
di Indonesia seperti biasa maya melakukan aktifitasnya setelah satu bulan Valera pulang ke Prancis, Maya benar benar merasa kesepian,tidak ada lagi teman baiknya saat ini
di kantor pun berita berita yang simpang siur semakin memuakan. Maya benar benar sudah jengah dibuatnya ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri, apalagi sang ceo. Maya yakin dia telah mendengar gosip murahan yang sudah tersebar itu, tapi seakan akan dia menutup telinganya dan itu membuat Maya semakin kesal
" tekad ku sudah bulat,aku akan mengundurkan diri dari perusahan ini,aku sudah muak dengan mereka yang membicarakan ku, " kesal Maya
ia pun sudah memberikan surat pengunduran diri kepada pihak managernya, tapi alih alih diterima dengan baik surat itu justru ia di panggil sang ceo ke ruangannya,membuat Maya semakin geram dibuatnya
ia pun langsung ke ruangan Presdir dengan wajah yang tak lagi bersahabat
tok tok tok
" masuk "
CEKLEK
" ada apa bapak memanggil saya " ucap Maya tanpa basa basi lagi, tapi sang Presdir hanya menatap nya dengan tajam
" aku tidak menerima surat pengunduran dirimu " ucap Irfan sang Presdir
" mengapa?? aku bukan karyawan kontrak,jadi aku bisa kapan saja untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini
Irfan pun terdiam dengan perkataan Maya
benar Maya buka pekerja yang terlibat kontrak dengan perusahaannya
" apa alasannya kau mengundurkan diri,atau karena gosip gosip itu " tebak irfan
" jika sudah tau mengapa bertanya lagi " dengan nada ketusnya sungguh Maya sudah melupakan sopan santunnya
" kau bukan wanita yang kuat ! "
" bapak bilang apa?? bukan wanita yang kuat?? selama ini aku sudah mencoba untuk menahannya, mencoba untuk menutup telingaku di kala para karyawan bapak membicarakan ku ! wanita murahan lah , wanita penggoda lah , apa bapak fikir saya akan menerima ketika orang orang berkata seperti itu ! Tidak, aku masih punya harga diri , jadi aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahan ini sekarang juga " ucap Maya dengan penuh emosi, membuat sang Presdir tertegun dibuatnya,Irfan tidak pernah menyangka bahwa Maya akan mengundurkan diri,ia pun sangat kesal kepada berita berita murahan itu,saat Maya hendak keluar tangan nya ditarik kencang oleh Irfan membuat Maya tidak sengaja menabrak dada bidang nya
"ahhkkkkk, apa bapak sudah gila ! " pekik Maya yang mencoba melepaskan tangan nya dari Irfan
" kau tidak boleh mengundurkan diri Maya " tegas Irfan sembari menatap Maya yang teramat kesal dibuatnya
" dengar tuan Irfan yang terhormat, kau bukan siapa siapa untuk ku, aku mempunyai hak untuk ku mengundurkan diri,ketika aku merasa tidak nyaman bekerja di perusahaan mu ini, kau tidak bisa menghalangi ku " ucap Maya dengan sorot mata tajam dan menghempaskan tangan kekar Irfan secara kasar,
" aku menyukai mu Maya " ucap nya dengan lantang membuat langkah Maya terhenti seketika,lalu tersenyum sinis saat mendengar nya
" kau membuatnya semakin rumit tuan Irfan " dengan tersenyum sinis dan melangkahkan kaki nya keluar lalu menutup pintu ruangan CEO dengan kencang,membuat Irfan terkejut begitu pun dengan sekretaris nya
BLAMMMM
" heii,dasar wanita tidak tau diri " omel sang wanita dengan pakaian sangat minim
" apa kau bilang ?? tidak tau diri, kau sudah cukup mengataiku yang tidak tidak , tapi tidak untuk kali ini " pekik Maya dengan mata memerah
" dasar ****** murahan, kau pasti merayu tuan Irfan lagi huhh,atau kau sudah dibuang olehnya ? lalu kau menangis dan meminta pertanggung jawaban beliau ?" ucap nya dengan nada mengejek sembari tersenyum sinis
PLAKKK
" apa kau tidak berkaca dulu sebelum kau melontarkan kata ****** kepadaku ! kau lihatlah dirimu, pakain mu sungguh tidak tau malu kau seperti seorang penggoda,dan kata itu lebih pantas untuk dirimu bukan untuk ku " dengan suara yang lantang membuat Irfan keluar dari ruangannya dan melihat apa yang terjadi, wanita itu hendak menampar tapi dengan sigap Maya menepisnya bahkan mencengkeramnya dengan penuh amarah
" berani kau menamparku, akan ku buat kau menyesal nona " dingin maya membuat wanita itu menggerutu kesal,entah dapat kekuatan dari mana, Maya begitu berani, lalu dia melangkahkan kaki nya kasar untuk keluar dari perusahaan yang menurutnya seperti neraka
Irfan hanya menatap sendu kepergian Maya, ia sangat marah kepada gosip yang beredar diperusahaan nya,entah siapa yang menyebarkan nya,lalu Irfan mengumpulkan para karyawannya dan meluruskan semuanya dengan sangat jelas,beberapa karyawan wanita nya ia pecat secara tidak hormat atas sikap dan perilaku yang tidak baik ..
__ADS_1
*******
Maya telah sampai dirumahnya, untung ibunya belum pulang dari toko kue dan adiknya belum pulang dari sekolahnya, lalu ia melangkahkan kakinya ke lantai dua menuju kamarnya untuk membersihkan diri
setelah sepuluh menit ia melakukan kegiatan mandinya,ia menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas ranjangnya lalu Maya mendengus tak mengerti
" setelah ini,aku harus cari kerja di tempat lain " gerutu Maya
ia langsung membuka ponselnya dan membuka sosial media nya,ia melihat beberapa photo sahabatnya Valera,membuat ia merasa rindu akan dirinya, lalu tanpa pikir panjang lagi ia mencoba menghubungi Valera untung nya tersambung..
" Hallo Maya " pekik Valera
" Valera aku merindukanmu " dengan suara sendunya
" heii,kau kenapa "
" tidak, aku tidak apa apa hanya merindukanmu saja " ucap Maya berusaha tersenyum
" ceritakan apa yang terjadi maya,aku tau kau sedang tidak baik baik saja " sesar Valera
Maya pun menceritakan perihal masalah dan pengunduran dirinya nya di kantor tempat ia bekerja. Maya bercerita dengan penuh emosional, Valera hanya menyimak mendengarkannnya, lalu Valera menawari Maya untuk mengurus salah satu usahanya di Indonesia,pada awalnya Maya menolak dengan keras,tapi karena Valera yang mendesaknya ia pun akhirnya setuju dengan ide yang Valera berikan. Akhirnya Maya ikut mengurus bisnis caffe milik Valera yang sedang pesat pesat nya,mengingat ia sudah mengenal dengan para asisten dan orang kepercayaan Valera di sini. Akhirnya mereka pun memutuskan panggilannya telepon nya
" aku harus membicarakan perihal ini kepada mamah " gumam Maya dengan senang
waktu menunjukan pukul lima sore, aldo sudah pulang sekitar satu jam yang lalu karena dia ada pelajaran tambahan,sedangkan Maya masih menunggu mamahnya untuk kembali,akhirnya Maya mencoba menghidupkan televisi untuk mencari hiburan atau film film yang sedang digandrungi masyarakat .
CEKLEK
suara pintu terbuka lebar,seorang wanita paruh baya dengan rambut yang selalu tertata rapi,dengan gaya baju yang selalu terlihat modern di usianya yang sudah lanjut.
Itu adalah ibunya Maya ..
" mahh " panggil Maya yang langsung menggandeng tangan ibunya
" iya mah " ucap Maya berusaha tersenyum
kedua wanita itu menuju ruang keluarga yang Maya tempati tadi untuk menonton televisi
nyonya ana duduk di sofa yang selalu ia tempati dan menatap Maya dengan sekilas
" apa Aldo sudah pulang " tanya nyonya ana kepada Maya yang baru saja dari dapur untuk mengambil air putih lalu ia berikan kepada ibunya
" sudah,dia ada di kamarnya,mah aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu " ujar Maya
" ada apa Maya,ceritakan lah " nyonya ana pun semakin ingin tahu apa yang akan dibicarakan oleh putrinya itu
" aku sudah mengundurkan diri dari perusahan " jawab Maya jujur membuat ibunya kaget
" tapi kenapa " tanya ibunya lagi
Maya pun menceritakan kejadian yang sesungguhnya kepada ibunya, ibunya hanya menatap sendu anaknya itu, ia tidak tahu menaju soal masalah Maya
" tapi mamah tenang saja, aku sudah mendapat pekerjaan yang lebih baik, Valera menawariku untuk mengurus dan mengolah bisnis caffe nya disini, " ucap Maya dengan senang
" benarkah " jawab ibunya terkejut
" ia mah " saut Maya memastikan
ibunya sangat bersyukur karena Maya mempunyai teman seperti Valera,dan Maya pun lebih senang karena bisa bersahabat dengan Valera,
__ADS_1
setelah mereka menyelesaikan pembicaraan nya,keluarga itu melanjutkan untuk makan malam bersama seperti biasanya
******
di Hongkong waktu setempat seorang lelaki paruh baya berwajah sedikit Asia masih terlihat gagah diusianya yang sudah tidak muda lagi sambil memandang sebuah fhoto seorang wanita cantik
dia adalah Ben tanaphon seseorang yang sangat mencintai Sofia ayu hingga sampai saat ini, mereka terlibat cinta yang rumit.
Ben sudah mencintai sofhia sejak duduk di bangku kuliah nya di Australia, tetapi sofhia mencintai ramius, dan ramius pun sebaliknya.
membuat Ben sangat marah ketika mengetahui mereka saling mencintai,segala cara Ben mencoba merebut hati sofhia, tapi ia tidak mampu menggoyahkan cinta sofhia kepada ramius,
setelah ia mengungkapkan perasaan nya kepada sofhia tetapi ditolak,ia bertekad untuk menjadi seorang pengusaha sukses agar sofhia memandang dirinya. Ben merasa disepelekan karena sofhia memilih ramius yang memang lebih kaya raya dari pada dirinya
" kau masih saja cantik di usia mu saat ini sofhia " gumam Ben sambil menatap terus ke sebuah fhoto
" aku sangat mencintaimu sampai saat ini,walaupun dulu kau menolak ku,dan memilih dia dibanding denganku " gumamnya lagi
tok tok tok tok
" tuan " sapa seorang lelaki dengan berwajah oriental
" ada apa jose " saut ben datar, ya itu adalah jose asisten dan kepercayaan nya tuan Ben
" saya mendapatkan kabar dari orang orang yang memantau kediaman tuan Diego,telah terjadi penyerangan pada malam hari di silverhouse dan sekarang tuan Diego berada di rumah sakit,untungnya dia tidak apa apa " jose berbicara
" begitukah?? siapa orangnya " tanya Ben sembari mengecup sebuah fhoto lalu di letakan kembali ke sebuah laci meja kerja nya
" orang orang king tuan " saut Jose
seketika Ben menatap tajam kepada Jose,dia berfikir kenapa king melakukan penyerangan ke tempat putra angkatnya itu
" siapa pemimpinnya " dingin Ben
" seorang wanita muda tuan " saut Jose kembali
" pasti putri nya " gumam Ben sambil mengerutkan dahinya
" apa dia sudah kembali lagi kepada king?? kenapa aku menjadi kecolongan seperti ini,gadis itu tidak bisa diremehkan " batin Ben
" Jose cari penerbangan secepatnya ke Prancis,dan kau jangan lupa dengan identitas baruku, gadis itu sangat cerdik " saut ben
" baik tuan "
setelah kepergian Jose dia pun menatap ke arah luar jendela sambil menerawang jauh serta menerka nerka yang difikirkannya
" putri mu memang luar biasa sofhia aku tidak meragukan gen dari ayah serta kakeknya nya dia benar benar sangat lincah,," gumam Ben " apa gadis itu sudah memberi tahu yang sebenarnya perihal Jackson kepada Diego " gumamnya lagi
Ben menyiapkan barang barang pentingnya ke sebuah koper untuk dia pergi ke Prancis untuk menemui Diego,dia harus memastikan sendiri kesana
CEKLEK
" ayah " panggil seorang gadis berusia 21 berambut sedikit kecoklatan
" Yasmin ada apa " tanya Ben ayahnya
" ayah akan pergi " tanya yasmis dengan menatap sang ayah yang sedang sibuk
" iya ayah akan pergi selama seminggu,tidak lama bukan, kau baik baik lah dirumah " seru Ben sambil membelai rambut Yasmin
__ADS_1
Ben memang sudah menikah karena di jodohkan tetapi istrinya sudah meninggal ketika dia melahirkan yasmin, dia tidak pernah mencintai ibunya yasmis yang dia cintai hanya sofhia. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi anak perempuan nya itu Yasmin adalah darah dagingnya.
Yasmin tanaphon gadis berusia dua puluh satu tahunm ,berkulit putih ia kini sedang kuliah di salah satu universitas ternama di Hongkong,seorang gadis yang sangat ceria, bahkan ia tidak mengetahui Selak beluk ayahnya ataupun masa lalu ayahnya, Yasmin tidak ingin mempertanyakan hal itu,yang ia tahu ayahnya sangat menyayangi dirinya