Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
206


__ADS_3

kini Zizi dan lainnya membawa wanita itu menuju markas utama king, para mayat-mayat sudah dibersihkan dan siap di kirim menuju kota Lyon tempat Hugo menampung para hewan buas peliharaannya.


" nak apa yang terjadi ? dan apa itu tadi suara senjata " bingung nyonya Ana dan Valera hanya diam saja dan tersenyum tipis menanggapinya.


" tidak ada apa-apa Bu, hanya orang gila yang memainkan senjata mainannya " ucap asal Valera dan nyonya Ana mengerutkan dahinya seketika. Maya dan vio serta rud ikut bingung dengan jawaban Valera, jika benar orang gila yang memainkan senjata mainan nya mengapa mereka digiring ke suatu tempat yang cukup mengejutkan dengan George dan juga para maid, Seketika segudang pertanyaan muncul dibenak mereka.


" Vale tapi suara itu seperti nyata " cicit Maya dan Valera hanya tersenyum saja


" sudahlah jangan difikirkan, lebih baik kalian beristirahat karena besok akan melakukan perjalanan yang cukup melelahkan dan untuk masalah Aldo fikirkan baik-baik ini demi masa depannya. Jika ibu dan Maya bingung soal lainnya jangan khawatir karena aku siap bertanggung jawab selama Aldo tinggal bersama kami " ucap Valera ramah dan tampak nyonya Ana berkaca-kaca ia pun menginginkan hal yang terbaik untuk kedua anaknya dan ia sangat bersyukur dipertemukan orang baik seperti Valera yang siap menanggung apa yang dibutuhkan oleh keluarganya.


Remigio mengusap lembut punggung sang istri ia sungguh kagum atas kebijakan serta kemurahan hati Valera terhadap orang-orang disekitarnya.


" istriku berkata benar bu, jangan sia-siakan kesempatan baik ini Aldo sangat cerdas biarkan ia meraih mimpinya agar menjadi orang yang lebih sukses lagi dan sebagai orang tua seharusnya kita mendukung " ucap Remigio ikut menimpali. Nyonya ana tampak mengangguk-angguk kepalanya lalu memeluk Valera erat dan mengucapakan rasa terimakasihnya yang teramat dalam karena sudah membantu kedua anaknya untuk mencapai hidup masa depan yang cerah.


" terimakasih nak, semoga tuhan selalu melindungi setiap langkahmu " ucap nyonya Ana dan Valera hanya mengangguk dan mengelus lembut punggung ibunda sahabatnya itu, Maya dan vio tampak sedih saat mendengar perkataan yang terlibat itu.


" beristirahat lah, hari sudah malam. Dan ibu pun harus segera beristirahat juga dan jaga kesehatan itu yang lebih penting. " ucap Valera dan nyonya Ana menganggu kecil kak tersenyum.


valera dan Remigio pamit untuk beristirahat begitupun dengan yang lainnya, malam itu Gold Mansion mendapatkan serangan mendadak yang tak terduga.


valera segera membersihkan dirinya begitupun dengan Remigio mereka melakukan ritual itu secara bersamaan.


mata Remigio menatap penuh nafsu saat tubuh polos sang istri terpampang nyata dihadapanya. valera hanya memicingkan matanya seketika saat melihat Remigio yang tak berkedip


" apa yang kau lihat ? " polos Valera dan Remigio langsung menyerang mendorong tubuh Valera sedikit kasar hingga mereka terpojok pada dinding.


valera memekik kaget saat Remigio melakukan aksinya itu, Remigio menekan tombol On pada sisi kirinya dan seketika air shower menyala dan membasahi tubuh mereka secara intens.


" Emmphh " erang Valera saat remigio bermain di area benda kenyal sedikit kasar sehingga membuat Valera sedikit menggelinjang.


kedua tangan Remigio aktif dengan baik di dua tempat sensitif milik sang istri bahkan kini jari-jari nya bermain dengan ritme cepat di tempat terhangat seorang wanita.


" ohh Remi.. Emmphh faster... " desah dan erang Valera saat remigio melakukan gerakan yang begitu cepat hanya dengan jarinya saja.


CUP


Remigio mengecup singkat bibir Valera saat ia merasakan jari-jari nya menghangat karena sesuatu yang mengalir deras disana, rupanya Valera telah melepaskan sesuatu yang membludak dalam dirinya hingga kini nafas Valera tersengal dengan tatapan sayu memandang kearah Remigio.


" ini belum berakhir sweatheart " bisik menggoda Remigio tepat ditelinga sang istri dan kini ia menekan tombol of untuk mematikan air yang menyala itu.


Remigio membalikkan tubuh sang istri hingga kini posisinya begitu menggoda dan bergairah nafas Remigio semakin memburu kala ia melihat sesuatu yang sangat indah itu.


" AGHHH " pekik Valera saat ia merasakan benda keramat Remigio menerobos masuk dengan hentakan kuat, mata valera terpejam karena merasakan sensasi yang begitu kuat.


Remigio menggeram dalam diamnya, kedua tangan kekarnya terus bermain di area kenyal itu seakan ia mencari sensasi lain.


" emmphh sweatheart, ini sangat nikmat sungguh " desah Remigio saat ia memajukan pinggulnya sedikit demi sedikit hingga ritme yang begitu cepat.

__ADS_1


" ahhh.. ahhhhhh " erang Valera saat remigio menggempur tubuhnya dengan begitu dalam dan kuat sehingga membuat suara yang begitu menggoda dan bergairah " ssthhh.. Remi I'm coming now " ucap Valera yang ikut menggerakan tubuhnya seiiring dan seirama.


Remigio semakin mempercepat gerakan nya dengan hentakan kuat begitupun dengan Valera mereka Seakan beradu dalam kekuatan nya dan pada akhirnya mereka mengerang panjang dengan nafas yang begitu memburu karena baru saja merasakan nikmat yang begitu dalam.


" kau sungguh menggoda " bisik Remigio memeluk tubuh sang istri dari arah belakang dan mencium punggung polos Valera lalu menjilatinya disana.


" Remi, aku lelah, rasanya aku ingin berendam dengan air hangat " keluh Valera dan Remigio dengan sigap mengisi air pada bathup dan menuangkan aroma terapi didalamnya untuk sang istri agar lebih relaks.


Remigio menuntun Valera untuk segera berendam dan mengecup lembut dahi Valera lalu Remigio kembali menyalakan air pada shower agar ia bisa mandi tanpa menunggu Valera yang sedang berendam.


*****


lagi-lagi Valera sudah bangun dan ikut menyiapkan sarapan untuk beberapa orang di mansion nya kini, bahkan Remigio masih tertidur pulas dan masih pada posisi yang nyaman itu.


" apakah sarapan untuk George sudah siap ? " tanya Valera ramah dan salah satu maid mengangguk dengan sopan.


" semuanya sudah siap nyonya " ucap maid itu sopan dan Valera mengangguk kecil


waktu sudah menujukkan pukul tujuh pagi tapi cuaca hari ini sedikit tak bersahabat, kini meja makan itu sudah terisi penuh bahkan Remigio sudah rapi dengan pakaian mahalnya.


Remigio tak lupa mengucapkan selamat pagi pada Valera, George dan juga yang lainnya dan semua orang membalas sapaan itu dengan sopan.


" mamih bisakah aku memiliki komputer ? " ucap tiba-tiba George dan Valera seketika terkejut dibuatnya


" komputer ? tapi untuk apa sayang " tanya lembut Valera akan tetapi George berkata untuk menambah ilmu dalam wawasan nya.


setelah selesai George segera berangkat karena Asnee telah menunggunya sebelum itu Valera memberikan ultimatum kepada Asnee demi keselamatan George maupun Malvin dan Asnee mengangguk mengerti.


valera segera bergegas dan bersiap karena harus mengantar rombongan Maya untuk menuju bandara dengan ditemani Remigio tentunya.


iring-iringan mobil mewah itu tampak di jaga ketat oleh para anak buah king yang mengantar hingga tempat tujuan. Bahkan nyonya Ana sampai dibuat bingung dengan orang-orang yang berseragam rapi dan bertampang datar itu akan tetapi nyonya Ana tetap berfikir positif jika Valera bukanlah dari kalangan biasa.


berbeda dengan Maya yang tidak mengerti dan merasakan keganjilan dalam diri Valera ia merasa jika sahabatnya itu seperti seorang penjahat atau komplotan *******. Entahlah Maya bisa berfikir demikian.


sesampainya di bandara Valera segera menghampiri Maya dan lainnya begitupun dengan Remigio dan anak buah king menunggu sang Lady di parkiran khusus.


" Vale terimakasih, aku senang bisa berada disini. Dan nanti aku pasti akan berlibur ke tempat mu ini " ucap Maya dan Valera mengangguk antusias


" datanglah jika kau mau " kekeh Valera dan Maya hanya mengerucutkan bibirnya saja lalu ia memeluk sahabatnya itu begitupun dengan nyonya Ana.


Aldo hanya sibuk memainkan sebuah game dalam tablet yang dibelikan oleh Remigio sebagai bentuk perkenalan pada adik dari sahabat istrinya itu.


jet pribadi dengan berlogo VH berwarna putih itu sudah siap mengudara, bahkan beberapa awak kabin berjejer rapi dan menunduk penuh hormat saat melihat Valera dan Remigio datang.


" masuklah, mereka sudah siap " ucap Valera dan semuanya hanya mengangguk kecil lalu, mereka naik satu persatu bahkan vio memekik kaget saat melihat kemewahan dan interior didalamnya sungguh sangat nyaman.


valera menatap kepergian rombongan Maya hingga pesawat itu benar-benar mengudara dengan gagah. Bahkan Maya terlihat melambaikan tangannya pada jendela pesawat yang masih terbuka dan Valera membalasnya dengan tersenyum senang.

__ADS_1


*****


valera memutuskan untuk mengukuti Remigio menuju perusahaan nya, karena ia merasa bosan dan akan melakukan nya hingga pada siang nanti, sebelum Valera pergi menuju markas utama.


valera tampak menyandar di bahu kekar Remigio dan Remigio tampak membalasnya dengan kecupan singkat di pucuk kepala Valera.


" apa kau tak berfikir untuk kita honeymoon ? " ucap Remigio dan Valera menoleh kearah Remigio lalu tersenyum tipis


" honeymoon ? aku ingin honeymoon bersama kapal pesiar yang kau berikan " ucap Valera dan Remigio justru tersenyum senang.


" hmm.. kau akan mendapatkannya sweatheart, jadi kapan kita akan pergi untuk honeymoon " ucap antusias Remigio dan valera tampak berfikir demikian.


" aku akan melihat jadwalku terlebih dahulu begitupun dengan kau Remi " ucap Valera dan Remigio hanya bisa menurut patuh pada ucapan sang istri.


hingga mobil mewah itu telah sampai dipelataran luas Adomson Crop's,Remigio memperlakukan Valera dengan sangat manis hingga tangan kekarnya terus menggenggam tangan Valera seakan ia tak rela jika harus berjauhan dengan sang istri.


terlihat beberapa pegawai saling menyapa dengan sopan dan ramah begitupun saat James dan Leo berpapasan dengan tuan dan nyonya nya.


" apakah ada jadwal penting untuk hari ini ? tanya Remigio sambil terus berjalan menuju sebuah lift untuk sampai di lantai teratas.


" tidak ada tuan, hanya nanti sore ada pertemuan dengan Tuan Simon untuk membahas perkara bisnis dan juga ia akan digantikan dengan anak nya karena usia tuan Simon sudah berusia lanjut " ucap Leo dan Remigio mengangguk mengerti.


Remigio terus menggenggam tangan sang istri hingga James dan Leo dibuat salah tingkah akan kemesraan pasangan suami istri ini.


" hmm Remi aku rasanya ingin meminum coklat panas untuk menemani ku duduk manis diruangan mu " ucap Valera dan Remigio mengangguk lalu tersenyum.


hingga mereka telah sampai dilantai teratas dan James serta Leo menuju ruangan nya masing-masing untuk melakukan pekerjaan nya yang tertunda.


Remigio tampak menghungi seseorang untuk memesan apa yang Valera inginkan, Valera tampak senang dan ia melangkah kan kakinya menuju balkon yang menghadap lautan lepas di sana.


" sweatheart, are you oky ? " ucap Remigio dan Valera memicingkan matanya seketika karena bingung dengan pertanyaan Remigio ini.


" I'm Oky ! ada apa Remi ? " tanya Valera bingung


" tidak ada, hanya saja hari ini kau jauh lebih cantik membuatku ingin sekali mengurung mu dan membuatmu seperti cacing kepanasan " kekeh Remigio dan Valera tampak memerhatikan menahan malu, Valera hanya menyunggingkan senyuman nya tipis dan berjalan menuju Remigio lalu melabuhkan satu ciuman lembut di bibir Remigio


" hmm jika begitu rasanya akupun ingin menunggangi kuda hingga kuda itu lemas tak berdaya " ucap Valera dengan suara menggoda dan sedikit mendesah yang tepat di ditelinga Remigio


" sweatheart " ucap remigio dengan mata terpejam dan suara seraknya Valera justru tertawa terbahak-bahak Karena melihat respon sang suami yang mudah tergoda hanya dengan perlakuan kecil " apa yang kau tertawakan ? Picing Remigio bingung.


" tidak ada hanya saja kau begitu lucu " ucap asal Valera hingga membuat Remigio gemas dan langsung menerkam bibir Valera yang sungguh menggoda itu, Valera tentu saja terkejut akan perlakuan tiba-tiba Remigio tapi ia pun akhirnya menikmati detail sentuhan yang remigio berikan hingga mereka berdua sama-sama terbuai.


hingga suara ketukan mengejutkan keduanya, dengan cepat Valera turun dari pangkuan Remigio dan segera menuju sofa dan Remigio tentu saja ia terkekeh.


dan ternyata orang itu adalah bagian dari office boy yang mengantar coklat panas pesanan istri sang pemilik perusahaan, tak lupa Valera mengucapakan terimakasih nya kepada pria itu dan pria itu mengangguk lalu pamit dengan sopan.


valera tampak segera menyeruput coklat panas itu dan Remigio hanya tersenyum lalu ia mulai membuka laptop kerjanya untuk meninjau beberapa pekerjaan yang sudah terbengkalai itu.

__ADS_1


__ADS_2