Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
slow


__ADS_3

hari ini markas memulai di renovasi Valera memperkerjakan orang-orang yang tepat dan cepat untuk mengerjakan bangunan yang setengahnya roboh itu Valera pun menambah sistem yang lebih canggih lagi ia begitu marah karena lokasi dan letak markas king besar sudah banyak diketahui oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab


bertepatan hari ini semuanya jajaran Valera pergi Menjalankan misi masing-masing tinggal tersisa Zizi saja di Gold mansion karena ia mengajukan izin untuk kali ini karena ia baru saja selesai dalam misi di Amerika tempo lalu


sedangkan wanita itu setelah memberi infomasi nya mengenai Daniel langsung ambruk tak sadarkan diri saat Valera akan bertanya mengenai mendiang kakeknya Valera merasa jika Kemila mengetahui sesuatu tapi apa, entahlah


saat ini Valera sedang berada di perusahaan Harson Crop's bersama dengan sang kakak hanya untuk menikmati waktu minum kopi bersama sekaligus membicarakan bisnis lainnya,Vyan tak akan pernah menolak keinginan adik kesayangannya itu hingga suara ketukan membuyarkan keasyikan mereka


" masuk " ucap vyan tegas, dan seketika Leonel masuk dan menunduk hormat kepada vyan lalu kepada Valera " maaf tuan di luar ada tuan Revan yang ingin bertemu dengan anda " ucap Leonel datar membuat vyan mengerutkan dahinya apa kah Revan tidak takut dengan ancaman vyan waktu lalu


sungguh kerasa kepala . batin vyan


" untuk apa dia datang kemari ? " dingin vyan


" jika tuan tidak ingin bertemu maka saya akan membicarakannya terlebih saya sudah menghalangi ia agar tuan tidak dapat bertemu dengan nya " ucap Leonel lagi


" ya katakan jika aku tidak punya waktu ingin bertemu dengannya " saut Vyan datar dan Leonel mengangguk patuh


" suruh dia masuk " ucap tiba-tiba Valera dan langkah Leonel terhenti seketika begitupun dengan vyan ia langsung melirik kepada adiknya " biarkan ia masuk, aku ingin tau apa tujuannya kali ini , " ucap valera tak kalah datar dengan sang kakak, Leonel melirik kearah tuannya dan vyan menganggukkan kepalanya samar


Valera mulai mengembuskan nafas nya secara perlahan sebelum ia bertemu dengan Revan kali ini, vyan yang tak tau apa rencana adiknya hanya bisa diam saja


tak lama seorang lelaki dengan gagah memasuki ruangan vyan ia sungguh terkejut dengan kehadiran valera disana Matanya tak lepas dari sosok wanita yang sangat dipuja nya itu, Vyan berdehem untuk membuyarkan keterkejutan Revan


" silahkan duduk tuan Revan " ucap vyan


" terimakasih " ia memilih duduk berhadapan dengan Valera, dan Valera mengetahui tatapan itu ia diam saja dan mulai menyesap kopi nya dengan perlahan


" apa tuan Revan ingin minum kopi ? " tanya Valera menampilkan wajah polos cantiknya membuat Revan terkesima akan hal itu sedangkan vyan ia mendengus kesal karena tingkah adiknya itu yang cukup menyebalkan


". terimakasih ! sebaiknya tidak perlu " ucap Revan lembut membuat Vyan memicingkan matanya karena ia tak menyangka dengan sikap Revan yang menunjukan ketertarikan kepada adik nya itu secara terang-terangan sedangkan Valera hanya tersenyum saat Revan berkata dengan nada yang cukup menggelikan


" langsung saja kepada intinya tuan Revan, untuk apa kau datang kemari bukankah waktu itu sudah cukup membuatmu mengerti " ucap Vyan tanpa menoleh dan menatap kearah Revan sedangkan Revan ia hanya bisa tersenyum kecil dan menahan dirinya untuk tidak tersulut amarah karena ia sedang menjaga imagenya didepan Valera


" ahh lupakan saja atas penawaranku waktu lalu tuan muda Harson ,aku datang kemari hanya untuk menawarkan kerja sama biasa saja jika tuan muda Harson berkenan " ucap Revan sopan dan tersenyun vyan hanya diam dan menelisik apa maksud dari Revan sehingga ia ingin sekali perusahaan nya berkerja sama dengan perusahaan besar seperti Harson Crop's Valera yang mendengarkan nya menjadi tersenyum misterius

__ADS_1


" akan ku pertimbangkan terlebih dahulu aku tidak bisa memutuskan secara langsung tanpa harus membaca proposal " ucap Vyan tegas dan Revan mengangguk saja tanpa mau berkomentar


" benar yang anda katakan, jika begitu saya akan mengirim kan proposal yang saya ajukan kepada email anda untuk dilihat " ucap Revan lagi dan vyan hanya mengangguk tipis


" hmm.. ini sudah jam makan siang, bagaimana jika kita makan siang bersama hmm maksud ku jika tuan Vyan dan nona valera tak keberatan " ucapnya sopan lagi-lagi Valera tersenyum misterius dan vyan hanya diam saja


sepertinya ada udang di balik batu. batin Valera


" apakah aku orang yang luang untuk makan siang bersama ? maaf tuan Revan tapi aku harus pergi untuk menjemput putraku pulang " seru Valera dingin tanpa ekspresi tapi masih ada senyum tipis yang terbit di sudut bibirnya


sesaat Revan mencerna akan ucapan Valera barusan putra ? putra yang mana yang valera maksud jelas-jelas Revan tau jika Valera belum menikah dengan siapapun termasuk Remigio Valera yang tau akan isi kepalanya hanya bisa diam dan membiarkan Revan berfikir sesuai perkiraan nya


" ahh begitu yah ? hmm.. baiklah lain kali saja tapi aku harap nona tidak akan menolak niat baikku yang hanya sekedar mengajak mu untuk makan siang bersama " ucap Revan lembut dengan tatapan menghangatnya semua itu tak luput dari pandangan sang kakak Valera hanya diam saja melihat itu semua ia memilih sibuk memainkan ponselnya " baiklah jika begitu saya permisi terlebih dahulu " ucap Revan bangkit dan Vyan hanya mengangguk saja " permisi " seru Revan , Vyan maupun Valera hanya memberikan sebuah anggukan kecil saja dan tak lupa senyum tipis itu tersemat indah di sudut bibirnya


setelah kepergian Revan Vyan baru beranjak dari kursi kebesarannya lalu ia memilih duduk disamping Valera


" apa yang akan kau rencanakan Vale ? " Picing vyan dan Valera seketika bingung


" kakak apa yang kau fikirkan ? aku tak mengerti rencana apa yang aku maksud aku tidak faham " manja Valera kepada kakaknya dengan bibir yang mengerucut kesal


*****


sedangkan disebuah mansion yang cukup mewah kediaman singgah milik seorang pria gagah dan berkuasa yang kekuasaannya masih saja misterius


Bianca kini sudah pulih dan membaik dari hari sebelumnya, dan Asyur menyuruh seseorang untuk mengawasi setiap pergerakan dari Bianca karena ia merasa jika Bianca adalah wanita yang tidak bisa dikendalikan


kini Bianca tengah menatap kearah balkon sambil menikmati cuaca di sore hari dengan angin sepoi-sepoi yang saling bersautan Bianca betapa merindukan sosok ayah dan kedua kakak kembarnya walaupun Bianca sendiri tidak tahu kesalahan apa yang diperbuat oleh keluarganya itu tapi Bianca tetap Bianca kebencian yang tumbuh menjadi dalam hatinya membuatnya gelap dan tak bisa melihat kebenaran ditambah obsesinya terhadap Remigio menambah plus besar untuk seorang Bianca semakin membenci sosok Valera


" tak akan kubiarkan kau hidup dengan damai setelah kau menyekap keluargaku hingga saat ini ! aku tidak akan pernah terima apa yang telah kau lakukan terhadap ku.. dan aku tidak Sudi mengaku kalah akan dirimu tunggu saja jika waktunya sudah tiba " gumam Bianca lirih


Bianca tau jika Asyur pria yang menolongnya akan menggagalkan rencana yang telah ia susun terhadap Valera maka dari itu ia akan bertindak hati-hati mulai dari sekarang tekad nya membuat ia begitu yakin akan membalas Valera dikemudian hari


disisi lain pun Bianca merasa Asyur pria bodoh yang mencintai sosok wanita yang bagaikan iblis, Bianca masih mengingat Betul setiap luka yang di alami dirinya akibat perbuatan brutal dari Valera sendiri, membuat ia merinding seketika jika mengingat kejadian itu untung saja dirinya tak tewas mengenaskan


Bianca merasa kesempatan berpihak padanya untuk membalas dendam apa yang ia rasakan selama ini.

__ADS_1


disisi lain Asyur terus mengawasi gerak gerik dari Bianca melewati CCTV yang ia retas dalam kediaman nya yang ditempati oleh Bianca terlebih dirinya sekarang tinggal disebuah apartemen mewah yang hanya ditinggalin oleh orang-orang tertentu


Asyur sudah menyuruh para pengawal yang berjaga di tempat Bianca agar meletakkan alat penyadap disekitar Bianca agar dirinya bisa mendengar apa yang sedang direncakan oleh Bianca


" aku tidak akan pernah membiarkan mu untuk menyentuh wanitaku walaupun hanya seujung rambut saja tidak akan pernah aku biarkan " dingin Asyur dengan sorot mata yang sangat tegas lelaki berparas ketimuran itu tidak akan pernah membiarkan Bianca untuk melukai Valera walaupun ia tahu jika wanita yang bertahta dihatinya mempunyai ilmu bela diri yang bisa melindungi dirinya sendiri terlebih jika itu Bianca, Valera akan sangat mudah menghempaskan nya seperti butiran debu yang tidak berguna tapi kini otak licik Bianca seakan-akan telah mendarah daging Asyur yakin jika Bianca mempunyai rencana yang cukup mematikan walupun tidak sampai bertarung sesama wanita


selama ini diam-diam Asyur selalu mengawasi Valera ia sangat tahu kejadian-kejadian yang selalu Valera hadapi seperti gempuran pada markas king oleh pihak lain, Asyur Sudah mengetahuinya dan diam-diam ia pun menyelidiki Mrs OTO


lelaki yang masih misterius ini selalu memantau pergerakan wanita yang dicintainya seperti saat Valera menghabiskan waktunya dengan Remigio kala itu, Asyur hanya terkekeh dan diam saja seperti sedang menikmati waktu yang sedang ia rasakan saat itu


*****


" Daniel " panggil Valera kepada Daniel yang sedang duduk bersantai dengan George dan Riley


" iya kak " seru Daniel sopan dan Valera melaju melangkah mendekat kearahnya


" hmm.. jika kau ingin keluar mansion, kau bisa saja tapi dengan pengawalan dariku " ucap Valera karena ia merasa Daniel sudah lama berdiam diri di mansion dan mematuhi setiap aturannya , Daniel hanya mengangguk saja ketika Valera telah mengijinkan nya untuk keluar rumah walaupun ia tahu jika diluar sana banyak sekali musuh yang mengintai dirinya


" terimakasih kak, tapi didalam mansion ini aku lebih betah dan tenang " ucap Daniel dan Valera hanya mengangguk samar sedangkan George hanya menjadi pendengar setia saja


" baiklah, untuk Minggu depan kau sudah mulai bisa berlatih dengan para mentor-mentor mu " ucap Valera lagi


" dengan senang hati " seru Daniel dan Valera tersenyum kemudian


" George ? hmm.. apa kau sudah makan ? " tanya Valera kepada putra angkatnya itu dan George mengangguk pasti


" baiklah, jangan lupa belajar jika sudah selesai bergegas lah untuk masuk " ucap Valera dan keduanya mengangguk patuh


Valera memutuskan untuk pergi keruang bawah tanah yang cukup mewah dan luas, disana Kemila ditempatkan bersama dengan dokter yang mengurusnya


Valera bisa melihat jika Kemila sedang tertidur lelap diatas ranjangnya yang cukup itu, Valera sudah tak sabar menunggu Kondisi Kemila pulih agar ia bisa mengulik lebih dalam infomasi yang ingin Valera tanyakan termasuk mengenai kakeknya, saat Valera Sedang mematung dan menatap intens Kemila dokter yang berjaga dibuat terkejut karena kedatangan sang lady yang tiba-tiba itu


" lady " ucap dokter itu menunduk sopan dan Valera hanya mengangguk tipis


" bagaimana keadaan nya ? " tanya Valera datar

__ADS_1


" kondisi nya cukup baik, luka sayatan dan robek dibagian perutnya telah aku jahit dengan baik dan luka bakar dibagian punggungan akibat benda panas telah aku beri salep untuk meringankan rasa perih disekitar punggungya dan beberapa luka kecil seperti memar sudah lebih baik dari sebelumnya, tidak ada yang perlu di khawatirkan " jelas dokter itu dan Valera mengangguk paham lalu ia segera berlalu pergi dari tempat itu dan menuju ruang kerjanya untuk melihat email yang dikirimkan oleh Dave yang sedang menjalankan tugasnya di Amerika untuk menyeret Fandarez kehadapan sang lady


__ADS_2