Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
* welcome to death gate


__ADS_3

valera masih berkutat dengan laptop dihadapannya kini hanya untuk mencari data-data dari orang-orang yang disebutkan oleh Wilson kala itu.


Anetha Louis atau lebih di kenal dengan sebutan aneth dikalangan para rekannya, seorang pengusaha cukup tersohor ia pun merangkap sebagian seorang mafia dan ternyata keluarganya dulu pun bahkan seorang mafia, bergabung dengan king pada saat organisasi mereka mengalami sebuah krisis hingga Marcell Harson membantu keluarga Louis agar tetap berada di posisinya kala itu.


valera mengepalkan tangannya lagi-lagi ia harus menelan pil pahit jika kakeknya terlalu banyak dimanfaatkan oleh sesama rekannya yang justru berpura-pura baik dihadapannya.


Bahkan mereka tega menusuk orang yang telah berjasa dalam hidup mereka, harta, tahta dan kedudukan sudah menguasai hati mereka, Valera marah dan ia berjanji akan mengakhiri semuanya dengan cepat.


" Kita akan bergerak malam ini, persiapkan semuanya aku berubah pikiran '' ucap Valera kepada Dave setelah itu Valera memutuskan sambungan terhubung secara sepihak.


Valera harus bergerak hati-hati karena ia pun tak tahu akan musibah apa yang menanti mereka, berita di Thailand cukup membuat nya muak bahkan Valera mendapatkan kabar jika salah satu opsir berpangkat akan berkunjung ke Paris entah apa maksud nya itu.


Malam hari, saat meninggalkan hotel.


valera dan keenam jajarannya sudah berada dalam mobil yang mereka sewa, peralatan berbagai senjata sudah tersusun rapi didalam beberapa tas ransel berwarna coklat.


" Bukan kah kita akan bergerak esok malam lady ? '' tanya Dave penasaran.


'' aku berubah fikiran, kita harus segera menyelesaikannya '' ucap Valera tegas dan Dave hanya bisa diam saja walaupun sebenarnya ia merasa penasaran apa yang membuat sang lady berubah fikiran.


" ikuti jalan ini '' ucap Valera seraya memberikan sebuah tablet miliknya dengan layar bergambar rute jalanan yang akan mereka tempuh.


Dave mengangguk tanpa basa-basi mobil mereka kini melaju di jalanan malam yang terlihat masih ada beberapa aktivitas disana.


mereka tak perlu membuang-buang waktu karena kediaman Josephine berada di sebuah komplek elit pribadi dimana hanya ada satu mansion saja di lahan tersebut yaitu milik Josephine seorang.


hanya membutuhkan waktu empat puluh lima menit saja akhirnya mereka bisa menemukan sebuah mansion yang berada di tengah-tengah lahan yang begitu luas.


" Wow ternyata dia pun menempatkan beberapa anak buahnya disana '' ucap Valera saat melihat pergerakan beberapa lelaki yang terlihat seperti sedang memantau keadaan. " Elion terbangkan Drone itu, aku ingin melihat aktivitas disana '' ucap valera melalui MH miliknya karena Elion berada di mobil bagian belakang bersama dengan Hugo, dan juga Matt.


" dimengerti " ucap Elion yang terdengar dari sebarang sana.


Kali ini Drone yang diterbangkan oleh Elion berbetuk kecil tapi memiliki fitur kamera yang bisa menyorot dari segala arah, Drone itu mulai keluar dan bergerak menuju sisi bangunan untuk memantau pergerakan serta melihat aktifitas disana.


Kamera yang berada di layar Drone itu sudah terhubung dengan tablet milik Valera dan juga Elion, tak ada pergerakan ataupun aktivitas yang mencurigakan disana hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang.


Drone itu mulai mengelilingi bangunan mansion dengan hati-hati, hingga sebuah jendela yang terbuka dengan lampu yang begitu terang menarik perhatian Elion yang mengendalikan Drone itu.


Valera mengamati pergerakan Elion ia pun penasaran ada apa didalam sana, Drone yang dikendalikan Elion berhenti hanya untuk mengintai. Aksinya cukup membuat Valera terkejut bukan main, tapi ia percaya jika Elion mampu untuk diandalkan.


" Ada beberapa orang didalam sana Lady " ucap Elion terdengar sangat penasaran.


" tangkap dan sorot wajah-wajah mereka ! " tegas Valera.


Elion segera mengutak-atik sesuatu dengan tombol berwarna merah yang harus ia kendalikan agar permintaan sang lady segera dimengerti.


Beberapa wajah telah tertangkap dan tersorot oleh kamera infra V+12 yang terdapat dalam Drone tersebut. Valera terkejut saat melihat sosok seseorang disana.


" Dia.. " gumam Valera lirih karena terkejut akan sosok wanita di kediaman Josephine.


" Anda mengenalinya Lady ? " tanya Elion diseberang sana karena mendengar gumaman sang Lady seperti mengenal salah atau sosok dari mereka.


KLEKKK


tiba-tiba Drone yang Elion layangkan menangkap pergerakan asing yang dapat memicu alarm peringatan dari Drone tersebut.

__ADS_1


" Mundur !! " pekik Valera hingga mengejutkan Dave dan lainnya, Elion bergerak cepat dan segera menajauhkan benda canggih tersebut tapi pergerakannya diketahui oleh seseorang.


" penyusup !! lancang !! " pekik seorang wanita terdengar begitu menggema.


teriakan wanita itu sontak mengudang kegaduhan dikediaman Josephine bahkan sang pemilik rumah langsung menyiagakan senjatanya di tangan.


" berpencar !! " ucap Valera tegas dan terkesan santai walaupun pengintaian nya diketahui.


dave tertegun saat sang Lady meminta nya untuk masuk kedalam dengan kecepatan tinggi, Valera, zumba, dan Edgar segera bersiap dengan senjatanya masing-masing, Dave menarik nafasnya secara perlahan.


Dalam hitungan detik kendaraan yang dikemudikan oleh Dave melesat cepat dengan begitu mulus hingga nekat menabrak sebuah pagar disana hingga benar-benar jebol.


" menyingkir !! " teriakan anak buah Josephine sontak membuat orang-orang yang berada disana menyingkir tak tentu arah, tapi belum juga mereka menyingkir, tiba-tiba.


DODODORDODODOR !!


AGHHH


DODODORDODODOR !!


Edgar dan zumba begitupun dengan Valera membidik mereka yang ingin menyelamatkan dirinya masing-masing. Valera tersenyum miring dibuatnya.


DODODORDODODOR !!


PRANGGG


" merunduk !! " ucap zumba saat mobil yang dikendalikan Dave diberondong peluru oleh anak buah Josephine yang entah dari mana.


" sial .. inilah resikonya jika tidak memiliki perlindungan tingkat tinggi pada sebuah mobil yang kita tumpangi ini " umpat Valera terlihat kesal. " sebaiknya kita keluar dari sini " ucap Valera dan disetujui oleh lainnya.


DODODORDODODOR !!


sedangkan di dalam sana Josephine dan juga Anetha yang baru saja tiba itu dibuat penasaran akan mereka yang menyerang kediaman Josephine.


" Apa kau menyinggung seseorang ? " lirik Anetha kepada Josephine dengan tajam.


" Tidak !! " tegas Josephine dengan gelengan tegas " lagipula siapa yang aku singgung ? " ketus Josephine dan Anetha diam saja.


" mereka terlihat sangat profesional Josephine, kau lihat serangan mereka sangat-sangat matang dan gesit walaupun tanpa pasukan. " ucap Anetha lagi.


" sial .. siapa mereka !! " geram Josephine marah.


" bukankah ini aneh ? mansion Wilson diserang dan ia pun ikut menghilang dan kini mansion milik mu. Aku jadi menyesal telah datang ke kediaman mu ini jika tau akan terjadi hal seperti ini " tajam Anetha dan Josephine langsung menatap tajam lawan bicaranya.


" jika begitu pergilah kau dari sini ! " ucap Josephine dengan penuh penakanan. Hingga


BRAKKKKKK


BRAKKKKKK


para penghuni diruangan itu terkejut karena pintu yang telah terkunci rapat bahkan dengan pemindaian sidik jari dapat jebol dan hancur karena hantaman yang begitu kuat


CEKREK


beberapa senjata langsung ditodongkan pada si perusak pintu, begitupun dengan Josephine dan juga Anetha. Sang pelaku hanya tersenyum polos yang menyimpan sejuta racun didalamnya.

__ADS_1


" siapa kau !! " ucap Josephine memandang lekat-lekat wajah Valera.


suara tembakan masih terdengar di luar sana tapi Josephine beserta Anetha dan anak buahnya tak begitu peduli, mereka justru tertarik akan sosok si penyerang yang begitu terlihat sangat berani.


" orang yang akan mencabut nyawa mu " ucap Valera terkesan jenaka.


Josephine dan Anetha saling pandang satu sama lain lalu terkekeh dan memberikan senyuman tipisnya kala mendengar ocehan Valera yang mirip seperti orang yang baru saja terbangun dari mimpinya.


" mencabut nyawa ku ? memangnya apa yang telah aku lakukan hingga kau akan berlaku demikian ? '' ucap Josephine dengan penuh penakanan.


valera terlihat menyeringai kala mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Josephine, tentu saja ia datang dengan segudang kemarahan karena mereka telah berani lancang ingin menggulingkan sang kakek bahkan mengeklaim apa yang bukan menjadi milik mereka.


" Apa kalian tau jika aku datang hanya untuk membalaskan dendam seseorang ? '' tanya Valera menyeringai kecil menatap kedua orang berbeda jenis dengan tatapan nya yang tajam.


" Apa maksud mu ? '' tajam Anetha karena ia merasa bingung sekaligus tak mengerti.


" mencuri aset yang bukan milik kalian adalah tindakan kejahatan, kebaikan seseorang telah kalian balas dengan air tuba '' ucap Valera santai.


DORRR.


" banyak bicara !! " pekik Anetha setelah berhasil menembak lengan sang Lady dan Valera hanya menyeringai penuh arti, melihat noda darah di lengannya membuat jiwa pembunuhnya bangkit seketika. " kau wanita sakit jiwa yang berbicara omong kosong. Apa kau salah alamat nona '' ucap Anetha angkuh walaupun ia merasa tak nyaman dengan tatapan Valera seperti mengingatkan ia pada seseorang.


Josephine masih mencerna setiap ucapan Valera bahkan ia tak mengerti kemana tujuan arah pembicaraan wanita asing itu.


DODODORDODODOR !!!


DUARRRR


suara ledakan terdengar dari arah luar hingga membuat mata Josephine membulat penuh.


" Apa yang kalian lakukan pada mansion ku !! '' teriak Josephine marah karena ia merasakan mansion nya bergetar setelah mendengar suara ledakan tersebut.


tak lama Dave dan Elion datang dan mereka kini menodongkan senjata nya kearah sang lawan dihadapannya itu. Dave melihat lengan sang lady terluka membuat ia sedikit khawatir akan keadaan sang Lady walaupun ia sendiri tau jika Valera tak akan merasa sakit hanya dengan satu buah peluru.


" masih ingat dengan pemimpin king ? '' seringai Valera hingga Josephine dan Anetha terkejut bukan main " kalian menikmati hasil jerih beliau dengan mencuri dan mengklaim aset beliau '' tegas Valera tersirat kemarahan dalam sorot matanya.


" siapa kau !! '' pekik Anetha.


DORR !!


AGHHH


" berisik !! '' ucap Valera kesal dan Anetha wanita berusia lanjut itu meringis kasakitan setelah satu buah peluru bersarang di tubuhnya. " satu sama " seringai Valera terkekeh geli.


kini suasana semakin panas dan tegang karena mereka saling menodongkan senjata nya masing-masing dimana Valera hanya ditemani Dave dan Elion sedangkan pihak lawan ada beberapa pengawal dibelakang Josephine dan Anetha yang siap melindungi tuannya itu.


" wahh...wahhh ini sungguh tak adil '' ucap tiba-tiba Edgar masuk dengan noda darah yang menghiasi tangannya, begitupun dengan ketiga rekannya yang lain sudah dipastikan Edgar telah bermain-main dengan tubuh korbannya. " Anda terluka Lady '' ucap Edgar dan Valera terkekeh biasa.


Josephine dan Anetha yang mendengar penuturan Edgar memanggil nama lady sontak membuat keduanya terkejut bukan main.


" Lady ? ''


" hehehe selamat datang di gerbang kematian '' smirk Valera dengan seringainya yang mengerikan hingga tubuh Josephine dan Anetha seketika menegang menatapnya.


DODODORDODODOR !!

__ADS_1


AGHHH


DODODORDODODOR !!


__ADS_2