
Keesokan harinya Valera dan Dave sudah siap berangkat ke pulau kematian, tentu saja semua itu tak luput dari pengawasan Greta sesuai dengan perintah sang Lady.
Reyhan terlebih dahulu sudah di borgol dan diberi penutup kepala selama perjalanan, lelaki itu masih saja memberontak walaupun keadaan dan kondisi tubuhnya lemah karena di hajar habis-habisan oleh Valera pada hari itu.
Helikopter berjenis turbo berwarna putih milik sang Lady mengudara dengan gagah dari landasan Markas utama, kepergian sang Lady diketahui oleh jajaran king yang lainnya.
sedangkan di markas utama terlihat beberapa orang berkumpul membentuk sebuah lingkaran, Zizi hari itu hadir dan berkumpul dengan para rekan-rekan nya. Hanya Matt yang tak hadir karena ada pekerjaan yang harus membutuhkan pantauannya. Zizi mendapatkan kabar jika Elion dan Lotus akan tiba sore hari nanti.
" Elion dan Lotus apa mereka akan tinggal di sini ? " ucap Elena dan Zizi mengangguk mantap.
" Kita membutuhkan mereka bukan ? jujur aku ingin kita semua bernafas sebentar saja tanpa ada peperangan atau lainnya dan menikmati waktu berharga kita dengan orang yang kita kasihi. " ucap Zizi mulai berbicara.
" Aku pun demikian. Terlebih istriku sedang mengandung. " saut Thomas dan semua orang saling diam satu sama lain.
" itu sebabnya kita semua harus membereskan mereka sampai tuntas tak tersisa, " ucap zumba dan semua orang mengangguk paham.
" Dimana Syina ? " ucap Zizi saat menyadari jika salah satu dari mereka tak berada di sana.
" Syina sedang menyelidiki suatu misi, kau tau Zizi beberapa hari yang lalu datang beberapa kapal asing dan mereka terlihat mencurigakan. Itu sebabnya Lady menyuruh Syina untuk mengambil tugas ini bersama dengan beberapa anggota black road lainnya. " ucap Thomas dan Zizi diam saja.
" anggota Black road kini diikutsertakan. Orang- orang terlatih didikan mendiang Marcell Harson ikut membantu " ucap Zizi bergumam dengan mata yang menyipit semua orang mengangguk pelan.
" musuh kita bukan hanya di luar sana tapi di dalam pun sama saja. Para mafia yang berdiri di bawah naungan king, beberapa dari mereka penjilat dan tentu nya penghianat walaupun ulah mereka masih terlalu tipis. " saut Edgar lagi " para mafia-mafia itu tak tau berterimakasih '' ucap Edgar lagi dengan kesal.
semua orang hanya diam mendengarkan. Zizi menghela nafasnya dengan pelan begitupun dengan yang lainnya, Tak lama Thomas mendapatkan kabar jika Syina telah berhasil menemukan titik lokasi orang yang telah menggunakan nama King dengan lancang, tentu saja Thomas senang bukan main begitupun dengan lainnya, mereka berencana membagi tugas untuk menangkap tikus kecil itu.
Di dalam perjalanan Helikopter milik king terbang dengan gagah, Dave dengan pakaian formalnya sedangkan Valera memakai pakaian kasual putih nya, Valera terdiam saat perjalanan berlangsung, sudah lama ia tak pernah menginjakkan kakinya ke pulau ini.
Dave terus mengendalikan Helikopter itu dengan sempurna sedangkan Reyhan tampak bergerak tak jelas seperti sedang memberontak, Valera meliriknya sekilas.
Tak lama Helikopter itu mulai terbang dengan ketinggian rendah, Valera bisa melihat sebuah mansion di tengah-tengah hutan belantara. Para penjaga bersenjata yang lengkap melirik ke arah Helikopter milik king. Mereka terkejut karena Helikopter itu milik sang Lady pemimpin mereka.
para penjaga berbaris seraya menyambut kedatangan Ladynya, Helikopter dibawah naungan king telah mendarat dengan sempurna. Valera turun dengan membuka kaca mata hitam miliknya, sedangkan Dave ia menyeret Reyhan dengan kasar.
" selamat datang Lady " ucap mereka serempak dan Valera mengangguk kecil, tak pernah ada yang berubah dari tempat ini sedari kepemimpinan Marcell Harson, semuanya tetap sama.
" bawa Lelaki itu ke dalam " ucap Valera tegas dan Dave memberikan Reyhan pada lelaki berkulit hitam dan berwajah sangar, Reyhan menatap sekelilingnya dengan tatapan menyelidik ini sungguh tempat yang asing dan jauh dari hiruk pikuk penduduk,
valera memasuki mansion dengan Dave yang berada di belakangnya, Dave memberikan jalan kepada sang Lady untuk menuju rusng dimana Mrs OTO dan istrinya berada.
Reyhan diseret oleh beberapa lelaki karena ia memberontak tak karuan, Reyhan bahkan berteriak lantang dan memaki sang Lady dengan kata-kata nya yang kasar, hingga membuat Dave geram bukan main.
PLAKKK
Reyhan mendapatkan tamparan sempurna dari Dave, hingga sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar begitu saja, Reyhan menatap Dave tajam seperti ingin membunuhnya dan Dave tak kalah menatap Reyhan dengan tajam.
__ADS_1
" jangan buang-buang tenaga mu hanya untuk lelaki pengecut dan tak berguna seperti dirinya Dave. " tegas Valera dan Dave mengangguk pelan tapi matanya menatap Reyhan dengan tatapan marah.
" sialan kau Valera ! kau sungguh wanita biadap tak berperasaan. Kau wanita iblis " teriak Reyhan lantang dan Valera tersenyum sinis.
mereka terus berjalan menyusuri lorong panjang di mansion itu, Reyhan merasakan firasat buruk terhadap dirinya saat melewati lorong tersebut.
CEKLEK
valera membuka sebuah ruangan yang kurang akan penerangan, terasa dingin hingga mampu menusuk tulang-tulang didalam nya, disana Valera bisa melihat dua sosok manusia yang sedang meringkuk dengan kondisi cukup memprihatinkan.
BRUKKK
Reyhan jatuh tersungkur saat tubuhnya di dorong oleh lelaki berkulit hitam, hingga ia bisa melihat sosok ayah dan ibunya disana, Reyhan membelalakkan matanya saat melihat kondisi orangtuanya yang kurus dan tak terawat.
" Rey..Reyhan " ucap Nyonya Leah menatap Reyhan dengan sendu dan Reyhan segera menghampiri orang tuanya. Mrs OTO menatap putranya dengan tatapan memelas seperti meminta untuk dilepaskan.
" ayah.. hiksss.. ibu.. kenapa bisa seperti ini " ucap Reyhan dengan isak tangisnya, Valera yang mendengar kan itu hanya menatap datar tanpa ekspresi. Lalu nyonya Leah menatap Valera dengan tatapan benci dan kemarahan akan tetapi Valera acuh dan tak perduli.
" Karena wanita laknat itu ibu dan ayahmu bisa seperti ini Reyhan. Karena dia kami menderita. " teriak nyonya Leah dan Reyhan merasakan dadanya sesak dan kebencian semakin menjadi dan mendarah daging. Mrs OTO hanya menatap dingin Valera. " Kau harus bisa membunuhnya Reyhan. Kau harus bisa. ! " pekik nyonya Leah dan Valera tertawa kecil sungguh permintaan konyol dan lucu sekali.
Reyhan bangkit dan menatap Valera dengan kilatan amarah, rasa sakit di sekujur tubuhnya tak ia perduli kan saat ini Reyhan hanya ingin menghajar Valera habis-habisan.
" ada apa hmm ? " polos Valera dengan senyum tipisnya.
Valera tersenyum tipis saat melihat tubuh Reyhan dipegang erat oleh lelaki berkulit hitam milik king, Nyonya Leah dan Mrs OTO yang melihat anak nya hanya bisa diam saja tak bisa membantu.
lalu Valera melirik kearah Mrs OTO yang sedang menatapnya tajam dan nyonya Leah tak usah ditanya lagi nafasnya begitu menderu ketika melihat putranya di cengkram erat.
" dasar wanita laknat. Lepaskan putraku !! " pekik nyonya Leah memberontak.
Valera berjalan menuju tempat Mrs OTO berada, kini Valera berdiri anggun dihadapan lelaki berumur itu.
" Apa sebenarnya mau mu ? kita tak saling mengenal tapi kau mencampuri urusan ku. " tajam Mrs OTO bersikap tenang.
" Kau benar tuan Ox !! Kita awalnya tak saling mengenal. Tapi kau mengganggu Daniel. Remaja yang aku selamatkan pada kala itu di jurang. Aku awalnya tak tertarik dengan anak itu, tapi lambat laun aku merasa ingin melindungi dirinya setelah mendengar cerita pilunya dimana seluruh keluarganya kau bunuh dengan sadis. " tekan Valera dan Mrs OTO diam saja. " Harta ? kau gelap mata akan semua itu, kau lelaki tak tau berterimakasih tuan Ox. seharusnya kakek Daniel tak memberi kepercayaan lebih padamu. " ucap Valera lagi hingga berhasil membuat kemarahan Mrs OTO terpancing.
" DIAM KAU !! KAU TAK TAU APAPUN. " pekik Mrs OTO marah dan Valera terkekeh kecil.
" kenapa kau berteriak ? aku belum tuli. Kau berusaha untuk melenyapkan keturunan terakhir pewaris harta yang kau incar hingga saat ini tuan Ox. Tapi Tuhan berkehendak lain. Anak itu selamat dan kini hidupnya jauh lebih baik lagi. " ucap Valera lagi.
'' Hahahaha " tawa Mrs OTO seketika saat mendengar perkataan Valera itu, Valera menatapnya dengan sinis dan penuh rasa jijik. " seharusnya kau tak perlu ikut campur tentang masalah ini nona. " ucap Mrs OTO lagi. " ini tak ada kaitannya dengan mu " tajam Mrs OTO dengan nafas yang begitu memburu.
" tentu saja ada, kakek Daniel adalah rekan mendiang Kakek ku Marcell Harson. Mana mungkin aku membiarkan semua itu terjadi begitu saja, dan ya tentang Patricia semuanya sangat berhubungan bukan, keponakan mu itu secara terang-terangan menggoda suamiku dan istrimu mencoba mencelakai ayah dan ibuku. Aku tak semudah itu untuk memaafkan seseorang Mrs OTO. " desis Valera tajam.
" sialan kau !! " teriak nyonya Leah lagi seakan ia takut dengan keadaan.
__ADS_1
PLAKKK
PLAKKK
dua tamparan mendarat sempurna dipipi nyonya Leah, Reyhan menatap tak percaya begitupun dengan Mrs OTO, Valera menjambak rambut nyonya Leah dengan keras.
" bicaralah semaumu,aku tak perduli. Tapi pastikan mulutmu itu baik-baik saja " tekan Valera dan nyonya Leah membelalakkan matanya lebar. " sudah tua masih saja berkata seperti itu. " cibir Valera geram dan akhirnya ia duduk kembali di kursi yang tersedia.
" lepaskan lelaki itu " perintah Valera kepada dua orang lelaki berkulit hitam. Reyhan menatap tajam secara terus-menerus membuat Valera jengah bukan main. " aku sudah menepati janjiku untuk mempertemukan mu dengan kedua orang tua mu itu, tapi sepertinya kalian semua cocok tinggal disini " ucap Valera lagi dengan senyum tengilnya, Dave terdiam dan tak bersuara dari tempatnya.
valera menatap tajam ketiga tawanan nya setelah itu ia pergi dari ruangan itu, Reyhan terus memaki dan mengumpat Valera dengan kata-kata kasar nya begitupun dengan nyonya Leah dan Mrs OTO hanya duduk termenung dan menatap nanar pintu yang sudah dikunci kembali.
*******
Remigio berada di suatu tempat dengan beberapa orang yang berada di sana, Mereka berwajah sangar dan terlihat sangat berkuasa dan tentunya pakaian yang dikenakan mereka terlihat formal dan elegan.
" Lama tak berjumpa Remigio " ucap salah satu dari mereka dan Remigio menatap orang yang sedang berbicara dengannya.
" prince ! kau salah mengenali aku " datar Remigio dan lelaki itu hanya terkekeh dan mengangguk-anggukan kepalanya pelan lalu mulai menuangkan wine kedalam gelas miliknya dan juga Remigio.
" Jadi ada apa kau memanggil kami semua " picing nya lagi dan Remigio memberikan sebuah photo pada rekan-rekan nya itu. Terlihat dari mereka menatap wajah itu dengan serius.
" Aku membutuhkan bantuan kalian, terlebih darimu Garvish " ucap remigio dengan sorot mata yang tajam.
" Aku ?? kenapa aku " ucap Garvish dengan dahi mengeryit karena bingung. " Dan hmm.. siapa wanita itu ? " tunjuk Garvish lagi.
" Aku tak tau namanya karena tak penting bagiku. Yang aku tau dia seorang wanita yang cukup berkuasa di india. Aku hanya meminta bantuan mu, temukan lokasinya dan beritahu aku secepatnya. " ucap Remigio dengan penuh penekanan.
Garvish memandang photo itu lekat-lekat hingga semua orang menatap datar padanya, Garvish rasa wajahnya tak asing tapi ia tak ingat pernah bertemu dimana, Remigio menatap Garvish dengan senyum tersungging ya ia tahu jika rekan nya itu mengetahui sesuatu.
" Wajahnya tak asing, tapi aku lupa pernah bertemu dimana " ucap Garvish lagi " dan hmm wajahnya seperti perpaduan wanita india " ucap Garvish lagi dan Remigio terkekeh kecil.
" Kalau tak salah namanya Utera, " ucap remigio lagi dan Garvish hanya diam saja. " Wanita itu mengancam keselamatan putri dan juga istriku " ucap Remigio berwajah bengis. Semua orang mengerutkan dahinya seketika, ada hubungan apa antara mereka hingga nyawa istri dan anak dari rekannya itu terancam ?
semua orang larut dalam keheningan, sosok prince yang berada di dalam tubuh Remigio semakin mendominasi dan terlihat semakin tajam dan bengis, Remigio menatap lekat-lekat wanita berparas India itu dengan tatapan tajam penuh kebencian.
Wanita itu berani sekali mengancam nyawa keluarganya terlebih istri dan anak perempuannya, Remigio mengepalkan tangannya erat menahan amarah, ia teringat wajah cemas istrinya yang memikirkan keselamatan Athena putri semata wayangnya.
*****
**Maaf jadwal up amburadul, tapi owe usahakan tetap up yah readers. Jangan lupa like dan komennya, ingat hanya tekan jempol jangan pelit 😅.
Baca juga kelanjutan novel " Kembalinya sang ratu mafia season 2 " silahkan cek profil owe
terimakasih**.
__ADS_1