
kedua pasangan pengantin baru ini baru sudah menyelesaikan kegiatan panasnya di dalam kamar mandi dimana Valera yang lebih mendominasi dalam permainan.
" sweatheart, aku suka saat kau seperti tadi " kekeh Remigio yang memeluk Valera dari arah belakang dan mengecup punggung nya dengan lembut.
" benarkah ? " Picing Valera dan Remigio hanya berdehem singkat " apa aku terlihat hebat tadi ? " ucap Valera dan kini Remigio membalikan tubuh sang istri.
" luar biasa, sungguh " ucap Remigio dengan menangkup pipi Valera dengan lembut dan mengecup pelan bibir Valera
" jika begitu jangan biarkan wanita lain masuk dalam kehidupan mu begitupun dengan diriku tak akan kubiarkan lelaki manapun memasuki kehidupan ku dan kehidupan kita " ucap Valera dengan mengalungkan kedua lengannya di leher Remigio
" aku mencintai mu " ucap remigio lagi dan Valera hanya tersenyum lembut.
Keesokan harinya Valera menyuruh seseorang untuk mencari tau identitas dari tuan Simon maupun Patricia, dalam lingkup bisnis suaminya.
valera pun penasaran akan sosok Patricia ini dan Remigio menyebutkan jika Patricia adalah mantan kekasihnya ? dan apa yang membuat mereka memutuskan untuk berpisah, entahlah Valera akan mencari tau sendiri jawabannya.
waktu sudah hampir siang, di jam seperti ini di sekolah George seluruh anak-anak akan melakukan waktunya di ruangan terbuka, dan saat inilah Valera akan menuju ke sana.
mobil sport berwarna kuning itu melintasi jalanan yang cukup padat, akan tetapi kemacetan di kota ini masih bisa teratasi dengan baik oleh pihak berwajib.
sesekali Valera bernyanyi dengan suara pelan untuk mengusir rasa bosannya saat dia sedang mengemudi, hingga mobil sport itu memasuki kawasan bangunan elit.
valera bisa melihat jika mobil Asnee terparkir tak jauh dari mobil miliknya, bahkan mobil-mobil anak buahnya yang lain pun Valera melihat nya dengan jelas.
valera keluar dengan memakai kaca mata hitamnya ia segera mencari tempat untuk melakukan pengintaian dengan skill yang Valera miliki.
gedung itu sangat lah tinggi menjulang dengan pelataran yang sangat luas, bahkan Valera harus berjalan cukup jauh untuk tiba di suatu tempat yang sudah menjadi targetnya.
" apakah orang itu ? " Picing Valera saat melihat seorang lelaki berpakaian formal dengan tatanan rambut yang begitu klimis serta wajahnya yang putih pucat menamban kesan dingin akan ekspresinya.
lalu Valera memilih duduk di dekat rimbunnya pepohonan dan Valera bisa melihat George dan Malvin yang sedang duduk bersama sembari memakan sesuatu di tangannya, tak jauh dari itu Asnee terlihat berdiri dengan sigap untuk mengawasi begitupun dengan anak buah yang lainnya.
valera tak luput mengedarkan pandangannya kesegala arah tapi yang ia dapatkan hanya gerak-gerik dari pria itu yang sedang fokus pada ponselnya akan tetapi Valera yakin jika orang itu sedang mengambil potret George.
satu jam berlalu kini anak-anak diminta untuk segera memasuki kelasnya karena hari tiba-tiba saja mendung dan tak bersahabat mau tidak mau mereka menurut apa yang dikatakan oleh pengawas dan juga guru sekitar.
mata lelaki itu tak pernah luput dari sosok kecil George, hingga lelaki itu duduk tak jauh dari Asnee. Valera berjalan dengan anggun dan perlahan bahkan Asnee terkejut akan kehadiran nonanya itu.
" permisi " ucap sopan Valera dan lelaki itu menoleh ke arah Valera langsung dan mengerutkan dahinya seketika.
" kau siapa ? " ucap lelaki itu dengan dingin dan datar.
" tidak penting siapa aku, tapi ada yang lebih penting untuk kita bicarakan " ucap Valera terlihat memancing lelaki itu untuk menjauh dari sana.
" aku tidak berminat, karena tugasku ini lebih penting dari pada mengikuti permintaan konyol mu itu " datar lelaki itu dan Valera terlihat tersenyum sinis.
" kau seperti sedang memperhatikan salah satu anak disini, " ucap Valera lagi terlihat menatap kearah lain
" bukan urusan mu ! " ucap nya dengan sorot mata yang tajam menatap Valera.
" anak lelaki bermata biru ? kau sedang memperhatikannya bukan.. hmm atau kau sedang mencari informasi mengenai dirinya " ucap Valera secara langsung dengan wajah datar tanpa ekspresi.
__ADS_1
lelaki itu cukup terkejut akan perkataan Valera yang tiba-tiba itu, akan tetapi lelaki itu cukup waspada dengan Valera.
" pergi lah, aku tak ada urusan dengan orang asing seperti mu " tegas lelaki itu lagi
" terserah ! jika kau ingin mengetahui tentang dirinya maka ikuti aku kita berbicara di tempat lain, tapi jika kau tak mau akupun tak memaksa dan akan ku pastikan kau tak akan mendapatkan informasi apa-apa mengenai anak itu " tajam Valera lalu berlalu pergi dari sana membuat lelaki itu seketika merasa bimbang.
valera terus berjalan tanpa mau menoleh ke arah belakang entah mengapa hatinya berkata jika pria itu akan mengikutinya, hingga Valera tiba disebuah parkiran tiba-tiba saja suara bariton pria menghentika Valera.
valera tersenyum tipis dan terlihat senang karena pria itu mau mengikutinya jika begini ia akan tau siapa tuan dari pria itu.
" ada apa ? " tanya Valera ketus
" dimana kita bisa berbicara " ucapnya dingin dan Valera terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu dan terlacak polos.
" kafe di dekat sini saja " ucap Valera dan lelaki itu mengangguk tanda mengerti. " kau bawa mobil ? " tanya Valera dengan memicingkan matanya
" cihh.. aku tak semiskin itu " datar lelaki itu lalu berlalu pergi dan menuju sebuah mobil mewah dan Valera hanya menatap nya dalam diam.
valera masuk dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan meninggalkan bangunan elit itu, tak lama mobil hitam terlihat mengikuti Valera dari jarak dekat.
valera tidak menuju sebuah cafe, akan tetapi menuju sebuah restoran yang terlihat privasi agar pembicaraan nya agar tak ada yang menganggu atau terhambat.
hingga dua puluh menit berlalu Valera telah tiba disebuah restoran bintang lima dan tak lama kemudian lelaki itu berjalan mendekat lalu Valera melirik sekilas dan memasuki gedung itu dengan wajah datar.
valera langsung menuju sebuah ruangan di lantai tiga tanpa lelaki itu ketahui jika di sekeliling bangunan itu tampak anak buah king berlaku lalang.
lelaki itu tampak tak banyak bicara seperti nya dia pun memilih tempat yang lebih privasi untuk mendapatkan informasi mengenai George dan akan ia berikan kepada tuannya nanti.
lelaki itu pun tak kalah menatap Valera dengan tatapan menyelidik, seperti sedang mencari sesuatu dalam diri seorang Valera hingga membuat sang lady terkekeh pelan.
" apa yang kau cari ? Picing Valera dan lelaki itu masih diam dan menatap Valera lekat-lekat " kau sudah mengawasi anak itu selama beberapa hari. Apa niatmu ? dan apa tujuan mu ! " tegas Valera yang kini auranya berbeda dari sebelumya membuat lelaki itu sedikit terkejut.
" kenapa kau ingin tau ? cepat katakan apa yang kau tau tentang anak itu. Karena waktu ku tak banyak " tegas lelaki itu dan Valera justru menatap tajam kepada lelaki dihadapan nya kini.
" perlu ku beri tau padamu. Jangan sekali-kali kau berniat buruk terhadap anak itu jika kau berniat berbuat lebih maka kau berhadapan dengan ku langsung " tegas Valera lagi
" siapa kau berani berkata seolah kau orang yang disegani " sinis lelaki itu lagi
" George ! nama nya George " ucap singkat Valera dan kini ia bisa melihat reaksi terkejut dari wajah lelaki itu yang mulai tertarik akan perkataan Valera. " siapa tuan mu ? dan dari mana kau berasal, kau bukan dari negara ini " ucap Valera lagi
" George " lirih lelaki itu lagi " apa hubungan mu dengannya ? " Picing lelaki itu
" tidak perlu tau " singkat Valera lagi membuat lelaki itu geram seketika karena merasa dipermainkan.
" katakan padaku apa yang kau ketahui tentang anak itu ! " ucapnya sedikit meninggi dan Valera hanya acuh lalu mulai menyeruput pelan teh aroma Jasmine itu.
" lalu katakan padaku apa tujuan mu berada di sini ? kau utusan seseorang ? dan kulihat kau berbeda ? bahkan kulitmu pun berbeda " ucap Valera secara terang-terangan
BRAKKKKKK
" jangan mempermainkan aku ! " pekiknya lantang dan seketika Valera menatap tajam lelaki itu dengan sorot mata yang memerah.
__ADS_1
" hati-hati dalam berbicara dan bertindak ! kau berada di wilayah kekuasaan ku " ucap Valera dengan nada yang penuh penekanan.
" cihh kekuasan mu ! memangnya kau siapa, hingga kau berkata ini adalah wilayah kekuasaan mu " sinis nya dengan terkekeh dan Valera pun ikut terkekeh.
" terserah kau saja. Jadi katakan padaku apa tujuan mu " ucap Valera dengan nada datar
" tidak akan ku katakan. Sebaiknya kau yang mengatakan kepadaku apa yang kau ketahui tentang anak itu, siapa tau infomasi mu berguna dan membuatku tak sia-sia " tegasnya lagi
dan Valera diam saja seakan sedang bermain dengan waktu hingga keterbungkaman Valera membuat lelaki itu geram bukan kepalang pada saat lelaki itu ingin menggebrak meja Kembali dengan cepat Valera menodongkan senjatanya tepat di hadapan wajah lelaki itu.
lelaki itu bungkam dan menatap tak percaya akan tetapi senyum tipis terbit di sudut bibirnya seakan ia tak takut dengan ancaman dihadapannya kini.
" ingin menggertak ku ? maka jangan lakukan aku tak akan takut " sinis lelaki itu dan Valera tertawa pelan
" berhati-hatilah dalam bertindak, aku sudah memperingatkan padamu sebelumya ini adalah wilayah ku berani berbuat ulah maka kau akan merasakan akibatnya " tajam Valera yang menurunkan senjatanya dan kini menatap datar wajah lelaki itu.
tak lama seseorang membuka pintu ruangan itu dan ternyata Zizi yang memasuki nya lalu dia menunduk hormat dan sopan kepada Valera. lelaki itu menatap Zizi heran.
" maaf nona mengganggu waktumu. " ucap Zizi dan Valera mengangguk kecil " aku sudah menyelesaikan semuanya dan untuk lelaki ini ia menyewa disebuah apartemen tak jauh dari gedung sekolah " jelas Zizi dan Valera mulai menyimak " dia tinggal bersama dengan temannya yang seorang pengusaha, nama nya Lettan dia baru saja tiba di Prancis sekitar dua belas hari yang lalu " ucap Zizi dan lelaki itu terlihat kaget dengan informasi mengenai dirinya lalu ia menatap Valera tajam.
" rupanya kau memata-matai ku ! " geram lelaki itu dengan suara yang tinggi.
BUGHHHHHH
Zizi memukul wajah lelaki itu dengan kuat hingga ia sedikit terjungkal dari kursinya, Zizi menatap datar lelaki itu yang berbicara dengan nada tak sopan.
" berani sekali kau memukul wajah ku ! " teriaknya lagi
" cihh... hanya memukul wajah, bahkan aku bisa memukul seluruh tubuh mu atau memutilasi anggota tubuh mu menjadi beberapa bagian. Jangan mengujiku ! " tajam Zizi dan lelaki itu terlihat marah dan geram.
" bawa dia menuju ke markas, kita akan mengintrogasinya " ucap Valera yang membuat lelaki itu terkejut dengan cepat ia berjalan menuju ke arah Valera dan tiba-tiba langsung menyerangnya tanpa aba-aba.
tentu saja Valera mengelak dengan cepat sehingga pukulan itu tak mengenai tubuhnya kini Valera melakukan serangan balik hingga Valera menerjang kursi yang ia duduki sebelumya
BRAKKKKKK
AGHHH
kursi itu tepat mengenai bagian perutnya, hingga lelaki itu hanya meringis kecil lalu ia mulai bangkit dan menerjang kembali Valera akan tetapi Valera hanya melakukan gerakan kecil saja.
lelaki itu mulai mengincar dada Valera untuk melumpuhkan nya akan tetapi gerakan nya cukup terbaca hingga Valera dengan cepat berada di belakangnya dan memukul telak tengkuk lelaki itu.
BUGHHHHHH
lelaki itu sedikit linglung dan dengan cepat Zizi menyuntikkan sesuatu di lengan lelaki itu hingga ia menyadari apa yang dilakukan Zizi.
BRAKKKKKK
pria itu mendorong tubuh Zizi dengan keras hingga punggungan nya membentur sisi meja yang berada di belakangnya, Zizi meringis ngilu saat ia merasakan nyeri dibagian punggung nya itu.
dengan nafas yang naik turun Zizi bangkit lalu memberikan pukulan pada wajahnya hingga lelaki itu mulai hilang keseimbangan tubuh dan tak lama ia jatuh tak sadarkan diri.
__ADS_1
" menyusahkan ! " gerutu Zizi dan Valera diam saja, tak lama Zizi menekan sesuatu benda yang berbentuk persis seperti ponsel dan untuk beberapa menit muncul beberapa anak buahnya " bawa dia " tegas Zizi. Lalu Valera berjalan keluar dan diikuti dengan yang lainya, untuk menuju markas utama.