
Valera saat kini berada di ruangan dimana dua lelaki yang dibawa oleh anggota black road pada saat menjalankan misinya itu, keadaan mereka cukup memprihatinkan, dan Valera rasa hidup mereka tak akan lama lagi jika tidak dibantu dengan alat-alat Ornaf selama ini.
" Bagaimana keadaan Grey " tanya Valera saat Ornaf masuk keruangan itu.
" Keadaan nya jauh lebih baik hanya saja ia belum juga sadar " ucap Ornaf dan Valera terdiam sesaat bayang-bayang Macky yang terkena racun sampai menewaskannya masih terngiang jelas di ingatannya, dan sekarang salah atau anggota bayangan nya terkena racun yang entah apa namanya, tapi Valera bersyukur jika Grey baik-baik saja.
" Lakukan yang terbaik Ornaf. " ucap tegas Valera dan Ornaf mengangguk patuh. " ohh ya bagaimana keadaan Ellara dan ibunya ? " tanya Valera menatap Ornaf dan lelaki berkaca mata itu menunduk dengan gugup seperti seseorang yang sedang tertangkap basah.
" Ellara baik-baik saja Lady, hanya saja keadaan ibunya tidak baik-baik saja karena faktor usia dan kesehatannya harus dipantau " ucap Ornaf menjelaskan sedikit dan Valera mengangguk saja.
" Sepertinya ada kemajuan pada dirimu Ornaf " celetuk Valera dan Ornaf seketika tertegun bukan main, kemajuan ? apa maksud nya ini. Apakah ini terlalu kentara ? ohh tidak, Ornaf hanya dapat menunduk tanpa mau menatap sang Lady, dan Valera hanya menautkan alisnya ketika melihat reaksi salah satu orangnya. " Ada apa ? apakah ada yang salah dengan ucapan ku ? " heran Valera.
" ohh tidak lady hanya saja aku tak paham dengan maksud ucapan mu " ucap Ornaf menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Valera mengulum senyum nya seketika kala melihat tingkah malu-malu Ornaf.
" hmm baiklah. Aku senang bisa menggodamu Ornaf. " ucap Valera lagi dan Valera berlalu pergi meninggalkan lelaki berkaca mata itu yang masih mencerna ucapan sang lady dengan wajah heran dan bingung.
tak lama kemudian Ornaf pergi dari ruangan itu dan segera menuju ruangan dimana Grey sedang dirawat.
Gold Mansion.
Setelah semua orang mengadakan makan malam bersama kini paman Jiro mengajak semua orang untuk berunding kembali, George dan Athena sudah berada di kamarnya dengan salah satu maid yang berada disana.
Ruangan yang luas dan mewah berwarna gold layaknya terlapisi dengan sebuah logam mulia itu tampak menarik dan Entestik dimana. Paman Jiro dan lainnya seketika kagum dengan gold mansion.
" Sean dimana adik-adik mu ? " tanya Valera kepada putra Pama Jiro.
" mereka sedang beristirahat nyonya Valera " ucap Sean sedikit sungkan dan Valera tersenyum tipis.
" jangan panggil aku nyonya. Panggil aku dengan nama saja itu jauh lebih baik daripada mau memanggilku dengan sebutan itu dan membuatku sedikit tak nyaman dengan kecanggungan mu " ucap Valera dan seketika Sean mengangguk saja walaupun ia merasa tak enak hati.
paman Jiro dan lainnya tampak diam dengan mata yang saling menatap satu sama lain, tampak nyonya Mecca sedang berkutat dengan sebuah laptop milik yang Valera pinjamkan karena nyonya Mecca ingin memastikan sesuatu.
" Nak... sebaiknya kau segera mengambil aset milik paman Yu sebelum jatuh ke tangan orang yang salah. " ucap Loose dan Valera tampak mengerutkan dahinya seketika " maaf jangan tersinggung. Kini kami sadar jika hidup dan nyawa kau bisa terancam kapan saja. Mungkin saat ini kami aman karena bersama mu tapi entahlah nanti. " ucap paman Loose berwajah datar dan sendu, otot-otot kekarnya kini hilang Sudah karena seiring bertambahnya usia, rambutnya sedikit memutih dan terlihat jelas kerutan menua di wajahnya.
__ADS_1
" Paman loose berkata benar nak.. Aset yang mereka incar pasti pemberian mendiang kakek mu " ucap paman Jiro menimpali.
" Lalu bagaimana dengan anak-anak paman Yu " ucap Valera melirik Sean yang tampak tertunduk gak bersuara.
" Aku ? entahlah " ucap Sean dengan nada lemas nya. " rumah satu-satunya peninggalan ayah telah hancur begitu saja. Kini aku tak mempunyai tempat bernaung, hanya apartemen yang selama ini ku tinggalkan di Argentina. Tapi aku yakin mereka pasti mengetahuinya " ucap Sean dan Valera diam menyimak.
" Begini saja. Sebaiknya kita cek ulang dengan detail aset-aset milik ayahmu Sean, aku yakin jika paman Yu meninggalkan harta bendanya dan aset lainnya untuk kalian para anak-anak nya " ucap Valera dan semua orang mengangguk setuju.
" Lalu dimana aset itu berada ? apa kemungkinan mereka hancur bersamaan dengan mansion tuan Yu " ucap Bie menimpali.
" Aku tau lokasinya. " ucap nyonya Mecca kini. " itu semua masih berada di Argentina, letaknya cukup jauh dari Mansion Yu pasti kita bisa mengambilnya tanpa diketahui pihak asing. " ucap nyonya Mecca dan Valera kini memijat pelipisnya pelan dengan mata terpejam.
" tugaskan aku untuk mengambilnya nyonya " ucap Bie penuh harap menatap kearah Valera.
" Ya. Nanti akan ada orang-orang ku yang menemanimu pergi kesana, nyonya Mecca tolong kau bantu Bie dalam letak dan lokasi aset-aset tersebut. " pinta Valera dan nyonya Mecca mengangguk pasti, Bie tersenyum karena permintaanya dikabulkan begitu saja.
" Sean sebelumya kau berkerja sebagai apa ? " tanya Valera.
" aku CEO di pabrik makanan milik ayah. " ucap Sean lagi.
" Ya kau tenang saja nak,aku akan membatu mu sesuai dengan kemampuan ku ini '' ucap paman Jiro dan Valera mengangguk berterimakasih.
Keesokan harinya Bie, White, Yellow dan Red terbang menggunakan pesawat dibawah naungan king dari bandara Prancis menuju Argentina hanya untuk mengambil aset milik paman Yu, dibekali perlengkapan yang memadai dan persenjataan yang begitu banyak dan lengkap bahkan Remigio ikut membantu dengan mengirimkan anak buahnya untuk keadaan terdesak jika memungkinkan.
nyonya Mecca telah menemukan tempat tersebut dari satelit miliknya dan mereka ikut memantau dari jarak jauh menggunakan si canggih berlayar 14''inch itu. Valera pun ikut melihat cara kerja para tetua king terdahulu.
nyonya Mecca begitu lincah dalam menggerakkan jari-jari nya di keyboard berwarna putih itu, Valera diam saja begitu pun yang lain, di layar terdapat sebuah rumah yang cukup besar entah milik siapa, terletak di sebuah perbukitan yang hijau tapi kini sebagian nya tandus karena cuaca panas di Argentina.
" Ada yang menjaganya ? " ucap nyonya Mecca lagi " mereka pasti anak buah Yu " ucap nyonya Mecca lagi dan ia menelusuri tempat itu untuk memastikan jika tak terjadi sesuatu hal disana.
" Apakah semuanya aman ? " tanya Zorfan kepada nyonya Mecca.
" Ya sejauh ini cukup aman. " saut nyonya Mecca lagi. " aku akan memantaunya terus sampai Bie dan lainnya tiba dengan selamat disana " ucap nyonya Mecca dan semuanya mengangguk saja.
__ADS_1
valera masih memantau pergerakan orang-orang yang sedang mencari keberadaan Utera melalui tablet miliknya Alland dan Brandon bertanggung jawab sepenuhnya akan kelompok mereka bahkan dia dari anggota predator pun ikut serta ditemani beberapa anak buah king tingkat pertama.
Masalah akan selalu rumit dan tidak ada habisnya jika induk sumber masalah itu tak cepat dimusnahkan, ohh tuhan rasanya kepalaku akan pecah saat ini juga. Batin Valera
Valera menyesap teh beraroma jasmine kesukaan nya, dengan mata yang masih terkunci pada layar tablet miliknya. Tak lama salah satu pengasuh datang membawa Athena yang sudah bangun dari tidurnya bahkan bayi cantik itu segera menangis melihat sang ibu dan ingin segera menyusu dari sumber nya langsung.
valera langsung memangku putrinya itu dan pamit pada orang-orang disana untuk mengurus putrinya terlebih dahulu, orang-orang itu mengangguk mengerti.
Di suatu tempat terlarang.
Remigio kini sedang berbincang serius dengan orang-orang asing dihadapannya, wajah mereka sama-sama datar dan dingin. Remigio menatap lurus dengan kaki yang tumpang tindih dengan elegan.
" aku menemukan jika orang-orang istrimu pun ikut mencari titik lokasi yang kami jalani. Itu artinya pihak istrimu pun ikut mencurigai tempat itu " saut lelaki berkemeja biru itu.
" Ya aku sudah tau itu, bukannya semakin banyak team yang mencari akan semakin mudah untuk menemukan dan mengunci titik lokasi wanita itu. " Picing Remigio bersuara dingin tanpa ekspresi. Semua orang larut dalam pikirannya masing-masing, mencari sosok wanita itu tidaklah mudah apalagi berada di wilayah asing yang bukan kekuasaannya.
" ucapan mu menang benar prince tapi kita pun tak tau titik-titik mana yang menjadi tempat singgah nya saat ini " saut lelaki berkemeja biru lagi dan Remigio menatap tajam lelaki itu. Suasana seketika tegang sorot manik hitam itu lebih mendominasi dan memancarkan aura gelap yang begitu pekat. Lelaki berkemeja biru itu hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan karena ia sudah hafal dengan sikap dan sifat prince ini, ia tak suka menerima kegagalan jika itu terjadi maka sosok prince akan lebih menggila.
" mungkin wanita yang bernama Utera itu kini bersembunyi di suatu tempat karena ia mengetahui banyak pihak yang sedang mengincarnya " saut lelaki berjas dengan warna navy memecah keheningan dan kegugupan yang ada, Remigio hanya tersenyum sinis mendengarnya.
" begitukah ? " ucap Remigio menyeringai " dimana pun ia bersembunyi maka aku harus bisa menemukannya. Dia telah berani mengincar putriku yang tak tau apa-apa. " desis Remigio tajam.
" kita ulangi lagi, jika negara itu memang terbukti tak ada tanda-tanda wanita itu, kemungkinan besar dia memang bersembunyi dan pasti meninggalkan jejak yang tak disangka. Hmm.. dilihat dari pakaian yang ia kenakan seperti nya wanita itu sangat terobsesi dengan ratu Cleopatra jaman dulu " kekeh lelaki berjas navy itu.
" cihh aku tak perduli pakaian yang digunakannya, itu semua membuatku sakit mata saja " gerutu Remigio kesal " baiklah kita ulangi lagi tapi kali ini jangan sampai gagal " ancam Remigio dan para lelaki yang berada dihadapan Remigio mengangguk tegas walaupun mereka tak yakin.
akhirnya pertemuan singkat itu diakhiri dengan cepat begitu saja, Remigio mengenakan jika kali ini mereka tak boleh gagal dan harus segera mengabarkan kabar baik pada sosok prince tersebut.
Remigio memacu kendaraan roda empat miliknya dengan kecepatan sedang, saat ini rasanya ia ingin sekali memeluk dan mendekap istri serta putrinya itu.
senyum manis tersemat kala Remigio mengingat sosok wanita cantik yang selalu merajai hatinya itu, ditambah kini putrinya telah hadir diantara keluarga kecil mereka yang terlihat begitu harmonis.
******
__ADS_1
Maaf owe up sedikit, semoga bisa next up lagi yahh ๐๐..