Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
Indonesia and wedding R&A


__ADS_3

gaun yang berwarna merah dengan aksen silver dibagian bahunya dengan memperlihatkan lekuk tubuh yang indah serta bagian atas yang sedikit terbuka membuat seorang wanita keturunan Prancis itu tampak sangat seksi ditambah mik up bold nya sungguh tampak mempesona, rambut panjang nan indah ia susun sedemikian rupa dengan memperlihatkan bagian punggung yang mulus bak porselen itu wanita itu menambahkan perhiasan yang manis dan terkesan elegan itu


" kau tampak sangat cantik sweatheart " puji Remigio dengan mengecup punggung Valera dengan sensual " tapi aku tak rela kau memakai pakaian terbuka seperti ini " gerutu Remigio dengan wajah cemberut


" Remi come on ini hanya sebuah gaun, jangan seperti ini " ucap Valera lembut dan terkesan tegas membuat Remigio mendelik sinis


" ya aku tau ini gaun, tapi aku tidak rela tubuhmu menjadi sorotan mata nakal disana " ucap remigio lagi yang membalikan tubuh Valera hingga wajahnya kini saling berhadapan lalu tangan kekar Remigio mengelus pipi Valera sangat lembut tentunya dengan gerakan sensualnya


" lalu aku harus bagaimana, aku telanjur memakainya " ucap Valera " gunakan jas mu jika nanti ada lelaki yang menatap nakal padaku '' jelas Valera dengan nada yang menggoda


'' sesuai dengan permintaan ratu ku " ucap remigio dengan suara seraknya sungguh kini dirinya tergoda dengan wanita ciptaan Tuhan yang nanti akan menjadi istrinya itu


Remigio menatap intens Valera dengan tatapan yang sulit di artikan bibir merah yang merekah itu mampu menarik remigio untuk segera menyentuhnya tapi sebisa mungkin Remigio menahan itu semua ia tidak ingin Valera marah dan menggerutu tidak jelas karena ia mencium bibirnya


" sudah puas menatapku " ucap Valera


" aku tidak akan pernah puas jika menatap mu, kau tahu rasanya aku ingin sekali mengurung mu di dalam sangkar emas milik ku " ucap Remi lagi sambil menarik pinggang Valera hingga tubuh mereka saling menempel satu sama lain


" aku bukan burung remi " ucap kesal Valera membuat Remigio terkekeh lalu mengecup bibir nya singkat hingga


CEKLEK


Valera dan Remigio terkejut dengan suara pintu yang di buka itu, ternyata sosok pria kecil yang sangat menggemaskan disana sedang berdiri dengan wajah datarnya membuat Valera dan Remigio mengerutkan dahinya


" upsss maaf, " ucap George polos " sungguh aku tak melihat " lanjut George lagi


" kemarilah " ucap remigio lembut dan George segera berlari menuju Remigio " lihatlah kau sungguh tampan dan imut " ucap remigio lagi


" papih tentu saja aku tampan bahkan aku ini sangat tampan dan menggemaskan jika aku sudah dewasa nanti tak akan ada satu wanita pun yang tidak bisa menolak pesona ku " ucap George dengan penuh percaya diri sontak perkataan itu membuat Remigio mematung mendengarnya begitupun dengan Valera mereka sama sama terdiam dengan perkataan George, mungkinkah jika George sudah besar akan memainkan perasaan wanita ? tidak ! tidak itu tidak bisa terjadi


" ya kau memang penuh dengan pesona " ucap remigio dengan cepat


" tentu saja " ucap singkat George membuat Valera tersenyum lebar sungguh ia tak menyangka jika George akan berbicara seperti itu


akhirnya mereka segera bergegas untuk menghadiri pesta pernikahan Romeo dan Audy Goerge berjalan dengan gaya cool nya sedangkan Remigio berjalan dengan gagahnya mereka terlihat benar benar mirip seperti sebuatan like father like son tak lupa Asnee pun ikut bersama dengan majikannya karena untuk menjaga George selama pesta berlangsung


Remigio dan Valera kompak tidak memberi tahu kepada sahabatnya jika mereka sudah tiba di Indonesia


ya karena setelah mereka tiba di Indonesia Valera dan Remigio hanya menghabiskan waktunya untuk beristirahat total di hotel begitu pun dengan George yang berjalan jalan di sekitar hotel dengan ditemani Asnee tentunya


**


Acara yang begitu megah dan mewah sangat cantik disana dimana semua dekorasi berwarna putih netral dengan hiasan hiasan bunga mahal disana tak lupa semua perlengkapan serta assesories yang menghias di sana sangat sempurna bagaikan di negeri dongeng saja, para tamu undangan tampak sudah memenuhi area ballroom bahkan pengantin yang baru saja sah itu sedang menebar senyum bahagianya

__ADS_1


Valera dan Remigio sudah sampai di tempat acara, tentu saja banyak para wartawan dari berbagai media disana mereka tampak menyoroti mobil mewah yang digunakan oleh Remigio dan Valera, mengingat ini pernikahan termewah serta sepasang pengantin yang fenomenal


" mamih mengapa banyak wartawan " tanya polos George


" apakah kau keberatan ? " tanya Valera lembut


" tidak ! justru dunia akan semakin mengenal ketampanan ku " celetuk George yang membuat Asnee tertawa pelan mendengarnya


" baiklah, ayo kita masuk " ucap remigio lagi


para wartawan semakin riuh kala Valera dan Remigio membuka pintu mobilnya dengan elegan bahkan George pun tak luput dari sorotan kamera


valera dan remigio sama sama memasang wajah datar dingin dan tegas hanya itu yang ada di raut wajah kedua insan berbeda genre itu sedangkan George hanya tersenyum tipis menyikapinya begitupun dengan Asnee


Remigio merangkul erat pinggang Valera seakan memberi tahu dunia bahwa Valera adalah wanitanya,ratunya, dan hidup nya, sampai akhirnya mereka memasuki area ballroom yang sangat mewah


seperti biasa para tamu selalu terpesona akan kecantikan dari seorang Valera hingga George menyadari banyak pasang mata yang melihat mamihnya


" papih " ucap George yang melihat Remigio dan Remigio pun melirik ke arah George " aku tidak suka orang orang itu melihat mamih dengan tatapan yang menakutkan " bisik George pelan tapi suara itu masih bisa di dengar oleh Valera dan Remigio


" kau tenang lah papih yang akan menanganinya " ucap remigio dan George hanya mengangguk


Valera yang melihat pasangan pengantin baru itu hanya tersenyum tipis lalu berjalan menghampiri pasangan bahagia itu dan diikuti langkah Remigio, George dan Asnee


" Vale, oh my God kau datang " girang Audy yang memeluk Valera erat


" hmm aku akan datang di hari bahagia mu " ucap Valera tersenyum


" congratulations brother " ucap remigio yang merangkul pundak Romeo


" thanks " ucap Romeo tersenyum bahagia " lalu kapan kau akan menyusul kami " saut Romeo lagi sontak semua orang kini menatap ke arah remigio dan Valera bergantian


" secepatnya " tegas Remigio dengan menatap Valera dengan tatapan lembut


" mamih " ucap George


" ohh sayang " ucap Valera manis kini semua orang menatap ke arah bocah kecil itu benar saja mereka seakan terbius dengan pesona seorang bocah kecil " perkenalkan ini George putraku " ucap Valera sontak mereka tak percaya terlebih Audy dan Romeo bahkan keduanya saling berpandangan sedangkan Remigio hanya diam dan mengulas senyumannya lalu para sahabat Remigio memandang dirinya dan itu hanya dibalas tatapan yang mengandung sebuah arti lalu mereka mengangguk paham


" hai Aunty Uncle perkenalkan nama ku George " ucap sopan George dengan tersenyum manis bahkan mata birunya berbinar seketika Audy yang gemas lalu membelai kepala George lembut


" kau sungguh tampan " ucap Audy dan itu hanya membuat George tersenyum manis


dua jam acara sudah berlangsung, Valera duduk di kursi VIP bersama dengan Remigio Asnee dan George tentunya, para tamu undangan kini sedang menikmati hidangan yang tersedia begitupun dengan Valera yang menikmati wine ditangannya

__ADS_1


pengantin baru itu tampak tersenyum bahagia dan itu sangat jelas terlihat dari wajahnya, sebagian tamu undangannya adalah jajaran para ORTAXS ya mereka tentu saja menghadiri acara pernikahan salah satu petinggi ORTAXS


dentuman melodi yang mendayu dayu terdengar indah disana hingga ritme musik itu sedikit cepat dan tenyata banyak sepasang insan yang melangkah kedepan serta memberikan salam hormat untuk sebuah dansa Valera hanya diam saja menatap itu


" berdansa lah dengan ku sweatheart " ucap remigio dengan mengulurkan tangan nya dengan gagah tentu saja Valera menyambutnya dengan senang hati


mereka berdua berada di tengah tengah para tamu undangan Valera dan Remigio melakukan penghormatan terlebih dahulu dengan sangat anggun dan gagah


Valera menampilkan senyum maut nya kala tatapan Remigio yang sangat menusuk Valera tersenyum tipis sedangkan Remigio hanya menatap Valera dengan lekat lekat


suara melody itu menuntun pergerakan badan mereka yang mulai bergerak dengan sendiri nya, Valera yang anggun selalu memberi kan penampilan terbaiknya mereka sangat serasi Remigio dengan gagah melakukan pergerakan badan yang sempurna semua orang menjadi menatap pasangan itu dengan seksama


di sudut ruangan seorang wanita mengepalkan tangannya erat erat sungguh melihat Remigio dengan wanita lain membuatnya kepanasan tapi ia sebisa mungkin harus mengontrol emosinya, wanita itu adalah Esme ia datang ke Indonesia bersama dengan rekannya yang lain


" aku harus mencari cara agar mereka berpisah " gumam Esme denah sorot mata yang sangat tajam


Dion dan akayama yang sedari tadi melihat pergerakan Esme hanya diam sembari tersenyum miring, mereka berdua sangat tahu apa penyebabnya membuatnya marah seperti menyimpan dendam seperti itu


sedangkan Remigio dan Valera memilih duduk Kembali dengan meminum wine yang tersedia disana sesekali mata Valera menyusuri setiap tamu yang hadir dan ternyata seorang lelaki yang ia kenal sedang tersenyum manis padanya Asyur ? bagaimana bisa ia disini Valera langsung memalingkan mukanya dengan cepat agar tak terjadi kesalah pahaman seperti dulu lagi


" mengapa dia berada di sini ? " batin Valera bergumam


Asyur terus menatap Valera dari kejauhan tatapan penuh minatnya jelas sekali terlihat disana pria berwajah khas timur tengah itu sudah jatuh hati pada seorang Valera, hingga suara riuh terdengar memekikkan di ruangan sana semua menatap pada MC acara dengan seksama begitupun dengan valera


Remigio yang sudah tau dengan acara selanjutnya hanya diam saja tanpa memberi tahu Valera disampingnya, pembawa acara itu menyuruh semua tamu undangan untuk menuju ballroom disampingnya dan semua pun turut patuh dan Valera semakin bingung


para tamu dari kalangan papan atas, pengusaha muda maupun pengusaha handal pun turut serta ikut untuk melihat acara selanjutnya mereka pun bukan orang naif yang tidak tau dengan dunia bawah tanah


" Remi ada apa ini " tanya bingung Valera


" sweatheart, setiap anggota ORTAXS yang melangsungkan acara pernikahan khusus nya untuk para petinggi ORTAXS seperti Romeo salah satunya akan di selipkan salah satu acara seni bertarung " jelas remigio membuat Valera bingung


" seni bertarung ? apa maksud nya ini " tanya Valera lagi bingung dan Remigio akhirnya menjelaskan semuanya dengan sangat detail dan perlahan Valera akhirnya paham, Asnee yang menjaga George dibelakang pun turut mengekor majikannya firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu hal yang buruk


hingga mereka sudah berada di ruangan yang lebih besar lagi, tapi tunggu ? ruangan ini seperti sudah disiapkan secara khusus Valera terus menampilkan ekspresi datarnya saja


hingga terdapat sepuluh orang lelaki berbadan tegap pilihan yang sudah disiapkan dan ditetapkan disana, semua sudah tahu bahwa Esme petarung wanita yang handal serta kemampuannya sudah tak dapat diragukan lagi, Valera menatap Esme dengan biasa sedangkan Esme menatap Valera dengan tatapan permusuhan


" nona aku merasakan firasat yang buruk disini " bisik Asnee kepada Valera dan Valera hanya tersenyum sinis


pertarungan sudah dimulai disana masing masing anggota ORTAXS yang merasa pintar bertarung maju ke depan untuk menumbangkan salah satu kesepuluh pria pilihan sang ketua


satu per satu mereka tumbang hanya dengan beberapa kali pukulan saja, Remigio yang melihat ketangguhan anggotanya tersenyum bangga karena latihan mereka tidak akan sia sia, hingga riuh tamu semakin banyak kala Esme yang akan melawan para anggota nya seketika mereka merasakan aura yang sangat mencekam kala Esme tersenyum menyeringai

__ADS_1


valera yang melihat itu hanya tersenyum samar ia sangat tahu wanita seperti Esme seorang yang berambisi kuat ia tak mungkin ingin dipermalukan di tempat keramaian, Valera sudah memprediksi semuanya kemungkinan besar Esme akan mengajaknya untuk bertarung mengingat kejadian di Amerika waktu lalu membuat dirinya marah dan akhirnya menantang sang lady sang penguasa


__ADS_2