Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Mulai rusuh


__ADS_3

Amerika serikat, waktu setempat.


PRANGGG


" Apa, kau bilang ? " ucap seorang lelaki paruh baya dengan suara marah yang tertahan " kau !! kenapa kau melakukan semua ini " pekik lelaki paruh baya itu.


Gracelina diam mematung dan duduk santai sembari menatap kemarahan dari salah satu temannya itu. Walter Juan Ya dia adalah salah satu anggota ORTAXS yang sudah lama bergabung dari semasa ia muda, Lalu mengenal Gracelina setelah beberapa tahun ia bergabung.


Walter menatap wanita paruh baya itu dengan nafas menderu nya seakan ia sangat marah apa yang dilakukan oleh temannya itu yang sebagai penasihat.


" Kau ingin memecah belahkan ORTAXS, begitu ? " dingin Walter dan Gracelina menatap tajam lelaki paruh baya yang usianya tak jauh berbeda dengan dirinya.


" memecah belah ? apa maksud mu. Aku tak melakukan itu " ucap Gracelina lagi dan Walter menyipitkan matanya seketika. " Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan Walter. Remigio kini sudah tak pantas untuk menjadi seorang pemimpin ORTAXS lagi. Dia terlalu berpihak kepada istrinya itu. Jika saja dia menikahi Esme pasti ini semua tak akan terjadi. " marah Gracelina dan Walter semakin geram karena temanya itu tak mau mengerti.


" Dia sudah mati Gracelina ! jangan kau ungkit lagi orang yang sudah tiada. " ucap tegas Walter.


" itu semua karena wanita itu yang membunuhnya ! Karena dia kita kehilangan Esme ! " pekik Gracelina marah dengan nafas yang menderu nya.


" Lalu sekarang kau mau apa ? jangan libatkan aku dalam permainan mu ! " ucap Walter dingin seakan tak berpihak pada teman satu organisasi nya.


Gracelina tersenyum miring melihat penolakan Walter yang tidak mau memihak nya, tapi tak apa ia masih mempunyai orang-orang yang akan membantu misinya kali ini.


" Aku membutuhkan racun darimu ! " ucap sinis Gracelina dan Walter menatap tajam seketika.


" Apa ? tidak ! " ucap tegas Walter dan Gracelina marah seketika. " untuk apa kau melakukan nya Gracelina ! itu semua sudah terjadi dan kini Remigio telah hidup bahagia " ucap Walter lagi dan Gracelina semakin marah.


" aghhh.. Aku muak dengan wanita itu, ia seakan hidup lebih berkuasa dari ku. Tidak ! ini tidak bisa di biarkan ! " teriak Gracelina marah dan Walter terkejut akan ucapannya itu.


" Apa maksud mu ? " tajam Walter .


" sudah lama aku menginginkan kursi kepemimpinan asal kau tau itu Walter tapi aku tidak bisa melakukanya dan pada saat itu Remigio lah yang mampu untuk duduk di kursi dan tahtanya. Tapi kini aku menginginkan putraku yang duduk di kursi itu " pekik Gracelina marah dan Walter diam saja " sekarang cepat kau beri aku racun itu sekarang juga Walter, aku tidak menerima penolakan " tegas Gracelina.


" tidak ! sekarang kau keluar dari Mansion ku " marah Walter dan Gracelina langsung menodongkan senjatanya kepada Walter akan tetapi Walter tetap tenang dan tak takut sedikit pun.


" jangan bermain-main denganku Walter " smrik Gracelina.


" cihh.. ternyata kebaikan mu selama ini hanya topeng belaka Gracelina. Kau tak pantas untuk menjadi penasihat, kau serigala berbulu domba " marah Walter.


DORR !!


AGHHH


" Daddy !! " pekik salah satu lelaki muda saat ia melihat ayahnya di tembak oleh seorang wanita. Walter jatuh sembari memegang dadanya dan menatap Gracelina dengan tatapan permusuhan sedangkan Gracelina ia hanya menatap datar ke arah Walter.


BUGHHHHHH


AGHHH


lelaki muda itu menendang tubuh Gracelina dengan keras, hingga senjata yang ia genggam terlempar begitu saja, Gracelina tersungkur sembari memegang dadanya yang di tendang oleh orang seumuran putranya.


Lelaki muda itu dengan cepat membatu ayahnya dan memanggil para pengawalnya untuk menyiapkan mobil menuju ruang sakit, para anak buah Walter panik saat melihat tuannya berlumuran darah.


" Dasar wanita tua Bangka ! apa yang telah kau lakukan terhadap ayahku. Kau menembak nya ! kau .. " marah lelaki muda itu dan Gracelina hanya diam saja, sungguh dadanya kini terasa sesak dan sedikit sakit. " keluar kau !! keluar !! " ucap lelaki muda itu dengan lantang.


Gracelina keluar dengan pandangan lurus ke depan dengan memegang dadanya yang sesak akibat tendangan putra Walter itu, matanya menatap dengan penuh amarah.


Walter kau salah mendidiknya. batin Gracelina.


*****

__ADS_1


Valera menyambut kedatangan Remigio pada malam itu, Remigio memeluk erat tubuh istri yang ia cintai dan ia rindukan selama beberapa hari ini. Remigio mencium bibir Valera dihadapan Bruce dan Frank, mereka berdua langsung tertunduk saat melihat adegan berbahaya itu.


" kenapa kau keluar, pada malam hari sweatheart ? " ucap Remigio sedikit mengeluh.


" Aku, ingin menyambut mu. Aku merindukan mu " ucap Valera manja merangkul leher Remigio layaknya seorang anak kecil. Remigio terkekeh tapi ia suka sikap Valera yang seperti ini.


Pada malam itu mereka segera menuju Gold Mansion dengan Bruce dan Frank yang berada di kursi terdepan. Valera begitu menempel pada Remigio bahkan tangan nya dengan nakal membuka kancing kemeja Remigio hingga terlepas dua buah.


Remigio hanya membiarkan Valera melakukan hal itu, tangan kekarnya mengelus lembut rambut Valera lalu beralih pada perut Valera yang membuncit.


" Remi, " ucap Valera menatap manik hitam itu dengan tatapan lugu dan polosnya. " apa kau membawakan ku oleh-oleh ? " tanya Valera dan Remigio tergelak akan hal itu. Melihat keterdiaman Remigio Valera mengerucut kesal.


Remigio segera merangkul bahu Valera dengan lembut dan membawanya ke dalam pelukan tapi Valera diam saja dan memalingkan wajahnya ke samping lain, membuat Remigio gemas bukan main.


" Aku memang tidak membawa buah tangan untuk mu sweatheart, Tapi kau bisa meminta apa saja kepadaku termasuk nyawaku " ucap lirih Remigio di telinga Valera membuat Valera menatap manik hitam itu dengan tatapan sulit diartikan.


jantung nya berdebar-debar tak menentu, entah mengapa Valera merasa tak tenang dan tak enak hati tapi sebisa mungkin ia tepis segalanya.


" Aku menyayangimu " ucap Valera lagi dan kini tangannya melingkar indah di pinggang Remigio.


Mobil mewah itu sudah sampai dipelataran Gold Mansion yang luas dan mewah, Valera turun setelah Remigio membuka kan pintu untuk istrinya.


Akan tetapi langkahnya terhenti sesaat lalu ia menatap sekelilingnya perasaanya sedikit tajam kali ini, Remigio merasakan hal lain di sekitar sini.


" Ada apa ? '' tanya Valera bingung


" Tidak, Ayo masuk " ucap remigio tersenyum lembut dengan merangkul pinggang Valera dengan erat.


George yang kebetulan sedang menonton televisi dengan Aldo dan Daniel seketika menatap kedatangan Valera dan Remigio.


Remigio menghampiri mereka dan mengecup pucuk kepala George dengan lembut. Aldo dan Daniel hanya tersenyum menatap itu semua lalu Valera duduk di antara Daniel dan Aldo.


" sepertinya kalian sedang menikmati waktu bersama " ucap Valera menatap Aldo dan Daniel lalu menatap ke arah George.


Apalagi ini. batin Valera saat melihat berita kerusuhan di beberapa kota Paris yang entah siapa pelakunya.


Remigio menatap kearah Valera yang menyiratkan kemarahan dari sorot matanya, Remigio baru mengetahui hal ini. Ia tak tau apa ini ulah murni ulah musuh king atau ulah anggotanya ORTAXS yang tidak terima atas sikapnya pada malam pertemuan itu.


" Mereka bukan berasal dari Prancis, mamih " ucap George membuka suara dan semua orang kini menatap wajah si kecil George. " Mereka berasal dari luar, aku yakin itu " ucap George lagi berwajah serius " saat aku sedang bersama dengan Malvin aku tak sengaja melihat beberapa orang berpakaian aneh di Disneyland, Mereka sangat aneh dan selalu menatap ke arah kami dengan tatapan tajam dan dingin. Paman Asnee dan lainnya pasti menyadari semuanya akan tetapi mereka diam saja. " ucap George dan Valera terlihat tertarik begitupun dengan yang lain.


" lalu apa yang terjadi ? " ucap Aldo lagi yang terlihat penasaran.


" tidak ada, hanya mereka selalu mengikuti kami saja. Dan aku tak sengaja mendengar ketika salah satu dari mereka menyebut nama ORTAXS " ucap George dengan polos.


PRANGGG


suara itu mengejutkan semuanya, Valera tak sengaja menyenggol sebuah vas kristal saat ia hendak mendekat kearah George, Valera tertegun dan Remigio segera menghampiri istrinya itu.


" sweatheart " ucap remigio akan tetapi Valera diam saja lalu berlalu pergi dan naik ke kamar pribadinya.


Remigio panik lalu ia segera mengikuti langkah sang istri dengan tergesa-gesa. George, Daniel dan juga Aldo menatap bingung dengan apa yang baru saja terjadi.


valera terduduk di sisi ranjang dengan pandangan lurus tak lama ia memijat pelipisnya dengan pelan. Remigio mengelus punggung Valera lembut.


" Apa yang sebenarnya terjadi Remi " ucap Valera tanpa basa-basi " mereka mengusik ku ! " ucap Valera lagi.


" Aku akan mengurusnya untuk mu " ucap Remigio.


" Tidak ! ini tidak bisa dibiarkan. Mereka telah bermain bermain-main dengan ku. Maka aku sendiri yang akan membunuhnya dengan tangan ku " tajam Valera marah dan Remigio pun merasakan hal demikian.

__ADS_1


Tak lama ponselnya berdering dan Remigio meminta ijin untuk mengangkatnya dan Valera hanya mengangguk kecil. Remigio terkejut saat mendapatkan kabar jika Walter terkena luka tembak. Dirinya terkejut bukan main, dirinya menyuruh anak buahnya untuk mencari siapa pelakunya, dan mereka menyanggupinya.


Remigio segera mematikan sambungan teleponnya dan segera menghampiri Valera yang masih saja bergeming.


*****


Dave dan para jajaran king lainnya kini berkumpul di markas setelah mendapat kabar dari Greta jika Paris di masuki oleh-oleh beberapa orang kelompok yang membuat onar.


Bahkan dua dari anggota predator ikut turun tangan untuk membantu para rekannya, Matt dan Edgar kini ikut dalam misi tersebut.


" Kita kecolongan ? " tanya Thomas lagi.


" sepertinya begitu ! beberapa titik di kota yang terjadi kerusuhan telah Greta kirimkan. Segeralah bertindak sebelum sang Lady yang turun tangan " ucap Elena yang ikut dalam pertemuan tersebut.


" Ya benar. Aku rasa ada yang sedang bermain-main dengan kita " ucap Syina ikut menimpali. " apa mereka anak buah Mrs OTO ? " Picing Syina lagi.


" Sebagian dari mereka selalu mengawasi apartemen milikku, tapi sejauh ini mereka tidak bertindak " jawab Elena cepat.


" lalu ? " tanya Dave lagi.


" Aku akan mengatasinya " saut Elena dan semua orang hanya mengangguk karena mereka yakin akan kemampuan Elena.


" Tapi bagaimana bisa mereka melewati sistem yang dimiliki oleh Greta ? bukan kah itu hal yang aneh " gumam Matt dan semua orang tampak berfikir yang sama.


Tak lama mereka mendapat kabar jika terjadi sebuah ledakan disalah satu pusat perbelanjaan kota yang cukup ramai, terdapat beberapa korban jiwa dan korban yang luka-luka.


Dave dan lainnya sungguh terkejut bukan kepalang, Lalu mereka membagi tugas. Dave, Matt, dan Edgar akan menuju titik lokasi dengan beberapa anak buah king. Sebagian nya akan tetap berada di markas sampai menunggu kabar.


" Ayo kita harus cepat bergerak. Tangkap para pelaku dan kau Thomas hubungi Greta untuk meretas CCTV yang berada di sana. Kita akan tersambung melalui Vidio call nanti . " tegas Dave dan Thomas mengangguk.


Dave menggunakan mobil yang mirip dengan mini bus akan tetapi mobil yang digunakan Dave dan dua anggota predator lainnya lebih kecil dengan kecanggihan yang mempuni,


Edgar yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari menunggu panggilan Vidio dari Greta dan juga Thomas. Tak lama mereka tersambung dan Greta dengan cepat meretas semuanya, hanya membutuhkan waktu lima menit Greta telah mengantongi identitas mereka.


" Ohh Dave mereka hanya penjahat kelas teri saja, " keluh Greta lagi.


" Tak masalah. Lacak posisi mereka " ucap Dave lagi.


" Di gang kecil, dekat sebuah bangunan rumah susun yang ditempati warga di jalan X " ucap Greta.


" Oke " ucap Dave lagi, Edgar yang mendengarnya langsung melajukan mobilnya dengan pesat, sambungan masih terhubung dan Greta sibuk meretas kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini di kota Paris, entah apa penyebabnya.


CKITTTT


" shitt " pekik Matt saat kepala nya tak sengaja membentur dasboard mobil karena tidak menggunakan sabuk pengaman.


" oh sorry Matt, " kekeh Edgar dan Matt mendengus dengan kasar. " ini tempatnya. Tapi banyak sekali warga yang beraktifitas di jam ini, Greta apa kau tak salah ! " ucap Edgar dan Greta yang mendengarnya hanya menggeleng kepala saja.


" Tetap lah berhati-hati. Selalu waspada " tekan Dave dan keduanya mengangguk. Lalu mereka keluar secara bersamaan.


baru saja beberapa langkah mereka telah ditahan oleh seorang gadis berpakaian Kumal dan lusuh.


" sebaiknya paman-paman ini jangan mendekat ke arah sana " ucap gadis itu dengan menunjuk ke arah gang kecil yang hendak mereka sambangi.


" Memangnya kenapa ? " Picing Matt penasaran.


" banyak sekali para preman dan berandalan disana. Bahkan kami korban dari mereka " keluh gadis itu lagi.


" sebaiknya kau menghindari tempat ini, biar kami yang mengurusnya " keluh matt dan gadis itu hanya mengangguk patuh lalu pergi.

__ADS_1


Matt memicingkan matanya saat melihat gadis itu, Edgar pun tak kalah sama ada yang aneh dengan tempat ini. Dave memilih tak perduli, ia selalu menyiagakan senjatanya dalam kondisi optimal.


Tak jauh dari mereka anak buah king selalu standby di tempat untuk mewanti-wanti hal yang buruk terjadi, tapi mereka yakin jika para petinggi king mampu mengatasi mereka yang statusnya hanya penjahat jalanan.


__ADS_2