
CKITTTT
Entah dari mana asalnya seketika muncul beberapa orang ditengah jalan seperti sedang menghadang jalan mobil mereka.
kelima orang asing itu masing-masing membawa senjata tajam ditangannya, wajah mereka sungguh garang walaupun mereka berkulit putih.
BRAKKKKKK
seseorang bertubuh tegap sedikit besar memukul kap mobil yang Valera tumpangi, Dave segera mengambil senjata api miliknya lalu ia selipkan di balik pinggang nya.
" keluar !! " teriak orang itu lantang dan Valera menatap datar dan malas pada sekumpulan orang-orang tak dikenalnya itu.
" atasi mereka !! " ucap Valera lagi dengan pelan.
Dave turun dengan wajah santai khas dirinya ia berjalan beberapa langkah dengan santai membuat orang-orang asing itu mengerutkan dahinya seketika.
" Ada apa ? jangan menganggu jalan kami '' ucap Dave masih dengan nada sopan nya " minggir lah kami tak ada urusan nya dengan kalian '' lanjut Dave lagi.
" tentu saja ada, kalian melewati jalan ini maka kalian harus memberikan kami sesuatu baru setelah itu kalian bisa pergi dengan selamat '' sentak seorang laki bertato seorang wanita di lengannya.
Dave terkekeh ternyata mereka para preman ulung yang hanya bisanya meminta-minta dengan memalak dan memeras para pengemudi.
Kelima lelaki itu menatap heran pada Dave yang tampak terkekeh kecil seperti tak takut apa-apa. Tak lama Edgar turun dengan wajah datarnya.
" Come on. Jangan membuang waktu bung " keluh Edgar dan Dave hanya mengangguk kecil.
DORRR !!
Edgar melayangkan senjata apinya ke salah satu dari mereka, tubuh itu ambruk dengan luka tembak tepat didahi nya, sontak pergerakan Edgar membuat keempat lelaki yang tersisa terkejut bukan main.
Mereka marah dan langsung menyerang Dave dan Edgar secara bersamaan, Valera dan Elion seakan menikmati waktu malam mereka dan menganggapnya sebagai pembuka awal.
Dave dan Edgar melawan dua orang lelaki kini, gerakan jajaran king sungguh lincah dan tak bisa dijangkau mereka cukup kewalahan melawan Dave dan Edgar secara bersamaan.
BUGHHHHHH
KRAKKKK
AGHHH
DORR !!
Dave menyelesaikan keduanya dengan cepat dan cekatan, Edgar menyeringai penuh arti ia maju dan kini sebuah belati yang sama berada di kedua tangannya.
JLEBBB
uhukkk
Edgar tak berbelas kasih dalam melawan orang-orang yang menjadi lawannya, kedua lelaki itu tertusuk tepat di dada dan perut setelah itu Edgar mencabutnya lalu menancapkan kembali belati itu hingga korbannya merenggang nyawa ditempat.
" huhh.. membuang-buang tenaga ku saja " keluh Edgar lalu mengusap darah korbannya dengan sebuah sapu tangan yang selalu ia bawa kemanapun.
kelima mayat-mayat tersebut dibiarkan begitu saja tergelatak di jalanan yang luas atas perintah sang lady, Dave dan Edgar kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan.
******
valera dan lainnya telah tiba di bangunan milik Allarik, sama seperti kemarin bangunan itu dijaga ketat oleh orang-orang bersenjata yang ditempatkan dibeberapa bagian tertentu.
__ADS_1
" lakukan dengan hati-hati, jika kalian menemukan keberadaan lelaki itu bawa dia dengan cepat. " ucap Valera tegas dan keenam jajarannya mengangguk mantap.
Dave bergerak ke sisi kiri bangunan ia melumpuhkan beberapa orang dengan peluru bius miliknya, beberapa orang itu roboh seketika, Dave mengkondisikan MH miliknya agar terhubung dengan kawanannya dan juga sang lady.
" Done !! " ucap Dave.
sedangkan Elion tetap berada ditempat, keempat predator sedang melakukan tugasnya sama seperti yang di lakukan oleh Dave.
pihak Allarik tak mengetahui serangan malam itu, beberapa orang tergeletak tak sadarkan diri dibeberapa sudut, Valera berjalan santai menuju bangunan megah manik hazel nya memindai sekelilingnya terdapat banyak cctv disana tapi Valera tak merasa cemas karena Elion sudah melakukan tugasnya dengan baik.
" heii siapa kau !! " teriak seorang wanita menunjuk sang lady dengan tatapan terkejut karena mansion tuannya dimasuki oleh orang tak dikenalnya.
" huhh " Valera mengembuskan nafasnya secara pelan, dan
SHOTTT
wanita itu terkulai lemah setelah Valera meluncurkan peluru biusnya tepat mengenai lengan kiri si wanita, setelah itu Valera melanjutkan aksinya untuk mencari keberadaan Allarik karena hari sudah larut malam.
Entah mengapa tiba-tiba suara alarm peringatan di mansion itu berbunyi nyaring hingga mengejutkan Valera dan jajarannya. Dave yang saat itu sedang berada di bagian belakang bangunan mendadak mengelus dadanya karena terkejut.
" ckckck. alarm sialan itu berbunyi aku yakin kita melewatkan sesuatu yang menyebabkan benda sialan itu berbunyi nyaring, berpencar dan berhati-hati " ucap Valera melalui MH miliknya yang tersambung pada Dave, Elion, Edgar, Hugo, Matt dan zumba "
setelah alarm itu berbunyi keadaan yang tadinya sunyi dan hening mendadak riuh dan para penghuni mansion terbangun dan terlihat bersiaga.
Valera tampak bersembunyi diantara lemari kaca yang tertutup sebuah kain berwarna putih, dirinya tampak melihat-lihat situasi yang ada ternyata tak begitu banyak pengawal yang berada di bagian dalam bangunan.
DORRR !!
PRANGGG
DODODORDODODOR !!!
dari lantai dua seseorang melihat pergerakan Valera sehingga lelaki tersebut memberondongkan pelurunya kearah Valera yang bersembunyi itu.
" sial !! awas saja kalian " maki Valera ia masih tetap pada posisinya dan kini ia berjongkok dan memantau situasi, Valera bisa melihat jika Hugo dan zumba masuk dan menghalau anak buah Allarik.
sedangkan disebuah ruangan mewah dan megah Allarik tampak damai dan tenang dalam tidurnya, ruangan besar itu memiliki kedap suara sehingga ia tak mengetahui keributan di kediamannya.
" come baby. . " seringai Edgar saat ia memegang senjata Laras panjangnya dan membidik sembarang arah entah apa maksud nya itu.
" SERANG MEREKA !! " teriak lantang anak buah Allarik saat pihak Valera telah berhasil mengepung dan menjatuhkan banyak korban di Mansion itu.
Dave dan Elion terus mempersudut para anak buah Allarik hingga mereka benar-benar tak bisa berbuat banyak selain membidik para orang-orang Valera tapi hasilnya nihil.
Hugo menyeret seorang wanita yang berpakaian seorang maid untuk menunjukkan kamar milik Allarik, wanita itu tampak ketakutan karena Hugo menyeretnya dengan kasar.
Valera akhirnya keluar dari persembunyiannya dan menembak orang-orang yang menghalangi nya dengan brutal tanpa ekspresi.
DODODORDODODOR !!
AGHHH
PRANGGG
suara tembakan, rintihan, jeritan dan barang-barang yang pecah berbaur menjadi satu disana, banyak korban yang tak bersalah meregang nyawa di mansion milik Allarik tapi Valera tak perduli, apa yang menjadi penghalangnya larut disingkirkan.
" hmmm apa sudah selesai ? " ucap Matt menatap zumba dan lelaki berbadan kekar itu mengedikkan bahunya acuh dan menggeleng tak tau.
__ADS_1
" Dimana Lady " Gunma Matt lagi saat ia tak menemukan keberadaan sang Lady dimana pun, tak lama Dave, Elion, Edgar dan zumba ikut bergabung.
disisi lain Valera dan Hugo berada di sebuah pintu berwarna putih mengkilat disana, seorang wanita tampak ketakutan dengan tubuh bergetar.
" I..ini adalah kabar milik tuan Allarik " ucap wanita itu Hugo dan Valera saling pandang satu sama lain.
" apakah ada kunci cadangan untuk membuka pintu ini " tanya Valera dengan dingin dan datar, wanita itu menggeleng cepat dan Valera mengembuskan nafasnya perlahan " tidak ada cara lain, rusak saja pintunya " ucap Valera dan Hugo mengangguk saja
DORR !!
valera terkejut saya Hugo menembak lubang kunci di pintu itu hingga Allarik yang sedang terlelap seketika langsung terperanjat kaget dibuatnya.
" Heii siapa itu !! " sentak Allarik marah.
BRAKKKKKK
mata Allarik menatap heran dan bingung pada salah satu jajaran king itu, Hugo tampak tersenyum menyeringai dan melambaikan tangannya tanpa dosa.
" hai tuan... hmm apakah kau sudah bangun dari tidur nyenyak mu ? '' tanya Hugo dan Allarik seketika tersadar dan langsung beranjak dari tempat tidurnya.
" siapa kau !! " sentak Allarik lagi dan ia langsung membuka laci untuk mengambil senjata api miliknya.
tak lama Valera masuk dan menatap tajam pada Allarik, pada saat itu juga mantan kepercayaan Marcell terkejut bukan main saat melihat Valera kembali di kediamannya.
Allarik mengerutkan dahinya pelan, apakah ia bermimpi bisa bertemu lagi dengan sosok pemimpin dari king tersebut, Valera tersenyum tipis.
" Kau.. !! mau apa kau " pekik Allarik lantang menodongkan senjatanya kearah Valera dan tampak Hugo pun melakukan hal yang sama yaitu menodongkan senjata miliknya ke tubuh Allarik.
tak lama jajaran king yang lainnya memasuki ruangan itu satu persatu, tampak wajah Allarik bingung dan tegang sekaligus, dirinya merasa terkejut karena orang-orang asing memasuki kediamannya dengan bebas.
tiba-tiba Allarik menekan tombol sesuatu yang terdapat di sandaran tempat tidur, Valera dan lainnya diam memperhatikan gerakan itu, lama suara itu berbunyi tapi belum ada tanda-tanda yang mencurigakan, hingga tawa Valera pecah seketika.
" hahaha... ohh aku baru menyadarinya sekarang, apa kau sedang memanggil orang-orang mu ? hmm mereka telah bertemu dengan raja neraka sekarang '' ucap Valera frontal dan Allarik menatap tajam Valera.
" Lancang kau !! " ucap Allarik marah.
DORRR !!
" Lady " pekik orang-orang king saat melihat Valera ditembak dibagian tubuh depannya, Valera meringis dan memegang dadanya seketika.
Dave dan lain nya segera menghampiri sang Lady, Valera berkata jika ia baik-baik saja karena pakaian nya kini anti peluru, Dave menghela nafas lega.
Allarik seketika terpaku saat orang-orang asing memanggil nya dengan sebutan lady ? Hugo mendatangi Allarik dengan wajah marah tanpa rasa takut jika sewaktu-waktu Allarik menembak dirinya.
BUGHHHHHH
AGHHH
Allarik jatuh tersungkur setelah mendapatkan Bogeman mentah berjurus dari Hugo, pukulan Hugo sangat kuat hingga wajahnya sedikit bengkak seketika.
'' jangan bermain-main tua Bangka !! " sentak Hugo marah hingga suaranya begitu menggema di ruangan itu.
" seret dia !! '' ujar Valera kesal dan Hugo mengangguk patuh.
Hugo menerjang tangan Allarik yang menggenggam senjata api hingga pistol itu terlempar jauh dari dekatnya, Allarik diseret dan dipegang erat oleh Hugo dan juga zumba.
valera melihat jam pada pergelangan tangannya, Waktu menunjukan pukul tiga dini hari, pihak king segera pergi meninggalkan kediaman Allarik dan menghancurkan cctv yang terpasang di setiap mansion itu, wanita yang masih memakai seragam maid tampak bergetar ketakutan, Valera membiarkan wanita itu hidup dan melihat semuanya, setelah ini Valera yakin akan banyak orang yang bermunculan.
__ADS_1