Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
relaks


__ADS_3

pagi-paginya Valera sudah tampak segar luka diperutnya tidak membuat ia mengeluh dan berbaring merebahkan diri, Anetta sudah menyiapkan baju-baju untuk para tamunya dan Valera berterimakasih atas akan hal itu,


" nona " sapa Zizi menunduk hormat dan valera menatap Zizi


" apa mereka sudah tiba ? " ucap Valera tanpa basa-basi dan Zizi mengangguk patuh ya setelah ia menampar Y dengan ucapannya Valera memutuskan untuk segera angkat kaki dari markas milik kakek nya itu, dan ia menghubungi beberapa pasukan banyangan untuk membawa tiga buah helikopter untuk menjemput dirinya beserta yang lainnya


kala itu mereka sudah siap dan tanpa mau menunggu lama lagi valera berjalan dan turun ke lantai bawah


" nona " sapa Q dan Valera hanya mengangguk


" terimakasih atas tempat tinggalnya, aku pergi jaga dirimu " ucap tegas Valera membuat Q panik seketika pasalnya para tamu itu tak memberi tahu jika mereka akan segera kembali


valera berjalan menuju pintu exit seakan ia sudah tau dengan seluk beluk markas itu Zizi dan lainnya hanya mengekor Valera dari belakang tak lama kemudian mereka berhenti disebuah pintu kaca yang memakai sistem sidik jarinya


" nona kita membutuhkan sidik jari dari pria itu " ucap Emil dan Valera hanya tersenyum


" jika benar markas ini milik mendiang kakekku, seharusnya kakek mencantumkan sidik jari ku juga, karena aku adalah penerus king yang sah " ucap Valera penuh percaya diri dan kini baik Q maupun Y ikut bergabung dan mengantar kepergian para tamunya itu


valera berjalan dan mengetikkan sesuatu, tak lama kaca itu menampilkan tampilan sidik jarinya dan Valera percaya diri menempelkan jari-jari cantiknya ke kaca transparan yang miliki fitur canggih para anak buah Marcell dibuat terkejut karena pintu itu terbuka sempurna


" ternyata benar " gumam Valera tersenyum kecil tak lama ia keluar begitu pun dengan Zizi dan lainnya bahkan Q ikut keluar


tiga helikopter berwarna hitam dengan logo King tampak siap mengudara dengan gagah lagi-lagi mereka dibuat melongo kala melihat helikopter itu jauh lebih besar dan mewah dari helikopter yang berada d markas


Y laki-laki bermulut pedas dan tidak percaya dengan Valera dibuat tertegun seketika, tiba-tiba Q dan semua orang membungkuk penuh hormat kepada Valera, Zizi dan lainnya hanya diam saja begitupun dengan Valera ia menatap dengan pandangan aneh kepada mereka yang sedang menunduk


" nona maafkan atas kelancangan kami selama nona tinggal di markas ini, " ucap Q bersungguh-sungguh dan Valera diam saja


" maafkan atas sikap kurang ajar ku nona " ucap Y bersungguh-sungguh dan Valera hanya diam menatap jengah kepada mereka


" berdirilah dengan benar, baiklah aku memaafkan kalian tapi tidak dengan lain kali, jangan pernah salah untuk mengenali seseorang " tajam Valera dan mereka yang membungkuk menganggu patuh " jaga diri kalian baik-baik aku yakin setelah ini akan ada pihak asing yang mencoba untuk datang ke wilayah ini tapi aku yakin mereka tak akan bisa menemukan nya karena kakek menambah fitur luar bisa kepada markas ini hmm seperti tak terlihat itu sama persis seperti di mansion ku " jelas Valera dan semuanya hanya mengangguk


lalu Valera berjalan dan pergi meninggalkan mereka begitupun dengan Zizi dan lainya tiga buah helikopter itu mulai mengudara satu pwr persatu dan meninggalkan area sekitar


*****


disebuah hotel Remigio sudah bersiap karena Valera mengirimkan sebuah pesan jika ia akan datang dan Remigio senang bukan main


sudah hampir dua jam Remigio menunggu akhirnya Valera datang dengan pakaian kasual nya membuat Remigio terdiam seketika


" Remi " pekik Valera akan tetapi Remigio masih diam mematung " Remi kau kenapa ? " tanya Valera karena merasa aneh dengan sikap Remigio kali ini


" sweatheart, kemana gaun mu " heran Remigio dan Valera seakan menyadari keterkejutan Remigio " aku lebih suka kau memakai gaun atau sebuah dress kau terlihat lebih anggun dan cantik sweatheart " ucap Remigio mengutarakan pendapatnya


" sudahlah ayo kita pergi dan maaf jika menunggu lama " ucap Valera lagi dan Remigio mengangguk patuh, Valera segera membawa Remigio menuju suatu rumah yang ia sewa dengan senagaja, karena mansion milik mendiang Marcell sedang dilakukan renovasi tertutup oleh para pasukannya


dan Valera menyadari jika terdapat beberapa pasang mata yang sedang memperhatikannya ternyata Remigio pun menyadari hal itu akan tetapi ia memilih diam

__ADS_1


mobil mewah itu melaju dengan pesat meninggalkan area hotel ternama, supir itu ternyata salah satu pasukan Phoenix nya mereka pun menyewa sebuah mobil untuk perjalanan mereka


sepertinya ada yang mengikuti mobil ini. batin Remigio kala ia mengintip kaca spion dibagian samping kirinya


valera menyadari akan kewaspadaan Remigio ia hanya tersenyum kecil saat insting Remigio masih berfungsi dengan baik


" abaikan mereka Remi " celetuk Valera dan Remigio hanya diam saja


" siapa mereka sweatheart ? " tanya Remigio tanpa basa-basi dan Valera hanya menoleh kearah belakang " apa mereka orang yang bermasalah dengan mu ? " tanya Remigio lagi dan Valera hanya mengangguk samar


" apa kau terluka ? " entah mengapa hati Remigio mengatakan jika Valera dalam kondisi tidak baik-baik saja dan Valera hanya tersenyum menanggapinya


" hanya luka kecil " saut Valera jujur dan Remigio menatap tajam kepada Valera " percayalah Remi " ucap Valera lagi


" luka kecil bagaimana maksud mu sweatheart ? " desak Remigio lagi


" sudahlah jangan mengoceh " kesal Valera


" kau harus menjelaskannya padaku " ucap Remigio dengan nada tegas dan Valera diam saja sambil menoleh kearah belakang


" apakah masih lama ? " ucap Valera yang menepuk pelan bahu sang supir


" tidak lagi nona, sudah dekat " ucap supir dengan sopan dan Valera mengangguk saja sedangkan Remigio tangannya mulai menggenggam erat tangan Valera dan Valera merasakan jika Remigio sedang mengkhawatirkan dirinya Tak lama mereka berhenti disebuah bar yang ramai di sore hari Remigio seketika mengerutkan dahinya


" kita kemari ? " Picing Remigio dan Valera mengangguk kecil, mereka turun dari mobil itu begitupun dengan sang supir bahkan Valera bisa merasakan jika orang yang mengikutinya berhenti tak jauh dari mereka


mereka menuju sebuah ruangan dengan menyusuri lorong yang lumayan panjang, bahkan Remigio mengerutkan dahinya saat orang-orang yang bekerja disana menunduk hormat kepada Valera


" tempat ini punyamu ? " tanya Remigio penasaran akan tetapi Valera menggeleng lemah


" ini usaha punya salah satu anak buah ku " ucap Valera dan Remigio mengangguk paham sampai langkah mereka terhenti disebuah dinding dan Remigio lagi-lagi bingung dibuatnya


CEKLEK


" wow, tempat ini banyak sekali jalan rahasia nya " ucap Remigio kagum karena ia melihat banyak mobil-mobil mewah dengan tipe berbeda dan Valera menggiring Remigio menuju mobil yang menurutnya biasa saja dan supir yang tak lain salah satu pasukan Phoenix dengan segera membuka pintu untuk sang nona


setelah mobil itu dihidupkan terbukalah pintu otomatis dan mereka melesat dengan cepat meninggalkan area bar tanpa pihak lain ketahui Remigio tampak berfikir jika ini adalah sebuah rencana untuk mengelabui para musuh yang mengikutinya


selama perjalanan Valera tampak bermanja-manja dengan Remigio dan Remigio tentu saja senang dengan tingkah Valera yang terkadang selalu berubah-ubah


hingga satu jam berlalu mereka tiba disebuah rumah dekat dengan pemukiman penduduk yang ramai, rumah mereka langsung menghadap ke laut membuat Valera dan Remigio tampak nyaman tinggal didalamnya


" ayo, masuk " seru Valera dan Remigio hanya mengangguk kecil, tampak rumah itu tidak begitu luas akan tetapi terkesan minimalis dan rapi serta nyaman untuk ditinggali terlihat Zizi Emil dan Deon sedang berkutat dengan laptopnya mereka langsung menyapa Remigio dengan ramah Valera dan Remigio ikut duduk dan bergabung


" apa ada infomasi yang menyenangkan ? " tanya Valera sambil mencomot cookies berperisa coklat itu


" nona sepertinya Frazzes willyam ini dibantu oleh pihak lain " celetuk Zizi dan Valera mengerutkan dahinya " aku mencoba meretas data dan sinyal yang beberapa hari ini ada di sekitar mansion tuan Marcell dan tenyata itu menuju sebuah negara " ucap Zizi lagi dan Valera diam menyimak begitupun dengan Remigio

__ADS_1


" apa itu ? " ucap Valera dengan santai


" Prancis dan Amerika " ucap Zizi tegas dan sontak Valera dan Remigio sama-sama terkejut


pasalnya kedua negara itu adalah tanah kekuasaan masing-masing


" nona, sebuah sinyal tertangkap mendekati mansion tuan Marcell " pekik Deon dan Valera kita menatap layar laptop milik Deon


" mereka benar-benar menguji kesabaran ku " geram Valera dan semuanya hanya diam saja


" Frazzes willyam ! sepertinya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana " ucap remigio lagi dan semua nya menoleh kearah Remigio


" apa tuan mengingatnya ? Amerika, mereka tinggal secara sah di Amerika ! akan tetapi kami tidak bisa melacaknya mereka tinggal dibagian mana " ucap Zizi lagi dan Remigio tampak sedang berfikir


" ya aku ingat Akayama pernah membicarakan tentang nama itu " ucap remigio lagi dan Valera tampak tertarik dengan ucapan Remigio


" bisa kau hubungi Akayama " ucap Valera memelas dan Remigio mengangguk pasti


" tunggu sebentar, aku akan menghubunginya " saut Remigio dan Valera mengangguk mengerti Remigio mencoba untuk menghubungi Akayama dan tak lama panggilan itu tersambung lalu mereka berbincang sedikit basa-basi hingga Remigio membicarakan perihal yang serius sontak Akayama terkejut


" apa kau berurusan dengan nya ? " tanya Akayama


" tidak ! aku hanya ingin tau saja tentang dirinya bukankah dulu kau sempat membicarakan dia " Picing Remigio dan akayama mengangguk kecil


" salah satu anak buahnya memesan beberapa produksi pedang kepada ku, tapi karena aku ingin tau secara detail siapa nanti yang akan memilikinya akhirnya mereka mengatakan jika nama Frazzes willyam yang menjadi pemiliknya " singkat Akayama dan semuanya hanya diam menyimak


" lalu dimana kau bertemu dengan nya saat melakukan transaksi ? " tanya Remigio semakin penasaran


" turki " ucap singkat akayama dan semuanya hanya menghembuskan nafasnya secara kasar orang itu benar-benar berpindah tempat


dirasa cukup akhirnya Remigio mengakhiri panggilan tersebut dan mereka hanya saling pandang Valera berfikir jika orang itu benar-benar gila tapi dalam hati Valera ia meyakini jika tempat sesungguhnya Frazzes willyam adalah yang menuju sebuah titik perairan, laut !


*****


" sweatheart " ucap remigio yang mendekap tubuh Valera dengan menghirup aroma wangi Valera yang benar-benar menggodanya itu


" hmm " singkat Valera lalu ia mengecup kilas bibir Remigio, akan tetapi Remigio menahan tengkuk Valera dan memperdalam ciumannya dan Valera menyambutnya dengan baik


perasaan rindu cinta dan kasih sayang sangat jelas di sorot mata Remigio bahkan dalam kegiatannya itu Remigio mencium Valera dengan sangat lembut dan lidah mereka saling bertautan satu sama lain seakan berlomba-lomba siapa yang terbaik


" aku sudah tak sabar menantikan di mana hari kau menjadi istriku " ucap remigio mesra dengan membelai rambut Valera yang menutupi sebagian wajahnya itu, Valera hanya tersenyum manis pandangan kedua nya sama-sama saling terkunci baik Remigio dan Valera mereka hanya sama-sama tersenyum hangat


Tanpa Valera sadari kini Remigio mencium leher Valera dengan gerakan menggoda nya membuat Valera mendesah tak karuan hingga Remigio membuat tanda cinta disana dengan sangat jelas membuat Valera mengeluarkan suara-suara yang membuat sisi kejantanan seorang pria meronta


" Remi " lirih Valera akan tetapi Remigio hanya tersenyum dan mengecup bekas tanda di lehernya itu dengan pelan


" aku tidak akan menyentuh mu terlalu dalam sweatheart, bukankah aku sudah berjanji " ucap Remigio dan Valera mengangguk setuju " tidurlah ini sudah malam, " ucap Remigio lagi dan Valera hanya mengangguk patuh

__ADS_1


malam ini cuaca di Rusia begitu sangat dingin bahkan pemanas ruangan pun telah diaktifkan sedangkan Zizi dan lainnya masih saja berkutat dengan laptopnya dan membiarkan sang nona menikmati waktunya bersama dengan sang pujaan hati


__ADS_2