
Setelah kepergian Valera beserta lainnya, Allarik menjadi semakin curiga terhadap Valera bahkan ia menyuruh seseorang untuk membuntuti Valera dan orang-orang nya.
Wilson masih diam mematung kala sang pemimpin king telah beranjak pergi dari tempat itu, ia bisa melihat raut wajah Allarik yang merah padam seperti menahan sebuah amarah.
" Hahaha... Kau kalah telak dengan seorang wanita Allarik " tawa Wilson menembus gendang telinga Allarik hingga membuat si mpunya menoleh dengan tatapan tajam.
DORRR !!
AGHHH
" sialan kau !! " pekik Wilson saat tangan nya ditembak begitu saja oleh Allarik.
" ini baru peringatan Wilson. Sebaiknya kau pergi dari kediaman ku sekarang juga ! '' tajam Allarik dan Wilson menatapnya dengan tatapan memburu layaknya seekor mangsa yang menggiurkan.
" Kau terlalu diatas angin Allarik !! lihatlah aku membawa anak buah yang banyak untuk melumpuhkan mu, " smirk Wilson dan Allarik baru tersadar akan hal itu, dirinya menatap sekeliling dimana para anak buah miliknya berada di cengkraman anak buah milik Wilson.
Wilson tersenyum samar, melihat wajah Allarik yang tampak sedikit ketakutan. Allarik menggeram marah dengan mengepalkan tangannya.
" Apa yang kau inginkan !! '' pekik Allarik lantang hingga Wilson terkekeh kecil dibuatnya.
" Mudah, kembalikan aset-aset milik Marcel yang berada di Thailand bagian selatan, itu milikku " ucap Wilson dengan tegas dan Allarik tertawa sarkas.
" Hahaha.. ternyata itu yang kau mau Wilson. Jika aku tak mau ? " ucap Allarik dengan senyum samar nya yang terkesan seperti sedang menantang.
" hmm kau ingin bermain-main dengan ku rupanya. jika kau tak mau hmmm kau akan melihat mayat dari putri mu '' enteng Wilson hingga Allarik terdiam dan mencerna ucapan Wilson, detik kemudian lidahnya kelu tak bisa berkata-kata.
" Bajingan !! " teriak Allarik lantang dan langsung menghampiri Wilson ingin memukulnya, tapi Wilson langsung menangkis dan menyerang balik Allarik hingga lelaki itu tersungkur begitu saja dengan sudut bibir yang berdarah akibat pukulan dari Wilson.
DORR !!
Wilson menembak balik tubuh Allarik hingga Allarik mengerang kesakitan, Wilson tersenyum sinis melihat nya.
" Kau yang harusnya jangan main-main dengan ku, aku diam bukan berarti aku membiarkan semua itu jatuh ke tangan mu Allarik, kau terlalu serakah !! " bentak Wilson dan Allarik hanya menyeringai.
" bukankah seperti itu permainan nya tuan Wilson ? untuk menjadi penguasa maka harus meluaskan wilayah kekuasaan nya '' ucap Allarik lagi tapi Wilson mendecak sinis.
'' kau benar-benar serakah Allarik !! ingat dulu bagaimana aku bersusah payah untuk mendapatkan beberapa aset milik Marcel hingga nyawaku yang menjadi taruhannya !! aku bahkan beradu dan melawan Mecca pada saat itu " ucap Wilson dengan meninggikan suaranya.
'' kau terlalu mudah di tipu " singkat Allarik dan Wilson semakin marah dan murka dengan jawaban yang Allarik berikan.
Wilson mengamuk dan menghajar tubuh Allarik habis-habisan hingga Allarik lunglai dan lemas. Para anak buah Allarik tak bisa berbuat apa-apa karena mereka kini ditodong senjata api oleh anak buah Wilson
__ADS_1
******
Kediaman nyonya Mecca.
" Ohh tuhan akhirnya kalian pulang juga " ucap nyonya Mecca berjalan sedikit cepat kearah Valera.
Valera yang melihat itu hanya tersenyum tipis menatap nyonya Mecca, Dave dan Elion segera masuk terlebih dahulu untuk memberikan ruang berbicara kepada Lady dan juga nyonya Mecca.
" Kau tau ? kau sangat gila, aksi mu cukup membahayakan tadi " ucap nyonya Mecca lagi dan Valera memicingkan matanya sesaat. " tapi aku bersyukur kau cepat pulang " imbuh nyonya Mecca lagi dan Valera diam saja.
" Allarik ? apa kau mencurigainya ? " tanya Valera langsung dan nyonya Mecca terdiam memikirkan sejenak lalu detik kemudian ia mengangguk samar.
" ya, tapi aku pun tak tau. " keluh nyonya Mecca dan Valera diam saja.
" bisakah kau ceritakan sedikit tentang lelaki itu ? " pinta Valera dan nyonya Mecca mengangguk pasti.
sang tuan rumah membawa Valera kesebuah ruangan perpustakaan minimalis, Valera bisa melihat jika disana terdapat banyak buku-buku yang tersusun rapi.
nyonya Mecca mempersilahkan Valera duduk, manik hazel sang Lady meneliti tempat sekitar, ia merasa ruangan itu memiliki sebuah tempat rahasia.
nyonya Mecca yang melihat Valera seperti sedang memperhatikan raungan sekitar tampak mengulas senyum tipisnya.
" tunggu dulu nyonya. Apa maksud mu kakek mempunyai beberapa aset serta peninggalannya di sini ? " tebak Valera dan nyonya Mecca mengangguk kecil.
" Hanya beberapa saja, tapi namanya cukup dikenal dengan sebutan king bukan Marcel " tegas nyonya Mecca dan Valera hanya diam saja " sudah ku katakan semasa hidupnya Marcel selalu memperluas wilayah kekuasaannya termasuk Asia, dan Allarik lah yang menegang kendali pada saat itu " ucap nyonya Mecca lagi " lambat laun aku menemukan kejanggalan padanya, seperti tak hadir pada beberapa pertemuan penting yang berlaku hingga usaha kecil-kecilan milik Marcel mulai merosot ditangan Allarik " ucap nyonya Mecca dan Valera masih terlihat santai menanggapi.
Valera bisa menebak jika sang kakek banyak memelihara parasit pada sejak dulu, kebaikan sang kakek dimanfaatkan begitu saja oleh mereka yang tak tau berterimakasih.
Nyonya Mecca terus berkisah dan Valera bisa menarik kesimpulannya di sana, semua berasal dari rasa iri dan dengki, simpel bukan ?
" ckckck darimana kakek memungut lelaki yang bernama Allarik itu " gerutu Valera dan nyonya Mecca terkekeh kecil mendengar nya.
'' entahlah aku pun tak tau, jangan salah Valera Marcell sangat dikenal sosok yang kejam dan bengis tanpa bekas kasihan, sosok iblis sangat melekat pada dirinya tapi di dalam hatinya, ia mempunyai rasa kepedulian yang sangat tinggi '' ucap nyonya Mecca lagi dan Valera membenarkan hal itu,
" Baiklah, terimakasih atas cerita singkat ini nyonya Mecca, sekarang aku mengerti " ucap Valera dan nyonya Mecca mengangguk saja.
Valera akan memulai misinya dari Allarik setelah itu pasti akan muncul hal lainnya kembali, Valera melihat tanggal dan bulan dalam ponsel miliknya.
tiga bulan, ya tiga bulan ia harus sudah menyelesaikan segalanya, tanpa terkecuali. Dave dan Elion sibuk mengoprasikan layar tabletnya masing-masing.
tanpa sepengetahuan sang lady Dave menaruh sebuah chip berukuran kecil yang berguna untuk mendengarkan percakapan jarak jauh, entah mengapa Dave merasa Allarik dan Wilson bersitegang mengenai sesuatu.
__ADS_1
" ohh, benar dugaan ku. Semuanya berawal dari aset milik mendiang tuan Marcell " saut Dave tiba-tiba membuat Elion mengalihkan pandangannya kearah pria bermanik abu itu.
" kau mengatakan sesuatu ? '' polos Elion dan Dave mengedikkan bahunya acuh. Tak lama Valera datang dan ikut bergabung dengan dua orang nya itu.
Sang lady terlihat memejamkan kedua matanya dengan duduk setengah bersandar pada sandaran sofa tebak berkulit beludru yang sangat halus.
Dave dan Elion saling pandang, mereka memilih fokus pada layar tabletnya kembali, tapi Dave sepertinya ia harus memberi tahu tentang apa yang ia dapatkan itu.
" hmm Lady, maaf mengganggu " ucap Dave sopan dan Valera menoleh kearah Dave dan mengangguk sedikit tanda mempersilahkan Dave untuk berbicara. " Sebaiknya Lady dengarkan ini terlebih dahulu " ucap Dave seraya memberikan tablet berwarna hitam kepada pemimpin nya itu.
Valera memicingkan matanya dan mulai menekan tombol on pada layar tablet milik Dave, pembicaraan dua orang lelaki yang hanya terdengar disana membuat Valera kian menajamkan pendengarannya itu.
Allarik dan Wilson, sebaiknya aku mencari tahu sendiri tentang mereka. Batin Valera
Raut wajah sang Lady masih menunjukkan kesan santai dan datar, walaupun disana terdengar jelas jika mereka sedang memperebutkan aset milik kakek nya itu.
" Ckckck orang-orang yang tak tau malu. " ucap Valera santai. "baiklah kita akan memulainya dari orang-orang ini " ucap Valera dan Dave mengangguk tegas begitupun dengan Elion.
Tak lama keempat predator muncul dengan wajah serius, Valera dan lainnya dibuat bingung sekaligus heran.
keempat lelaki itu menunduk sopan kepada Valera dan Valera terlihat mengangguk kecil dengan tatapan heran penuh menyelidik.
" Ada apa ? " tanya Valera berwajah polos menatap keempat pria yang baru saja tiba.
" maaf lady sepertinya kamu mendapatkan sesuatu petunjuk " ucap Hugo seraya memberikan selembar kertas bersampul map berwarna merah yang entah dari mana asalnya, Valera menerima dengan dahi mengeryit.
Dave dan Elion begitu penasaran, begitupun dengan sang Lady. Valera mulai membuka dan melihat isinya nampak sebuah coretan tangan yang sangat rapi entah milik siapa disana tertera.
Valera mulai membaca nya secara teliti hingga wajahnya memancarkan aura keseriusan, tangannya mengepal dengan sempurna. Valera yakin jika tulisan ini milik seseorang yang lebih mirip dengan sebuah buku diary.
" Dari mana kalian mendapatkan nya ? '' ucap Valera datar.
" Sebuah pondok usang yang berada di dalam hutan lady. '' ucap Hugo lagi.
" rahasiakan semuanya, jangan sampai para tetua king terdahulu mengetahui hal ini '' ucap Valera tegas dengan mata yang memerah seperti sedang menahan amarah nya.
valera memilih kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan tentu saja berendam dengan air hangat menjadi pilihan sang Lady saat ini.
*****
maaf telat up atau kurang rajin up, karena owee begitu sibuk yah readers owee harap kalian maklum 😊.
__ADS_1