
" katakan apa maksud dan tujuan mu menyerang gudang persenjataan milik ku " ucap Valera tegas dengan aura mengintimidasi nya yang kuat bahkan tubuh pria itu bergetar seketika
pria itu hanya menatap takut ke arah Valera dengan penuh permohonan, Dave berdesis kesal
" takut? kemana keberanian mu saat ini ! menciut ? " tanya polos Valera dan pria itu hanya diam tak menjawab " jawab aku atau peluruku ini yang akan melubangi kepala mu " ancam Valera dengan seringai tipisnya
KLEK
senjata berjenis IP1 berlogo King dalam genggamannya membuat nyali pria itu luluh lantah bahkan bergetar hebat, dengan tatapan tajam yang siap menghunus nya
" ja..jangan bunuh aku " ucap gugup pria itu membuat emosi Valera memuncak
" jangan berbelit ! cepat katakan ! " teriak Valera lantang dan geram
" nona Esme " lolos sudah sebuah pernyataan dari mulut pria itu membuat Valera mengeryitkan dahinya seketika. Esme ? detik kemudian ia tersenyum sinis, tapi bagiamana ia tahu tentang letak gudang persenjataan dan untuk apa ia menyerang nya
" ORTAXS ? " tanya Valera lagi dan itu cukup mengejutkan pihak Valera pasalnya organisasi itu di pimpin oleh Remigio
" ya, " ucap pria itu singkat dengan wajah tertunduk
" bawa dia, aku ingin mengintrogasi nya " geram Valera saat mendengar nama wanita yang terdaftar di kotak hitam miliknya
semua jajaran Valera mengangguk patuh lalu Dave menghubungi jasa pembersihan untuk membersihkan kekacauan disini, dimana Valera memberikan bayaran yang cukup memuaskan
pria itu di bawa oleh salah satu anggota Phoenix, dan iring-iringan helipad milik king mulai mengudara indah di langit
****
PRANGGGGG
pecahan gelas berserakan disana wajah seorang wanita tampak sangat marah menahan emosinya
PLAKKK
" mengapa kau menamparku ? " geram Esme menatap tajam seorang wanita dihadapannya
" dasar bodoh !! kau bodoh Esme dan kau bertindak gegabah ! untuk apa kau menyerang markas king ? " ucap seorang wanita yang tak lain adalah kakaknya sendiri Emily
''kau memata-matai ku ! " geram Esme mengepalkan tangannya sebelah " jangan ikut campur Emily " ucap Esme dengan tatapan menyalang
" selalu bertindak gegabah ! dan kau selalu membuat masalah Esme ! kau terlalu naif untuk menentang wanita itu " geram Emily
" apa yang kau ketahui ? aku menginginkan Remigio menjadi milikku dan aku akan mengacaukan wanita itu untuk menjauhkan nya dari seorang Remigio " ucap lantang Esme membuat Emily geram seketika
" cukup Esme kau sungguh berambisi, kau wanita yang tidak punya harga diri !! untuk apa kau mengemis cinta pada seseorang yang tidak mencintaimu ! " ucap sengit Emily dan Esme hanya tersenyum hambar
" aku lebih pantas untuknya Emily ! ingat seorang Esme lebih pantas untuk Remigio " ucap Esme lalu berlalu pergi meninggalkan Emily yang masih terpaku
Emily tak habis fikir dengan sikap dan cara Esme ia terlalu bernafsu untuk melakukan dan bertindak apapun, Emily cemas jika perbuatanya justru mencelakai nya sendiri terlebih Emily mengetahui siapa itu Valera
" benar-benar bodoh dasar pembuat onar ! " ucap Emily geram lalu ia pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah frustrasi
*****
pria itu kini terduduk di sebuah kursi dengan rasa ketakutan yang sangat luar biasa, Valera duduk dengan angkuh sambil menatap tajam pria hadapannya
" jadi Esme yang menyuruh kalian untuk membuat kekacauan di wilayah ku " ucap santai Valera dan pria itu mengangguk " Berani sekali kalian memasuki wilayah ku " ucap Valera dengan mode santainya yang terbilang elegan " berarti kalian menyatakan perang padaku " ucap Valera dengan terkekeh " tapi bagaimana dengan reaksi pemimpin kalian " lanjut Valera lagi
__ADS_1
pria itu hanya diam ketakutan bahkan mendengar kata pemimpin ketakutan nya justru bertambah, Valera terus bertanya dan menggali informasi mengenai Esme
Valera terlihat santai walaupun dalam hatinya ia sedang marah bahkan secara terang-terangan Esme berani mengusik wilayah kekuasaan nya
Dave dan Thomas hanya saling menatap satu sama lain, sedangkan B dan K hanya diam saja
" bawa dia keruang tahanan ! " titah Valera dan salah satu anak buah king menyeret lelaki itu sampai langkah nya terseok-seok
kini semuanya berkumpul kembali di sebuah ruangan, setelah pertempurannya beberapa jam lalu kini mereka mengadakan rapat dadakan, Dave membawa sebuah laptop untuk digunakan sesuatu hal
" nona apa yang akan kita rencanakan untuk wanita itu ? " tanya Thomas dan
" tentu saja membumi hanguskan nya, aku menginginkan kepalanya " ucap sadis Valera membuat semua orang tertohok seketika tapi jika itu terjadi peperangan dengan ORTAXS akan terjadi
" tapi bagaimana jika ada sebuah peperangan dimasa depan nona ? " ucap Dave menimpali dan Valera hanya tersenyum sinis
" maka lawanlah mereka " ucap Valera dengan tegas dan sontak membuat Dave tertegun berarti sang lady akan mengibarkan bendera perang kepada organisasi yang di pimpin Remigio
*****
disisi lain Remigio sangat marah karena ia mendapat kabar jika Esme melakukan penyerangan terhadap salah satu markas Valera yang justru bukan tandingannya, sorot mata Remigio menajam seketika saat seseorang disana berbicara rencana yang akan dilakukan Esme
celaka ! benar-benar celaka bahkan Esme seperti menggali kuburnya sendiri
" berani sekali kau berbuat tindakan seperti itu Esme " geram Remigio sembari menggenggam erat ponsel milik nya
Remigio langsung menghubungi seseorang untuk mengawasi pergerakan Esme dan sekaligus siapa saja orang yang membantu usul gila yang Esme lakukan
Remigio tidak akan bertindak diam ! melawan calon istrinya sama saja menentang dirinya sang penguasa ORTAXS
Remigio meletakan ponselnya secara kasar, ia tak bisa berpikir berani-beraninya Esme berbuat hal yang bisa merugikan organisasinya, Remigio bahkan sangat marah saat mengetahui jika Esme menyerang wilayah kekuasaan king
Remigio mencoba menghubungi Valera tapi nihil tidak tersambung, lalu ia mencoba kembali hasilnya sama saja !
waktu sudah mulai petang para karyawan Adomson sudah mulai berkurang , James dan Leo segera menuju ke ruangan tuannya
CEKLEK
Remigio sedang menatap ke arah luar dari jendela kaca yang sang luas dengan sebotol minuman ditangannya, Remigio tau alamat kedatangan dua asisten nya itu
" tuan " sapa James dan leo bersamaan
" hmm " ucap remigio singkat
" apakah tuan ingin pulang ? " tanya James dan Remigio langsung berbalik menatap kedua asistennya lalu berjalan dengan gagah dan duduk di sofa yang tersedia lalu meneguk habis minuman kalengnya
" Leo coba kau hubungi calon istriku ! tadi aku mencoba menghubunginya tapi tidak tersambung " ujar Remigio dan Leo segera mengeluarkan ponselnya lalu menekan sesuatu, Remigio nampak menunggu hasilnya
" tidak tersambung tuan " ucap Leo lagi dan Remigio hanya menghembuskan nafasnya kasar " sebentar saya akan menghubungi asistennya " ucap Leo lagi dan Remigio mengangguk saja
Tutttt Tutttt
" Hallo " ucap seorang pria disana yang tak lain Dave
" ehh Hallo tuan Dave, apakah nona Valera ada " ucap Leo ramah dan sopan
" maaf Leo ia sedang rapat jadi ponselnya mati " ucap Dave jujur dengan suara tegasnya
__ADS_1
" ohh baiklah kalau begitu,maaf aku mengganggu " ucap Leo lagi dan Dave tentu saja membalas nya dengan sopan leo segera memutuskan sambungan itu lalu menatap ke arah tuannya
" apa yang dikatakannya ? ' tanya Remigio
" nona sedang rapat tuan, itulah sebab jika ponselnya non-activ " jelas Leo dan Remigio mengangguk paham
*****
disisi lain Esme sangat marah karena mendapat kabar jika anak buahnya gagal dalam menghancurkan gudang persenjataan milik king tentu saja Esme ingin memiliki berbagai senjata dari keluaran Valera indrutri
" sial !! bahkan untuk menghancurkan markas kecil saja sungguh tidak bisa, menyebalkan " kesal Esme sambil meremas ponselnya lalu ia menendang Gucci tepat berada di samping nya
PRANGGG
Amarah Esme memuncak tak karuan nafasnya naik turun sorot matanya tajam seketika hatinya diliputi amarah dan kebencian entah apa yang membuat ia benci dengan seorang Valera
" Remigio hanya milik ku seorang ! tak akan ku biarkan wanita manapun untuk memilikinya ! pekik geram Esme ia benar-benar mencintai Remigio tapi ia tidak pernah dikirim maupun ditoleh oleh seorang penguasa ORTAXS
Ya Remigio tidak mencintainya hatinya hanya untuk seorang Valera tidak ada yang lain, Esme sangat salah jika harus berurusan dengan Valera apalagi dengan King otaknya tidak berfikir jernih ia sungguh gegabah dalam hal percintaan
Tok Tok Tok
seseorang mengetuk pintu ruangan Esme membuat ia menatap tajam ke arah pintu, lalu ia mengatur nafasnya agar lebih tenang
" masuk " ucapnya dengan keras sehingga tak lama pintu itu dibuka dan muncul lah seorang wanita disana dengan pakaian serba ketat
" Esme, " ucap wanita itu geram dan Esme hanya acuh saja tak menggubris " kau sungguh gegabah bisa-bisa nya kau mengusik mereka bagaimana jika mereka membalas mu " pekik wanita itu yang bernama Eliza seorang sniper dalam jajaran ORTAXS, bahkan hampir semua jajaran ya mengetahui apa yang sudah di lakukan Esme
" berisik ! pergilah kau dari sini " ketua Esemka membuat Eliza geram
" nyawa mu diujung tanduk Esme, aku sudah memperingatimu untuk tidak mengusik wanita itu, " ucap geram Eliza dan sontak membuat amarah Esme memuncak
" diam !! aku tak perduli yang ku inginkan wanita itu mati dan Remigio menjadi milikku " geram Esme membuat Eliza semakin tidak suka lalu dengan cepat ia meninggalkan ruangan itu, Esme tersenyum tipis melihat semuanya menjadi marah pada dirinya
****
Valera kini duduk sambil menatap Remigio dengan tatapan datar nya Remigio sangat memahami apa penyebab calon istrinya seperti itu,
Valera tersenyum tipis ketika melihat Remigio gugup menatap manik mata miliknya, semuanya tampak hening tidak ada suara
" ada yang ingin kau jelaskan Remigio ? " ucap Valera dengan penuh penekanan bahkan Valera menyebut nama nya dengan sempurna, Remigio hanya diam dan mencoba menatap manik milik Valera dengan tatapan yang sulit di artikan
" sweatheart, maafkan atas apa yang dilakukan Esme " ucap remigio dengan pelan dan Valera hanya terkekeh, Maaf ? bahkan calon suaminya yang meminta maaf bukan pelakunya
" sudahlah tidak perlu di bahas, itu akan menjadi urusan ku, dia yang memulai maka aku harap kau tidak mengalami rencana ku Remi " ucap santai Valera dan sontak membuat Remigio terkejut, apakah ada rencana lain yang akan dilakukan oleh seorang Valera
Remigio hanya diam tanpa menjawab, Valera hanya tersenyum sinis ketika melihat raut wajah calon suaminya
" aku percayakan padamu " ucap remigio ranpa ragu tapi pandangannya tertunduk seketika
" baiklah, jadilah pemimpin yang tegas Remigio hanya karena dia anggota mu dan kau terlihat seperti menghalangiku ! apa kau menyukainya ? atau mencintainya ? katakan kepadaku dengan sikap mu ini Remi " ucap Valera datar dan sontak perkataan Valera membuat Remigio terlonjak kaget, mencintai wanita lain bahkan Remigio tidak pernah menyukai Esme
" tidak sweatheart ! jangan berfikir seperti itu aku sungguh mencintaimu, hanya saja aku tidak ingin kau terluka lagi, hatiku sakit jika melihatmu terluka " ucap sendu Remigio dan Valera hanya diam menatap lekat-lekat wajah tegas dengan pahatan sempurna itu
Valera tidak akan pernah membiarkan orang yang telah berani mengusiknya bahkan memasuki wilayahnya, atau membiarkan orang itu berkeliaran bebas
hanya saja untuk waktu ini Valera akan membiarkan Esme melakukan apapun tapi setelah itu Valera yang akan menghancurkan seorang Esme tanpa tersisa
__ADS_1