Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
scared !


__ADS_3

terlihat suasana di sekitar area Mansion Marcell Harson terlihat sangat berantakan barang-barang banyak yang berserakan dan pecah Gucci-gucci pajangan bernilai miliaran rupiah sudah tak berbentuk lagi karena mereka menghancurkan nya tanpa perasaan


valera berjalan sedikit cepat dengan nafas yang begitu menderu terlihat begitu marah kedua tangannya menggenggam senjata api dengan peluru yang banyak, itu adalah senjata kesayangan sang lady dengan kapasitas peluru seratus butir peluru dan lima peluru yang mirip seperti bom diakhirnya


tidak ada yang mengetahui jika mansion Marcell Harson memiliki ruang bawah tanah atau pintu darurat menuju sebuah ruangan yang paling aman dan tak akan terjangkau oleh pihak musuh


PRANGGG


nafas Valera semakin menderu karena mereka bertindak lebih dari pemikiran Valera, bahkan photo mendiang kakeknya sengaja diinjak-injak


" AGHHH selamat datang di neraka " teriak lantang Valera dengan mata yang mengkilat merah menahan amarah yang siap ia tunjukan pada lawannya, semua orang mendadak terdiam karena kedatangan Valera yang tiba-tiba


DODODODOR


valera menembak mereka dengan gerakan yang cepat dan bergulung.


DODODODOR !! DODODORDODODOR !!


valera tak memberi jeda pada bidikannya ia bagaikan secepat angin menyapu apa saja yang ada dihadapannya.


AGHHH


terkadang Valera menembak mereka tepat di dahinya sehingga darah memuncrat begitu saja dengan indahnya


Zizi dan lainnya dibuat terperangah karena aksi sang lady yang melawan banyaknya anak buah Frazzes, bahkan Deon sampai tak berkedip dibuatnya


" cepat bantu, " pekik Zizi menatap semua orang yang hanya diam mematung di belakangnya, seakan mendapatkan kesadarannya kembali mereka segera membagi tugas untuk membantu sang lady melumpuhkan pihak musuh


Zizi mengubah layar monitor ke arah luar mansion untuk melihat apakah ini sebuah jebakan semata atau bukan, bahkan Zizi mencoba memblokir sinyal pihak musuh yang berkedip di wilayah mansion


" shitt !! mereka membuat pekerjaan ku semakin sulit saja " pekik Zizi marah-marah dihadapan layar monitor yang tangan nya dengan lincah mengotak-atik sesuatu disana


pasukan banyangan milik Valera menyerang pihak musuh dibagian belakang mansion, Emil awalnya ingin bergabung dengan sang lady akan tetapi pendengarannya menangkap suara-suara keributan dibelakang mansion alhasil Emil dan lainnya mengurus para pengganggu itu


valera kian memburu kala melihat photo Marcell Harson yang rusak itu dan tergelatak kotor dilantai akal sehatnya tak lagi berfungsi seketika senjata yang digenggam di tangan kirinya berubah menjadi sebuah katana pada saat itu Zizi dan dua pasukan khususnya datang tepat waktu saat sang lady mulai terkepung dan Zizi merasakan aura panas disekitar ruangan itu


TAP


TAP


TAP


valera berlari bagaikan angin membuat Zizi tersadar dari lamunannya


KRASSSS


dua kepala terpisah dengan bebas dari tubuh nya hanya dengan satu kali tebasan


BRAKKKKKK


valera menendang sebuah meja disana dan tepat mengenai salah satu dari mereka,


" AGHHH sialan " pekiknya lagi mengumpat Valera kala meja itu membentur tulang bokongnya dan Valera berjalan dengan cepat kearahnya membuat lelaki itu terkejut bukan main


KRASSSS


CRATTT


darah segar memuncrat begitu saja dari tubuh lelaki itu yang kepalanya sudah terpisah dengan sempurna


DODODORDODODOR !! DODODORDODODOR


saat bersamaan Zizi menembak anak buah Frazzes yang hendak menebak kearah nonanya, dengan cepat Zizi beraksi sebelum peluru itu menembus tubuh sang nona


valera menatap tajam kepada beberapa orang yang tersisa, mereka seketika gemetaran dan gugup tak menentu saat melihat sebuah katana sudah dilumuri oleh darah segar disana


" hahahaha takut ? pengecut ! aku akan mengirim kalian bertemu dengan raja neraka " sadis Valera marah dengan emosinya yang tak tertahankan lagi


TAP

__ADS_1


TAP


TAP


DORR !!


" nona " pekik Zizi terkejut saat seseorang entah dari mana berhasil melukai tubuh sang nona, darah segar keluar dari bagian perut sang nona, akan tetapi Valera tak peduli ia hanya menampilkan senyum misteriusnya


SRAKKKK


valera menyobek kasar kain gorden di mansion kakeknya itu lalu ia melilitkannya ditubuh yang terluka, sedangkan orang yang menembak Valera Sudah tergelatak tak bernyawa karena pasukan khusus yang menembaknya tepat dibagian kepala,Zizi segera berlari menghampiri sang nona


" nona kau tidak apa-apa, kau terluka " panik Zizi dan Valera hanya menautkan alisnya itu


" minggir lah Zizi ini hanya sebuah peluru dan aku tak akan mati karena nya " desis Valera tajam dan Zizi mengangguk lega lalu ia melangkah mundur dan menyelesaikan tugasnya untuk melumpuhkan musuh yang lainnya


KRASSSS


DODODODOR !!


valera menggelap kepada anak buah Frazzes kali ini ia tak memberi ampun dan kematian adalah jalan terbaik, diluar sana para pasukan khusus melakukan hal yang sama dimana musuh semakin bertambah membuat mereka heran bukan main


akan tetapi pasukan khusus masih bisa menanganinya dengan baik, mereka memberikan bom sebagai ucapan selamat datang


DUARRRR


BLUMMM


DUARRRR


lagi-lagi ledakan terdengar sangat dahsyat sampai terdengar kedalam bahkan Valera dan Zizi pun ikut mendengarnya


valera dan Zizi mengatur nafasnya agar lebih baik, mereka semua tewas dengan sangat mengenaskan dan mengerikan bahkan bau amis mulai tercium sangat pekat


di luar keadaan sudah sangat kacau dan tak terkendali bahkan sangat-sangat luar biasa kacau


saat Valera dan Zizi turun dan menuju luar mansion lagi-lagi mereka dikejutkan oleh dua wanita asing yang datang tiba-tiba dengan menampilkan senyum mengejek Valera dan Zizi sama-sama menampilkan wajah datarnya tanpa ekspresi


" siapa kalian, berani sekali masuk dengan lancang " ucap Valera santai


" tidak perlu berbasa-basi sekarang ikutlah dengan kami jika tidak maka jangan salah kan aku jika memakai cara kekerasan " ucap salah satu dari mereka yang berambut pendek Valera tertawa seketika mendengarnya, sungguh menggelikan dan Zizi hanya tersenyum sinis sungguh dua wanita yang berada di hadapannya ini sangat lucu apa mereka ingin menguji kesabaran Valera dan Zizi ?


GREPPP


wanita berambut pendek itu dengan lancang menyentuh dan mencengkram erat tangan Valera akan tetapi Valera diam saja tak lama suara gebrakan terdengar sangat keras


BRAKKKKKK


AGHHH


valera memutar tangan wanita itu dan menendang punggung wanita itu dengan kuat hingga ia membentur dinding di hadapannya


" berani nya kau !! " teriak wanita berambut pendek dan seketika Zizi memukul perut wanita itu hingga merintih kesakitan


" cihh.. lemah " ejek Zizi dan Valera hanya tersenyum saja kedua wanita yang masih meringis kesakitan itu tak bisa menyembunyikan raut kemarahannya dengan mereka berdua bangkit dan langsung menghajar Valera dan Zizi akan tetapi kedua wanita itu salah memprediksi sesuatu Valera dan Zizi tampak menguasai berbagai ilmu beladiri dan terbukti mereka lolos dari serangan maut yang kedua wanita asing itu lakukan


valera yang sudah bercucuran keringat semakin bertambah semangat kala melihat lawannya masih bersemangat dan masih bisa untuk melawannya, Zizi wanita itu entahlah ia bagaikan wanita yang tak bisa disentuh oleh siapapun


BUGHHHHHH


BRAKKKKKK


Zizi mengakhiri gerakan nya dengan menyerang telak tubuh wanita berambut pendek itu hingga ia tersungkur dan membentur dinding, Valera seakan masih fokus dengan lawannya ia tak peduli dengan keadaan sekitar yang ia inginkan hanya lah kematian para lawannya


BUGHHHHHH


KRAKKKK


KRASSSS

__ADS_1


wanita berambut pendek membulatkan matanya saat Valera menebas habis kepala wanita berambut panjang, sesaat Valera memberikan senyum tipisnya dan ia menatap tajam kepada wanita berambut pendek sedangkan Zizi hanya acuh saja baginya pemandangan mengerikan itu memang seharusnya terjadi dan Zizi hanya memberikan senyum tipisnya saja sungguh baik Valera maupun Zizi sama-sama tidak takut dengan apa yang terjadi di masa mendatang


" K...kauu a...apa yang kau lakukan " gugup wanita pendek dengan tubuh yang gemetaran melihat kawannya sudah tak bernyawa dan tewas dengan mengerikan


" menurutmu ? apa aku harus menjelaskannya ? hmmm.... ya ya baiklah dengar ini baik-baik " ucap Valera tersenyum manis " aku menebas kepala nya dengan ini " ucap Valera polos dengan sebuah katana yang berada di genggamannya itu dan wanita itu semakin gugup kala Valera berjalan semakin mendekat kearahnya " mau apa kau ? " bentak wanita itu kasar


" aku ingin melihat darah segar mu " ucap Valera tanpa dosa dan Zizi terkekeh kemudian


" menjauh lah atau aku akan membunuhmu ! " ancam wanita dan Valera tertawa kemudian begitupun dengan Zizi


" Zizi aku berikan ia padamu ! huhh .. luka ini sedikit membuat ku kelelahan " keluh Valera dan Zizi mengerutkan dahinya seketika


" kau tidak apa-apa nona ? " tanya Zizi memastikan kondisi nonanya dan Valera menggeleng dengan cepat


" urus lah dia, " ucap Valera sembari melemparkan katana miliknya dan Zizi menangkapnya dengan sempurna


" ohh terimakasih " ucap Zizi menyunggingkan senyumnya wanita pendek itu menatap tak percaya dengan Zizi dan Valera


" mari bermain " ucap Zizi dengan suara lembutnya


seketika kedua wanita itu saling menyerang dan saling beradu kekuatannya wanita itu menarik sebuah belati di balik pinggangnya dan kini mereka sama-sama bersenjata dengan baik


sedangkan Valera ia memilih melihat keadaan melalui balkon dan valera tampak terkejut jika diluar sudah menjadi lautan manusia yang tewas dengan mengenaskan


tak lama dari sana terdapat beberapa helikopter mengudara dengan gagah Valera memicingkan matanya seketika,akan tetapi para helikopter itu mengelilingi mansion dengan gerakan beruntun


apa lagi ini. batin Valera kesal


AGHHH


teriakan mengejutkan itu membuat Valera menoleh seketika rupanya Zizi sengaja memotong tangan wanita berambut pendek itu dan ia sedang meringis kesakitan bahkan wajahnya memerah seketika Zizi tertawa terbahak-bahak jiwa psikopatnya seakan muncul tiba-tiba dan Valera bisa melihat itu dari cara Zizi melumpuhkan musuhnya


JLEBBB


AGHHH


Zizi menusukkan katana itu tepat di jantung lawannya nafas wanita asing itu terdengar tak beraturan dan terkesan tersengal butir air mata terlihat di pelupuk matanya yang siap tumpah di pipi memerah itu


" bagaimana hmm ? sakit ! tentu saja sakit rasanya, itulah balasan kami kepada para musuh yang lancang " desis Zizi sembari menekan kuat katana itu hingga wanita itu melebarkan matanya seketika dan detik kemudian wanita itu tewas dengan mengenaskan


" done " ucap Zizi enteng


" selesai ? hmm baiklah kita segera keluar " ucap valera yang sedari tadi melihat aksi Zizi yang mengerikan itu, Zizi mengangguk tipis lalu memberikan kembali katana milik nonanya


" hmm aku suka senjata itu " kekeh Zizi dan Valera tersenyum tipis


suara helikopter itu semakin mendekat dan semakin riuh baik Zizi maupun Valera hanya saling pandang lalu mereka berjalan dengan cepat dan bergabung dengan pasukan lainnya


sesampainya disana semua pasukan milik sang lady menyiagakan senjatanya dan menodongkan arah senjata kepada orang-orang yang baru saja turun dari helikopter berwarna putih itu


valera berjalan dengan santai walaupun rasa sakit mulai menjalar di area perutnya itu, Zizi segera berjalan disamping Valera karena ia mengkhawatirkan kondisi sang lady yang terkena tembakan peluru


" dengan nona Valera " ucap salah satu dari mereka dan Valera memicingkan matanya seketika


" pergi atau peluruku akan bersarang di tubuh mu " ucap bengis Valera


" maaf anda jangan salah paham terlebih dahulu nona, kami salah satu anak buah milik mendiang tuan Marcell maaf jika kedatangan kami sangat tiba-tiba karena kami melihat tanda bahaya disekitar mansion milik mendiang Marcell Harson setelah kami selidiki ternyata memang benar adanya, terlebih tuan Jiro mengatakan jika cucu perempuan dari tuan Marcell sedang berada di Rusia " jelas salah satunya dan Valera diam saja menyimak perkataan dari orang asing itu


" jangan membual " ucap Zizi geram


" maaf kami tak berbohong, di Rusia mendiang tuan Marcell terdapat satu markas yang tersembunyi kami sengaja menyembunyikan diri karena kejaran seseorang " jelas nya lagi akan tetapi Valera terlihat acuh dan wajah nya sudah sedikit pucat karena banyaknya darah yang keluar itu


" lalu, " ucap lirih Valera lagi, dan semua orang melihat perubahan Valera bahkan wajah pucat nya sudah terlihat, saat orang-orang yang mengaku pasukan milik Marcell itu hendak berbicara dan menjelaskan lebih lanjut seketika Valera pingsan tak sadarkan diri dengan cepat Zizi menopang tubuh sang lady


" nona " pekik semua orang kala melihat Valera tumbang tak sadarkan diri


" cepat bantu aku " pekik Zizi


" cepat bawa nona Valera menuju helikopter kami, dia harus segera ditangani " ucap salah satu terlihat panik akan tetapi Zizi tak mengijinkan mereka membawa Valera pergi setelah berbincang cukup lama akhirnya mereka pergi dan membawa Valera menuju markas karena disana terdapat dokter pribadi dan itupun Zizi Emil serta Deon harus ikut serta dan mereka pun mengijinkannya

__ADS_1


sebagian dari mereka memilih tinggal, dan masuk menuju pintu darurat seperti yang Emil perintahkan sebelumya dan mereka mengangguk paham


helikopter-helikopter itu mulai mengudara dengan gagah satu persatu dan meninggalkan area mansion dengan segera


__ADS_2