
KRASSSS
AGHHH
jeritan itu sungguh memilukan dimana Dave dengan mudah menebas salah satu kaki dari mereka, keempat kawannya yang lain melihat semua itu mendadak lemas dengan tubuh gemetar karena ketakutan.
Dave menyeringai saat melihat hal tragis yang baru saja ia lakukan, lelaki itu merintih dengan tubuh yang menggelepar seperti ikan di darat. Dave mengarahkan mata pedang itu tepat di wajah lelaki yang kini tak berdaya.
" siapa kalian ? " tanya Dave datar lelaki itu sudah berwajah pucat karena ia menahan rasa sakit di kakinya yang putus akibat ulah Dave. " bungkam hehh ? " tajam Dave dan lelaki itu hanya menggeleng lemas dengan dahi yang mengeryit pelan.
DORR !!
Dave memutuskan untuk mengakhiri nyawa lelaki itu karena tak memungkinkan untuk bertahan, keempat lelaki lainnya seperti sedang menahan nafasnya dengan kasar. Dave lalu beralih menatap sisanya dengan tatapan datar dan bengis.
" siapa yang mengirim kalian ! " tekan Dave seraya menyerat pedang itu ke aspal hingga menimbulkan suara decitan yang sungguh menakutkan.
" am..pun " ucap salah satu lelaki dengan wajah memelas nya dan Dave hanya acuh saja " Kami disuruh... oleh seseorang " ucapnya lagi dan Dave terkekeh.
" Aku tau, maka dari itu katakan padaku siapa yang menyuruh mu itu " tandas Dave santai berdiri gagah dihadapan keempat lelaki itu " berani bungkam aku tak jamin akan keselamatan kalian terutama sebuah nyawa. " tajam Dave lagi.
" kami tak tau namanya tuan ! orang itu menyebut Mrs X " ucap salah satu dari mereka yang terlihat sangat gugup bahkan wajahnya sudah memucat, Dave hanya menyeringai penuh arti ia sangat suka melihat wajah-wajah penuh ketakutan itu, sungguh luar biasa bukan.
" hmm Mrs X ? nama-nama samaran yang sangat klasik " gumam Dave sembari menatap kearah langit seperti sedang memikirkan sesuatu. Mrs X siapa lagi orang ini, rasanya Dave ingin sekali menguliti orang yang bernama Mrs X itu.
DORR
" shitt " umpat Dave saat tangannya ditembak oleh seseorang di depan sana, ternyata dari keempat orang asing salah satu dari mereka melepaskan pelurunya kearah Dave dan melukai tangan kanan nya begitu saja. " ternyata kau tak menyayangi nyawa mu sialan !! " marah Dave.
DODODORDODODOR !!
done, Dave telah mengakhiri semuanya dengan singkat keempat lelaki itu tewas dan ambruk secara bersamaan dengan kepala yang terluka akibat dari peluru ganas Dave.
Dave menghubungi anak buahnya dan mengirim lokasi terkini untuk membersikan kekacauan yang terjadi, lalu ia membalut lukanya dengan sebuah perban yang tersedia di dalam mobilnya, Dave seperti tak merasakan apapun wajah nya datar walaupun darah yang keluar sangat banyak dan menembus kemeja putihnya itu.
tiga puluh menit berlalu dua buah mobil SUV datang dan langsung menunduk hormat pada Dave, mereka terkejut dengan kekacauan yang ada di depan matanya.
" bereskan semuanya, dan geledah mereka semua sebelum menjadi santapan para peliharaan lady " bengis Dave dan para anak buah king yang berada di bawah kendali Dave mengangguk mantap tanpa mau bertanya atau menolak
dave segera masuk kedalam mobil mewahnya dan pergi dari tempat itu dengan cepat, para anak buah Dave langsung membersihkan kekacauan dan membawa para korban kebengisan Dave ke tempat rahasia.
Dave memilih untuk mengobati lukanya terlebih dahulu dengan dibantu oleh dokter yang selalu bersiaga di markas utama sang lady. Pada saat itu Syina yang baru saja tiba menatap terkejut pada Dave yang terluka akan tetapi Dave menampilkan wajah datarnya membuat Syina bertanya-tanya dengan heran.
Mansion utama keluarga Harson.
hari ini mansion utama terasa hangat karena Zizi dan Valera berada di sana bersama dengan si kecil Athena. Nyonya sofhia dan tuan Ramius sedang menikmati secangkir teh hangat dengan beberapa cemilan yang rendah akan gula.
__ADS_1
" Zizi bagaimana dengan kehamilan mu ? apakah kau merasa mual dan sebagainya ? " tanya nyonya Sofhia dan Zizi menatap lembut pada ibu mertuanya itu.
" tidak mah, semuanya baik-baik saja. " ucap Zizi dengan tersenyum dan nyonya sofhia mengangguk kecil.
" ya jika begitu jangan lupa minum susumu dan vitamin mu juga " ucap nyonya sofhia lagi dan Zizi mengangguk patuh.
" Zizi apakah mansion kalian belum siap ? " tanya tuan Ramius dan Zizi menggeleng pelan. " segeralah pindah ke mansion, jangan tinggal di apartemen karena sebentar lagi kalian akan mempunyai anak " ucap tuan Ramius.
" iya pah " saut Zizi lagi.
valera asyik menatap Athena yang sedang berceloteh ringan di box miliknya, bayi kecil itu kini hampir beranjak empat bulan, tubuhnya semakin bulat dan pipinya semakin gembul. Zizi dengan gemas mencium pipi Athena hingga si kecil itu bergerak tak nyaman.
" Zizi aku ingin berbicara denganmu " ucap Valera dan Zizi mengangguk paham. Valera menitipkan Athena pada sang ibu karena dirinya harus berbicara dengan Zizi di kamar pribadinya.
Zizi mengikuti langkah Valera hingga sampai ke lantai tiga untuk menuju kamar pribadi Valera sendiri, ternyata di kamar itu terdapat sebuah ruangan yang mirip dengan ruangan kerja rahasia, Zizi duduk di kursi yang tersedia begitupun dengan Valera.
" ada apa ? apa ada sesuatu hal yang terjadi ? " Picing Zizi dan Valera terlihat menghembuskan nafasnya pelan.
" seperti itulah, bisa dikatakan Ya. Beberapa orang asing muncul secara tiba-tiba dengan waktu yang tak terduga. hmmm pada saat aku keluar dari Gold mansion aku tak sengaja melihat pergerakan yang mencurigakan disekitar mansion milikku. " ucap Valera dan Zizi diam menyimak " Aku tak tau siapa mereka ! tapi aku mencurigai beberapa orang termasuk orang-orang milik Frazzes willyam. " ucap Valera hingga Zizi mengkerutkan dahinya pelan.
" Frazzes willyam ! " ulang Zizi sembari memicingkan matanya " Apa kondisi saat ini tak kondusif dan terbilang siaga ? " tanya Zizi dan Valera mengangguk kecil. " apa aku harus turun tangan ? aku akan turut serta " ucap Zizi tapi Valera menggeleng tegas.
" Aku sudah mewanti-wanti pada semuanya Zizi. Elena dan Ed kini diincar oleh orang-orang Mrs OTO, dan Dave tak menutup kemungkinan ayah Gloria akan mengutus seseorang untuk mempersulit keadaan. Bahkan para anggota B woman menjadi incaran Utera musuh lama ku. " ucap Valera lagi " ditambah beberapa orang asing baru saja masuk dan terlihat seperti mencurigakan, untung saja anggota black road bersedia untuk membantu. " ucap Valera lagi.
" Elion dan Lotus kita butuh mereka. " ucap Zizi dan Valera terlihat memikirkan sesuatu. " biarkan kedua orang itu yang mengurus mata-mata yang berada di sekitar Gold mansion. " ucap Zizi lagi.
" Aku akan berusaha untuk membantu walaupun tak terjun langsung kelapangan, aku akan meminta Lotus dan Elion untuk membawa pasukan khusus mereka. " ucap Zizi lagi terlihat ragu dan Valera hanya mengangguk kecil.
" Ya baiklah. Tetaplah berhati-hati terlebih kau sedang mengandung Zizi " ucap Valera dan Zizi mengangguk paham.
setelah terlibat pembicaraan yang serius Zizi mulai menghubungi seseorang untuk memantau keadaan yang terbilang sulit untuk dijangkau. Zizi harus memastikan jika semua keadaan nya baik-baik saja. Zizi pun sudah meminta Elion dan Lotus kembali dan tentu saja mereka bersedia tat kala Zizi memberitakan jika keadaan king mulai goyah.
******
Para anggota Balck road yang ditugaskan oleh sang lady kini berada di suatu tempat yang cukup jauh dari ibu kota, keempat lelaki itu berhasil mengikuti para rombongan asing hingga sampai titik perbatasan.
" Red bagaimana caranya kita masuk kedalam sana ? " ucap Blue menatap kearah rekannya itu.
" hmm penjagaan mereka cukup ketat, tapi lihat senjata mereka tak secanggih milik king. Seharusnya mereka bisa dilumpuhkan. " cetus Red dan blue mengangguk samar. " apa kita interogasi salah satu dari mereka ? " gumam Red lagi.
" menggunakan peluru bius ? " saut white dan Red mengangguk mantap.
" baiklah. Mari kita mulai " ucap white lagi.
keempat lelaki itu mulai berjalan dengan cara berpencar mereka tak ingin terlihat begitu mencolok. Lagi pula tempat ini sangat jauh dari kota, bisa dikatakan sebuah pelosok yang belum terjamah.
__ADS_1
white akan fokus pada sasarannya itu, sedangkan yang lain hanya sibuk mengamati kawasan itu yang cukup unik dimana bangunan-bangunan disana layaknya seperti di sebuah film abad Yunani. Kuno dan Antik.
SHOTTT
JLEBBB
BRAKKKKKK
seseorang menggelepar tak sadarkan diri Karena white benar-benar menembakkan peluru bius miliknya. Blue segera menyeret orang itu ke tempat yang lebih aman ketiga kawanan nya yang lain pun segera menyusul.
green menatap lelaki yang tak sadarkan diri itu dengan lekat-lekat lalu ia mulai menggeledahnya untuk mencari identitas dari orang yang mereka bius.
mereka hanya menunggu waktu lima menit karena efek peluru bius yang dibidik oleh White mempunyai dosis yang sangat rendah, sehingga mereka tak membutuhkan waktu lama lagi.
perlahan-lahan mata lelaki itu mulai terusik dengan samar-samar. Blue segera mendekat begitu pun dengan yang lainnya. Lelaki itu terperanjat kaget saat melihat dirinya terduduk disebuah pohon yang mempunyai batang besar dengan keempat lelaki asing yang sedang menatapnya intens.
" si..siapa kalian ? " ucapnya sedikit gugup karena anggota black road membawa senjata Laras panjang ditangan nya masing-masing.
" tidak perlu tau siapa kami, cukup jawab saja kami butuh informasi dari mu " tegas Green dan lelaki itu mengangguk kecil walaupun gugup setengah mati.
" tempat apa itu ? " ucap green seraya menunjuk sebuah bangunan seperti pabrik.
" itu sebuah tempat jual beli barang tuan " ucap lelaki itu lagi dan Green memicingkan matanya seketika.
" jelaskan ? " ucap Green lagi.
" Tempat itu adalah tempat penjualan atau barter seksama anggota mafia tuan. Ada beberapa banyak barang seperti organ tubuh manusia dan obat-obatan terlarang seperti ganja dan sabu " terang lelaki itu dengan gugup.
" organ tubuh manusia ? itu ilegal, siapa tuan mu. " ucap Green lagi.
" Kami bekerja dibawah naungan King tuan " ucap lelaki itu lagi membuat Green membelalakan matanya lebar. King apakah benar ? tapi atas perintah siapa.
Tanpa lelaki itu sadari Blue merekam setiap perkataan yang terlontar dari mulut lelaki itu. Ada rasa tak percaya dengan apa yang terucap beberapa menit yang lalu, dan mana mungkin sang Lady menyuruh dan mengutus mereka jika usaha ini miliknya sendiri.
" Jangan berbohong ! " tekan White dan lelaki itu gugup seketika " aku bisa melihat jika kau sedang berbohong. Jelas-jelas itu bukan milik king, jangan bermain-main. " tekan white lagi.
" sungguh... aku tak sedang berbohong " ucapnya lagi dengan begitu yakin.
" Jika begitu ikut kami untuk bertemu dengan pemimpin king, bagaimana ? " ucap White dengan seringai kecilnya membuat lelaki itu membulatkan matanya seketika. Pemimpin dari king ? yang benar saja, lelaki itu menatap penuh curiga pada keempat anggota black road.
" siapa sebenarnya kalian " ucapnya lagi dengan rasa penasaran yang penuh.
" jangan bertanya balik. Bagaimana apa kau mau bertemu dengan pemimpin king ? " tanya white sekali lagi.
" Lady ? " gumam lelaki itu dan white mengangguk pasti. " aku mau, " ucapnya lagi dengan mantap " aku mau. Pertemukan aku dengan nya, hanya dia yang bisa membantu kami semua agar terlepas dari belenggu seseorang " ucapnya lagi dan white mengeryitkan dahinya pelan, tak salah lagi jika lelaki itu berbohong dengan mengatakan jika usaha receh ini milik king. Lelaki itu menatap white penuh harap.
__ADS_1
white lalu berunding dengan ketiga temanya, dan mereka sepakat untuk membawa lelaki itu pergi dari sini hanya untuk bertemu dengan sang lady, lagipula mereka pun penasaran kenapa ia bisa berkata demikian.
Akhirnya lelaki itu dibawa oleh keempat anggota Black road dengan cara tersembunyi karena mereka takut jika pergerakan nya diketahui oleh pihak asing, terlihat lelaki itu pun membantu dengan menunjukkan jalan pintas yang tak dilalui oleh siapa pun.