Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Angry man


__ADS_3

Remigio tak bisa berkonsentrasi dalam urusan bekerja nya, setiap saat ia selalu memikirkan Valera dan calon anak nya bahkan Valera tidak membalas pesan maupun mengangkat panggilan selulernya, alhasil Remigio selalu menanyakan kabar kepada Bruce dan juga Frank.


Valera bahkan menghabiskan waktunya di markas utama dengan para jajaran nya yang lain, bahkan Valera seperti seorang yang tidak bersemangat setiap harinya. Untung saja Zizi, Elena dan juga Syina selalu menemani hari-hari nya dengan begitu baik.


saat Valera sedang berbincang dengan para wanita tiba-tiba Dave berlari dengan begitu kencang membuat para wanita dan sang Lady bingung seketika, tak lama Thomas berjalan dan membuat Zizi memanggilnya.


" apa yang terjadi dengan Dave ? " Picing Zizi.


" dia mendapat kabar dari anak buah yang bertugas untuk mengawasi nona Gloria, jika mereka dikejar oleh beberapa orang asing dua dari mereka terluka. Dan pada akhirnya nona Gloria lari entah kemana " ucap Thomas mendesah pelan Valera yang mendengarnya menjadi was-was seketika.


" lalu apa kita akan diam saja ? " saut Syina lagi.


" biarkan Dave yang menyelesaikan tugasnya, kita akan bergerak jika memang diperlukan." ucap Valera tegas dan semua orang mengangguk mantap.


Dave mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat dengan dua buah mobil SUV milik anak buahnya yang mengikuti Dave dari belakang, Dave memukul setir kemudinya saat jalanan terasa macet bahkan ia mengumpat tak karuan.


Dave masih terhubung dengan anak buah nya yang lain, jantung Dave berdetak saat ia mendapat kabar jika Gloria berhasil ditemukan dan kini ia dibawa paksa oleh anak buah Alfedro.


" shitt.. Berani sekali kau menyentuh nya " maju Dave lalu ia menambah kecepatan laju mobilnya dengan sangat tinggi hingga anak buah king yang berada di belakangnya harus menyesuaikan diri dengan Dave.


disisi lain Gloria terus berontak saat tangannya dicengkeram kuat oleh dua orang pria, dan Gloria di bawa begitu saja oleh mereka. Untung saja salah satu anak buah Dave menaruh alat pelacak dengan cepat di mobil musuh.


" lepas .. lepas kan aku sialan " maki Gloria berteriak dengan kencang. " Alfedro ! pasti lelaki bajingan itu yang menyuruh kalian " ucap Gloria dengan marah.


" nona sebaiknya anda diam dan jangan berontak jika tidak kami tak segan untuk menyakitimu " ancam lelaki bertopi membuat Gloria meludahi wajahnya begitu saja.


CUIHHH


" dasar wanita sialan ! " pekik lelaki itu dan Gloria diam saja sembari tersenyum menantang, saat lelaki itu hendak menampar Gloria dengan cepat lelaki lainnya berkata jika tuan Alfredo tidak ingin Gloria terluka sedikitpun membuat lelaki bertopi itu mengurungkan niatnya.


satu jam mengemudi mereka memasuki wilayah yang sangat sepi bahkan Gloria dibuat bingung dan takut dalam hatinya saat ia melihat sebuah rumah yang tak terlalu besar, Gloria berharap ada orang yang mau menolongnya.


Gloria diturunkan paksa dan ia diseret begitu saja, Gloria terus berontak tak karuan akan tetapi tenaganya kalah kuat dengan lelaki yang mencengkram nya.


" dudukan wanita itu dan jangan lupa ikat dia, tuan sedang dalam perjalanan " titah salah satu dari mereka, Gloria melebarkan matanya seketika saat ia mendengar jika tuan mereka berada dalam perjalanan itu berarti dia berada di sini.


" tidak ! aku tidak mau bertemu dengan lelaki sialan itu. lepaskan aku biarkan aku pergi " teriak Gloria lagi akan tetapi para lelaki itu menulikan telinganya dan tetap mengikat Gloria layaknya seorang tawanan.


Gloria mengumpat dan terus berteriak dengan suara lantang dan keras hingga membuat salah atau dari mereka akhirnya menyimpan mulut Gloria.


" Hpmmtt " erang Gloria lagi hingga tak lama suara derap langkah terdengar ditelinga jantung Gloria berdegup kencang saat mendengar itu.


" tuan " sapa mereka dan Gloria membulatkan matanya seketika saat orang yang di panggil tuan oleh mereka adalah Alfedro. Ya dia benar-benar Alfedro.


lelaki itu menatap tajam Gloria lalu menyuruh anak buahnya pergi dari ruangan itu dengan cepat, dan kini hanya tinggal mereka berdua. Alfedro mendekat dan membuang penyumpal mulut Gloria.


" apa mau mu ? " ucap Gloria tanpa basa-basi dan Alfedro hanya tersenyum tipis.


" tenyata kau wanita yang sungguh nakal Gloria. apa kau ingin menghindar dari ku hmm ? " ucap Alfedro dengan membelai wajah Gloria secara perlahan membuat Gloria memalingkan wajahnya seketika.


" katakan apa mau mu Alfedro ! kenapa kau selalu saja menganggu ku " ucap Gloria menatap tajam lelaki yang kini sedang berada di hadapan nya.


" Kau ! aku menginginkan mu " ucap tajam Alfedro dengan membelai wajah dan kini membelai leher Gloria.


" jauhkan tangan kotor mu dari ku " sentak Gloria hingga membuat Alfedro terpancing api amarah nya.

__ADS_1


PLAKKK


Alfedro menampar Gloria, hingga Gloria memalingkan wajahnya ke samping, sudut bibirnya robek hanya dengan satu kali tamparan dari Alfedro.


Gloria tersenyum sinis menatap Alfedro yang kini menatapnya dengan tatapan membunuh. Lalu tangan kekar itu mencengkram erat leher Gloria hingga Gloria memejamkan matanya rapat-rapat.


" kau sungguh wanita yang sulit diatur Gloria ! " bentak Alfedro dengan suara lantang " kenapa kau selalu membuatku marah dan selalu ingin menyakitimu " ucap Alfedro lagi tapi Gloria bungkam dan tidak mau berbicara.


Alfedro yang geram akan keterbungkaman Gloria membuat nya lagi-lagi geram dan dengan kasar mulai merobek gaun yang Gloria kenakan


SRAKKKK


" Alfedro " teriak Gloria lantang tapi Alfedro hanya tersenyum puas saat melihat gaun Gloria robek dan kini memperlihatkan penutup dadanya yang berwarna hitam. " bajingan ! kau brengsek " maki Gloria dengan air mata yang kini sudah mengalir begitu saja di pipinya.


Alfedro mengusap air mata itu secara perlahan dan mencium kelopak mata Gloria dengan lembut, akan tetapi Gloria merasa jijik dengan perlakuan Alfedro itu.


" kau milik ku Gloria ! tidak bisakah kau jadi wanita penurut dan patuh " ucap Alfedro dengan menggigit daun telinga Gloria dengan gerakan sensual.


" hentikan Alfedro. Aku bukan milik mu " tegas Gloria lagi dan membuat Alfedro semakin marah, dengan kasar ia mencium bibir Gloria bahkan menghisap bibir itu dengan kasar membuat Gloria berontak dan menggigit bibir Alfedro Hingga berdarah.


" tenyata kau suka bermain dengan kasar Gloria . Baiklah akan ku kabulkan " seringai Alfedro membuat Gloria takut setengah mati.


Alfedro benar-benar melepaskan gaun Gloria dan kini tubuh mulus itu terpampang dihadapanya, Alfedro memandang Gloria dengan tatapan gairahnya dan mulai membelai belahan dada Gloria.


" tidak jangan lakukan itu. aku mohon " ucap Gloria yang kini Alfedro sudah mulai membelai perut Gloria hingga gerakan tangannya mulai turun kebawah. Gloria menjerit dan berteriak akan tetapi Alfredo tak perduli.


BRAKKKKKK


pintu ruangan itu terbuka secara kasar dan menampilkan sosok Lelaki yang kini sedang menatap nyalang pada Alfredo.


" siapa kau ! " lantang Alfedro dan Dave langsung menghajar lelaki itu dengan membabi buta tanpa jeda.


Alfedro bangkit dan kini mulai melawan akan tetapi setiap pukulannya tak dapat melukai Dave, di bawah terdengar keributan bahkan suara tembakan yang saling bercengkrama terdengar di telinga.


Gloria rasanya ingin sekali kabur saat ini, ia merasa malu dengan tubuhnya yang hanya berbalut pakaian dalam yang sangat minim.


" Berani sekali kau menyentuhnya ! " marah Dave


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


BRAKKKKKK


Dave menggila hingga Gloria terperangah begitu saja, Alfedro terkulai lemah saat mendapatkan serangan yang begitu bertubi-tubi dari Dave hingga untuk melawan pun sangat sulit.


DORR


Dave meluncurkan satu buah tembakannya tepat ke kaki kanan Alfedro hingga ia menjerit dan mengerang sakit.


pada saat itu juga Dave segera melepaskan jas dan ia berikan pada Gloria untuk membaluti tubuhnya yang hampir polos itu, Gloria menatap sendu pada Dave.


" maaf aku terlambat " ucap lirih Dave dan Gloria tak bergeming, ia hanya menangis serta diam saja saat tubuhnya diangkat oleh Dave dan mereka segera pergi dari tempat itu.


sedangkan Alfedro sudah tak sadarkan diri akibat menerima serangan yang begitu brutal dari Dave, bahkan para anak buahnya sudah habis dibantai oleh anak buah king.

__ADS_1


Gloria hanya bisa menunduk dan tak mau menatap Dave yang berada di sampingnya saat ini, ia benar-benar syok dengan apa yang baru saja menimpa dirinya yang mendapatkan hal tak terduga dari Alfedro.


" Nona " ucap Dave lagi.


" panggil aku Gloria " ucap Gloria karena ia tak merasa nyaman dipanggil nona oleh Dave. " aku takut Dave. Benar-benar takut lelaki itu " ucap Gloria tersendat karena tak bisa menahan lagi tangis nya. Dave hanya bisa mengelus punggung Gloria dengan lembut tepat di dalam hatinya Dave sangat marah dan geram karena Gloria mendapatkan perlakuan yang tak baik.


Dave memutuskan untuk membawa Gloria menuju markas utama king karena ia tak mungkin membawa Gloria menuju mansion utama keluarga harson dengan keadaan Gloria yang tidak memungkinkan.


hingga mobil milik Dave telah memasuki kawasan markas king, Gloria tampak enggan turun, kepalanya menggeleng tak karuan membuat Dave pada akhirnya membopong tubuh Gloria secara perlahan.


valera dan para jajaran wanita king yang masih berada di sofa tentu saja syok dengan apa yang Dave lakukan dimana wajah Gloria dibenamkan begitu saja di dada bidang Dave.


" nona " saut Dave yang masih saja membopong tubuh Gloria.


" dia kenapa ? " polos Valera saat melihat Gloria yang memakai jas milik Dave.


" kakak.. hiks..hiks " Isak Gloria membuat Valera bingung begitupun yang lain.


" cepat antar dia ke kamar di sebelah ruangan kerja ku " ucap Valera tegas dan Dave mengangguk.


Zizi dan lain nya melihat jelas dimana tubuh Gloria yang hampir saja polos jika tidak ditutupi jas milik Dave. Valera menggeram marah karena melihat Gloria yang seperti itu.


sesampainya di kamar Dave membaringkan tubuh Gloria dengan sangat hati-hati bahkan airmatanya masih saja keluar rasanya Gloria enggan untuk berjauhan dengan Dave.


" Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu mandi " ucap datar Dave dan Gloria hanya mengangguk saja. Mata Gloria tak lepas dari sosok Dave yang sedang menyiapkan air hangat untuknya mandi.


jika dilihat-lihat kau sungguh tampan Dave. batin Gloria


" air nya sudah siap, kau mandilah terlebih dahulu. Aku akan keluar " ucap Dave


" ya terimakasih Dave " ucap tulis Gloria dan Dave hanya mengangguk lalu berlalu pergi dari kamar itu.


Dave segera menemui ladynya yang berada di lantai bawah dengan para wanita lainnya. Dan benar saja Valera menatapnya dengan tatapan yanh meminta penjelasan.


" maaf nona, hampir saja nona Gloria dilecehkan oleh bajingan itu " ucap Dave dan Valera terkejut tapi ia yakin jika Dave mampu mengatasinya.


" lalu dimana pria itu ? " ucap Valera.


" anak buah ku yang mengurusnya nona " ucap Dave lagi.


" apa yang akan kau lakukan kepada lelaki itu ? '' Picing Valera


" tentu saja memberinya pelajaran yang setimpal " geram Dave saat ia mengingat dimana Alfedro dengan buas menjamah tubuh Gloria.


valera tersenyum sinis, ia sangat mengetahui jika Dave tak akan membiarkan korbannya lepas begitu saja. Valera bisa melihat sorot mata Dave yang menajam dengan nafas nya yang sedikit memburu karena menahan amarah dalam dirinya.


" lakukan lah Dave. Aku mengandalkan mu " ucap Valera lagi dan Dave mengangguk mantap.


Zizi dan lainnya mengulum senyum saat melihat raut tanpa ekspresi dari Dave yang tak pernah ia tunjukan sebelumnya hanya demi seorang wanita kecuali sang Lady dan para jajaran king. Bahkan Dave sendiri yang akan turun tangan untuk memberi pelajaran kepada Alfedro.


Dave pamit undur diri dan ia segera menghubungi anak buahnya, tapi alangkah terkejutnya saat ia mendapatkan kabar jika Alfedro melarikan diri dan dibantu oleh seseorang.


Dave memarahi para anak buahnya karena telah lalu dalam menjalani tugas bahkan ia mengumpat dan memaki, jika begini kemungkinan terbesar Gloria akan dalam bahaya.


Dave harus mencari tahu identitas dari pria itu dengan cepat, karena ia tak mau lagi kecolongan dan Dave akan sangat marah jika hal seperti ini terjadi lagi pada wanita yang telah mencuri hatinya itu.

__ADS_1


__ADS_2