Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
sweet night


__ADS_3

seluruh penghuni yang bermalam di Gold Mansion tentu saja sudah beristirahat dengan baik, bahkan kedua orang tua Remigio sudah kembali ke Amerika dengan jet pribadi milik tuan Arzetto sendiri.


valera saat ini sedang mencoret sesuatu di kertas nya dengan pandangan serius dan tegas, beberapa nama masuk ke daftar hitam miliknya bahkan kini sistem peretas pada laptop canggih miliknya seakan menjalankan pekerjaan nya dengan baik.


" sweatheart " ucap remigio dengan mengecup basah punggung Valera yang terbuka sempurna itu karena sang istri memakai gaun malam yang cukup terbuka.


" Remi, " ucap Valera dengan tersenyum dan Remigio membalasnya dengan tersenyum lembut lalu mengecup singkat pipi Valera


" kau sedang apa ? sepertinya kau sibuk sehingga mengabaikan suami mu yang tampan ini " kekeh Remigio membuat Valera melebarkan matanya seketika


" aku tak mungkin mengabaikan suami ku yang tampan ini " ucap Valera lalu membalikkan tubuhnya sehingga kini mereka saling berdekatan dan nafas hangat nya saling terasa satu sama lain, Remigio menatap wajah sang istri dengan tatapan gairahnya dan Valera hanya tersenyum menggoda


mengelus lembut pipi sang istri hingga mengelus lembut bibir yang menggoda itu sebuah senyuman menyeringai terbit di sudut bibir Remigio.


" aku tak bisa menahannya lagi " ucap remigio dengan suara berat dan serak karena menahan api gejolak asmara. Valera mengalungkan kedua tangannya di leher Remigio dan mulai menggodanya dengan kecupan-kecupan basah di seluruh wajah tegas sang suami.


" jika tidak bisa lalu mengapa kau menahannya ? " ucap Valera dengan senyum menggodanya membuat Remigio tersenyum lembut seakan ia sudah mendapatkan sebuah lampu hijau untuk melanjutkan kegiatan yang selama ini ia dambakan.


Remigio mengungkung tubuh menggoda sang istri hingga mereka kini terjerembab diatas ranjang Remigio mulai mencium lembut bibir Valera hingga ritme yang berbeda setiap waktunya.


valera mampu mengimbangi ciuman panas sang suami hingga nafas beratnya seakan-akan hendak meledak. Ciuman itu turun ke leher jenjang sang istri hingga membuat tanda kepemilikan disana


" Eghh.. Remi " ucap Valera dengan suara tertahan akan tetapi Remigio hanya diam dan melanjutkan aksinya itu.


bukan hanya satu bahkan Remigio membuat beberapa tanda cinta di leher serta belahan dada Valera sehingga membuat si mpunya bergerak dengan gelisah.


SRAKKKK


suara itu sontak membuat Valera terkejut bukan kepalang, dan Remigio hanya tersenyum polos tanpa berdosa sedikitpun


" kau merusak gaun ku ! " ucap Valera tak percaya akan tetapi Remigio justru menyerang kembali bibir Valera lebih liar dan ganas.


" aku akan menggantikan nya untukmu, tapi ada baiknya kau tidak mengunakan apapun setiap malam sweatheart " kekeh Remigio dan sontak membuat Valera merona seketika


benda nan kenyal itu sudah terpampang nyata di hadapan Remigio, Valera dengan posisi yang sungguh menggoda itu hanya bisa membuat Remigio menelan ludahnya kasar.


dengan gerakan lembut remigio bermain diarea itu, bahkan sesekali menggigit gemas hingga membuat Valera menjerit tak karuan.


untung saja ruangan itu kedap suara jadi tidak akan ada yang mendengarnya apalagi jika Valera ingin berteriak dengan lantang pun tak jadi masalah. Remigio memijat benda itu dengan gerakan perlahan hingga gerakan penuh nafsunya.


" eghh.. remi hentikan " lirih Valera dengan sorot mata yang menyendu dan kini mereka sama-sama diselimuti gairah nya masing-masing


" tidak akan sweatheart, cukup nikmati saja permainan ku hingga kau menjerit nikmat dibawah kendali ku " ucap remigio dengan senyum nakalnya Valera tak bisa berbuat banyak seakan ia pasrah dengan apa yang Remigio lakukan


segitiga Bermuda itu seakan menjadi penutup terakhir pada tubuh indah Valera, dengan gerakan sensual Remigio melepasnya secara perlahan sehingga membuat Valera tak menyadari dengan aksi Remigio


Remigio menatap penuh nafsu dengan apa yang dihadapannya kini, Valera yang menyadarinya dengan segera memekik kaget dan menarik kasar selimutnya akan tetapi Remigio menahannya sehingga membuat Valera diam tak berkutik


" kau tak bisa lari dariku " ucap remigio dengan mencium leher Valera dan sedikit memberi kesan menggoda disana.


kedua tangan Remigio sungguh aktif di dua tempat sensitif milik sang istri hingga Valera mengerang dan mendesah tak karuan, bahkan kini Valera melebarkan kedua pahanya seakan memberi jalan untuk Remigio melakukan aksinya.

__ADS_1


Remigio membuka seluruh kain yang menempel pada tubuhnya hingga helaian terakhir yang menutupi keperkasaan nya.


" Remi.. aku takut " ucap Valera terkejut saat melihat benda keramat milik remigio yang sudah menegang sempurna itu


" relaks sweatheart, dan nikmatilah aku jamin kau akan senang dan meminta lebih padaku " ejek Remigio sehingga membuat Valera dengan refleks menendang benda keramat Remigio hingga si mpunya meringis kesakitan


DUAKKK


" AGHHH " teriak Remigio dengan meringis kesakitan Valera sontak bangkit dan segera mendekat ke arah suaminya dengan wajah cemas dan panik " apa yang kau lakukan sweatheart " ucap Remigio dengan sedikit terbata


" maaf Remi, sungguh aku tak sengaja " panik Valera yang melihat Remigio meringkuk sembari memegang benda keramat nya itu wajahnya sungguh sudah memerah " Remi, sungguh aku minta maaf " ucap Valera yang ia tak tau harus melakukan apa.


Remigio yang melihat wajah panik sang istri hanya bisa tersenyum licik, segudang ide tiba-tiba muncul dalam benaknya.


" Remi " lirih Valera lagi


" aku tak apa-apa sweatheart, jika kau mau kau bisa mengurutnya secara perlahan " ucap Remigio dengan sedikit gugup " jika tidak ya sudah tidak apa-apa " ucap Remigio lagi dengan wajah sedih membuat Valera bingung seketika


dengan gerakan perlahan Valera memegang lembut benda besar dan panjang itu, jantung nya seketika berdebar lebih cepat dari biasanya Remigio tersenyum menyeringai saat melihat reaksi dari sang istri.


gerakan perlahan itu sungguh membuat Remigio menggeram tertahan sembari memejamkan kedua matanya antara nikmat dan bercampur ngilu karena ia masih merasakan denyutan ringan saat valera menendangnya tadi.


'' apa begini sudah lebih baik " tanya Valera hati-hati dan Remigio hanya mengangguk kecil dengan mata yang masih terpejam dan Valera hanya mengerjakan perkejaan nya dengan baik


pada saat Valera masih menggerakkan tangannya dengan gerakan cepat Remigio menangkap tubuh Valera dan kini berada di bawah kendalinya.


Remigio tersenyum saat melihat reaksi Valera yang cukup terkejut dengan cepat Remigio mencium bibir hingga benda kenyal itu dengan gemas.


salah satu tangan Remigio bekerja dengan baik di bawah sana, hingga membuat si mpunya menggelinjang geli dengan suara desahan yang membuat Remigio kian semangat.


Remigio sengaja membuka kedua paha Valera lebar-lebar hingga kini tempat terhangat dari seorang wanita terpampang tepat di wajahnya


valera hanya diam saja saat Remigio melakukan sesukanya, sungguh saat ini fikirannya menginginkan hal yang lebih tinggi lagi.


" Emmhpp.. Remi aku menginginkan mu " ucap Valera dengan desahan yang erotis saat benda tak bertulang itu membelai lembut sisi yang paling sensitif nya hingga gerakan itu berubah menjadi sangat liar tak terkendali.


CUP


Remigio mengecup basah kelembutan itu, hingga membuat Valera terus mendesah, benda keramat nan kekar itu seakan tak sabar ingin melakukan aksinya


dengan perlahan namun pasti Remigio melai menekan nya dengan ritme pasti, Valera memejamkan matanya saat benda tumpul itu seakan melesak masuk dengan terkesan sedikit memaksa.


" ahhh.. " pekik Valera saat remigio melakukan nya dengan sekali hentakan yang kuat dan seirama, dahi Valera seketika berkerut saat merasakan kelembutannya tak nyaman dan perih. Remigio mengecup dahi Valera dengan lembut dan penuh kasih sayang


" ini tak akan lama, bersabarlah " ucap remigio sedikit menggeram karena benda keramatnya terasa sangat nyaman dan nikmat.


Remigio menggerakkan pinggulnya sedikit demi sedikit hingga rintihan itu berubah menjadi sebuah desahan yang penuh kenikmatan.


Remigio tersenyum saat melihat wajah Valera yang begitu sensasional dan menggoda kedua tangan Valera ia naikan dan ia tekan sedikit demi sedikit hanya untuk memberikan sensasi lain.


" ahhh.. hmmmm faster " desah Valera lagi dan Remigio seketika melakukan gerakan yang begitu cepat dan kuat.

__ADS_1


hingga suara jeritan kecil itu terus melengking tiada henti, Remigio terus mengerang dan menggeram saat merasakan kenikmatan surga dunia dari istrinya yang ia cintai.


" sweatheart, sungguh ini sangat nikmat " erang Remigio dengan terus memacu kecepatan ritmenya nya hingga Valera menggelengkan kepalanya ke kanan ke kiri karena tak sanggup menahan sensasi yang luar biasa itu hingga sesuatu seperti ingin meledak dalam dirinya.


Remigio yang memahami jika Valera akan mencapai puncaknya dengan kekuatan penuh Remigio terus memacunya dengan hentakan kuat dan pasti.


kedua mata Remigio terpejam menahan gelora yang sama-sama ingin membludak dalam dirinya.


" Eghh " erang keduanya saat pelepasan itu terjadi hingga tubuh Remigio maupun tubuh Valera menegang seperti tersengat listrik.


nafas keduanya terengah-engah saat kegiatan itu berakhir. Valera memejamkan kedua karena merasa ia lelah dengan nafas yang tak bertautan


" terimakasih sweatheart " kecil Remigio di bibir Valera dan Valera hanya diam saja


Remigio menarik selimut tebalnya dan menutupi tubuh Valera yang polos itu, Remigio memeluk Valera dari arah belakang dan mengecup singkat punggung mulus itu seakan ia memberikan kesan nyaman dan tenang untuk sang istri.


******


pagi itu pasangan pengantin baru terlambat melakukan sarapan nya bersama, nyonya ana yang sudah berpengalaman hanya tersenyum dan memaklumi pasangan baru itu.


George sarapan dengan tenang begitupun yang lainya, hari ini George akan bersekolah karena beberapa hari ia mengambil cuti atas ijin Valera.


Asnee sudah bersiap menunggu tuan muda kecilnya, karena hari ini ia diberi tahu jika George akan pergi ke suatu daerah untuk sekedar melihat dan mengenal dunia luar untuk anak diusianya kini.


tentu saja Asnee membawa beberapa penjaga atas saran Thomas karena ia juga bertugas untuk keselamatan George maupun Malvin.


" kenapa Valera belum juga bangun " gerutu maya dengan kesal membuat vio hanya tersenyum kikuk.


" sudahlah jangan marah, kau tau jika mereka pengantin baru tentu saja mereka Habis melakukan kegiatan panas " ucap vio dengan Polda hingga membuat maya tersedak dengan buah yang ia makan.


Maya buru- buru mengambil air putih dan ia meminumnya hingga tandas sungguh ia lupa jika Valera sekarang sudah menikah dan tentu saja itulah alasan mengapa ia bangun terlambat.


Maya meringis malu saat vio menatapnya dengan senyum mengejek. Maya melanjutkan aktivitasnya memakan buah-buahan segar yang tersedia di atas meja.


di dalam ruangan beraroma terapi mewah seorang suami istri itu masih bergelung dalam selimutnya hingga sinar matahari mengintip d balik tabir abu itu dan memaksa untuk masuk.


valera terusik kala ia merasa sesak dibagian perutnya, ternyata tangan kekar itu melingkar sempurna di tempat ternyaman nya.


" Remi " panggil Valera dengan suara serak akan tetapi Remigio tak bergeming ia justru masih asyik berkelana dalam mimpinya itu.


valera berbalik hingga kini ia mengganggu Remigio yang sedang terlelap dalam tidurnya tangan lentiknya seakan menari di dada bidang tanpa helaian kain.


Remigio terusik seketika ia membuka matanya secara perlahan dan senyum manis terkembang di sudut bibirnya.


" good morning " ucap Remigio dengan suara seraknya dan Valera hanya tersenyum menanggapinya " kau sudah bangun ? jam berapa ini ? " ucap Remigio lagi dan Valera segera bangkit lalu ia melihat kearah jam dinding hingga matanya terbelalak sempurna karena angka menuju pukul sembilan pagi


" ohh kita kesiangan Remi '' pekik Valera dan Remigio hanya acuh saja mendengar jika mereka terlambat untuk bangun " mereka pasti sudah sarapan terlebih dahulu dan George pun pasti sudah pergi ke sekolahnya " gerutu Valera akan tetapi Remigio justru memejamkan kedua matanya untuk menggoda sah istri.


valera bangkit tanpa memperdulikan kondisinya kini, lalu ia berjalan dengan cepat menuju kamar mandi Remigio yang melihat pergerakan Valera hanya diam dan menelan ludahnya secara kasar sungguh ini godaan pagi yang harus ia lewati.


dengan gerakan kilat Remigio beranjak dari ranjang dan menyusul sang istri melakukan ritual mandinya hingga kegiatan panas itu harus terjadi lagi hingga suara seksi Valera mengalahkan suara gemericik air yang mengalir.

__ADS_1


__ADS_2