Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
merelakan


__ADS_3

DORR


AGHHH


valera meluncurkan pelurunya kepada wanita yang berusaha berniat untuk menghalanginya, wanita itu tersungkur dengan luka tembak yang cukup dalam, Valera menatap tajam kepada wanita itu


" sudah kukatakan aku tak akan main-main dengan ucapan ku, aku datang kemari hanya ingin mengambil keluargaku dari kalian, tapi kau menentang ku dan jangan salah kan aku jika aku menembak mu bahkan membunuh mu " tajam Valera dengan nafas yang begitu memburu


Zizi dan Dave hanya menatap datar keadaan sedangkan vyan ia mencuri-curi pandang kearah Zizi dan Zizi mengacuhkannya begitupun dengan Leonel kedua lelaki itu hanya bisa menunduk malu dengan apa yang sudah terjadi.


semua orang menatap penuh heran kepada rombongan Valera, mereka bertanya-tanya siapa Valera sebenarnya ? Zizi menatap tajam kepada setiap orang yang ia lewati.


helikopter-helikopter milik rombongan king sudah mendarat di titik yang berbeda, mereka turun dan membungkuk hormat kepada Valera dan sontak membuat mereka yang menatapnya menjadi bingung.


" dimana yang lain ? " tanya Valera tegas


" mereka menunggu di tempat sebelumnya lady " ucap salah atau dari mereka dan Valera mengangguk pelan


para sekelompok wanita tiba-tiba berlari dan menodongkan mata pedang nya kepada rombongan Valera membuat ia geram seketika dan Zizi rasanya ia ingin sekali membunuh mereka semua tanpa ampun.


Dave yang melihatnya hanya bisa mendesah pelan ia tak tau apakah sekelompok wanita ini adalah orang yang menoton.


" mau apa lagi " teriak Valera lantang dengan sorot mata yang sangat tajam


" siapa yang mengijinkan mu pergi dari tempat kami, dan membiarkan mu membawa mereka " tajam salah satu nya dan Valera tersenyum sinis


Zizi geram karena mereka memperlambat waktu yang ada, tanpa aba-aba Zizi melemparkan sebuah b berukuran mini ke arah gua yang ditempati para sekelompok wanita itu.


DUARRRR


BLAMMM


semua orang terperanjat kaget tapi tidak dengan rombongan Valera hanya Leonel yang merasa jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya para jajaran king sungguh menakutkan.


" jangan pernah menguji jika tidak ingin hal buruk menimpa kalian " teriak Zizi lantang dengan api amarah yang siap meledak vyan yang melihat itu hanya tersenyum sinis


" AGHHH !! apa yang kau lakukan kepada tempat kami ! kau menghancurkan nya " teriak frustasi wanita itu dan Zizi menatap datar " kalian harus merasakan akibatnya ! " teriak wanita itu lagi dan ia segera berlari menuju rombongan Zizi begitupun dengan yang lainnya akan tetapi Zizi dan Valera serta Dave menggunakan senjata jenis revolver untuk memberi peringatan kepada yang melawan


DODODORDODODOR


AGHHH

__ADS_1


beberapa orang mulai tersungkur karena mendapatkan luka tembak dari rombongan Valera, sang lady lebih dulu memasuki helikopter jenis turbo nya dengan vyan dan leoenel yang ikut serta.


" jangan pernah ingin melawan, kalian tidak tau siapa kami ! ingat baik-baik nama King " tajam Zizi dengan sorot mata yang menakutkan " itulah namanya aku yakin kau pasti tau dengan nama itu jangan berpura-pura bodoh jika tidak ingin bermasalah " tegas Zizi dan dave ia sudah lebih dulu memasuki helikopter nya dan Zizi menyusul kemudian, para sekolompok wanita itu sungguh terkejut dengan pernyataan yang baru saja mereka terima, King ? siapa yang tidak tau akan organisasi besar itu bahkan seluruh Eropa pun tau mereka gugup dan bergetar ketakutan setelah dengan apa yang terjadi. Para helikopter milik king mulai mengudara satu persatu meninggalkan area itu dengan sangat cepat.


*****


didalam helikopter Valera memberi instruksi kepada yang lain jika mereka harus segera meninggalkan tempat itu, dan membiarkan sisa anak buah Mrs OTO bebas.


Mrs OTO kau menguji kesabaran ku dengan menargetkan keluargaku dan membuat mereka dalam masalah dengan kelompok lain, lihatlah aku akan memberi kan Hadian untuk mu. batin Valera marah


vyan dan Leonel hanya bisa diam dan tak ingin berbicara begitupun dengan Valera yang terlihat mengabaikan kedua orang itu.


" bagaimana kalian bisa ceroboh ! dan membuat kalian dalam situasi seperti tadi. Dimana tubuh kalian di jamah oleh para wanita berpenyakitan itu. " tajam Valera dengan suara tegas membuat Vyan dan leoenel hanya bisa meringis polos


" maaf. kami sudah melawan nya akan tetapi mereka tiba-tiba menyuntikan sesuatu cairan kepada tubuh kami. mungkin obat bius ! setelah sadar aku melihat beberapa orang wanita duduk mengelilingi kami lalu membuka pakaian kami satu persatu hmm.. " ucap vyan tanpa dosa dan Valera terlihat memijat pelipisnya pelan


" maksud mu kau dan para wanita itu melakukan hal sesuatu begitu ? " Picing Valera dan vyan sontak melotot


" tidak nona. Kami tidak sampai ke tahap itu, mereka hanya memainkan kepunyaan kami saja " polos Leonel dan Valera terlihat diam saja " sungguh itulah yang terjadi, dan setelah kami ingin memberontak justru kedua mataku dan tuan Vyan tiba-tiba ditutup sebuah kain " lanjut Leonel lagi dan Valera hanya mendesah kesal


valera tidak menyangka hal kotor itu akan menimpa kakak serta Leonel, Valera tidak bisa menyalakan keduanya ini murni sebuah kecelakaan jika para anak buah Mrs OTO yang tak memulainya ini semua tidak akan terjadi.


" sudahlah.. setelah ini kalian berdua cepat periksa diri ke dokter untuk memastikan jika cairan yang disuntik ke tubuh kalian tidak memiliki zat beracun atau berbahaya lainnya dan hmmm.. periksa juga apakah ada penyakit menular yang ditularkan oleh para wanita itu, jika dilihat-lihat mereka seperti wanita yang haus belaian dan sentuhan seorang pria. " tandas Valera dan vyan hanya mengangguk saja begitupun dengan Leonel


valera duduk di sebuah ruang tamu yang sangat luas begitupun dengan semua orang bahkan Leonel dan vyan ikut serta disana.


" besok jangan ada yang mengganggu waktu ku, aku ingin memanjakan diri sebelum hari itu tiba aku harus benar-benar ingin fit dan fresh, aku tidak mau dihari pernikahan ku kelak aku menjadi jelek dan hmm begitulah " desah Valera dan semua hanya mengangguk saja tapi tidak dengan Leonel ia merasa terkejut sekaligus syok dengan apa yang baru saja dia dengar, menikah ? wanita yang dicintainya secara diam-diam akan menikah.


bagai disambar petir disiang bolong Leonel duduk dengan terpaku, vyan yang menyadari hal itu hanya bisa menatap iba kepada Leonel ia sangat tahu jika Leonel teramat mencintai Valera, tapi takdir tidak bisa dirubah maupun dilawan dengan pelan vyan menepuk bahu Leonel pelan. Semua itu tak luput dari pandangan semua orang begitupun dengan Valera


" Leonel apa kah kau tak mau memberi ucapan selamat padaku ? " ucap lembut Valera menatap Leonel dengan ramah dan sontak Leonel menjadi gugup bukan main


" selamat atas kabar baik dan bahagia ini nona, semoga hari besar nona berjalan dengan lancar begitupun dengan nona yang hidup bahagia " ucap Leonel dengan nada sedikit bergetar dan Valera mengetahui hal itu, ia hanya tersenyum saat melihat Leonel menundukkan wajahnya seperti tak mau menatapnya


vyan Dave dan Zizi hanya bisa diam melihat apa yang terjadi di depan matanya sudah buka rahasia umum lagi jika Leonel sang kaki kanan vyan serta asisten vyan sang tuan muda Harson itu memendam cinta yang begitu dalam untuk Valera, walaupun Leonel terkesan tertutup tapi tatapan matanya tak bisa dipungkiri jika ia memiliki sebuah rasa yang begitu tinggi untuk Valera.


" maafkan aku Leonel. Aku tau kau mencintaiku dalam diam mu, " ucap Valera menatap Leonel dengan tatapan ramah dan sontak Leonel terkejut " maaf jika aku tak bisa membalas cintamu, aku mencintai lelaki lain dan aku harap kau mau mengerti, takdir hidup tidak siapa pun yang tau termasuk diriku serta dirimu " ucap Valera lagi dan membuat Leonel hanya diam dalam dan menundukkan wajahnya dan diam. " aku tak bisa menyalahkan mu jika kau mencintaiku tapi waktu dan tempatnya yang salah, aku menganggap mu seperti Kakak ku sendiri Leonel, aku perduli padamu dan aku menyanyangi mu hanya sebatas kakak tidak lebih, setelah aku menikah nanti bersikap lah seperti biasanya Leonel dan mulai hidup mu yang baru aku yakin jika diluar sana ada hati yang menunggu untuk mu aku jamin itu " ucap Valera dengan ramah


" aku mengerti nona, terimakasih atas perhatian nona selama ini " ucap lirih Leonel dan Valera segera mendekatinya


" percaya padaku jika kau akan menemukan wanita lain yang bisa kau cintai melebihi diriku " ucap Valera dengan menggenggam tangan Leonel lembut semua orang hanya bisa terkekeh dengan tingkah Leonel yang melankolis itu " berteman lah dengan Remigio ia pasti akan senang begitupun dengan diriku, dan terimakasih sudah mau menemani kakak ku selama ini dan bersikap sabar dengan segala tingkah laku tuan mu itu Leonel " kekeh Valera dan Leonel hanya mengangguk dan membalas erat genggaman tangan Valera

__ADS_1


" boleh aku memeluk nona untuk yang terakhir kalinya, itupun jika nona mengijinkannya dan jika ada tuan Remigio aku yakin dia akan menendang ku karena sudah memeluk nona " ucap sendu Leonel dan Valera hanya tersenyum lalu mengangguk


Leonel memeluk dan mendekap erat tubuh Valera dan Valera hanya menepuk lembut punggung kekar Leonel, terdengar suara isakan kecil dari bibir Leonel serta tubuhnya yang bergetar karena menangis


vyan hanya bisa menatap kasihan kepada Leonel, ia tau bagaimana rasanya jika wanita yang ia cintai selama ini akan bersanding dengan pria lain sungguh menyakitkan.


" kau pria jangan menangis ! itu tak pantas " tegas Valera dan seketika Leonel melepas pelukannya lalu mengusap kasar air matanya Valera hanya terkekeh melihat tingkah Leonel yang sangat lucu itu,


" maaf kan aku nona " ucap Leonel dan Valera hanya mengangguk tanda mengerti


" baiklah, akan ada dokter yang akan menangani kalian berdua, aku akan beristirahat sebentar setelah itu aku akan kembali menuju Gold mansion, George pasti sudah menungguku " ucap Valera dan semua hanya mengangguk pasti, Valera berjalan dan meninggalkan tempat itu


Leonel hanya bisa menatap tubuh Valera sampai hilang di balik tangga, vyan menepuk bahu Leonel lalu tersenyum


" sudahlah akan ada cinta lain yang akan kau temukan " ucap vyan dan leoenel hanya mengangguk


Leonel hanya terdiam dan terpaku bohong jika hatinya tak sesak tapi bagaimana pun takdir tuhan tak bisa rubah Valera bukan untuk dirinya, Leonel sadar akan hal itu terlalu banyak perbedaan antara kedua membuat Leonel merasa tak pantas jika harus bersanding dengan Valera.


perkataan Valera masih terngiang di kepalanya dengan baik, disisi lain ia merasa lega tapi disisi lain ia benar-benar terpuruk.


valera baru saja selesai membersihkan tubuhnya, aroma terapi menyeruak di ruangan pribadi Valera. Ponsel nya bergetar dan menandakan sebuah notifikasi


valera tersenyum saat melihat isi pesan dari Remigio yang akan mengajaknya untuk fitting gaun pengantin esok hari, tentu saja Valera sangat senang ia dengan senang hati akan melakukan hal itu bersama dengan Remigio


" sebaiknya aku pulang, George pasti sudah menunggu " gumam Valera lalu ia segera mengambil tas dan turun ke bawah


valera memicingkan matanya saat melihat ramai-ramai para anak buah king yang berkumpul, disana pun ada Zizi dan juga Thomas yang ikut serta


" ada apa ? " tanya Valera heran


" ahh nona, tidak ada apa-apa hanya saja kami sedang membicarakan pelatihan secara khusus untuk memperkuat ilmu bela diri para anak buah king lainnya " ucap Zizi sopan dan Valera mengangguk mantap


" apakah kakak ku serta Leonel sudah diperiksa ? tanya Valera dan Zizi hanya mengangguk " bagaimana hasilnya ? " tanya Valera lagi


" semuanya baik-baik saja nona tidak ada yang perlu di khawatirkan, " ucap Zizi lagi " mereka berdua sudah pulang diantar oleh Dave nona " ujar Zizi memberi kabar


" baiklah jika begitu, aku akan pulang jika ada sesuatu hal atau kabar yang sangat penting segera hubungi aku dengan cepat " ucap Valera tegas dan semuanya mengangguk serta menunduk hormat


" baik lady " ucapnya serempak dan Valera hanya tersenyum tipis lalu kakinya melangkah dan meninggalkan markas utama menuju Gold mansion


beberapa hari kedepan akan menjadi hari yang paling melelahkan untuk Valera maupun Remigio mereka akan mengadakan pesta pernikahan yang begitu megah dan tentu nya menggelontorkan dana yang sangat besar hanya untuk sebuah acara pernikahan.

__ADS_1


tak lupa Valera pun mengutus orang untuk menjemput Maya serta keluarganya dan juga vio serta rud untuk ikut memeriahkan acaranya itu.


begitupun dengan Remigio ia sudah memberi kabar ini pada para sahabatnya tentu saja mereka senang bukan main, dan beberapa dari mereka sudah ada dalam perjalanan karena waktu dan jarak yang cukup jauh membuat mereka harus datang lebih awal.


__ADS_2