saja seperti rumah kalian " ucap Valera dengan ramah
" terimakasih nona " ucap Dave dan Thomas serempak dan Valera hanya mengangguk pelan lalu pandangannya mulai mengedarkan ke arah balkon dimana pemandangan di luar sana sungguh indah dan menyejukkan sesaat dirinya teringat akan Remigio
Valera mencoba tetap tenang walaupun satu hari ini Remigio tidak memberi kabar apapun kepadanya, Valera yakin bahwa Remigio bisa mengatasi segalanya sampai tuntas
" Dave bagaimana dengan rumah peninggalan Macky ? apa sudah dibersihkan ? " ucap Valera lagi
__ADS_1
" Sudah nona ? rumah itu sudah lebih layak dan tampak lebih baik nona " ucap Dave cepat
" baguslah ! hmm Thomas apa kau berminat untuk tinggal di rumah itu " ucap Valera menatap Thomas tapi Thomas hanya menundukkan kepalanya
" aku tidak tau nona ! tapi aku rasa lebih baik aku tinggal di markas saja " ucap Thomas pelan dan Valera mengerti akan perasaan Thomas saat ini bahkan Dave pun ikut menunduk
" hmm baiklah jika itu mau mu, tapi jika suatu saat nanti kau menikah aku harap keluarga kecil kalian akan tinggal disana, dan tidak mungkin kau menyuruh istrimu untuk tetap tinggal di markas " ucap tegas Valera
" baik nona ! " ucap Thomas lagi
" hmm lalu kau Dave apa kau sudah menemukan seorang wanita hmm.. seperti tambatan hati mu " ucap Valera tersenyum kecil tapi Dave langsung menggeleng cepat dan Valera langsung tertawa keras dimana ekspresi Dave sungguh lucu
" tidak nona ! belum saat nya " ucap Dave lagi
" baiklah, terserah padamu saja tapi jangan terlalu kaku terhadap seorang wanita " saran Valera dan Dave hanya mengangguk saja tak lama ponsel Valera berdering dam vakera segera mengangkat sambungan itu tanpa basa basi
raut wajah Valera berubah menjadi merah padam Thomas dan Dave yang melihat itu mendadak bingunhmg seketika
sesaat valera memijit-mijit pelipisnya yang sedikit berdenyut itu
" ayo, seseorang harus ku selesaikan " ucap valera tegas Dave dan Thomas dengan sigap langsung berdiri dan mengikuti langkah nonanya dari belakang
seseorang yang menghubungi Valera tadi adalah pengawal bayangan Asnee dan George dan mereka mengatakan Asnee dalam Masalah tentu saja valera terkejut akan berita itu
hingga valera sampai di gedung bertingkat entah siapa pemiliknya, Dave dan Thomas masih bingung dengan keadaan sekitar alhasil mereka mengikuti langkah nonanya
ternyata hanya sebuah perusahaan kecil tapi apa hubungan nya dengan Asnee dan George valera memasang wajah datar tanpa ekspresi
" apakah tuan mu berada di ruangannya ? " tanya Valera datar seketika wanita itu terdiam
" katakan Valera Harson ingin bertemu ! " tegas Valera dan seketika wanita itu mematung di tempat dan mencerna ucapan Valera kalau detik kemudian ia menelpon lantai teratas
" silahkan nona " ucap wanita itu lagi dan Valera segera menaiki lift bersama dengan Dave dan Thomas
" nona ada apa kita kemari ? " ucap Dave
" menyelesaikan masalah ! " ucap singkat Valera dan Dave hanya diam saja pasalnya ia tak mengerti masalah apa hingga berhubungan dengan perusahaan kecil seperti ini
BRAKKKKKK
Valera membuka pintu ruangan pemilik bangunan ini dengan kasar, tentu saja sikap Valera membuat orang terkejut
" aku tidak ingin berbasa-basi ! apa maksudmu menyekap putraku berserta seorang pria dewasa " tegas Valera tapi pria paruh baya itu bingung
" apa maksud mu ? siapa yang kau maksud ? " bingung nya lagi lalu Valera menyodorkan potret George dan Asnee tapi detik kemudian ia tertawa
" tidak ada hanya memberikan pelajaran kepada mereka karena pria ini telah melukai putriku " ucap nya lagi
" begitukah ? jadi kau ingin bermain-main dengan ku ! aku bisa saja menghancurkan perusahaan mu ini dalam sekejap mata jika kau mau dan menantang ku ! karena aku tidak suka berbasa-basi " tegas Valera membuat pria paruh baya itu menegang seketika
" apa yang kau mau ? " ucap pria itu lagi
__ADS_1
" bebaskan mereka ! aku tau kau menyewa sekolompok berandalan untuk menghadang orang ku " ucap Valera dan lagi-lagi pria paruh baya itu terkejut tak lama muncul lah sesosok wanita berpakaian yang begitu menjijikan Valera menatap tajam kepada wanita itu
" Daddy apakah kau sudah menyuruh mereka untuk membawa pria itu " tanya lagi dan pria paruh baya itu menatap tajam putrinya " kenapa ? " bingung wanita itu lagi
cihh.. jika tidak mampu melawanku maka jangan pernah mencoba mencari masalah dengan ku ! untuk saat ini aku akan berperan sebagai Valera harson bukan seorang wanita yang bergelar lady . batin Valera
" Pretty diamlah ! " ucap lelaki paruh baya itu lagi
Valera terseyum sinis melitus pretty yang kebingungan tak lama ponsel Valera bergetar dan menandakan sebuah notifikasi ternyata para pengawal bayangan itu sudah berhasil melepaskan Asnee dan George dari cengkeraman sekelompok berandalan Valera tersenyum miring, lalu Valera mengirimkan sesuatu pesan kepada mereka
" jadi nona apa yang sudah orang ku lakukan terhadapmu ? " tanya Valera santai dan elegan
" siapa ? " ucap Pretty lagi lalu Valera menyodorkan sebuah photo di ponselnya itu
" dia " ucap pretty lagi " memangnya kau siapa ? " tanya angkuh Pretty kepada Valera
" kau tidak perlu tau siapa aku, tapi kau ! " tunjuk Valera dengan elegan dan sedikit angkuh " berurusan dengan orang yang salah " jelas Valera dengan suara tertahan
Pretty terkekeh dan bersikap seolah ia tak takut dengan keadaan bahkan ayahnya hanya bisa diam melihat perdebatan yang terjadi, tak lama dua orang pria masuk dan langsung menunduk hormat kepada Valera dan muncul lah George dan Asnee disana membuat Pretty dan ayahnya membelalak matanya seketika
" nona " ucap Asnee sopan dan Valera mengangguk samar dan disitu George menatap Pretty dengan sangat tajam
" bagaimana bisa " cicit Pretty lagi tapi kini giliran Valera yang tersenyum mengejek
" Asnee jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi hingga kau berurusan dengan mereka " tegas Valera dan seketika Asnee menceritakan kejadian sesungguhnya dan Valera masih berusaha tenang
Pretty dan ayahnya diam mematung mendengar penjelasan Asnee dimana Pretty lah yang bersikap kurang ajar
" lalu ! dengan itu kau tidak terima ? " ucap Valera menatap tajam Pretty " wanita tak tau malu " sinis Valera lagi
" kau ! " tunjuk Pretty kepada Valera " lancang ! " pekik nya lagi
" jagalah sikap anda nona ! " tegas Dave degan sorot mata uang sangat tajam
" Dave ! hancurkan perusahan ini sampai tak tersisa " ucap valera tegas
" seperti yang anda inginkan nona " ucap Dave lagi pria paruh baya itu dibuat kalang kabut karena sebuah ancaman yang Valera lontarkan ia memohon kepada valera tapi Valera acuh dan menuntun George meninggalkan tempat sampah itu, pria paruh baya itu mengerang frustasi bahkan ia menatap putrinya tajam
****
Zizi telah mendapat kabar jika kapal di bawah naungan milik king sudah siap berlayar dengan gagah Zizi tersenyum senang mendengarkan nya ia pun segera memberitahukan kabar ini kepada Valera dan tentu saja Valera menyuruhnya untuk bertemu pada esok pagi sebelum mereka berangkat ke Amerika dengan para penyusup itu
Zizi melangkahkan kakinya ketempat dimana Robbin berada sedangkan para anak buah ROLADEX sudah ditangani oleh anak buah king yang bertugas ternyata pada saat penyergapan terjadi sedikit drama dimana anak buah ROLADEX memberontak dan melukai beberapa anak buah king yang bertugas alhasil Zizi sendiri yang memberi pukulan telak kepada mereka yang berani memberontak tidak karuan
CEKLEK
Zizi membuka pintu itu dengan gaya santainya dan Robbin yang melihat itu seketika Menato tajam kearah Zizi
" heii ada apa dengan tatapan mu ? " ucap Zizi dengan terkekeh " awas nanti kau bisa terkena penyakit mata " ucap Zizi sinis
" cihh.. dasar wanita gila ! " ketus Robbin terhadap Zizi tapi Zizi justru tersenyum manis
__ADS_1
" Robbin Hallerand ! seorang pria tampan rupawan yang haus akan pujian seorang wanita dan seorang pengusaha yang cukup diperhitungkan " ucap Zizi santai lalu duduk tak jauh dari Robbin " seorang mafioso baru ? benar begitu ? tapi sangat disayangkan kau terlalu berambisi untuk menjadi seorang pria yang kuat ! aku tak tau apa permasalahan mu dengan kekasih dari nona ku ! tapi yang aku tau kau mempunyai suatu masalah dimasa lalu " terang Zizi dengan santai dan menatap Robbin dengan datar " kau adik dari Edrall Hallerand " lantang Zizi membuat Robbin terbelalak lebar jantungnya berdegup kencang bagaimana wanita dihadapannya ini mengetahui identitas dirinya berserta sang Kakak Edrall
Zizi tersenyum miring kala melihat ekspresi Robbin yang sungguh lucu, jangan pernah meremehkan kemampuan dari seorang wanita termasuk Zizi ia seorang wanita yang penuh akan kejutan bahkan Valera sendiri tak pernah mengetahui jalan fikiran dari wanita yang berasal dari Italia itu.