
Valera sudah di ijinkan pulang karena kondisinya sudah jauh lebih baik Valera hanya mengalami dehidrasi ringan saja dan iapun sudah di tunggu kedatangannya oleh ibu dan ayahnya
sedangkan Daniel sudah di jemput oleh Thomas untuk di antar ke markas utama nya
" Daniel kau ikut Thomas aku akan kesana esok hari, kau akan tinggal bersama dengan Thomas dan lainnya disana " ucap Valera lagi dan Daniel langsung mengangguk paham
" terimakasih kak " ucap Daniel dengan nada pelannya membuat Valera tersenyum ramah
'' sudah tidak usah seperti itu " ucap Valera lagi " baiklah aku pulang dulu Thomas dampingi dan jaga dia " ucap Thomas mengangguk lalu Remigio membelitkan tangannya di pinggang Valera membuat Valera memekik kaget
" Remi " kesal Valera dan Remigio hanya tersenyum
" ayo pulang " ucap remigio lembut " baiklah kami pulang dulu dan kau Daniel jaga dirimu baik baik dan aku yakin disana pasti menyenangkan dan kau akan menyukainya " ucap remigio dan Daniel pun tersenyum kaku dan mengangguk
Remigio terus memepet kekasihnya membuat Valera sesak akan tingkah Remigio dan itu tak luput dari perhatian para pengunjung atau pasien di rumah sakit tersebut
sedangkan Thomas segera membawa Daniel untuk ke markas utama sesuai dengan permintaan lady nya
Remigio sangat romantis terlihat dari sikap nya saat sedang bersama dengan Valera ia akan berubah drastis dalam segala aspek
" Remi aku lapar " ucap Valera tanpa malu membuat Remigio menatap sang kekasih karena sedari tadi perut Valera terus saja mendemo walaupun ia sudah makan hidangan khas rumah sakit
" hmm kau ingin makan apa ?" tanya remigio lembut dan Valera tampak sedang berfikir
" hmm Remi pasti mamah sudah memasak di rumah, bagaimana jika kita membeli beberapa kue ? " seru Valera dan Remigio pun hanya mengangguk tanda setuju hanya kue ? bahkan tokonya pun bisa Remigio beli dengan Mudah
Remigio menunjukan mobilnya ke salah satu toko kue terkenal untuk menuruti permintaan sang kekasih, Valera tampak tersenyum manis kepada Remigio
" sweatheart, kah tunggu disini aku akan membelikan nya untukmu " ucap remigio sembari mengecup pucuk kepala Valera dengan kasih sayang
" Remi ingat, tidak ada yang mengandung kacang " ucap Valera dan Remigio pun mengangguk lalu keluar dan segera menuju toko kue tersebut itu
Valera lalu merebahkan dirinya di sandaran mobil mewah milik remigio dan mencoba untuk memejamkan matanya sejenak hingga tiga puluh menit berlalu Remigio sudah menenteng sesuatu di tangannya
Valera langsung tersenyum manis kepada Remigio dan dibalas dengan senyum hangat sang kekasih
" terimakasih Remi kau yang terbaik " ucap Valera mengecup singkat pipi Remigio membuat si mpunya terkekeh lalu Remigio dengan cepat mencuri ciuman bibir sang kekasih
" ini yang aku inginkan bukan di pipi sweatheart " goda Remigio membuat Valera mendengus kesal lalu mereka melakukan mobilnya dengan kecepatan maksimal
*****
__ADS_1
Dave sekarang berada di suatu tempat bersama dengan Emet mengapa ia lebih memilih Emet ? karena Emet mempunyai kemampuan bahasa Jepang kuno dan dari itulah Dave mengikut sertakan Emet dalam misinya saat ini
mereka menggunakan mobil berwarna putih yang dilengkapi fitur canggih lainnya serta berbagai senjata di dalamnya Dave tertegun karena semua ini hampir mirip dengan keadaan milik king dan nona nya
" siapa yang mendesain semua ini " ucap dave dengan mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian interior mobil di dalam nya
" nona Valera sendiri " ucap Emet singkat membuat Dave hanya diam saja tanpa menjawabnya sudah ia duga hanya nona nya lah yang mempunyai selera begitu tinggi untuk keamanan serta beberapa fitur canggih hanya untuk sebuah mobil saja
Emet segera melajukan mobilnya, dan Dave hanya memberikan waktu tiga jam untuk mereka bisa tiba di tempat tujuan ya karena menurut Dave ia tidak ingin membuang buang waktu lebih lama lagi
sepanjang perjalan hanya ada keheningan semata Emet memfokuskan dirinya untuk mengemudi dengan GPS dari ponsel yang diberikan oleh Dave ia terlihat serius dalam mengamati setiap jalan yang dilewatinya
sedangkan Dave ia sibuk mengotak ngatik laptop nya dengan wajah serius yang terkadang menunjukan wajah bingung itu
empat jam berlalu akhirnya mereka sampai, setelah mereka melakukan peristirahatan selama satu jam, seperti prediksi Dave tiga jam cukup untuk mereka tiba suatu tempat
" tempat apaan ini " ucap Dave mengerutkan dahinya karena tempat yang ia datangi merupakan sebuah dermaga yang sudah tak terpakai lagi bahkan Emet hanya mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri
" tuan Dave coba kau cek ulang kembali dengan infomasi yang kau dapat, apakah benar kita diharuskan di tempat ini " ucap Emet dengan sopan dan Dave pun segera melihat ke layar laptopnya kembali
hingga dua puluh menit berlalu Dave masih diam tak bersuara
" tak salah lagi ini memang tempatnya ! tapi mengapa harus sebuah dermaga yang tak terpakai lagi " ucap Dave bingung
mereka keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju pinggir dermaga itu angin sepoi-sepoi sungguh terasa nyaman disana, Emet memasang kan kaca mata khusus miliknya untuk melihat pergerakan asing disana
sedangkan Dave masih sibuk dengan melihat sekelilingnya
" wow mereka benar benar pintar memanipulasi tempat ! ternyata banyak sekali benda dan alat yang tak bisa terdeteksi disini pantas saja tuan Dave harus bekerja keras untuk mendapat kan informasi dari kelompok mereka .batin Emet
Emet terus melihat sekelilingnya sampai pandanganya tertuju di sebuah tempat yang tepat berada di hadapan nya, Emet tertegun saat melihat banyak orang disana mereka semua berwajah khas orang Jepang dengan rambut panjangnya yang kuno
" tuan coba kau lihat tempat ini dengan kacamata milik ku ini " ucap Emet dengan ragu seketika Dave mengerutkan dahinya
" untuk apa ?" tanya Dave bingung tapi Emet langsung memasangkan kacamata itu pad Dave, hingga sepuluh menit berlalu perubahan raut wajah Dave sudah mulai berubah
Dave semakin gencar melihat setiap pergerakan disana dengan sikap tenang nya membuat Emet terkekeh dengan wajah datar tanpa ekspresi sang kaki kanan lady sekaligus salah satu petinggi king itu
" sudah ku duga ! mereka hanya sekelompok pemberontak yang kebetulan keberuntungan berpihak pada mereka " desis Dave sontak membuat Emet mengerutkan dahinya tak paham
disisi lain P1 dan P2 pergi ke suatu daerah untuk bertemu dengan seseorang yang dimaksud oleh Dave mereka berdua menggunakan pakaian biasa agar tak mencolok
__ADS_1
mereka menggunakan mobil milik Valera yang terlihat biasa dan standar
kini mereka sudah sampai di suatu tempat yang dimaksud oleh Dave sebuah bangunan pabrik tekstil yang masih saja beraktifitas dan kegiatan para karyawan pun sudah terlihat disana P1 dan P2
" bagiamana dengan penampilan ku " ucap P2 membuat P1 mengerutkan dahinya seketika
" apa maksud mu ?" ucap P1 terlihat bingung ia menatap P2 dari atas sampai bawah ia merasa tidak ada yang aneh lalu mengapa P2 berbicara seperti itu
" apakah aku keren dengan pakaian seperti ini ? " celetuk P2 membuat P1 membelalakan matanya sungguh lelucon seperti apa yang sedang dibicarakan oleh P2 itu membuat P1 mendengus kesal
" tidak ada yang salah dengan pakaian mu itu aku rasa ini sangat bagus kau terlibat gagah dan keren " ucap dan puji P1 membuat P2 tersenyum lalu tanpa basa basi lagi mereka segera mengunjugi pabrik tekstil tersebut membuat para karyawan menata ke arah P1 dan P2
" maaf ada kepentingan apa kalian datang kemari ? " tanya seorang lelaki paruh baya
" kami ingin bertemu dengan tuan Zhang " ucap datar dan dingin P1 membuat pria itu tertegun lalu ia segera berlari untuk memberi kabar kepada tuan Zhang, setelah menunggu Sepuluh menit muncul lah sosok seorang pria yang sudah berumur disana
seketika pria itu menatap dengan intens kepada P1 dan P2
" ada kalian orang yang di utus oleh tuan Dave " tanya pria itu seketika P1 dan P2 mengangguk lalu pria itu mempersilahkan untuk memasuki sebuah ruangan
P1 dan P2 saling melirik seketika
" duduk lah " ucap pria itu
" ada apa kalian mencari ku " ucap pria itu tanpa basa basi membuat kedua pasukan Phoenix itu tersenyum samar, Lalu mereka menjelaskan maksud kedatangannya kemari tuan Zhang mendengar nya dengan seksama sembari menghisap sebatang rokok nya dalam dalam
P1 dengan lihai berbicara untuk menggali sebuah informasi mafia Jepang itu dari mantan anggotanya. Ya tuan Zhang adakah mantan kelompok itu lebih tepatnya kelompok Agashi karena pengalihan ketua dan kekuasaan tuan Zhang akhirnya memutuskan untuk keluar dan meringis usahanya sendiri
tuan Zhang masih diam tanpa berbicara sorot matanya menatap secara intens P1 dan P2 dengan Lamat Lamat
" siapa pemimpin kalian aku yakin jika kalian dan tuan Dave bukan dari kalangan sembarangan " ucap tuan Zhang telak
" pemimpin kami sangat di kenal bahkan sampai dataran Eropa dan penjuru dunia mustahil jika tuan Zhang tidak mengetahuinya " ucap P2 dengan seringai lebar membuat tuan Zhang mengerutkan dahinya dan terlihat seperti orang berfikir
" sudahlah berikan kami informasi yang yang ketahui " ucap P2 lagi membuat tuan Zhang terkekeh
" apa keuntungannya jika aku memberikan informasi tersebut " ucap tuan Zhang
" pemimpin kami yang akan memberinya langsung kepada tuan Zhang jika seandainya tuan Zhang mau bekerja sama " ucap P1
" baiklah, jangan mencoba untuk menipuku, atau aku tak akan segan terhadap kalian semua " ucap tuan Zhang tegas membuat P1 dan P2 mengangguk pasti
__ADS_1
" Deal " ucap mereka serempak
^^^"" maaf reader sedikit dulu yahh ceritanya, dan maaf telat untuk up nya dukung terus novel author yahh ^^^