Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
bingung judul


__ADS_3

bangunan milik Kendrick seketika hancur dengan serangan yang berasal dari helipad di bawah naungan Remigio


seketika senyuman Remigio terbit saat melihat bangunan yang berada dihadapannya luluh lantah tapi senyuman itu tak berlangsung lama seketika bala bantuan di pihak Kendrick datang dan mulai menyerang pihak Remigio


para pasukan Remigio mulai bersiap dan membidik tubuh musuh tanpa aba-aba dari tuannya


" jangan sampai terlewatkan " tegas Remigio yang ikut membidik dan menyerang ke arah musuh " sial, kapan Kendrick meminta bala bantuan " geram Remigio dengan penuh amarah


DODODODOR !! DODODORDODODOR


serangan yang berasal dari helipad milik remigio mulai beraksi dan terus melawan, para pasukan bantuan Kendrick tidak terlalu banyak tetapi mereka dilengkapi senjata yang mumpuni Remigio dibuat terperangah karena ia melihat sebuah gatling siap meluncur kearah dirinya


" BERLINDUNG " teriak Remigio lantang


DUARRRR


BLUMMMMN


Remigio tersentak kaget dan langsung melompat ke sisi kanan tepat dimana itu adalah lapangan luas, para anak buah Remigio yang ikut berlindung memekik kaget karena serangan senjata dengan tipe yang sangat besar


" AGHHH Sial " ucap remigio ia lalu bangkit


DODODODOR


DODODODOR


Remigio menembak pihak musuh dengan brutal begitupun dengan anak buahnya, gempuran Remigio benar-benar mengerikan tidak hanya sang tuan lima burung besi ikut membantu sang tuan melumpuhkan lawannya hingga satu jam berlalu dimana mayat-mayat pihak musuh berserakan tak tentu arah darah mewarnai tubuh mereka bahkan luka-luka yang mengenaskan itu mereka alami


" cari mayat Kendrick aku yakin ia tak sempat melarikan diri saat gempuran pada mansion miliknya '' tegas Remigio lagi dan para anak buahnya mengangguk mantap " lakukan dengan cepat kita harus meninggalkan tempat ini '' perintah Remigio lagi


" baik tuan " ucap mereka serempak


Remigio memilih Masuk kedalam helipad miliknya itu, ia mulai menatap laptop canggihnya untuk melihat apakah ada pergerakan disekitarnya atau tidak, rasa nyeri mulai menjalar dibahunya luka terkena tembakan itu membuat baju yang ia gunakan sudah terlihat mengerikan dengan noda darah


" tuan anda terluka " panik salah satu anak buahnya dan Remigio diam saja walaupun ia tak menyangka jika luka itu sangat menyakitkan


" biar saya bantu obati tuan " ucap nya sopan dan Remigio hanya mengangguk lemah


lelaki yang berumur hampir kepala tiga itu dengan telaten membantu mengobati luka di bahu tuannya, Remigio tampak tenang selama proses penanganan yang ala kadar nya itu,


" pergilah, tempat ini tak bisa kalian tinggali lebih lama lagi " ucap seorang pria tiba-tiba membuat Remigio terkejut dengan sigap ia mulai menodongkan senjata miliknya " Calm down, aku hanya memberi tahu mu infomasi penting ini " ucap lelaki itu lagi


" siapa kau ? '' ucap remigio dengan menyelidik tetapi lelaki itu hanya tersenyum tipis


" nama ku Elion, cepat tinggalkan dan suruh anak buah mu untuk segera meninggalkan tempat ini '' ucap Elion lagi dan tak lama laptop milik remigio yang sudah dipasang sinyal khusus berbunyi dan berkedip Remigio tampak mengerutkan dahinya seketika


" Go " teriak Remigio lantang melalui pengeras suara dan seketika anak buah Remigio berhenti dan mulai menjauh dari kawasan itu

__ADS_1


'' bawa semua helipad milik mu pergi kearah sana " tunjuk Elion lagi dan Remigio hanya diam saja " jangan berfikir aku musuh mu ! " tegas Elion lagi dan seketika


" Elion, Go '' teriak Zizi lantang dan Elion segera mengangguk mantap pada Zizi


" good luck " ucap Elion sopan dan ia mulai berlari menuju Zizi dan menaiki sebuah mobil berwarna putih dan melaju kearah hutan di sisi kiri belakang bangunan, Remigio melakukan hal yang sama dimana ia mulai bergerak dengan arahan Elion tadi karena ia melihat jalan yang akan dilalui nya telah diblokir oleh pihak lain


****


Paris, waktu setempat


Valera kini sedang berada di ruangan kerja miliknya yang berpusat di markas utama ia sedang melihat dan memantau orang- yang dicurigai dalam jajarannya


banyak sekali berkas-berkas yang Dave kumpulkan dan semuanya para penghianat, Valera harus segera menyelesaikan permasalahan ini dengan cepat sebelum hari besar itu tiba Valera tak Sudi jika mereka masih menginjak kan dan menghadiri acara sakral king


" berani bermain dengan ku maka kalian sudah menyerahkan diri secara tak langsung, " seringai Valera dengan senyum tipis nya ia menatap beberapa photo yang sudah disalin oleh Dave


Valera mendapatkan sebuah notifikasi jika Zizi akan kembali ke Prancis dan ia membawa sejuta kabar berita mengenai Robbin Hallerand yang berencana untuk membunuh Remigio maupun menyerang markas king


sesaat Valera termenung lalu ia tersenyum kemudian, menyerang ? bagaimana bisa ? apakah mereka sanggup ? Valera mengutuk kebodohan Robbin bahkan Journey ikut mendukung nya sedangkan Edrall ia sudah melarang adiknya untuk berurusan dengan king termasuk sang lady


" baiklah ! aku tunggu kedatangan mu dan mari kita bermain sampai puas " ucap Valera dingin lagi lalu ia meletakan ponsel di meja kerjanya begitu saja


sedangkan seorang lelaki paruh baya dibuat kalang kabut karena putrinya sudah dua hari tak kembali, ia merasa cemas dan panik mengingat kini ia tinggal dirumah sederhana yang jauh dari kata kemewahan


" kemana anak itu ! jangan sampai ia berbuat hal yang merugikan dirinya sendiri " ucap lelaki paruh baya itu dengan panik, lalu detik kemudian ia teringat akan nama seseorang lalu dengan cepat ia menuju laptopnya untuk mencari tahu sesuatu


" wanita itu, jadi ini benar " ucap nya tercekat, photo seorang wanita cantik yang mendatanginya beberapa hari lalu karena permasalahan putrinya membuat ia bertindak gegabah dan mengusik seorang Valera harson lalu dengan cepat ia mencari alamat perusahaan Harson Crop's, setelah satu jam berkutat akhirnya ia dapat alamat tersebut ia berencana akan mengunjungi perusahaan itu untuk bertemu dengan Valera karena ia yakin putrinya menghilang pasti ada kaitannya dengan Valera


***


" apakah semuanya baik-baik saja " tanya Zizi sembari menatap wajah Elion dengan cemas


" aku harap begitu " enteng Elion dengan senyuman tipis membuat Zizi mengerutkan dahinya, bukannya ia takut terjadi sesuatu kepada calon suami ladynya tapi ia takut tak jadi kembali ke Prancis


kini mereka sudah berada di rumah, Lotus menyambut kedatangan mereka dengan senyuman manisnya membuat Zizi dan Elion menatap bingung pada Lotus


" kau kenapa ? " tanya Elion


" tidak ! apakah semuanya sudah usai, jika ya berarti besok kita sudah meninggalkan negara ini " tanya Lotus dengan senyuman cerahnya dan Elion hanya diam saja


" aku belum tau Lotus tapi kita harus menyelesaikan yang tersisa, Zizi ambillah laptop mu aku ingin melihat dimana posisi Robbin kini " ucap Elion lagi dan Zizi memangguk


tak lama Zizi membawa laptop berwarna hitam dengan ukuran sedang, ia mulai membuka situs khusus miliknya dan tak lama muncullah titik-titik berwarna merah ia bergerak dengan sangat lambat


" sedang berada di mana ia ? '' tanya Zizi lagi


" coba kau perbesar " ucap Elion dan Zizi melakukan nya dengan baik titik merah itu diperbesar hanya untuk melihat letak dan lokasi dimana kini Robbin berada

__ADS_1


" mansion Kendrick " ucap Elion dan Zizi bersamaan, mata mereka beradu pandang apakah mungkin bala bantuan tadi pihak Robbin tapi mengapa Zizi tak melihat nya disana


" ada apa ? " tanya Lotus bingung karena Zizi dan Elion hanya diam saja


" aku akan menghubungi seseorang untuk memastikan nya " ucap Elion lagi dan Zizi diam saja karena ia yakin Elion sudah menempatkan banyak orang disekitar mansion Kendrick saat gempuran itu, Zizi pun tak bisa meremehkan kemampuan Remigio dimana penguasa ORTAXS itu tidak sepenuhnya mengeluarkan taringnya Remigio hanya menggempur mansion beserta orangnya itu belum seberapa !


lima belas menit berlalu Elion datang dengan pakaian yang berbeda dan rambut yang basah Zizi mendengus kesal karena ia sedari tadi menunggu kabar dari Elion sedangkan Lotus ia memilih memejamkan matanya


Zizi menatap layar laptopnya dimana titik merah itu mulai menjauh dari tempat dan Zizi terus mengamati dan segara mendengar percakapan yang dilakukan oleh Robbin karena titik merah itu berganti dengan gambar bergelombang


Zizi dengan fokus mendengarkan Robbin berbicara dengan seseorang suaranya asing dan Zizi hanya diam saja tapi matanya membulat karena nama seseorang terdengar disana


" kenapa ? " tanya Elion dan Lotus segera membuka matanya kala Elion berucap dan kini pandangan keduanya beralih kepada Zizi


" salah satu mafioso king berada di Amerika dan ia bertemu dengan Robbin ! apa kemungkinan besar ia yang memberikan akses jalur pelabuhan kala itu " ucap Zizi menduga-duga


" kemungkinan besar bisa seperti itu " ucap Lotus " coba kau lebih fokus lagi Zizi dan copy semua ucapan mereka lalu kita serahkan kepada nona pasti ia tahu dengan suara salah satu mafiosonya " lanjut Lotus lagi


Zizi mengangguk pasti lalu ia menekan dan mengklik sesuatu yang bertulis copy that


Zizi tersenyum senang kala ia mendengar Robbin ingin sekali mencari dirinya dan membuat perhitungan terhadapnya karena perlakuan Zizi yang semena-mena menurut Robbin seketika Zizi tertawa keras membuat Elion serta lotus bingung dengan kening berkerut


" oh hahaha.. dia ingin mencari ku dan membuat perhitungan dengan ku .. cihh ingin melawan ku tapi skill mu untuk bertarung masih sangat mentah " sinis Zizi


Zizi menutup laptopnya kembali dan kini ia beralih memandang Elion


" bagaimana, apa semuanya baik-baik saja ? " tanya Elion dan pria itu mengangguk mantap


" baiklah aku akan mempersiapkan kepulangan kita " seru Zizi langsung beranjak dari kursinya dan mulai menuju kamar yang ia tempati itu


Elion dan Lotus menatap Zizi dengan heran,Elion segera melihat luka di bahu Lotus dan langkah terkejutnya saat ia melihat luka itu kering dan menutup sempurna


" obat yang diberikan Zizi lebih baik dari pada obat dokter, hmm wanita itu sangat mematikan " gumam Elion tersenyum tipis begitupun dengan Lotus ia hanya tersenyum simpul


***


disisi lain seorang wanita sedang berbaring dengan kondisi yang cukup memprihatinkan luka lebam masih terlihat jelas disekitar wajah dan tubuhnya yang lain bahkan satu kakinya di perban dengan begitu dramatis


sorot mata wanita itu memancarkan api kebencian yang mendalam, ya wanita itu Bianca setelah kejadian itu Asyur memanggil dokter untuk mengobati luka-luka yang dialami oleh Bianca


CEKLEK


seorang lelaki masuk dengan pakaian santai ia menatap datar kepada bianca


" ada apa ? " tanya Bianca datar dan memalingkan wajahnya kearah lain


'' tidak hanya melihat keadaan mu saja apa kau sudah lebih baik atau justru semakin memburuk " sinis Asyur " betapa mengerikan nya serangan dari wanita ku " cibir Asyur dan Bianca seketika menatap tajam kearah Asyur nafasnya kian naik turun kala Asyur memuji wanita yang paling ia benci

__ADS_1


wanita mu ? cihh.. kau lebih gila dariku mencintai wanita iblis seperti dirinya, mungkin sekarang aku masih terbaring lemah tapi nanti giliran wanita sialan itu yang akan terbaring lemah bahkan lebih parah dariku . batin Bianca


__ADS_2