Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
mencarimu !


__ADS_3

matahari tampak bersinar sangat cerah, pagi-pagi sekali aroma yang menjadi candu untuk Remigio seakan menggelitik Indra penciumannya, ya Valera baru saja selesai membersihkan tubuh serta rambutnya Remigio tampak mengerjap-ngerjapkan matanya secara perlahan ia tersenyum saat melihat wanita yang dicintainya sedang duduk bercermin


" good morning " ucap Remigio mesra dan Valera hanya tersenyum tipis melihat nya " kau wangi sekali " ucap remigio lagi dengan mencium aroma rambut Valera


" bersihkan tubuhmu Remi, setelah itu kita sarapan " ucap Valera dan Remigio mengangguk patuh lalu ia mengecup kilas pucuk kepala Valera dengan lembut


valera yang melihat itu hanya bisa tersenyum karena ia selalu mendapatkan perhatian-perhatian kecil dan perlakuan manis dari seorang Remigio


" uhh luka ini, sungguh membuatku kesal " gerutu Valera meringis tertahan saat beberapa serangkaian perawatan pada lukanya ia lakukan, Valera mengetahui jika peluru yang bersarang di tubuhnya telah dibaluri racun yang cukup mematikan akan tetapi Valera merasa beruntung karena mendapatkan penanganan yang baik dari Anetta serta menawannya disana


setelah selesai Valera memilih sebuah dress sederhana berwarna merah muda yang terkesan ceria bahkan Valera tampak seperti gadis belia, tiga puluh menit berlalu akhirnya Remigio keluar dari kamar mandi Valera tampak tersenyum kala melihat pakaian Remi yang cukup sportif Valera sangat suka akan hal itu


" darah " gumam Remigio saat melihat sebuah kapas dan beberapa obat lainnya yang tergeletak bebas di meja rias " sweatheart ? " ucap Remigio menatap Valera meminta penjelasan " bolehkan aku melihat luka mu ? " tanya Remigio dengan nada yang tak bisa dibantah


" Remi ini hanya luka kecil " ucap Valera akan tetapi Remigio kekeh dengan ucapannya yang ingin melihat luka yang dialami oleh Valera dan pada akhirnya Valera patuh dan memperlihatkan luka pada bagian perutnya hingga Remigio terbelalak akan hal itu


" kau bilang ini luka kecil " ucap Remigio marah dan Valera diam saja " sweatheart, " ucap Remigio lagi


" tidak terjadi apa-apa Remi, ini pun sudah mengering, dan ayo kita sarapan " ucap Valera lagi akan tetapi ia terus menatap luka itu seakan sedang mengulitinya


" aku akan membawa mu kepada salah satu temanku yang ahli menghilangkan bekas luka tembak ini " tegas Remigio dan Valera mengangguk patuh, setelah itu baru mereka turun dan melakukan sarapan bersama


di meja makan Zizi dan lainnya sudah menunggu membuat Valera sedikit tak enak hati, karena keterlambatan nya para jajarannya yang setia menunggu nya hanya untuk sekedar sarapan


" selamat pagi nona, tuan " ucap mereka serempak, Remigio tampak mengangguk dan tersenyum tipis sedangkan Valera membalas ucapan selamat pagi itu


di meja tampak makanan yang menggugah selera, Valera tampak lahap dengan hidangannya begitupun dengan yang lain nya bahkan Valera sudah menghabiskan satu gelas hot Chocholate dan Remigio tersenyum geli karena ulah kekasihnya itu


setelah selesai dengan sarapannya Valera berhadapan kembali dengan layar laptop miliknya dan Zizi mendampingi sang nona tepat dihadapannya sedangkan Remigio duduk disamping Valera


" Aku akan pergi menuju lokasi ini " ucap Valera tiba-tiba dan Zizi melotot kan matanya seketika


" nona, tapi luka mu " cegah Zizi dan Valera menatap tajam kepada Zizi


" aku tidak apa-apa Zizi ! dan aku tidak mungkin lemah hanya dengan satu buah peluru kau berlebihan " ucap Valera kesal dan Zizi hanya diam saja


" kau akan pergi dengan siapa ? " tanya Remigio tiba-tiba dan Valera hanya menyunggingkan senyumannya membuat Remigio tampak curiga, begitupun dengan Zizi. Emil dan Deon yang berupa saja bergabung


" apa kau sudah menyiapkan apa yang aku minta " tanya Valera menatap Deon dan Emil secara bergantian, keduanya mengangguk mantap. Zizi yang merasa tidak tau apa-apa hanya diam sembari menunggu rencana sang nona selanjutnya


" aku akan pergi sendiri Remi, aku harap kau tak mempersulitku " ucap singkat Valera membuat Remigio nampak terkejut setengah mati, pada saat remigio akan membuka suaranya Valera menempelkan jari telunjuknya tepat dibibir Remigio " inilah sebuah misi dan rencana Remi jika bukan aku siapa lagi ? dan aku tak mau mengorbankan para anak buah ku karena misi itu gagal dan ingat aku pemimpin dan bukankah kau seorang pemimpin harusnya kau paham dan mengerti " ucap lembut Valera akan tetapi raut kekhawatiran Remigio nampak jelas terlihat " tidak apa-apa its oky, semuanya akan baik-baik saja kau bisa menunggu ku dan ikut bergabung dengan Zizi " ucap Valera memberi saran agar Remigio nampak setuju


" baiklah, jaga diri mu baik-baik sweatheart, aku tidak ingin kau terluka aku akan membantu mu " ucap Remigio tak kalah lembut dan Valera mengangguk samar


" maaf nona, kapan kau akan beraksi ? " tanya Zizi untuk memastikan


" malam ini " singkat Valera dan semuanya mengangguk mantap kali ini mereka berempat berbagi tugas dan Remigio siap membantu dan ikut bergabung dengan Zizi sedangkan Emil dan Deon ia menyelesaikan tugas yang diberi oleh sang nona dan Valera akan membawa alat-alat penyadap serta kamera pengintai untuk memastikan pekerjaan Emil dan Deon berjalan dengan mulus sedangkan Zizi dan Remigio mereka akan menggunakan mobil untuk membantu Valera kala terjadi keadaan darurat yang tak diinginkan

__ADS_1


*****


malam hari tampak mereka sudah siap dengan sempurna, Valera memakai pakaian serba hitam dengan rambut yang digulung agar mempermudahkan ia dalam beraksi Valera pun membawa sebuah tas ransel yang berisi senjata dan lain-lain nya serta sebuah alat pengintai yang ia letakkan di beberapa tempat tubuhnya


motor sport dengan hitam metalik tampak gagah dan siap menemani perjalanan Valera, titik perairan menjadi pilihannya kali ini untung saja letaknya tak begitu jauh dengan rumah yang Valera sewa hanya memakan waktu tiga jam saja dan Valera akan memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin


" sweatheart " panggil Remigio dan Valera menoleh langsung " berhati-hati lah " ulang Remigio lagi dan Valera tampak tersenyum gemas rupanya Remigio masih tak rela dengan misi yang Valera lakukan malam ini


" ya aku tau dan kau juga Remi berhati-hatilah maaf melibatkan mu '' kekeh Valera dan Remigio hanya tersenyum tipis


malam itu Valera sudah meninggalkan rumah sewanya Zizi dan Remigio tampak bersiap untuk pergi mereka pun menyiapkan beberapa senjata dengan jenis yang cukup mumpuni serta beberapa bom untuk keadaan darurat sedangkan Emil dan Deon sudah berada di sebuah kota perbatasan yang ditandai oleh sang nona mereka berada disebuah warnet dan memesan room VIP untuk mempermudah serta berkamuflase


valera tampak menikmati perjalanan serta angin yang menerpa wajahnya yang tak tertutup oleh kaca helm, Valera mengemudi dengan sangat epik bahkan diatasi rata-rata


hingga dua jam lebih berlaku akhirnya Valera tiba di titik lokasi yang ia tandai dalam layar monitornya tampak sebuah dermaga sudah terlihat didepan mata akan tetapi keadaan sangat ramai membuat Valera semakin waspada akhirnya Valera menepikan motornya di sebuah kedai kopi tanpa fikir panjang Valera memasuki nya dan memesan kopi disana


tampak semua orang menatap Valera dengan heran begitupun dengan Valera akan tetapi ia harus bisa menguasai diri, tak lama seseorang membawakan kopi pesanannya, Valera membenarkan MH ditelinganya dan tak lama kemudian MH itu terhubung dengan Deon, Emil, Zizi dan Remigio, mereka tampak mendengarnya dengan seksama


" maaf nona, apa kau orang baru di wilayah ini ? " tanya seorang lelaki kepada valera dan Valera mengangguk tanpa ragu


" aku seorang Travelling, dan pada akhirnya aku berada di tempat ini " polos Valera


" dari mana kau tau tempat ini ? " tanya laki-laki yang duduk tak jauh dari meja usang Valera akan tetapi Valera diam saja


" maaf jika kedatangan ku membuat kalian semua tak nyaman, awalnya aku tidak mengetahui tempat ini akan tetapi jiwa ku yang seorang Travelling membawaku ke tempat ini " ucap asal asal Valera dengan wajah polosnya


" sebaiknya nona cepatlah kembali, sebelum para penjaga di depan pintu gerbang sana kembali dan membuat nona kesulitan untuk keluar dari area ini " ucap nya lagi dan Valera mengerutkan dahinya seketika


" itu memang sebuah dermaga nona, akan tetapi pada saat nona melihat pintu berwarna hitam dibawahnya itu adalah sebuah jalan yang menuju laut YEMA " ucap sang pemilik kedai dan Valera tanpa terkejut


" lalu ? " ucap Valera lagi penasaran


" sebaiknya nona cepat pergi dari sini, mereka orang-orang jahat dan selalu saja mempersulit orang-orang baru yang berkunjung secara tak sengaja seperti nona bahkan mereka dijadikan budak oleh tuan Endion nona " ucap sang pemilik kedai dengan bergidik ngeri akan tetapi Valera tidak perduli dan mencoba mengacuhkan kata-kata itu


" berarti memang benar adanya jika mereka disini, Endion apa itu nama nya yang lain. batin Valera lagi


saat Valera hendak berbicara lagi suara ribut terdengar di luar kedai Valera dan lainnya sontak terkejut begitupun dengan pemilik kedai ia langsung berlari dan menuju jendela retak milikinya


tak lama datang lima lelaki berpakaian seperti preman dan mereka menatap tajam kepada orang-orang didalamnya begitupun kepada Valera


Deon dan Emil hanya bisa di dan menonton aksi nonanya melalui tablet yang sudah terhubung dengan kamera pengintai yang Valera bawa, Remigio dan Zizi yang mendengar keributan itu sontak dibuat panik bahkan Remigio terus memanggil nama kekasihnya akan tetapi Valera memilih bungkam


" siapa pemilik motor itu " tunjuk dari mereka garang, akan tetapi semuanya bungkam dan terlihat gemetaran


BRAKKKKKK


lelaki itu marah karena pertanyaannya tak dijawab sedikitpun terlihat raut dari semua orang panik serta ketakutan dan Valera diam saja mencermati gerak gerik orang- orang tersebut

__ADS_1


" tidak apa-apa aku bisa menyelesaikannya, hanya pengganggu kecil " lirih Valera pelan kepada empat orang yang terhubung dengan MH miliknya " aku " jawab lantang Valera dengan gaya angkuhnya dan semua menatap kearah Valera " ada apa ? kenapa menatap ku seperti itu ! bukankah kalian menanyakan siapa pemilik dari motor yang berada di luar sana ? " ucap Valera dengan tengilnya


" siapa kau ! " ucap dari mereka dengan nada garang


" aku ! apa aku harus memperkenalkan diri secara resmi kepada kalian ? cihh.. memangnya kalian ini siapa ? " sinis Valera dan perkataan Valera membuat para lelaki itu naik pitam tanpa basa-basi salah satu dari mereka melempar kursi kearah Valera akan tetapi Valera menendangnya dengan tangkas


BRAKKKKKK


AGHHH


senjata makan tuan. Valera menendangnya dengan gerakan lurus sehingga mengenai orang yang melemparkannya tadi, lelaki itu meringis kesakitan karena tepat mengenai dadanya


" jangan main-main " desis Valera dengan sorot mata yang tajam seakan siap menusuk para lawannya


" sialan kurang ajar " maki lelaki itu marah dan tanpa aba-aba mereka menyerang Valera secara bersamaan dan Valera tentu saja melawan serta bermain-main dengan mereka


semua orang yang berada di kedai itu melangkah menjauh begitupun dengan sang pemilik kedai mereka memilih menyingkir daripada terkena sasaran


valera sungguh melakukan gerakan lincah dan licin bahkan mereka dibuat terkejut karena Valera seperti orang yang terlatih, satu pukulan mengenai tulang rusuk dari lawannya Valera memukul keras mereka dengan cepat


BUGHHHHHH


BRAKKKKKK


nafas Valera tersengal karena ia melakukan gerakan memutar dan melumpuhkan dua lawannya sekaligus dan ketika Valera hendak memukul tangannya di cengkram erat oleh seseorang tanpa fikir panjang Valera langsung memutarnya hingga orang itu merintih kesakitan dan kakinya ia gunakan sebaik mungkin untuk menerjang para lawannya yang masih berdiri gagah dan siap menerjang tubuh Valera


BUGHHHHHH


BRAKKKKKK


AGHHH


uhukkk


tumbang ! orang-orang itu tumbang dengan luka lebam yang mereka alami bahkan salah satu dari mereka mengeluarkan cairan berwarna merah dari lubang hidung serta mulutnya


" siapa tuan mu " ucap Valera tiba-tiba tepat berada di hadapan orang yang sedang merintih kesakitan dengan sebuah senjata api ditangannya sontak lelaki itu terkejut bukan main


" si..siapa kau ! senjata ? " gugup pria itu dan Valera tersenyum misterius


" siapa tuan mu katakan ! " tajam Valera dengan suara menggelegar


" tuan Endion " ucap nya lagi dengan cepat dan Valera mengangguk saja


" Endion dimana ia tinggal ? " ucap Valera lagi penasaran, orang itu tampak gugup dan gemetaran ketika moncong senjata Valera tepat di depan matanya dan siap melubangi kepalanya itu, lalu dengan gerakan tangan ia menunjuk kesebuah dermaga dengan pintu berwarna hitam


" tempat apa itu ? " tanya Valera lagi

__ADS_1


" sebuah jalan seperti terowongan rahasia " ucapnya lagi dan Valera menatap tajam kepada lelaki itu, insting Valera sangat lah tajam bahkan firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu hal yang buruk bahkan Valera mendengar suara derap langkah kaki dari arah belakang bahkan orang-orang yang berada di kedai itu menundukkan kepala nya seperti orang-orang yang sedang ketakutan dan tertekan


DODODODOR !!


__ADS_2