Kembalinya Sang Ratu Mafia

Kembalinya Sang Ratu Mafia
meet Jiro


__ADS_3

Jepang, waktu setempat


rombongan Valera sudah tiba di Jepang, paman Yu tak akan menyangka akan menggunakan pesawat pribadi mewah milik Valera bahkan terdapat satu orang khusus yang akan mengurus keperluan paman Yu selama penerbangan


" nak.. kenapa kau menggunakan topi yang sangat besar ? " bingung paman Yu akan tetapi Valera hanya tersenyum saja


" ini adalah salah satu fashion " ucap Valera dengan percaya diri membuat paman Yu hanya mengangguk saja sedangkan para pasukan banyangan hanya diam memperhatikan kedua nya


paman Yu sudah menghubungi Jiro sebelumya kedatangan mereka sangat dinantikan oleh Jiro akan tetapi salah satu kepercayaannya yang akan menjemput rombongan Valera,


" tuan Yu " sapa seorang lelaki matang dengan pakaian rapi dan terkesan klimis benar-benar formal


" ohh Grimm " ucap paman Yu lagi " apa kau datang untuk menjemput kami " tanya paman Yu lagi dan Grimm mengangguk sopan " ohh nak.. mari, kita harus segera sampai di sana " ucap paman Yu kepada Valera akan tetapi Valera mengangguk saja tanpa Mau berbicara


Valera berjalan dengan angkuh dan tanpa ekspresi membuat Grimm bertanya-tanya siapa wanita ini, paman Yu yang melihat Grimm mencuri-curi pandang kepada Valera dengan sengaja menyenggol lengan Grimm membuat si mpunya terkejut


" jangan memandanginya " bisik Paman Yu akan tetapi Grimm hanya acuh saja


perjalanan memakan waktu hanya tiga puluh menit karena supir mengendarainya dengan kecepatan kencang seperti dikejar-kejar musuh paman Yu hanya bisa berdoa dalam hatinya karena sang supir mengemudikannya dengan sangat brutal akan tetapi Valera duduk dengan tenang tanpa mau banyak protes


pintu mobil dibuka sempurna oleh Deon untuk sang nona, dan Valera berterimakasih akan hal itu paman Yu segera berjalan di hadapan Valera untuk memasuki mansion milik Jiro


tak lama seorang lelaki berumur berwajah Asia berambut cepak rapi, dengan memakai setelah formal berwana cerah menyambut kedatangan mereka dan berpelukan secara jantan dengan paman Yu Valera diam memperhatikan keduanya hingga lelaki itu mendekat ke arah Valera


" senang bertemu dengan mu nona " ucap Jiro membungkuk sopan kepada Valera membuat Valera tertegun begitupun dengan yang lainnya termasuk Grimm disana


" senang bertemu dengan mu juga tuan " ucap Valera tak kalah sopan membuat Jiro terkekeh akan hal itu


" silahkan masuk " ucap Jiro lagi


kini Valera sedang berada di sebuah ruangan lebar dan luas dengan kursi yang menyerupai jaman kuno dan beberapa teh khas Jepang sebagai sajian untuk para tamunya


" paman Yu kau belum menjelaskan banyak hal kepadaku " ucap Jiro dan paman Yu hanya mendesah kesal


" biarkan aku menikmati teh milikku ini Jiro " kesal paman Yu dan Jiro hanya diam saja dengan menampilkan senyum tipisnya dan Valera pun tak luput mengamati keadaan sekitar


" Valera Harson ! cucu perempuan dari Marcell harson sekaligus pemimpin King " ucap paman Yu dengan tegas dan Jiro menatap lekat kepada Valera


" lalu ? " ucap Jiro lagi


" perihal kematian Marcell kala itu bukankah ia terakhir kali berkunjung kemari " Picing Jiro dan Jiro mengangguk cepat


" ya kau benar ia berkunjung kemari untuk menyerahkan beberapa surat padaku " ucap Jiro lagi


" surat apa yang kau maksud paman ? " ucap Valera dengan datar dan dingin paman Yu dan Jiro langsung menoleh seketika


" beberapa berkas tanah miliknya di Jepang. Akupun tak tau kenapa ia menyerahkan suratnya itu padaku " bingung Jiro lagi dan Valera memicingkan matanya seketika " dia memintaku untuk menjaga surat itu agar tak jatuh di tangan yang salah " jelas Jiro lagi dan Valera mengkerutkan dahinya


" apa saat kakekku datang kemari apa paman melihat hal aneh dari dirinya ? " tanya Valera lagi dan Jiro hanya mematung memikirkan ucapan Valera yang baru saja terlontar


" tidak ada semuanya baik-baik saja, " ucap yakin Jiro karena pada saat Marcell menyerahkan surat yang menandakan asetnya di Jepang semuanya baik-baik saja

__ADS_1


" kakek memang pintar menyembunyikan sesuatu " lirih Valera lagi dengan tatapan yang lurus kedepan


" jadi kau ingin menyelidikinya ? " tanya Jiro dan Valera langsung menatap tajam kepada Jiro sehingga membuat mpunya menelan ludah secara kasar karena gugup


" menurut paman ? apa aku akan melepaskan orang itu dengan mudah ? tidak ! paman salah besar " ucap Valera dengan tegas dan semuanya hanya mengangguk samar tidak mau berbicara karena takut akan menyinggung Valera " siapa orang yang paman Yu dan paman Jiro curigai ? " tanya Valera lagi seketika mereka saling pandang secara bersamaan


semuanya mendadak hening tidak ada yang berbicara, bahkan Grimm hanya menatap wajah Valera yang tanpa ekspresi, Valera memilih menikmati teh nya dan menyesapnya dengan sangat elegan karena untuk menikmati rasa khas didalamnya


" sebentar aku akan mengambil sesuatu untuk mu " ucap Jiro beranjak dari kursinya dan Valera diam saja tapi dalam hatinya ia penasaran, tak lama Jiro datang dan membawa sesuatu dalam kotak berwana merah


paman Yu dan Valera menatap seksama kotak itu, begitupun dengan para pasukan bayangan mereka sama-sama penasaran


sebuah photo yang lumayan usang !


siapakah orang itu ?


Jiro menatap photo itu dengan wajah seksama, lalu ia memberikan nya kepada Valera untuk melihatnya dan Valera mengambilnya dengan sopan


teka-teki lagi ! baiklah aku akan memecahkan nya. batin Valera


" Aku tidak tau siapa orang itu ! akan tetapi salah satu orang kepercayaan kakek mu yang memberikannya padaku kala itu, ia berkata orang ini sangat berbahaya bahkan lebih berbahaya dari binatang buas dan lebih berbisa dari pada ular ! " jelas Jiro dengan wajah serius


" orang kepercayaan kakek ? siapa namanya paman ? " Picing Valera lagi


" Sagar " ucap Jiro lagi dan paman Yu seketika terkejut


" Ayah Kemila, yang dibunuh " celetuk paman Yu dan Jiro terkejut seketika


" Sagar ! aku rasa orang itu tau sesuatu tapi sayang ia telah tewas " ucap Valera dengan malas membuat semua orang tertegun " tidak apa aku akan mencari identitas pria ini, ya aku bisa melihat nya dari raut wajah pria ini ia memiliki kekuatan yang begitu besar bahkan sebuah ambisius yang besar ya aku bisa merasakan nya " terang Valera dan semua orang hanya bisa mendengar perkataan Valera


" Rusia ! Sagar pernah berkata jika orang itu terakhir kali berada di Rusia " ulang Jiro lagi dan Valera memicingkan matanya seketika Rusia berarti perkiraan paman Yu tidak melenceng


" terimakasih atas informasinya paman walaupun aku tidak begitu yakin tapi ini menjadi sebuah pertanda baik untukku " ucap Valera dengan sopan


******


Vyan dan tuan ramius yang mendapat kabar dari Dave jika Valera menghubunginya begitu amat lega akan tetapi mereka bertanya-tanya kemana perginya Valera beberapa hari ini !


" aku sudah meretas CCTV yang berada di pemakaman kakek bahwa Valera berkunjung kesana di hari pertama kepergian nya " terang Vyan


" seperti dugaan papah pasti adikmu kesana " ucap tuan Ramius dan Vyan mengangguk samar, dalam hatinya ia merasa bersalah karena telah menampar adiknya sendiri tapi apa boleh buat emosi lah kala itu yang sedang mengendalikannya


" kemungkinan besar adikmu sedang mencari petunjuk tentang kejadian masa silam yang menyangkut kakek mu " ucap tuan Ramius lagi


" tapi pah, bahkan kita semua pun tak dapat menemukan jejak pelakunya bahkan aku sudah mengerahkan orang-orang khusus ku untuk terjun secara langsung akan tetapi hasilnya tetap nihil, jejak itu misterius " ucap Vyan lagi dan tuan Ramius mengangguk saja


" itulah mengapa sebabnya kakek mu menurunkan organisasinya kepada adikmu karena pilihan kakek mu tak pernah salah " ucap tuan Ramius lagi


" kau benar pah, aku lebih suka dengan berbisnis dan dikenal dengan seorang pengusaha hebat di dunia aku tidak tertarik dengan itu, akan tetapi keturunan tetaplah keturunan aku tidak bisa menyangkalnya " jelas vyan


" adikmu sama persis seperti mendiang kakek mu, sorot matanya tidak ada duanya bahkan kekejaman nya pun kini melebihi beliau " ucap tuan Ramius yang memijit pangkal hidungnya sendiri dan Vyan terkekeh akan hal itu

__ADS_1


" adikku itu wanita yang penuh kejutan bahkan dirinya banyak di hormati semua kalangan dan para jajarannya bukankah itu luar biasa " kekeh vyan dan tuan Ramius tertawa lebar


" sudah jangan bahas lagi tentang adikmu nanti telinganya menjadi merah dan tersedak tiba-tiba " kekeh tuan Ramius begitupun dengan Vyan


ponsel milik Vyan berdering menandakan sebuah notifikasi yang terbatas kabar mengenai Valera dari Dave, sinyal terakhir nya berada di Argentina setelah itu sinyal milik Valera tak terkoneksi lagi


" Argentina " lirih Vyan dan seketika tuan Ramius menatap kearah putranya itu


" ada apa dengan Argentina ? " Picing tuan Ramius


" terakhir sinyal milik Valera berada disana,apa ia sudah menemukan petunjuknya ? hmmm ohh.. aku hampir melupakan jika kakek mempunyai mansion disana akan tetapi mansion itu telah runtuh akibat penyerangan masa lalu " jelas vyan dengan bingung


" pasti ada sesuatu disana " ucap tuan Ramius lagi seketika ingatannya mengenang masa lalu saat dirinya membawa sang ayah menuju Prancis dalam keadaan terluka, saat itu ia belum sempat mencari tau tentang ala yang terjadi secara detail karena salah satu asisten nya tidak ada dan setelah satu Minggu di Prancis tuan Ramius menadapat kabar jika terjadi penyaringan tiba-tiba di mansion ayahnya dan salah satu kepercayaan ayahnya tewas ditempat


*****


Jepang, kediaman Jiro


setelah makan malam Valera memutuskan untuk berbincang bertiga dengan paman Yu dan paman Jiro sedangkan para pasukan bayangannya sedang berbaur dengan para anak buah Jiro di halaman belakang


ruangan itu cukup luas, dan terlihat nyaman bahkan terkesan sangat privasi paman Yu meminum arak khas Jepang bersama dengan paman Jiro sedangkan Valera lebih memilih Wine daripada arak


" jadi katakan padaku paman, siapa saja yang menjadi teman dan sahabat mendiang kakek ku " ucap Valera santai paman Jiro terkekeh lalu meletakan gelas berukuran mini nya di meja


" banyak sekali bahkan para mafia yang berada di belahan bumi pun sangat mengenal kakek mu itu untuk para sahabatnya kakek mu hanya memilah beberapa termasuk kami berdua, Loose, Zorfan dan Mecca " jelas paman Jiro lagi


" Mecca ? seorang wanita ?" ucap Valera dan keduanya mengangguk secara bersamaan " apa mereka masih ada ? hmm.maafkan aku maksud ku ..


" hahahaha kau tenang saja nak..mereka semua masih hidup hanya saja sudah berubah menjadi kakek dan nenek " ucap paman Jiro dengan terkekeh dan sedikit tersenyum geli dan Valera mengangguk kikuk


" lalu apa pekerjaan kalian ? " tanya Valera lagi


" kami dulu sama seperti kakek mu, kami mafia akan tetapi tidak sekaya dan tidak semaju mendiang kakek mu " ucap Jiro dengan wajah serius nya " kakek mu sungguh banyak membantu kami para sahabatnya bahkan Mecca sampai mempunyai rumah sakit di China sedangkan Zorfan ia memilih menjadi pengusaha tambang dan Loose orang itu masih saja aktif di dunia mafia yang hanya saja tidak seperti dulu kini organisasinya dijalankan oleh anak lelaki nya dan kemungkinan akan diturunkan oleh cucunya " jelas paman Jiro lagi dan Valera mendengar nya dengan seksama


" kapan the they king dimulai ? " ucap paman Yu tiba-tiba membuat paman Jiro terkejut akan hal itu sungguh ia lupa dan tak pernah tau lagi akan hal itu


" akhir tahun " singkat Valera dan keduanya mengangguk bersamaan " dan aku ingin bertemu dengan para pendahulu termasuk para sahabat kakek, jika itu masih ada " terang valera


" kau ingin bertemu ? " ucap paman Yu lagi dan Valera mengangguk antusias " tapi kenapa ? " ucap paman Yu yang ingin tau alasan Valera


" tidak ada aku hanya ingin tau, dan tetap menjalankan tali kekeluargaan bersama kalian seperti kakek ku dulu, tidak masalah bukan " ucap Valera polos


" ya akan ada saatnya kau bertemu dengan mereka, ada beberapa aset kepunyaan kakek mu ditangan mereka termasuk aku tentang kepemilikan tanah yang berada di Jepang aku akan memberikan nya padamu, sungguh itu menjadi beban untuk pria tua ini " celoteh paman Jiro dan Valera hanya diam saja senantiasa memikirkan ucapan paman Jiro


*****


***kita relaks sebentar yah readers sebelum terjadi ketegangan di bab-bab selanjutnya 😁


dan owee mohon maaf owe tidak bisa cepat meng-up episodenya karena owe harus memikirkan Alur cerita yang menarik karena kita sudah sampai di konflik berat dan terbongkarnya kematian sang pendiri king akan ada ketegangan selanjutnya


dukung novel owee terus yg readers jangan lupa like dan komen nya 🙏❤️

__ADS_1


tnQ***


__ADS_2