
pada hari ini Valera berencana akan bertolak menuju Rusia bersama dengan para pasukan banyangan nya, Paman Yu dan paman Jiro serta Grimm tentu saja akan tinggal di mansion Shizuka dengan pengawalan yang ketat seperti yang Valera perintahkan karena ia berwanti-wanti akan terjadi sesuatu hal dimasa depan
mobil SUV membawa Valera serta pasukannya bayangan menuju bandara, Valera melirik sekilas ketika sampai di perbatasan dimana masih tersisa kepulan asap serta terdapat garis kuning khas aparat berwajib Valera menyunggingkan senyumannya seketika
setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka telah tiba di bandar internasional Jepang Valera segera memakai topi kesukaannya hari ini pakaian Valera terkesan lebih kasual dan santai, Meksi dengan cepat mendorong koper milik sang lady hingga menuju ruang tunggu yang sudah di siapkan
" terimakasih Meksi " ucap Valera dan Meksi mengangguk dan menunduk penuh hormat " ohh ya jaga paman Yu dan paman Jiro selama aku pergi dan hubungi aku ketika terjadi sesuatu hal yang mencurigakan disana " tegas Valera
" baik nona " ucap Meksi lagi, dan Valera mengangguk samar akhirnya ia memasuki gedung itu lebih dalam kali ini Valera menggunakan pesawat komersial karena tak ingin kedatangan nya di ketahui oleh pihak asing maupun pihak musuh yang tak sengaja mengetahuinya.
*****
di perusahan Adomson Remigio tampak berfikir karena kekasihnya menjalankan misi tanpa sepengetahuannya setelah tiga hari tak bisa dihubungi akhirnya Remigio menghungi Vyan dan menanyakan tentang Valera alhasil vyan hanya mengatakan jika Valera sedang pergi keluar negeri karena sedang menjalankan misinya dan Vyan tak menceritakan kejadian sebenarnya kepada Remigio
" misi apa yang sedang kau jalankan sweatheart, " gumam Remigio lagi " aku harap kau baik-baik saja " ucapnya lagi dengan memandang potret Valera yang terpajang rapi di meja kerja miliknya
tak lama pintu ruangan milik remigio terbuka dan muncul lah Leo yang menunduk hormat kepada Remigio
" maaf tuan sudah waktu nya anda bertemu dengan pihak LA Crop's " ucap Leo sopan dan Remigio mengangguk menyetujui nya dan tak lama mereka meninggalkan perusahaan dan menuju hotel milik Remigio untuk melakukan pertemuan
dalam perjalanan Remigio hanya diam dan tampak tenang akan tetapi pikirannya menuju Valera yang sedang melakukan tugasnya jauh dari lubuk hatinya ia penasaran dengan misi tersebut
hingga Remigio tak menyadari jika mobil yang dikendarai Leo sudah sampai di hotel miliknya, Remigio menghembuskan nafasnya secara perlahan setelah itu ia keluar dengan Leo yang membuka kan pintu nya
para staffnya hotel dan karyawan dengan sigap menunduk hormat tag kala pemilik gedung itu berada di sana, Remigio hanya diam dan tampak datar dengan aura yang tegas dan cukup membuat nyali para staffnya menciut
Hinga Leo dan Remigio tiba di lantai Tujuh bangunan dimana terdapat ruang VIP untuk para tamunya,
CEKLEK
Leo membuka pintu dan didalam sudah tampak seorang wanita berperawakan tinggi dan cantik serta seorang lelaki muda berpakaian formal mereka tersenyum ramah dan Remigio hanya tersenyum tipis
" kenapa jadi mereka, bukankah pimpinan LA Crop's sudah berusia lanjut . batin Remigio lagi
" perkenalkan aku Claire dan ini Kakak lelaki ku Sam " ucap Claire ramah dan Remigio diam saja " maaf karena ayahku tak bisa datang karena kesehatan nya sedang tidak membaik untuk itu kami berdua yang datang untuk menggantikannya aku harap kau mengerti tuan " ucap Claire dengan sopan
"bya sudah sampaikan salam ku kepada ayahmu dan mari kita mulai dari topik awal " ucap remigio santai dan terkesan tegas baik Claire dan Sam mengangguk setuju
sudah hampir satu jam mereka berbincang serius tentang kerjasama yang akan terjalin dan Remigio mendengar sedikit penuturan dari Sam tentang perusahaannya baik cara kinerjanya dan Claire hanya diam mendengar kakaknya berbicara akan tetapi pandangannya tak lepas dari Remigio
__ADS_1
" baik lah, aku rasa cukup menarik " ucap Remigio lagi " besok serahkan berkasnya kepada asistenku dan semoga kerjasama kita lancar dan sama-sama menguntungkan " ucap Remigio dan keduanya mengangguk antusias " baiklah jika begitu aku pergi karena masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan " ucap Remigio menatap kearah Sam dan Sam mengangguk
" terimakasih tuan Adomson senang bisa bekerja sama dengan anda " ucapnya dengan sopan dan lugas Remigio hanya tersenyum tipis akan tetapi senyuman itu membuat Claire terpesona seketika lalu ia menatap kepergian Remigio sampai tubuh kekar itu menghilang di balik kokohnya pintu
*****
Rusia, waktu setempat
valera kini sudah tiba disebuah hotel yang ia pesan melalui online tentu saja itu bagian dari rencana yang ia susun, kedatangannya di Rusia pasti akan menemukan kesulitan
para pasukan banyangan memesan kamar tepat disamping kamar kiri dan kanan sang lady, mereka tak ingin berjauhan karena ingin melindungi sang lady dari ancaman apapun
kini Valera dan lainya melakukan rutinitas mengisi perutnya yang mulai keroncongan, disebuah ruangan berlantai dua kini Valera dan para jajarannya berkumpul untung saja Valera memilih privasion room karena tak ingin orang lain menganggu nya makan serta mendengar topik pembicaraan mereka
" kita akan menginap selama dua hari setelah itu kita akan menuju suatu tempat, " ucap Valera di sela-sela waktunya yang sedang menunggu pesanan datang
" baik lady, tapi apa ini ada kaitannya dengan orang yang kau cari ? " tanya Eden sopan dan Valera hanya mengangguk samar
" apa nona sudah menemukan titik terangnya, jujur ini seperti sebuah teka-teki cukup sulit untuk dipecahkan mengingat ini sudah beberapa tahun yang lalu " ucap Deon ikut menimpali dan Valera diam saja seperti memikirkan ucapan Deon tapi ada benarnya juga ink seperti sebuah teka-teki tapi apa boleh buat Valera harus segera menyelesaikan nya dan tak mau menunda waktu
" ya kau benar Deon, tapi aku akan memecahkan teka-teki itu, " ucap Valera penuh keyakinan dan Deon hanya mengangguk menandakan setuju dengan ucapan sang nona
" entahlah tapi wajah mereka sangat mirip hanya saja ada salah atau perbedaan yang satu tidak ada tahi lalat dan yang satu nya tidak terlebih bola mata mereka yang berbeda " ucap Valera yang mengingat photo keduanya " tapi dari keseluruhan orang itu benar-benar mirip " lanjut Valera lagi
" apa mereka kembar ? atau mungkin berubah penampilan sedikit untuk mengelabui orang lain ? " Picing Emil lagi dan Valera diam saja mendengar kan ucapan Emil tak lama pesanan datang dan mata mereka sungguh berbinar melihat hidangan yang begitu lezat mereka makan dengan tenang seperti biasa.
*****
waktu menunjukkan pukul tujuh malam waktu setempat, cuaca diluar sangat cerah bahkan angin kencang tidak terlihat membuat Valera betah dan fokus pada layar laptopnya, ia mencari tau lebih detail lagi tentang Frazzes willyam dan Valera sengaja menggunakan kode sebelumya agar ia lebih mudah memancing pihak asing muncul hanya saja keberadaan Valera masih ditutupi oleh Greta sehingga pihak lain tak bisa mendeteksi keberadaan Valera saat ini, menguntungkan !
pada saat bersamaan ponsel Valera berdering dan muncul lah sebuah notifikasi dari Greta awalnya Valera tak terlalu mengerti pada saat ia melihat dan menetap photo seseorang sontak membuat ia terkejut, pada saat Valera akan menghungi Greta dengan cepat Greta menghubungi Valera terlebih dahulu
" oh Vale, ini sesuatu yang mengejutkan " pekik Greta dan Valera diam saja mendengar keterkejutan Greta
" ya bicaralah aku mendengarkan nya " ucap Valera yang tak kalah penasaran
" aku menemukan sebuah photo dalam jajaran kakek mu dulu, bukankah orang itu yang selalu mengikuti tuan Marcell kemana pun ? wajah lelaki itu yang dingin bahkan melebihi tembok " ucap Greta dan Valera diam saja " tapi kenapa ada photo orang itu " bingung Greta lagi
" ya itu sagar " ucap Valera singkat dan Greta diam saja karena ia tak mengetahui namanya dengan pasti bertemu dengan orang nya saja hanya beberapa kali itu pun tak sengaja saat usia Greta masih terbilang muda " ya sudah aku tutup dulu, cari lebih detail informasinya Greta " tegas Valera dan Greta hanya mengiyakan saja tak lama sambungan itu terputus
__ADS_1
Valera menghembuskan nafasnya secara perlahan dalam benaknya iya pun bertanya mengenai kode rahasia yang ternyata ia mendapatkan sebuah photo dalam jajaran kakeknya
teka-teki ini semakin rumit bahkan ini sudah sangat lama,dan Valera penasaran kemana para jajaran kakeknya tersulut bahkan para setingkat dengan kakeknya Valera harus mendesak paman Jiro karena ia yakin jika paman Jiro mengetahui sesuatu akan tetapi malah tersembunyi
" Kemila ? apa ia mengetahui wajah pembunuhan ayahnya kala itu ? jika ia ini menjadi sebuah peluang walaupun hanya sedikit " gumam Valera lagi dan ia menatap alih layar laptopnya terdapat sebuah titik merah yang tertangkap sinyal Valera
ternyata sebuah titik lokasi dimana Frazzes willyam tinggal akan tetapi saat Valera melihat nya lebih dekat lokasi itu yang terlihat hanya sebuah lautan yang membentang sangat luas seketika Valera mengkerutkan dahinya bingung, lautan luas ? ada apa ini
" aku rasa orang ini tak bisa diremehkan sama sekali apa kemungkinan ia pun sudah mengetahui aku yang mencari identitasnya ? " ragu Valera lagi tak lama seseorang mengetuk pintu kamarnya sebelum itu Valera melihat dari balik layar yang tersedia dengan keamanan fitur yang sangat tinggi. Seorang lelaki bertubuh jangkung memakai topi serta jaket hitamnya sedang menunggu pemilik kamar hotel membukakan pintu nya Valera menatap intens orang itu
" siapa dia " gumam nya lagi lalu Valera menghubungi Emil dan pasukan lainnya melalui MH tak lama sambungan itu tersambung
" ya nona " ucap suara Deon yang menyahut
" apa hotel ini baik-baik saja " tanya Valera lagi
" sepertinya tidak nona, satu jam yang lalu terjadi keributan di loby lantai bawah dan sampai sekarang Eden belum kembali " ucap Deon sedikit panik membuat Valera terkejut akan hal itu
" sial, apa mereka mengetahuinya seseorang mengetuk pintu kamar ku, tetap berada di dalam dan kalian jangan keluar Emil kau retas semua CCTV yang berada di hotel ini, cepat aku yakin ada yang tak beres " ucap Valera tegas dan semuanya mengangguk dan mulai bersiaga ternyata pihak lain satu langkah lebih dulu dari Valera mereka benar-benar tak bisa diremehkan membuat Valera harus mengubah rencana nya.
valera masih menatap layar yang lumayan lebar yang tersedia dan tertempel di pintu kamar hotel miliknya pria itu terus menggedor pintu agar Valera membuka kan pintu tak lama segerombolan orang mulai mengelilingi kamar Valera
" sial mereka ingin bermain-main dengan ku " geram Valera
tak lama Emil menghubungkan laptop miliknya dengan Milik Valera dan mulai menampilkan rekaman CCTV di seluruh gedung ternyata terjadi kekacauan bahkan terdapat beberapa mayat dari staf hotel yang bertugas Valera sibuk mencari keberadaan Eden bahkan sebagian orang berlari tak tentu arah yang Valera yakini itu adalah para wisatawan yang bermalam di hotel ini
dan ternyata Valera melihat Eden yang sedang diikat dengan sebuah tali membuat Valera geram dan ingin memusnahkan mereka semua
" kenapa bisa Eden tertangkap " geram Valera lagi lalu ia beralih menuju koper miliknya dan menyiapkan beberapa senjata api untuk melawan para pihak asing begitupun dengan para pasukan bayangan lainnya, kini mereka saling terhubung dengan cepat Valera mematikan saluran yang terhubung dengan Eden
" semuanya siap ! mereka tak terlalu banyak tapi hati-hati dan tetap waspada mereka tak bisa diremehkan aku belum mengetahui apa mereka dari pihak yang sama atau tidak " ucap Valera tegas dan semuanya mengangguk
untung saja malam ini Valera memakai celana kasualnya jadi ia bisa leluasa bergerak dengan lincah segala alat persenjataan Valera membawanya tanpa sisa
" let's the play " smirk Valera menyeringai, Valera mulai meletakan tangannya di daun pintu dan
KLEKKK
DODODODOR !!
__ADS_1