
Bruce dan Frank kini sedang berhadap-hadapan dengan istri sang penguasa ORTAXS dimana Remigio pun berada di samping Valera saat ini, Valera menatap kepada dua orang lelaki yang akan menjaganya atas titah sang suami.
" sweatheart, mereka yang akan menjaga mu jika kau berpergian keluar tanpa diriku, aku harap kau mengerti dan aku tidak mau terjadi sesuatu hal yang buruk kepada kalian walaupun aku tau jika kau mampu untuk mengatasi semuanya, " ujar Remigio dengan lembut menatap wajah Valera dengan tatapan sayu nya.
" baiklah, aku tau Remi, terimakasih. Jadi siapa nama kalian " tanya Valera menatap dua lelaki bertubuh tegap itu.
" saya Bruce dan ini Frank nyonya " ucap Bruce dengan sopan dan Valera tentu saja mengangguk-angguk kecil.
" apa suami ku sudah memberi tahu apa saja yang akan menjadi tugas kalian ? '' ucap Valera dengan penuh selidik. Keduanya hanya saling pandang satu sama lain.
" menjaga nyonya dan mengawasi nona, hmm bisa dikatakan jika kami yang akan bertanggung jawab atas keselamatan nyonya " tegas Frank dan Valera tersenyum tipis.
" Hmm baiklah, aku akan menerima saran dari suami ku, karena aku pun sedang mengandung jadi aku tidak ingin mengambil resiko. Kalian akan selalu berada di sampingku dan mengikuti ku kemana pun aku pergi " ucap Valera dengan tegas tanpa berkedip membuat dua orang lelaki itu mengangguk mantap. " kalian bisa tinggal di mansion, dan ikut bergabung dengan para anak buah ku disana " ucap Valera lagi dan kedua orang itu hanya saling pandang dan lirik.
" baik nyonya terimakasih " ucap keduanya menunduk dengan hormat, Remigio hanya bisa tersenyum dan mengelus punggung istrinya dengan lembut.
" Remi.. hari ini aku akan berkunjung ke mansion utama " ucap Valera menatap wajah sang suami yang semakin hari semakin menggoda.
" hmm pergi lah sweatheart, dan buat dirimu senyaman mungkin. " ucap Remigio dengan tersenyum dan Valera membalasnya dengan senyuman manis nya. " sweatheart, kemungkinan aku akan pulang terlambat karena akan mengunjugi rekan bisnis ku yang sedang mengadakan sebuah acara " ucap Remigio lagi dan Valera memicingkan matanya seketika. " tenang saja James dan Leo akan ikut bersama ku " ucap Remigio yang mengetahui jika istrinya sedikit tak rela dan pada akhirnya ia mengangguk.
" baiklah jika begitu aku pergi Remi. " ucap Valera dengan mengecup singkat pipi Remigio kedua pengawal itu hanya bisa menundukkan kepalanya saja saat melihat adegan mesra dari tuannya itu.
" hati-hati " ucap remigio dan Valera mengangguk, kedua lelaki itu dengan cepat mengikuti langkah sang nyonya mereka berjalan tepat dibelakangnya. Para karyawan yang melihat itu hanya menelan ludahnya kasar saat melihat istri sang pemilik gedung di kawal oleh dua orang lelaki berwajah garang.
hingga sampai parkiran Valera menghentikan langkahnya sejenak lalu menatap kedua lelaki itu sekilas.
" apa kalian membawa mobil ? " tanya Valera dan keduanya mengangguk. " mulai sekarang aku tidak akan menyetir yang artinya kalian akan berada satu mobil dengan ku. " tegas Valera dan keduanya hanya mengangguk patuh.
Bruce membuka kan pintu untuk Valera dan kemudian kedua lelaki itu masuk dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Valera memberikan informasi tentang mobil yang dikemudikan, mobil mewah itu dilengkapi fitur dan fasilitas yang sangat canggih bahkan mereka bisa melihat arah jalan yang berada di layar tablet berukuran 14 inc itu.
Bruce dan Frank mengagumi mobil milik nyonya nya ini, jujur Mereka berdua kagum dan yakin jika fitur ini bukan sembarangan fungsi. hingga empat puluh lima menit berlalu mereka telah sampai di sebuah gerbang yang menjulang tinggi, Frank sebagai pengendali kemudi segera membunyikan klakson mobil sesuai perintah sang nyonya.
Bruce dan Frank memilih menunggu didalam mobil dan Valera hanya mengangguk kecil, lalu ia segera masuk untuk menemui kedua orang tuanya.
para maid yang berlalu lalang menunduk hormat saat kedatangan nona mudanya, ketua pelayan dengan cepat memberi tahu kedatangan Valera kepada tuan dan nyonya besarnya.
valera memilih menunggu di meja makan karena tiba-tiba perutnya terasa lapar, mata Valera berbinar kala melihat sajian khas Indonesia yang selalu enak dinikmati kapan saja.
bubur kacang hijau itu sungguh menggoda Valera tanpa basa-basi ia mengambilnya dan mulai menuangkan nya kedalam mangkuk dan memakannya dengan sangat lahap.
tak lama nyonya Sofhia dan tuan Ramius turun dan ikut bergabung di meja makan dengan sang putri, Valera hanya tersenyum kikuk saat melihat tatapan heran kedua orang tuanya.
" pelan-pelan sayang " ucap nyonya sofhia dan Valera hanya diam saja dan fokus menyuapkan makanan itu kedalam mulut.
" ini enak sekali " ucap Valera lagi dan nyonya sofhia hanya tersenyum. " mah,pah aku ingin memberi kabar bahagia kepada kalian " ucap Valera dengan semangat.
" apa itu ? " tanya tuan Ramius dengan penasaran.
" aku sedang mengandung " ucap Valera senang membuat kedua pasangan paruh baya itu bahagia dan sangat antusias menyambut nya.
" syukurlah, nak " ucap nyonya sofhia dengan mata yang berkaca-kaca begitupun dengan tuan Ramius. Valera pun tak kalah gembiranya, nyonya sofhia memberikan nasihat dan wejangan selama masa kehamilan dan Valera mendengarnya dengan seksama, hingga tak terasa sudah dua jam berlalu dan Valera memutuskan untuk pulang dari akan menuju Gold mansion sebelum itu nyonya Sofhia membawakan sebuah bingkisan coklat untuk sang putri.
__ADS_1
Tak lama mobil mewah milik Valera melaju dan meninggalkan area Mansion utama, sepanjang perjalanan Valera memikirkan perkataan Remigio yang akan menghadiri acara perayaan membuat Valera penasaran bukan main.
Valera harus mematikan jika Patricia tidak terlibat didalamnya dan jika sampai itu terjadi maka Valera tak akan segan menghajar wanita itu di depan umum.
****
waktu sudah mulai malam tapi Remigio tidak memberi kabar ataupun pesan singkat kepada Valera, membuat Valera kesal bukan main. Alhasil Valera menghungi seseorang untuk menanyakan perihal keberadaan suaminya.
sepuluh menit berlalu wajah Valera Sudah sangat marah karena mendapat kabar jika Patricia pun akan ikut menghadiri acara itu.
" wanita itu benar-benar " geram Valera lalu ia beranjak dan segera mengganti pakaian nya dengan gaun yang lebih nyaman lagi,
George yang melihat itu hanya bisa diam karena ia tau jika Valera sedang marah terlihat dari sorot matanya yang tajam, Valera berjalan dengan langkah tergesa-gesa menuju parkiran.
Bruce dan Frank panik saat Valera meminta kunci mobil nya dengan paksa, bahkan perkataan Bruce tak dihiraukan sama sekali.
" nyonya kau mau kemana ? " tanya Frank sedikit cemas.
" menangkap parasit " tegas Valera membuat kedua orang itu saling pandang satu sama lain. " kalian berdua cepat ikut aku ! '' ucap Valera dan keduanya mengangguk dengan mantap.
sepanjang perjalanan Valera menghubungi Remigio tapi tidak ada jawaban sama sekali lalu Valera menghungi ponsel kedua asisten sang suami James dan Leo tapi nihil kedua orang itu tak mengangkatnya sama sekali.
Bruce dan Frank hanya bisa mengelus dada saat nyonya nya mengemudikan kecepatan laju mobilnya dengan sangat tinggi, karena sang nyonya sudah sangat tidak sabar bahkan Frank dibuat sesak nafas dengan cara mengemudi majikannya itu.
" bukankah ini salah satu hotel milik remigio ? " gumam Valera bingung tanpa basa-basi lagi Valera turun di ikuti oleh kedua lelaki bertubuh tegap itu.
disisi lain Remigio sedang asyik berbincang dengan salah satu rekan bisnis nya yang berasal dari Jepang yang tak lain akayama, Ya mereka berdua kini sedang terikat bisnis ilegal nya.
CEKLEK
sosok wanita yang memakai gaun pendek kini berada di hadapan mereka, Remigio memicingkan matanya seketika lalu memandang tajam pada akayama.
" sungguh aku tau kenapa wanita itu bisa berada disini " ucap Akayama menatap Remigio
" siapa yang mengijinkan mu untuk masuk ! " tajam Remigio dan Patricia hanya tersenyum lalu duduk tanpa permisi dan kini ia menatap Remigio dengan tatapan penuh arti.
" Remi..please dengar kan penjelasan ku terlebih dahulu. Tidak bisakah kau memaafkan ku atas tindakan ku dulu terhadapmu Remi. Sungguh aku masih mencintaimu sangat mencintaimu tidak bisakah kau melihat cinta itu dimata ku " ucap sendu Patricia dan Remigio tak perduli dengan perkataan Patricia dan akayama ia terlihat bingung bukan main.
" Hentikan Patricia ! aku sudah mempunyai wanita yang aku cintai dengan hidup dan mati ku. Kau hanya masa lalu dan tidak akan pernah menjadi masa depan ku " tegas Remigio dengan suara lantang membantu Patricia tersentak dan jantungnya berdebar tak karuan.
" jika begitu jadikan aku yang kedua dalam hidupmu ! " ucap Patricia lagi membuat Remigio dan akayama terkejut bukan main.
BRAKKKKKK
" lancang kau menginginkan suami ku ! " pekik suara wanita yang sangat dikenalnya, Valera dengan marah dan kini ia berjalan dengan langkah tergesa. Semua orang terkejut akan kedatangan valera
PLAKKK
valera menampar wanita Patria dengan sangat keras hingga Patricia terhuyung kebelakang, Bruce dan Frank yang melihat nyonya nya marah hanya bisa diam karena mereka tak ingin ikut campur.
" sweatheart, " ucap remigio dan mendekap tubuh Valera dengan erat.
__ADS_1
" lepas ! " teriak Valera lagi karena emosi nya benar-benar tidak stabil " lepas.. " ucap Valera langsung menghempaskan tangan Remigio dengan kasar.
" sweatheart, kendalikan amarahmu " tegas Remigio dan Valera tersenyum tipis.
Patricia bangkit dan menatap Valera dengan tajam ia merasa tak terima karena sikap Valera yang telah menamparnya. Remigio merasa aneh dengan sikap Valera yang kini tak bisa mengendalikan emosinya.
" kau ! apa kau mengetahui jika dia akan berada di sini ? " Picing valera dengan nafas memburunya dan dengan cepat Remigio menggeleng kan kepalanya.
" tidak jangan berfikir buruk sweatheart, aku bahkan tidak mengetahui nya " ucap Remigio tenang dan mencoba untuk mendekati Valera akan tetapi Valera memundurkan langkahnya karena tidak ingin di dekati.
" berhenti ditempat mu Remi. " tegas Valera menatap nyalang kepada Remigio lalu beralih pada Patricia " dan kau wanita tak tau malu ! aku sudah memperingatkan mu untuk tidak menganggu suamiku apa ancaman ku waktu itu tidak cukup untuk mu ! apa kau fikir aku main-main dengan perkataan ku ! dan kini kau secara terang-terangan meminta yang kedua kepada suamiku yang jelas-jelas milik ku. Bukan milikku " teriak Valera lantang dengan menggebu-gebu membuat Patricia diam saja dan Remigio segera mendekap tubuh Valera sekali lagi karena Remigio tak ingin amarah menguasai istrinya yang kini sedang mengandung.
" salah kah aku untuk mempertahankan cintaku ! kau hanya wanita pengganti diriku. jelas-jelas Remigio masih mencintaiku " teriak Patricia dengan menggebu.
" PATRICIA " teriak Remigio lantang dengan suara menggelegar, dan Valera kini maju melangkah ingin memberinya pelajaran akan tetapi Remigio langsung menahannya.
BUGHHHHHH
valera menghajar Remigio dengan sikut tangannya hingga dekapan itu sedikit mengendur, Patricia terbelalak saat Valera melakukan hal itu begitupun dengan Bruce dan Frank.
valera menatap tajam pada Remigio dengan nafas memburunya, sorot matanya kini diliputi rasa amarah yang entah mengapa tidak bisa ia kendalikan.
" kau tidak bisa tegas terhadapnya Remi ! itu sama saja kau memberi celah wanita lain untuk masuk " pekik Valera dengan mata yang berkaca-kaca, " lihatlah ! sekarang ia datang dari mengusik rumah tangga kita, dan secara terang-terangan dia menginginkan mu " teriak Valera lagi dengan suara menggelegar.
PRANGGG
valera mengamuk dan memecahkan semua benda yang berada di atas meja dengan emosi nya yang sedang tinggi, Remigio dan akayama terkejut bukan main sedangkan Patricia ia terlonjak kaget dan sedikit gugup saat ini.
air mata Valera kini telah membasahi pipinya begitu saja, matanya masih menyorot dengan tatapan membunuh nya pada Patricia.
" sweatheart, apa yang kau lakukan ? kenapa kau begini ? dengarkan dulu penjelasan ku " pinta Remigio mencoba untuk menenangkan sang istri.
Bruce dan Frank segera mengamankan Patricia agar menjauh akan tetapi Valera dengan cepat menghampiri nya dan dengan sekali sentak Valera menguasai Patricia dan menjambak ya dengan kasar
" aghh.. lepaskan.. sa..kit Remi tolong " ringis Patricia akan tetapi Valera semakin menambah cengkeramnya.
" kau harus mati " teriak Valera seakan bukan dirinya, Valera benar-benar muak dan tak terkendali. Remigio mencoba melepas cengkeraman Valera akan tetapi ia cukup kesulitan, Patricia semakin merintih kesakitan bahkan air matanya sudah mengalir begitu saja dan Valera ia semakin beringas dan tak perduli.
" kalian, cepat tarik wanita ini " pekik Remigio lagi dan kedua lelaki itu dengan cepat menarik Patricia saat cengkraman Valera sudah terlepas.
valera berontak tak karuan, dengan nafas yang tersengal membuat Remigio sedikit sulit mengendalikan sang istri. Remigio tak mau menyakiti istrinya akan tetapi Valera tidak bisa ditenangkan
" lepas ! aku harus memberi nya pelajaran " teriak Valera lantang dengan mata uang melebar di hadapan Remigio membuat Remigio tersulut emosi nya.
PLAKKK
Remigio menampar wajah valera agar Valera berhenti berontak dan benar sana Valera langsung terdiam saat mendapatkan tamparan itu dari suaminya.
sakit ? itulah yang Valera rasakan, Valera mulai melepaskan dekapan Remigio dari tubuhnya dengan perlahan dan menatap Remigio dengan tatapan yang sulit diartikan.
suasana nampak hening dan sunyi, Remigio meruntuki kebodohannya dalam hati, sudah dipastikan jika sang istri pasti akan marah dan murka. Valera berlalu pergi dari ruangan itu tanpa menghiraukan Remigio yang terus memanggilnya dan mengejarnya.
__ADS_1
akayama memaki Patricia dengan marah dan wanita itu hanya menunduk dan takut akan kemarahan lelaki jepang tersebut. tapi dalam hatinya ia bersorak dengan gembira saat ini.