
DODODORDODODOR !!
AGHHH
DODODORDODODOR !!
keempat anggota predator dengan cepat menembak para anak buah Josephine maupun Anetha yang tak jauh dari mereka. Anetha dan Josephine sontak berlari saat kejadian itu terjadi.
" Hahahaha !! '' tawa Valera begitu menggema disana. Josephine dan Anetha terlihat murka dan marah karena hal ini. " wahh.. mereka berdua lari '' polos Valera menatap Dave dan Elion sedangkan kedua lelaki itu hanya mengedikkan bahunya acuh.
DORRR
" shitt " umpat Matt saat sebuah peluru melesat menggores bahunya, " sial, akan ku kuliti dia hidup-hidup '' geram Matt.
" tangkap mereka !! '' perintah sang Lady terdengar begitu tegas.
Dave dan Elion mengejar Anetha yang berlari disebuah lorong dikediaman Josephine.
DODODORDODODOR !!
wanita itu terlihat sangat gesit karena begitu lihai menghindari peluru-peluru yang Elion berikan.
" dia pintar juga '' kekeh Elion. Tiba-tiba Anetha tak terlihat dari pandangan Dave maupun Elion kedua lelaki itu saling lirik merasa aneh karena tiba-tiba wanita tua itu hilang begitu saja di belokan terakhir yang terdapat di lorong tersebut.
" Apakah tempat ini ada sebuah jebakan atau sebagainya " ucap Dave waspada " hati-hati Elion " ucap Dave lagi dan Elion mengangguk berjalan dengan langkah tegas.
" sialan wanita itu pasti bersembunyi '' umpat Elion kesal karena Anetha berlari begitu cepat walaupun usianya tak lagi muda.
CRATTT
AGHHH
" Elion !! " pekik Dave saat punggung Elion tiba-tiba disayat oleh Anetha yang entah datang dari mana.
Elion mengerang dan meringis kesakitan, darah mulai keluar dan merembes begitu saja dibalik kaos berwarna biru miliknya.
DODODORDODODOR !
" sial, dia begitu lincah !! '' maki Dave.
" kejar wanita tua itu Dave '' pekik Elion dan Dave merasa ragu akan hal itu '' cepat aku tak apa !! '' ucap Elion meyakinkan dan tiba-tiba Matt datang kearah mereka membuat Dave sedikit lega.
sial entah ke arah mana wanita tua itu berlari sebaiknya Dave harus berhati-hati karena kejadian yang menimpa Elion tak ingin terjadi lagi.
sedangkan disisi lain, zumba dan Hugo terus menyudutkan Josephine agar menyerah dengan mudah, kedua anggota predator itu terus memberondong kan serentetan peluru pada Josephine yang lihai bersembunyi dan menghindar itu.
DODODORDODODOR !!
PRANGGG
BRAKKKKKK
Josephine memanfaatkan barang-barang yang berada di mansion nya untuk menepis peluru-peluru yang Hugo dan zumba lontarkan.
" sebaiknya kau menyerah Josephine ! " ucap zumba kesal.
" bermimpi lah " ucap Josephine tiba-tiba berada di depan Hugo.
DORR !!
AGHHH
" Hugo !! '' ucap zumba terkejut karena bahu Hugo tertembak oleh senjata milik Josephine.
'' sialan.. kau ! '' maki Hugo marah.
DODODORDODODOR !!
AGHHH
satu buah peluru milik Hugo mengenai tubuh Josephine hingga ia roboh karena kaki kanannya tertembak begitu saja. Tak ingin kehilangan kesempatan zumba segera berlari dan menendang senjata Josephine yang terlepas entah kemana.
DORR !!
AGHHH
jeritan Josephine kian meraung kala telapak tangannya ditembak oleh zumba yang berwajah datar, Hugo tertawa saat melihat Josephine yang sudah tak bersenjata.
__ADS_1
'' dasar lelaki tua sialan '' maki zumba lagi dengan datar berkilat merah.
DODODORDODODOR !!
PRANGGG
zumba merunduk kala rentetan peluru hampir mengenai tubuhnya, Hugo dengan cepat membalas balik aksi tembak tersebut. Ternyata Anetha yang melakukanya.
DORR !!
PRANGGG
DORRR !!
AGHHH
Hugo dan Anetha akhirnya terlibat aksi serang dengan senjata api di tangannya masing-masing hingga peluru Anetha tak senagaja mengenai lengan Josephine.
" Aneth !! " teriak lantang Josephine dengan meringis memegangi lengannya yang terasa sakit dan nyeri. Anetha tertegun seketika
BUGHHHHHH
tubuh Anetha terjungkal dan terjerembab hingga dahinya membentur lantai marmer yang dingin.
" AGHHH sialan " erang Anetha " ahhh '' teriakan panjang dan melengking terdengar lagi
" berani sekali kau melukai orang-orang ku '' tajam Valera dengan menginjak punggung wanita itu dengan sepatu boots miliknya.
" menyingkir dari ku wanita gila '' teriak marah Anetha.
DORR !!
AGHHH
Valera geram dan kini menembak kaki kanan wanita itu hingga Anetha berteriak dan menjerit lantang, Josephine yang melihat itu tertegun seketika.
Elion datang dengan wajah yang meringis dengan Matt dan Dave dibelakangnya. Josephine dan Anetha tak bisa lagi berkutik dan melakukan perlawanan.
'' sudah tua pun masih saja bertingkah '' sinis Valera. " bawa mereka kita harus segera meninggalkan tempat ini '' tegas Valera hingga Keenam jajarannya mengangguk patuh.
Anetha dan Josephine diseret oleh Dave dan Matt dengan paksa, sedangkan sebuah map berwarna hijau yang entah apa isinya berada di tangan sang Lady.
sang lady dan juga jajarannya segera pergi meninggalkan mansion tersebut tak lupa mereka pun telah menghilangkan jejak mereka agar tak terjadi kejadian seperti di Thailand pada waktu itu.
dua buah mobil yang disewa oleh Valera melaju menuju sebuah villa yang telah disewa oleh Dave sebelumnya, ternyata empat anggota black road berada di villa tersebut menunggu kedatangan sang Lady dan juga lainnya.
lagi-lagi Anetha dan juga Josephine diseret paksa walaupun dengan keadaan terluka.
'' dasar orang-orang tak berperasaan. Bagaimana kalian memperlakukan kami seperti ini, dasar jurang ajar '' ucap Josephine dengan wajah merahnya.
AGHHH
" lepas. tolong lepaskan '' rintih Josephine saat luka tembak nya sengaja ditekan oleh Edgar sang psikopat muda yang sungguh gila akan noda merah yang tak lain adalah darah para korbannya.
" bicaralah lagi maka aku dengan senang hati melakukan lebih dari ini '' ucap Edgar berbisik mengerikan ditelinga Josephine hingga tubuh lelaki berusia lanjut itu menegang dengan wajah pucat.
villa yang disewa Dave cukup besar dan mewah, bahkan terkesan lebih pribadi. Valera berjalan santai dengan tatapan lurus kedepan, setelah ini Valera akan berencana menuju Turki untuk menangkap target selanjutnya.
" Selamat datang Lady '' ucap keempat anggota black road dengan serempak seraya menunduk hormat, Valera hanya mengangguk tanpa berbicara.
" kalian ... " ucap Anetha seperti mengenali wajah-wajah dari anggota rahasia milik mendiang Marcell dulu.
Valera melirik kearah Anetha dengan tatapan sinis, lalu menyuruh Dave dan Matt segera membawa kedua tawanannya untuk masuk. Brown, violet, red serta blue mengikutinya dari arah belakang.
Josephine dan Anetha di dudukan di atas lantai begitu saja oleh Dave dan Matt atas perintah sang Lady, Valera duduk dengan angkuh di sebuah kursi yang tersedia disana.
" Andai saja kami tau dari dulu jika kalian berdua adalah parasit untuk tuan Marcell sudah aku musnahkan kau dan juga kau ! '' tekan violet dengan tajam menunjuk Josephine dan juga Anetha dengan geram.
" siapa kalian hah.. dan apa maksud nya ini. Jangan bertele-tele '' ucap Anetha merasa tak terima dengan semua perlakuan ini, bahkan dirinya terluka dan bekuk juga diobati.
" Ckckck.. rupanya kau sangat ingin tau siapa kami '' ucap Dave menimpali ucapan Anetha dengan datar.
Anetha geram bukan main matanya menatap nyalang pada jajaran Valera bahkan wanita bergelar lady itu pun tak luput dari tatapan tajam wanita berumur.
Anetha tahu jika mereka adalah orang-orang king tapi siapa yang memerintahkan nya dan hingga saat ini Anetha belum tau siapa Valera sebenarnya.
SWINGGG
__ADS_1
JLEBBB
semua orang terkejut saat Anetha melemparkan sebuah belati kearah Valera untung saja kepekaan seorang Lady bekerja dengan baik.
Valera menaikkan satu alisnya keatas Lalu menatap datar kearah Anetha dan kini semua orang ikut menatap kearah tawanan nya.
" ternyata kau masih ingin bermain '' smirk Valera terkekeh " tapi bersabarlah karena jika kau ingin bermain karena bukan disini tempatnya '' ucap Valera lagi dengan santai " kalian " ucap Valera menatap anggota black road " bawa mereka ke markas utama bersama Wilson dan juga Allarik '' ucap Valera lagi.
" jadi kau yang melakukan ini semua '' teriak Anetha lantang dengan mata yang membulat penuh.
Valera geram karena sedari tadi Anetha terus saja mengoceh dan berbicara kurang ajar, Valera bangkit dengan langkah tergesa menghampiri Anetha.
GREPPP
" hmmppt....le..lepas dasar si..sialan " ucap Anetha tercekat karena Valera mencekiknya dengan kuat, Josephine yang disampingnya hendak menyerang Valera tapi lebih dulu Edgar menginjak kakinya hingga suara Josephine lagi-lagi terdengar kembali karena berteriak.
" jangan menguji kesabaran ku, karena jika sampai aku kehilangan kontrol kau bisa mati hari ini juga tanpa tahu siapa aku sebenarnya !! '' ucap Valera bengis, suara Valera yang mengandung ancaman itu bak melodi kematian yang sangat menakutkan.
uhukkk
Anetha terbatuk-batuk saat Valera melepaskan cekikan nya itu, Anetha merasakan sakit diarea pangkal lehernya bahkan kini sedikit ngilu dan nyeri akibat cengkraman erat Valera.
" Dave borgol mereka " ucap Valera dan Dave mengangguk patuh dan segera memborgol tangan Josephine dan Anetha. '' kunci mereka disatu ruangan yang sama. '' ucap Valera lagi dan Dave mengangguk pasti.
******
keesokan harinya pesawat pribadi milik sang Lady sudah siap untuk mengudara, Anetha dan Josephine kini sudah duduk manis di kursi pesawat, mereka menerka-nerka akan kemana tujuannya kali ini.
" bawa Allarik dan juga Wilson bersama kalian nanti, aku sudah menghubungi nyonya Mecca jika kalian akan datang '' ucap Valera.
'' kami mengerti lady '' ucap mereka serempak dan Valera mengangguk saja.
setelah mengantarkan keempat anggota black road kebandara Valera dan juga Dave segera kembali menuju vila yang telah mereka sewa, keadaan Elion dan juga Hugo yang terluka cukup parah kini masih dalam perawatan intensif oleh rekan sesama rekan mereka Matt dan Edgar.
dalam perjalanan Valera melihat jika banyak mobil polisi yang lewat hari itu, ia yakin jika kerusuhan yang terjadi dikediaman Josephine telah menyebar dengan cepat.
" Lady.. Apa sebaiknya kita harus cepat meninggalkan tempat ini '' ucap Dave memberikan saran.
" ya tentu saja. '' ucap Valera mengerti. " persiapkan semuanya, kita akan bertolak menuju Turki '' ucap Valera dan Dave mengangguk cepat.
satu jam berlalu akhirnya Valera dan Dave telah tiba di villa yang mereka sewa, tapi valera dan Dave mendengar suara Selongsong senjata bersaut-sautan. Valera dan Dave sama-sama menyiagakan senjata mereka.
DODODORDODODOR !!
PRANGGG
" apa-apaan ini !! " sentak Valera kesal karena mobil yang mereka gunakan diberondong rentetan peluru. " siapa lagi mereka '' ucap Valera kesal.
DODODORDODODOR !!
" lady hati-hati " ucap Dave lagi.
DODODORDODODOR !!
SHOTTT
AGHHH
" mati saja kalian !! " teriak Valera marah saat kepala sang lady muncul di jendela mobil yang mana membuat Dave panik.
DODODORDODODOR !!
AGHHH
lagi-lagi teriakan itu terdengar memilukan, Valera dan Dave tak tau apa yang terjadi di villa yang mereka sewa bahkan jajaran nya yang lain belum terlihat sama sekali.
Dave terus mengemudikan mobilnya tanpa henti, ternyata banyak sekali orang-orang yang menyerang villa tersebut.
" lemparkan bom pada mereka '' perintah sang lady kepada Dave.
DUARRRR
AGHHH
DODODORDODODOR !!
Valera terkejut karena Edgar muncul begitu saja dan langsung menyerang orang-orang yang tak dikenal itu dengan senjata andalannya.
__ADS_1
" sepertinya mereka salah atau anak buah Josephine atau wanita itu lady, atau kedua tawanan itu memiliki alat pelacak atau alat-alat penghubung lainnya '' gumam Dave dan Valera yang mendengarnya diam saja. Pasalnya Josephine dan juga Anetha sudah diperiksa sebelumnya untuk mengindari hal-hal yang tak diinginkannya.