Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
siapa mister p


__ADS_3

" sempurna " gumam Valera menatap takjub pada keamanan baru di kediamannya " jika sudah seperti ini aku tidak akan khawatir jika para musuh masuk kedalam rumah ini, tapi sebelum para musuh masuk mereka akan mati terlebih dahulu " seringai Valera dan dibelakang tanpa Valera sadari kedua orang tuanya hanya memandang satu sama lain


semuanya sudah selesai, setelah hampir satu Minggu merenovasi ulang kini semuanya jauh lebih bagus dari perkiraan


" putriku memang luar biasa " ucap tuan ramius yang sudah ada dibelakang sang putri bersama istrinya


" papah,mah "


" kau sangat hebat nak,membuat rumah kita menjadi lebih terlindungi dengan keamanan yang sangat canggih " ucap nyonya Sofia bangga


" tentu saja mah, aku harus menjaga kalian dan rumah ini tentunya. Tak akan ku biarkan orang orang yang tak tau diri menginjakan kakinya dirumah ini " ucap Valera dengan tersenyum sinis


" papah bangga padamu nak, kau sama seperti kakek mu " ucap tuan ramius lagi sambil merangkul sang putri, Valera hanya tersenyum lebar menanggapi celotehan sang ayah


" kapan kakak kembali " tanya nya lagi sambil menoleh kedua orang tuannya


" mungkin besok, " ucap nyonya sofhia


" hemmm..baiklah aku akan keluar, dan akan pulang pada makan malam nanti " ucap Valera yang di angguki oleh kedua orang tuannya


*****


Remigio sudah menerima kerja sama dengan perusahaan milik Ben, walaupun ia tak bertemu dan bertatap muka secara langsung. banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepala nya, mengapa ekspresi sang kekasih seperti itu ketika mendengar Ben tanaphon ??


ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


siang ini Valera dan Remigio akan makan siang bersama di sebuah restoran terdekat dengan kantor milik Remi, karna kebetulan Valera sedang berada diluar bersama Dave, mau tidak mau Dave pun menemani sang nona.


" hmm nona, apa aku boleh bertanya " ucap Dave dengan ragu


" bertanya lah Dave, sebisa mungkin aku akan menjawabnya


" apa nona dan tuan Remigio sepasang kekasih " tanya Dave dengan hati hati m,Valera tidak menjawab hanya tersenyum senang karena deve bertanya perihal ini


" benar, " jawab Valera singkat


" semoga hubungan nona sampai ke jenjang yang serius " ucap Dave sungguh sungguh


" terimakasih Dave " ucap Valera tersenyum samar


Valera dan Dave sudah sampai di restoran tapi Remigio belum datang alhasil mereka pun sedikit menunggu kedatangan Remigio


setelah sekian lama menunggu Remigio pun hadir bersama dengan dua asisten nya, ntah suatu kebetulan atau apa, mereka masing masing membawa asistennya, karena ini memang jam makan siang


" sweatheart " ucao Remigio sambil memberi kecupan singkat di pucuk kepala Valera, membuat sang asisten mereka melongo " kau sudah menunggu lama " tanya Remi lagi yang duduk tepat disamping Valera


" tidak begitu lama Remi, oh ya kenalkan ini Dave asisten ku " ucap Valera sambil memperkenalkan sang asisten kepada Remi serta asisten sang kekasih


" kita bertemu lagi " ucao Remi tersenyum sama ke arah Dave dan Dave pun mengangguk


" mari kita pesan makanan " ucap Valera uang memang perutnya sedang lapar


" tentu saja " ucao Remi


mereka pun memesan beberapa hidangan sesuai dengan selera masing masing, serta beberapa desert penutupnya dan pelayan pun menulisnya dengan sangat cepat, setelah selesai pelayan pun kembali ke tempatnya


" Remi " tanya Valera menatap ke arah remigio


" hemmm " ucap Remi hanya berdehem sambil membalas tatapan sang kekasih


" apa kau menyetujui kerja sama dengan Ben tanaphon " ucap Valera langsung dan membuat Dave tersedak dengan kopinya,sungguh ia baru mengetahui bahwa pemilik Adomson Crop's adalah pria yang ada dihadapannya ini sekaligus kekasih nonanya


uhukkk uhukkk


Remigio yang melihat nya hanya menatap heran begitupun dengan James dan leo


" iya sweatheart, memang nya ada apa " mata gelap itu menatap ke arah Valera dengan tatapan menyelidik, Valera yang sadar hanya bersikap tenang sedemikan mungkin


" tidak apa apa , hanya bertanya saja, " dengan senyum tipis nya,saat remigio hendak bertanya lebih lanjut seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka, dan pembicaraan pun berhenti


" selamat menikmati tuan tuan dan nona " ucap pelayan dengan sopan.


mereka pun akhirnya menyantap sang hidangan dengan cara elegan nya masing masing, walaupun Valera menikmatinya tapi fikirannya melayang sangat jauh, Remigio hanya melirik ke arah Valera yang sedari tadi mengaduk ngaduk makanannya dengan sesekali memasukan nya ke dalam mulut


" apa yang kau fikirkan sweatheart " batin Remigio


saat mereka tengah asyik asyik menyantap makanan dengan penuh khidmat tiba tiba


BRAKKKKKK


seseorang membuka pintu restoran itu dengan cara menendangnya hingga terjadi keretakan di bagian pintu kaca itu, sekitar lebih sepuluh orang berpakaian serba hitam masuk dengan tiba tiba


pengunjung yang lainnya berhamburan keluar karena takut, sedangkan Valera menyantap makanan nya dengan santai dan Remigio dan yang lainnya masih melihat ke arah orang itu


" heii nona, bisakah kau berhenti memakan makanan mu " ucap salah satu pria yang melihat ke arah Valera , tapi Valera hanya diam tak mendengarnya sama sekali, Dave sudah menyiapkan senjata apinya di balik jas yang ia kenakan. Remigio dan dua asistennya masih menatap bingung


" heii apa kau tuli " teriak pria itu dengan lantang membuat para pelayan yang berkerja disana bergetar karena takut


" jangan kau pernah berteriak dengan nona ku " pekik Dave menggeram karena ia tak terima nonanya dikatai tuli


" wow wow wow sabarlah kami hanya ingin nona itu ikut bersama kami " ucap pria yang sedang menyalakan sebatang rokok nya


" apa maksudmu " ucap Remi dengan tatapan tajamnya


" heii nona cepat ikutlah bersama kami, Jangan membuat kami marah " ucap pria itu lagi dengan nada mengejek


Valera masih enggan menghiraukan orang orang itu, ia masih menyantap makanan nya sampai habis..


" sweatheart, " ucap Remi menatap Valera


" hemmm " saut Valera


" siapa mereka, mengapa mereka menyuruhmu ikut bersama dengan mereka " ucap Remigio semakin bingung sedangkan leo dan James sudah menyiapkan senjata api di balik jas nya , mereka selalu membawanya jika ada hal hal yang tak diinginkan, mengingat bos nya juga seorang mafia pasti banyak orang orang yang ingin menjatuhkannya


" nona sepertinya mereka suruhan dari tuan Ben tanaphon " ucap Dave dengan pelan tapi masih bisa Di dengar oleh Remi James dan Leo, mendengar kata itu lagi Remigio yakin pasti ada yang disembunyikan oleh kekasihnya


BRAKKKKKK


Valera mengebrak meja tak kalah kuatnya sampai benda yang ada di meja itu bergeser dari tempat semula, ia menatap tajam ke arah para pria yang sudah mengganggu waktunya.


remigio dan yang lainnya terkejut akan gebrakan meja tiba tiba itu


" beraninya kalian menganggu waktu makan siang ku " geram Valera


" sebaiknya kau ikut saja dengan kami, " ucap pria itu lagi

__ADS_1


" jika aku tidak mau " ucap Valera menantang


" kami memilih kekerasan " ucap pria itu percaya diri, mereka tidak tau siapa lawan yang sedang dihadapannya itu


" hahahaha jangan terlalu mimpi di siang bolong tuan " ucap Valera menyeringai


" sweatheart, kau tenang saja aku akan melindungimu " ucap remigio yang menggenggam tangan kekasihnya nya, Valera merubah raut wajahnya dengan tersenyum lebar karena arah Remi


" terimakasih Remi, aku akan melakukan pemanasan dengan mereka " ucap Valera dengan nada konyol sambil melirik ke arah para pria ber jas hitam itu


" baiklah, mari kita bermain tak akan ku biarkan mereka menyentuhmu sedikit saja " geram Remigio .


" nona apakah kita akan melawan mereka " tanya Dave


" tentu saja " ucap Valera dengan mantap


" kami akan membantu " ucap James dan leo bersamaan


" terimakasih " dengan senyum tipis nya


" bagaimana nona ingin ikut bersama kami secara sukarela atau dengan kekerasan. " ucap pria itu penuh dengan percaya diri sambil mempersiapkan senjata apinya dan


Dorrrr


akhhh


pria itu menembak ke salah satu seorang pelayan wanita, tepat di bagian perut nya darah deras mengalir di bajunya, teriakan histeris sungguh menggema di ruangan itu


" cihh pengecut, jika kau berani lawan aku dengan tangan kosong " ucap Valera dengan lantang dan menantang


" baiklah nona, jika itu maumu aku akan melawanmu dengan senang hati " ucap pria itu terkekeh


" nona, sweatheart " ucap remigio dan Dave bersamaan.


" tidak akan terjadi apa apa, Dave pantau terus pergerakan yang lainnya jika ada yang berani menembakan senjatanya tembak saja mereka tepat dibagian kepalanya " ucap Valera dingin


Valera pun maju ke depan begitupun dengan pria itu, dave dan yang lainnya menyaksikan aksi dari valera sembari berjaga jaga,


tanpa aba aba Valera langsung menendang pria itu tepat di area vitalnya


BUGHHHHHH


ahhkkkkk


pria itu menjerit karena organ vitalnya ditendang dengan sangat kuat,


" kurang ajar , dasar kau sialan " ucap marah pria itu yang langsung memukul ke arah Valera tapi dengan entengnya Valera menepis bahkan memukul telak tengkuk sang pria itu


Ahhhhkkk


melihat temannya menjerit orang orang itu mengepung dan mengeroyok Valera tapi Dave Remigio dan dua asistennya tak mau tinggal diam mereka pun ikut membantu,


Dave dengan semangatnya begitu beringas menghajar para musuh begitupun dengan Remigio yang menghajarnya dengan membabi buta, James dan Leo pun ikut serta dalam permainan itu, situasi semakin mendesak karena pihak musuh banyak yang berjatuhan oleh tendangan serta pukulan


" sial, mereka sangat pandai berkelahi, aku salah meremehkannya. batin si pria yang terkapar oleh valera


orang yang tadi ambruk oleh Valera langsung melepaskan pelatuknya tepat mengenai lengan Valera, ketika Valera sedang lengah dan menghajar yang lainnya,begitupun Dave dan lainnya yang begitu fokus menyerang lawannya


DORRR


" nona " pekik Dave dan langsung berlari ke arah Valera dan menghampirinya, Remigio pun tak kalah panik tat kala yang melihat kekasih terkena luka tembakan, beruntung nya sebagian dari mereka sudah berhasil dilumpuhkan. James dan Leo masih sibuk menghajar orang orang itu


" apa kau tidak apa apa nona " tanya panik Dave


" sweatheart , " panik Remigio yang langsung memegang tangan sang kekasih lalu menyobek kemejanya untuk mengikat tangan Valera agar darahnya berhenti mengalir deras" kenapa kau tidak hati hati " gerutu kesal bercampur panik "


" sudahkah tidak apa apa, Dave urus orang itu " ucao dingin Valera, dan Dave pun mengangguk, orang itu masih saja terkapar tak berdaya beruntung nya senjata yang ia gunakan sudah di rampas oleh Leo tadi, tanpa basa basi lagi Dave menghajar orang itu habis habis, para pelayan menjerit habis habisan James dan Leo sudah selesai dengan bermainnya, para pria berjas hitam itu sudah lemah tak berdaya


" Dave jangan sampai kau membunuhnya, biarkan itu menjadi bagianku " teriak Valera lantang dan Dave pun menyetujuinya


" bos, Nona " ucap Leo dan James serempak


" sweatheart," Remigio langsung memeluk Valera " duniaku terasa terhenti melihat kau terluka seperti ini " dengan nada lirihnya


" aku tidak apa apa Remi, sudah aku akan menyelesaikan orang itu terlebih dahulu " Valera masih saja memberikan senyumannya disaat lengannya yang terluka, lalu ia berjalan dan menghampiri lelaki yang fasik menembaknya dan


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


BUGHHHHHH


AHKKKKK


Valera bagaikan orang yang hilang kendali menghajar pria itu tepat di bagian bagian pital nya, wajah serta rahang nya tak luput dari pukulan Valera


Dave dan Remigio yang melihat itu hanya diam tak berkutik, Dave yang tau akan sifat nonanya ini ketika sedang marah, hanya bergidik ngeri, Leo dan James pun tak kalah terkejut apa yang dilakukan oleh kekasih nonanya tiba tiba mereka mendengar suara seperti patah tulang


KRAKKKK


ahhhhkkk


Valera dengan santainya mematahkan lengan si pria yang menembak nya tanpa belas kasihan, pria itu menahan sakit yang sangat hebat


" tangan ini, yang sudah lancang mengacungkan senjata nya padaku, apa kah hadiah dari ku sangat bagus " ucap Valera dengan terkekeh seperti gadis polos pada umunya


" ti--tidak am-ampun nona maafkan saya " ucap pria itu dengan nafas tersengal, Valera Hanya menatap nya dengan mata memerah bagaikan Dewi iblis


" maaf ?? tapi maaf mu tidak berguna !" ucap Valera dengan memekik dan menjambak dengan kasar rambut pria itu sampai ia meringis menahan sakit dengan mulut yang menganga, Dave hanya menatap dengan diam begitupun Remigio ia terpaku dengan apa yang kekasihnya itu lakukan


" kau sangat berbeda jika dalam situasi seperti ini.batin Remigio


" am-ampun nona ku mohon ampuni a-aku " ucap pria itu terbata bata


" siapa yang mengirim mu " ucap Valera dingin


" saya tidak tau nona " ucap pria itu yang masih meringis kesakitan


" siapa yang mengirim mu ! " teriak Valera lantang


" dia hanya disebut dengan mister p " ucap nya jujur, mister p adalah sebutan untuk yang menyuruh nya


" mister p siapa lagi ini, apa ini nama baru Ben . batin Valera


Valera melepaskan jambakannya lalu dengan kasar ia mendorong pria itu dengan sangat keras

__ADS_1


" Dave,cepat urus pria ini dan bawa dua ke markas, pasti sebentar lagi akan ada polisi yang berdatangan " ucap Valera lantang dan Dave pun mengangguk paham dan langsung menyeret pria itu keluar.


" sweatheart , tanganmu " ucap remigio panik yang melihat tangan Valera


" aku tak apa apa Remi " kini suara Valera melembutkan seperti biasa dan memberikan seulas senyum tipis di bibirnya


dan benar tak lama kemudian suara sirine mobil polisi berdatangan ke tempat, Valera yang sudah bisa menebak hal ini, akan bersikap seperti biasanya


" James Leo kau urus disini, jika mereka meminta keterangan kau sudah tau kan apa yang harus dilakukan " titah Remigio menatap ke arah kedua asisten nya itu, mereka pun mengangguk paham.


saat remigio akan hendak keluar para polisi sudah masuk ke tempat kejadian perkara.


Valera hanya diam saja begitupun dengan Remi, para polisi itu terkejut dengan seorang lelaki di hadapan mereka, siapa yang tak kenal dengan seorang pengusaha muda sukses dan sukses, bahkan bisa disebut seorang billiorner ..


" selamat siang sir" ucap salah satu polisi itu dengan sopan


" selamat siang " ucap Remi lagi, polisi itu menatap ke arah Valera dan matanya tertuju dengan luka tembak yang berada di lengan Valera


" nona anda terluka , apa ini disebabkan oleh para berandalan itu " ucap polisi itu dengan sedikit panik, ya seorang pengunjung menelpon polisi dengan paniknya pengunjung itu mengatakan ada sekelompok berandalan yang mengacau salah satu restoran ..


" ahh iya pak " ucap valera lemah


" maaf pak saya harus mengantar kekasih saya ke rumah sakit, jika bapak ingin meminta keterangan, dua orang disana akan memberikannya kepada anda " ucap sopan Remigio dan polisi pun memberikan jalan nya untuk Remigio


******


sesampainya di rumah sakit terdekat, Valera langsung mendapat kan penanganan pertama dengan mencabut keluar peluru yang bersarang di lengannya. Bahkan Remigio dengan setia menemani sang kekasih di ruangan tersebut,


setelah para dokter melakukan tugasnya mereka pun menyarankan Valera untuk beristirahat dan menuliskan beberapa resep obat yang harus di tebus, Remigio pun meminta pertolongan kepada salah satu perawat untuk menebusnya karena tidak ingin meninggalkan valera dalam keadaan sendiri


" Remi aku haus " ucap Valera dengan manjanya dan Remi pun mengambil botol mineral yang sudah tersedia " terimakasih "


" jangan terluka seperti ini lagi sweatheart " ucap remigio dengan sendu nya


" sudahlah aku tidak apa apa " ucap valera meyakinkan Remi yang masih menatapnya dengan sendu


" apa kau tidak menghubungi kedua orang tuamu, sweatheart meraka pasti mengkhawatirkanmu " ucap Remi lagi sambil membelai lembut pipi sang kekasih


" baiklah aku akan menelfon mereka untuk memberi tahu " ucap Valera tersenyum sambil membuka tasnya dan menghubungi ayahnya itu


tuttt tutttt


" Hallo papah " ucap Valera menggantung


" (.........)


" aku sedang berada dirumah sakit " ucap Valera pelan


"(..........)


" terjadi sesuatu tadi, tapi papah tak perlu khawatir aku sudah tidak apa apa " ucap Valera dengan nada serius dan meyakinkan


" (..........)


" baiklah, tapi papah dan mamah harus membawa pengawal lebih banyak , aku takut terjadi sesuatu dengan kalian, jika perlu aku akan menelfon Dave terlebih dahulu " ucao valera memberi saran


" (..........)


" baiklah " ucap Valera yang mengakhiri panggilan dengan ayahnya, dia pun segera menelfon Dave untuk kerumahnya dan menjemput orangtuanya kerumah sakit, Dave pun tanpa menolak langsung setuju.


Remigio masih menatap lekat lekat wajah sang kekasih entak apa yang dia tatap, mata gelap itu seakan akan mencari sesuatu yang berada disana, Valera yang tau Remi menatap nya hanya diam saja tanpa bersuara


" sweatheart, apa tidak ada yang ingin kau jelaskan " ucap remigio dengan nada serius


" tentang apa " tanya Valera dengan polos


" tentang kejadian hari ini, "


" apa yang ingin kau ketahui Remi " mata Valera kini bertemu dengan mata Remigio yang menatap nya.


" jika kau ingin bercerita padaku silahkan sweatheart, aku harap kau akan jujur padaku " ucao Remi sangat serius dan Valera hanya tersenyum


" baiklah " Valera pun akhirnya menceritakan nya kepada Remigio walaupun tidak seluruhnya bukan ia tak percaya, hanya di menjaga saja, dia menceritakan siapa Ben tanaphon musuh masa lalunya, Remigio hanya diam mendengar cerita sang kekasih matanya masih menatap ke arah Valera


" aku tau kau tidak menceritakan keseluruhannya padaku sweatheart, tapi tidak apa apa, dengan seperti ini kau sudah mau bercerita padaku . batin Remigio


" apa kau sudah bertemu langsung dengan nya " tanya Valera sambil membenarkan posisi badannya


" tidak sweatheart, sekretaris ku yang mengembalikan proposal nya yang sudah ditanda tangani oleh ku " ucap remigio jujur


" baiklah, aku hanya memberi tahumu remi, kau harus berhati hati kepadanya, dia sangat licik "


" sesuai keinginanmu, aku akan waspada kepadanya, apalagi jika menyangkut tentangmu " dengan menyentuh hidung Valera gemas , membuat si mpunya mendengus sebal


saat meraka asyik mengobrol tiba tiba.


CEKLEK


" Valera " ucap nyonya Sofia yang segera menghampiri sang putrinya dengan cemas uang diikuti suaminya serta Dave di belakangnya


" mamah "


" mana yang sakit ? kau tidak apa apa kan ? siapa yang membuat putriku seperti ini ? " Sederat pertanyaan dari nyonya Sofia berturut dengan perasaan khawatir meliputinya


" aku sudah tidak apa apa mah, jangan terlalu cemas " dengan senyum tipisnya


" tidak apa apa bagaimana, ini apa " sambil menunjuk pelan luka di lengannya


" Dave siapa yang melakukan ini, " tanya tuan ramius marah


" kami masih menyelidikinya tuan " ucap Dave tertunduk .


" sudahlah mah pah, aku sudah tidak apa apa " ucap Valera meyakinkan


suasana menjadi sangat hening ketika Valera berkata bahwa dia baik baik saja, bahkan Remigio yang sedari tadi duduk hanya saling memandang ka serah Valera, nyonya sofhia masih sibuk disamping Valera


" tuan ramius, nyonya " sapa sopan Remigio


" nak Remi, apa kau ada disana juga saat kejadian " tanya nyonya sofhia


" benar nyonya, kami sedang makan siang bersama " ucap Remi dengan nada penuh yg kesopanan


" Dave kau harus cepat mencari orang itu, tidak bagus jika memang membiarkan para tikus berkeliaran terlalu lama " ucap geram tuan ramius, Dave pun mengangguk pasti dengan perintah tuan besarnya, akhirnya Valera memutuskan menginap dirumah sakit untuk memastikan luka nya sudah kering dan tidak ada pembengkakan , mengingat peluru itu bersarang terlalu lama , dan Valera pun mengangguk patuh, nyonya sofhia dan tuan ramius di suruh pulang oleh Valera ditemani Dave, mengingat mereka pasti sangat lelah jika harus berlama lama dirumah sakit.


tuan ramius pun menitipkan putrinya kepada Remigio untuk menjaganya. Dengan senang hati Remigio menyetujuinya

__ADS_1


__ADS_2