Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
memulai.


__ADS_3

Mansion Vyan dan Zizi.


Zizi sangat menikmati masa-masa nya menjadi seorang ibu dari bayi lelaki nya yang tampan, Vyan pun seakan lupa dengan semua pekerjaan di perusahaan yang selalu menunggunya, dan untung saja Leonel selalu bisa diandalkan.


Siang ini Zizi mendapatkan kabar dari Lotus jika ia melihat seorang wanita muda yang hampir mirip dengan Zizi, bahkan Lotus pun mengatakan jika ia menemukan wanita itu di bandara Paris.


Zizi tampak syok saat mendapatkan kabar tersebut, tapi ia masih bersikap tenang akan hal tersebut, Zizi mencurigai jika itu memang adiknya tapi untuk apa sang adik terjun ke dunia yang sama seperti dirinya.


Di sebuah ruangan tertutup.


Zizi mengundang Lotus untuk berkunjung ke kediamannya dan Lotus pada saat itu bersedia dan akan tiba dalam lima belas menit kedepan, Zizi menitipkan Gabriel pada pengasuh barunya hasil rekrutan sang suami.


Lotus duduk berhadapan dengan Zizi saat ini, wajah Zizi tampak serius dan tegang seketika Lotus yang menyadarinya hanya bisa diam saja sambil geleng-geleng kepala.


" Apa kau benar-benar melihat wanita yang mirip dengan ku Lotus ? " tanya Zizi sekali lagi seakan tak percaya menatap kawannya tersebut.


Lotus diam dan mulai menunjukkan tablet untuk Zizi melihat nya, seorang wanita berambut pendek memakai topi serta kacamata hitamnya sedang berjalan keluar dari bandara internasional Prancis.


sekilas wanita itu memang mirip dengan dirinya tapi Zizi belum sepenuhnya yakin, Lotus hanya diam saat Zizi memperhatikan sosok wanita itu dengan intens.


" Jika seandaianya dia adikmu, bagaimana ? " tanya Lotus dan Zizi seketika menatap Lotus dengan tatapan bingung. " Aku mendengarnya jika wanita itu terlibat akan sosok Mrs X dan juga Damian " ucap Lotus lagi dan Zizi kali ini mengangguk tanpa ragu " jika dia memang adikmu, lalu apa yang harus kau lakukan ? setidaknya kau mempunyai persiapan untuk kedepannya Zizi " ucap Lotus tegas dan Zizi diam seraya memikirkan ucapan Lotus yang ada benarnya juga.


" jika dia memang adikku, maka aku tak bisa berbuat apa-apa Lotus. " ucap Zizi tenang walaupun raut wajahnya tak menunjukkan demikian.


" Ya kau benar Zizi kita harus bersikap profesional bukan ? dia menjadi daftar pencarian king saat ini '' ucap Lotus lagi dan Zizi mengangguk paham tanda mengerti.


" temukan wanita ini secepatnya '' ucap Zizi tegas dan Lotus menganggu mantap " apa kau membawa anak buah mu yang berada di Amerika Lotus ? '' tanya Zizi lagi.


'' hanya sepuluh orang saja, sisanya masih berada disana '' ucap Lotus dan Zizi mengangguk samar.


******


Thailand, waktu setempat.


sudah tiga hari Valera berada di kediaman nyonya Mecca, selama itu Valera memikirkan cara untuk menguak semuanya sampai tuntas, tanpa terkecuali.


valera sudah berhasil menemukan identitas Allarik dan Wilson dalam waktu bersamaan, ternyata Wilson adalah salah satu mafia yang bergabung dengan king pada jaman kepemimpinan mendiang Marcell kala itu.


Valera tak habis fikir dengan semua parasit dalam king, banyak sekali para penghianat, penjilat dan tentu saja wajah-wajah lugu tanpa dosa yang sebenarnya tampak mematikan.


" Allarik dan Wilson sebaiknya aku mulai dari mereka berdua. " seringai Valera muncul seketika kala ia mengetahui jejak-jejak kotor pada identitas keduanya sejak dulu.


tak lama pintu ruangan yang ditempati Valera diketuk oleh seseorang, Valera mempersilahkan orang yang diluar sana untuk masuk dan ternyata Elion yang mengetuk.


" Ada apa ? " tanya Valera langsung tanpa basa-basi.


" ada seseorang penguntit di luar sana Lady. Apa kau ingin melihatnya ? '' tanya Elion tenang dan Valera mengeryitkan dahinya heran, penguntit ? apa hubungannya. Valera mengangguk kecil dan Elion segera berlalu meninggalkan ruangan sang Lady.

__ADS_1


sedangkan diluar mansion milik nyonya Mecca, seseorang lelaki sedang terduduk dengan tangan di borgol layaknya seorang penjahat, orang itu di jaga ketat oleh anak buah nyonya Mecca.


" katakan, siapa kau ? '' tanya nyonya Mecca menatap tajam lelaki asing yang terpantau kamera cctv seperti sedang mengintai sesuatu.


lelaki itu memilih bungkam dan mengacuhkan pertanyaan nyonya Mecca, pandangannya begitu acuh seperti tak memperdulikan keadaan sekitar.


DUAKKK


AGHHH


rintih lelaki itu saat tendangan nyonya Mecca mendarat sempurna di wajahnya, lelaki itu meringis dan mengeluarkan darah dari lubang hidungnya.


" jangan memilih diam jika tak ingin dirimu terluka !! " tajam nyonya Mecca dengan bengis hingga lelaki itu menatap tajam dengan manik mengkilat merah.


Tak lama suara hills begitu terdengar seirama, nyonya Mecca menoleh dan ternyata Valera datang dengan wajah bingung sekaligus penasaran, dilihatnya lelaki yang sedang tersungkur dengan tangan yang masih diborgol.


" wow..siapa dia ? " polos Valera.


" Penguntit, pengintai dan mata-mata '' geram nyonya Mecca dan Valera terkejut mendengarnya, nyonya Mecca mendengus polos saat melihat Valera yang bertampang polos seperti tak tau apa-apa.


" apa yang ia cari ? '' tanya Valera lagi.


" Aku sedang mengintrogasi nya " kesal nyonya Mecca dan Valera terkekeh dan mengangguk polos lalu duduk begitu saja di sebuah meja yang tersedia disana.


BUGHHHHHH


" wanita tua ini yang akan membuat maha karya untuk mu '' seringai nyonya Mecca dan Valera justru menikmati adegan ini dimana ia bisa melihat nyonya Mecca beraksi mengatasi lawan nya.


Dave dan Elion yang berdiri di samping kanan dan kiri Valera hanya bisa mengulum senyum nya setipis mungkin, ini menjadi adegan yang sungguh menggelikan.


Nyonya Mecca memukul dan menerjang lelaki itu dengan membabi buta hingga suara teriakan dan rintihan terdengar pilu disana, wajah lelaki Asia itu kini sudah babak belur oleh nyonya Mecca, sang pelaku hanya menyeringai tipis.


" masih belum mengaku !! '' sentak nyonya Mecca saat melihat lawannya kini tak berdaya bahkan untuk membuka matanya pun terasa enggan, nafas lelaki itu terasa mulai menipis.


BYUURRR


nyonya Mecca tanpa perasaan menyiram lelaki itu dengan air dingin hingga kesadaran lelaki itu terasa kembali dan kini menatap nyonya Mecca dengan tatapan yang sangat marah, nyonya Mecca menyeringai puas.


" periksa ia !! " lantang nyonya Mecca dan dua orang anak buah nya segera melakukan hal yang dikatakan oleh sang majikan, lelaki itu tampak memberontak walaupun dengan gerakan lemah.


satu persatu pakaiannya dilucuti dan tersisa hanya boxer saja, lelaki itu kian terpojok tak bisa mengelak lagi.


" hmmm... Kau masih muda, tampan dan kau pun mempunyai bentuk tubuh yang sangat bagus.. '' seringai nyonya Mecca dan justru membuat orang-orang yang mendengarnya terkejut geli " tapi sayang kau salah mencari lawan '' ketus nyonya Mecca lagi. '' periksa !! " tegas nyonya Mecca.


salah satu anak buah nyonya Mecca datang dengan membawa alat seperti penyukur rambut berwarna hitam dengan sebuah detektor khusus didalamnya.


valera mengeryitkan dahinya saat melihat sistem kerja dari benda kecil tersebut, unik dan sangat canggih.

__ADS_1


" Dia aman nyonya '' ucap anak buah nyonya Mecca memberikan benda itu dengan lampu berwarna biru tanda tak ada apa-apa. Nyonya Mecca mengangguk tipis dan memberikan kode untuk anak buahnya mundur.


" Jadi siapa yang sedang kau intai ? '' tanya Valera dan lelaki itu kini justru menatap Valera intens dan Valera terlihat santai dengan tatapan penuh intimidasi dari lawan bicaranya.


Valera berjalan dengan santai dan mengulurkan tangannya untuk membantu lelaki itu berdiri, tapi sesuatu hal yang baru ia sadari ternyata tangan lelaki itu terborgol kearah belakang.


valera menurunkan kembali tangannya dan lelaki itu merasa terhina, Valera tersenyum polos menatap manik lelaki itu dengan tajam.


" bebaskan saja ia, aku sudah tau siapa dalangnya '' ucap Valera membuat semua orang terkejut begitupun dengan nyonya Mecca.


" kenapa ? '' tanya nyonya Mecca kembali merasa tak terima jika harus melepaskan tawanan nya. Valera berjalan dan berdiri tepat dihadapan nyonya Mecca.


" Aku sudah tau siapa dalangnya nyonya, jadi biarkan ia pergi dan aku yakin setelah ini akan banyak orang yang berdatangan '' ucap Valera pelan dengan penuh penekanan.


Suara Valera hampir tak terdengar karena wanita yang bergelar lady itu berbicara sangat pelan dan hati-hati kepada nyonya Mecca, nyonya Mecca menyuruh anak buah nya untuk melepaskan borgol di tangan lelaki asing itu.


" Jangan khawatir, aku yakin orang itu mengintai diriku '' ucap Valera dengan terkekeh dan nyonya Mecca terdiam lalu menatap penuh selidik.


" Allarik ? " gumam nyonya Mecca dan Valera mengangguk kecil.


Lelaki itu kini dibebaskan dan diseret kasar oleh para anak buah nyonya Mecca, mereka melemparkan lelaki itu tanpa perasaan layaknya seekor binatang.


nyonya Mecca kembali kedalam begitupun dengan Valera dan lainnya. Malam ini Valera akan bergerak menuju kekediaman Allarik kembali dan nyonya Mecca berpesan untuk selalu berhati-hati.


******


Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam waktu setempat, Valera telah bersiap dengan memakai pakaian serba hitam, rambutnya ia ikat tinggi-tinggi.


Dave, Elion serta keempat predator telah menunggu sang lady di halaman utama kediaman nyonya Mecca. Pada saat itu nyonya Mecca pun berada di sana rasanya ia ingin ikut dan bertempur kembali seperti waktu muda dulu tapi Valera melarangnya.


" Lady " ucap mereka serempak seraya menunduk penuh hormat kepada pemimpin king itu, Valera hanya mengangguk samar dengan wajah serius nya.


Valera melirik kepada dua buah mobil SUV berwarna hitam disana, sadar akan tatapan itu nyonya Mecca menjelaskan jika Valera dan lainnya akan menggunakan mobil tersebut.


" Persenjataan ? " tanya Valera.


" semuanya sudah siap, Lady '' ucap Dave sopan dan Valera mengangguk saja.


" baiklah, jika begitu ayo kita bergerak '' ucap Valera yang terkesan datar tanpa ekspresi. Nyonya Mecca hanya diam menatap itu semua.


dua buah mobil menjadi pilihan mereka, anak buah nyonya Mecca sengaja tak ikut terlibat karena Valera hanya ingin orang-orang nya saja yang bergerak.


Sebuah tablet sudah siap siaga ditangan Elion, ia segera mengoprasikan benda tersebut untuk misi nya kali ini. Valera duduk tenang di kursi depan dengan Dave yang mengemudikan nya.


setelah beberapa jam berlalu akhirnya mereka telah tiba disebuah kota yang merupakan wilayah milik Allarik, keadaan disana cukup sepi tak ada kendaraan yang lewat satupun.


hingga tiba-tiba...

__ADS_1


CKITTTT


__ADS_2